Daftar Makanan dan Minuman Favorit Gue

Berikut ini daftar makanan dan minuman favorit gue, dilengkapi dengan nama restoran tempat gue biasa membeli menu tersebut.

APPETIZERS

  1. Sweet plum potato: Shin Lin. Ubi yang dipotong menyerupai French fries, dilumuri tepung, digoreng, kemudian ditaburi bumbu khusus setelah minyak ditiriskan. Gue sering lihat saat malam hari, sweet plum potato ini sudah habis terjual saking enaknya;
  2. Pangsit udang mayonnaise: Platinum dan Duck King. Yang gue suka dari pangsit udang mayonnaise di Platinum adalah rasa adonan pangsit gorengnya yang sederhana tapi bikin ketagihan. Berbeda dengan produknya Duck King yang lebih kaya rasa, terutama untuk rasa mayonnaise yang belum gue temukan tandingan kelezatannya;
  3. Chicken wings: Pizza Hut Delivery (PHD). PHD ini berbeda lho ya, dengan Pizza Hut yang restoran itu. PHD ini khusus melayani pesan antar dan take away saja dengan daftar menu dan harga yang berbeda dengan Pizza Hut biasa. Bicara soal chicken wings-nya… bener-bener jauh beda sama chicken wings di restoran Pizza Hut. Ukuran potongan ayam sedikit lebih besar, digoreng tepung, dan dilumuri 3 pilihan bumbu yang semuanya enak-enak banget! Oh iya, waktu gue makan di KFC Shenzhen, gue juga sempet nyobain chicken wings super enak. Sayang  banget KFC Indonesia enggak menjual menu yang sama;
  4. Jamur enoki: Ta’wan. Jamur enoki yang digoreng tepung ini rasanya bikin ketagihan. Adonan tepungnya itu lho yang bikin jamur ini jadi enak banget; dan
  5. Various salad selections: Syailendra JW Marriot. Waktu gue makan malem di restoran ini, menu yang gue ambil berkali-kali justru menu salad-nya. Ada banyak pilihan salad dan saus yang hampir semuanya itu enak-enak banget. Ada pula salad yang sejak awal memang sudah dilumuri semacam saus atau krim tertentu sehingga tanpa perlu ditambah dengan mayonnaise pun rasanya udah enak banget.


MAIN COURSE

  1. Spaghetti carbonara: Spaghetti House. Gue udah lupa gimana cara menggambarkan kelezatan makanan ini karena sekarang Spaghetii House di PP dan PS udah pada tutup 😦 Tapi baru-baru ini gue sempet nyobain menu pasta yang nggak kalah enaknya di Pancious. Nama menunya fettucini mushroom. Perpaduan rasa garlic dan cream cheese-nya itu bener-bener perfect banget deh. Tapi kalo untuk rasa mushroom-nya itu sendiri masih lebih enak menunya Pan O daripada Pancious. Both of them are worth to try;
  2. Mango cheese pancake: Pancious. Udah nyobain banyak menu di Pancious, tetep menu pancake inilah yang paling sering gue pesan saking enaknya. Untuk adonan pancake sih nggak ada yang istimewa lah ya. Tapi saus mangga yang dipadu sama keju cairnya itu yang bikin makanan ini jadi enak banget! Apalagi kalo kebetulan dapet potongan buah mangga yang kematangannya pas (tidak mentah tapi tidak juga terlalu matang) dijamin bikin ketagihan deh;
  3. Sausage baked rice: Nanny’s Pavilion. Rasa nasi bakar dan sosisnya itu sendiri sebenernya biasa-biasa aja. Tapi lagi-lagi, lelehan keju cair dan krim lembutnya itu yang bikin gue jadi suka banget sama makanan ini. Porsinya yang tidak terlalu besar juga pas banget buat ukuran lambung gue;
  4. Pandanus chicken: Pad Thai – Casablanca. Ayam goreng khas Thailand yang dibungkus daun pandan. Bumbu ayam goreng ini beda banget sama ayam goreng ala Indonesia dan bumbunya itu meresap sampai ke dalam dagingnya!
  5. Nasi kare ayam – The Peak Hongkong. I’m a huge fan of chicken curry! Udah enggak kehitung ada berapa menu kare yang pernah gue cobain. Dan sejauh ini, kare ayam yang gue makan waktu liburan di Hongkong itulah yang rasanya bener-bener paling enak. I will buy it again if someday I go back to visit Hongkong;
  6. Udang mayonnaise – Duck King. Sama kayak menu dimsum-nya, yang bikin makanan ini jadi enak banget adalah rasa mayonnaise-nya. Makes me wanna eat them more and more;
  7. Nasi gudeg – di sebuah rumah makan di kawasan Binus. Sampe sekarang, gue belum berhasil nemuin gudeg lain yang sama enaknya 😦 Cuma gudeg di tempat ini yang rasanya hampir menyerupai gudeg yang pertama gue makan waktu di Malioboro; dan
  8. Hotdog: DeJons – Tebet. Gue udah lama banget nggak makan di sini… Gue jadi udah lupa mendeskripsikan betapa enaknya hotdog di sini. Somebody take me there please, hehehehe.

This slideshow requires JavaScript.

DESSERTS

  1. Jackfruit pie: Rice Bowl. Adonan tepungnya enak, rasa nangkanya juga enak, berpadu sempurna sama es krim vanilla di atasnya;
  2. Brownie cheesecake: Seven Grain. Tekstur brownies-nya pas dan nggak bikin seret, rasa cheesecake-nya juga terasa enak banget waktu lumer di mulut;
  3. Blueberry cheesecake: Cheesecake Factory. Untuk tekstur cheesecake, this one is the best in its class. Yang bikin tambah enak adalah saus blueberry yang tidak asam tapi tidak juga terlalu manis. Rasa whip cream-nya juga enak dan tidak merusak rasa asli cheesecake dan saus blueberry-nya;
  4. Fruit pie: somewhere in Jakarta Pusat… Gue lupa nama tokonya, tapi yang masih gue inget, tiap lapisan pie mulai dari layer puding bening tipis di atasnya, adonan soft pie sampai adonan mangkuk pie-nya itu terasa manis, lembut, dan bener-bener bikin ketagihan!
  5. Strawberry cheesecake ice cream: Baskin Robbins. Saus sundae strawberry dan potongan cheesecake di dalam es krim rasa vanilla ini menyatu dengan sempurna saat lumer di mulut. Manisnya pas, berbeda dengan menu sejenis di Haagen Dazs yang agak-agak terlalu manis; dan
  6. Es cendol: Kinnaree – Phuket. Agak lucu juga yah, gue malah nemuin es cendol paling enak justru waktu liburan di Thailand. Just in case nggak bakal pernah balik lagi ke sana, maka gue sempet beberapa kali bolak-balik ngambil es cendol di restoran all you can eat tersebut.


BEVERAGES

  1. Thai ice tea: Fiesta Steak. Entah kenapa, terasa ada yang beda sama Thai Ice Tea yang dijual di Fiesta Steak. Rasa manisnya itu beda, pas di lidah, dan enak banget. Masih lebih enak daripada Thai Ice Tea yang sebelumnya biasa gue beli di Tamani Express;
  2. Minuman lidah buaya : Simply. Udah coba minuman sejenis di tempat lain, gue tetep lebih suka sama produk lidah buayanya Simply. Tekstur dan ukuran potongan lidah buayanya pas, manisnya juga pas, dan ampuh banget buat menyegarkan tenggorokan;
  3. Minuman rasa taro: Quickly. Rasanya termasuk manis banget, tapi gue lihat, orang-orang yang enggak gitu suka manis pun tetep menikmati jenis minuman ini. Abis rasanya emang enak banget sih;
  4. Banana milkshake: Nanny’s Pavilion. Rasa pisangnya manis, rasa susu dan es krimnya juga pas banget. Bener-bener banana milkshake yang paling enak yang pernah gue minum;
  5. Mango milkshake: Pancious. Mangganya terasa banget, berpadu sempurna sama blended vanilla milk and ice cream. I’m addicted to it since the first try (tapi anehnya, waktu gue pesen menu yang sama di Sency, rasa mango milkshake-nya agak-agak berbeda dengan yang pertama gue pesan di Emporium; dan
  6. Milo… I’m a big fan of Milo. Entah itu di McD, KFC, Dunkin, atau Pizza Hut, semuanya gue suka. Tapi kalo menurut gue, menu Milo di Pizza Hut yang rasanya paling enak apalagi kalo yang ditambahkan dengan satu scoop ice cream! It’s yummie to the fullest 🙂

8 Aplikasi Android Yang Mempermudah Hidup Gue

Mighty Grocery

Mighty Grocery ini adalah daftar belanja yang sangat mempermudah gue setiap kali belanja bulanan. Di Mighty Grocery, kita bisa create list berdasarkan nama tokonya. Di aplikasi gue, ada Carefour, Gramedia, Centro, dan Century. Di masing-masing list itu udah gue isi daftar barang apa aja yang perlu gue beli di toko-toko ybs.

Untuk setiap list itu sendiri, kita bisa membagi daftar barang berdasarkan susunan raknya. Misalkan, Pringles, Smax, dan Chitato gue letakkan di rak ‘Snacks’, pressed powder, eyelash serum, dan mascara gue letakkan di rak ‘Cosmetics’. Udah ada banyak default items dan juga default aisles di dalam aplikasi ini, tapi kita juga bisa create item dan aisle baru yang sesuai dengan keinginan kita.

Kelebihan lain dari aplikasi ini, kita bisa menggunakan barcode scanner (paid version only) untuk mengecek harga barang yang ingin kita beli. Harga yang kita scan itu akan otomatis masuk ke daftar belanja sehingga saat kita check out (sudah selesai belanja di salah satu toko), kita bisa melihat berapa total harga belanjaan kita itu. Ada setting untuk otomatis menghitung pajaknya juga lho.

Berkat aplikasi ini, nggak ada lagi barang yang kelupaan gue beli. Gue juga enggak lagi bolak-balik dari satu rak ke rak yang lainnya lagi karena ada yang tertinggal di rak sebelumnya itu. Bener-bener membantu gue saat berbelanja deh pokoknya. Satu-satunya fitur yang nggak pernah gue pake di aplikasi ini cuma daftar harga barangnya aja. Gue agak males nginput harga barang yang ada di daftar. Buat gue yang penting, jangan pernah membiarkan limit CC terisi penuh supaya tetep bisa bayar di kasir berapapun jumlah belanjaan gue, hehehehe.

Canimals Diary

Canimals Diary ini semacam kalender imut-imut yang multifungsi. Kita bisa bikin diary, bisa pula menginput periode datang bulan kita sehingga dia akan otomatis memprediksi kapan tanggal datang bulan kita yang selanjutnya. Buat yang udah berumah tangga, informasi tanggal ovulasi juga tersedia di aplikasi ini lho.

Buat cewek, jelas penting banget yah, mengamati periode datang bulan ini. Terlalu cepat dan terlalu telat itu bukan pertanda baik. Ada aplikasi sejenis di Android Market yang otomatis memberikan notifikasi pada tanggal di mana seharusnya kita sudah kembali datang bulan.

Oh ya, yang paling gue suka dari Canimals Diary ini adalah fitur stikernya. Ada banyak pilihan stiker untuk gue tempelkan di kalender harian gue dalam aplikasi ini. Misalnya, stiker ‘I’m Busy’, ‘I’m Broke’, ‘Happy’, ‘I’m in Love’, dan masih banyak lagi. Jadi kalo gue buka kalender, gue bisa melihat naik turunnya mood gue selama satu bulan yang bersangkutan hanya dengan melihat kumpulan stiker yang pernah gue tempel itu.

Travel Organizer

Sebelum ada aplikasi ini, gue selalu ngetik di hp semua barang yang perlu gue bawa saat travelling. Sekarang setelah ada aplikasi ini, gue tinggal centang-centang aja barang apa yang udah gue masukin ke dalam tas saat packing. Udah ada banyak daftar barang yang tersedia dalam aplikasi ini sehingga gue enggak perlu ngetik satu per satu nama barangnya. Untuk barang yang nggak applicable buat gue (misalnya topi, hairdryer, roll rambut) bisa gue remove dari daftar, dan barang yang belum tersedia di sana (misalnya jilbab, bros, peniti) bisa gue tambahkan ke dalam daftar barang. Asyiknya lagi, aplikasi ini juga punya fitur percentage of completion. Kalo angkanya udah nunjuk 100%, berarti packing gue udah selesai.

Documents to Go

Meskipun udah ada Canimals Diary, gue tetap lebih memilih nulis diary harian gue di Documents to Go. Soalnya kalo gue ngetik di sini, format file-nya ini .docx sehingga sudah pasti kompatibel dengan Microsoft Office di laptop gue. Untuk draft novel juga suka gue ketik pake aplikasi ini trus nanti file-nya gue transfer laptop dan tinggal gue gabungin deh, sama draft novel yang ada di laptop gue itu. Oh ya, aplikasi ini satu-satunya aplikasi di hp gue yang harganya lebih dari Rp. 100.000. Emang mahal, tapi worth it banget buat gue yang hobi nulis di manapun gue berada.

Bahasa Dictionary

Dari nama aplikasinya aja udah ketahuan yah, kalo ini tuh kamus bahasa Inggris 🙂 Bener-bener berguna dan praktis banget deh pokoknya. Nggak perlu lagi tuh, repot-repot beli kamus elektronik, hehehe.

Ringtone Maker

Dengan aplikasi ini, gue bisa memotong lagu yang akan gue jadikan ringtone sesuai keinginan tanpa me-replace lagu aslinya.

Yahoo Messenger & Whatsapp

Semenjak ganti hp ini, gue jadi lebih jarang kirim SMS. Gue kan bisa langsung chatting sama temen-temen gue via YM atau WhatsApp. Lebih hemat karena nggak bakal kena pulsa SMS 🙂 Sebagai gantinya, emang udah pasti bakal kenal pulsa internet sih. Tapi kan tiap bulan gue udah langganan broadband unlimited tuh. Jadi ya harus dimanfaatkan secara maksimal dong, hehehehe. Oh ya… bedanya Whatsapp dengan YM, kita enggak perlu add daftar temen kalo pake aplikasi ini. WhatsApp akan secara otomatis menambahkan semua contact di phonebook hp kita yang juga install WhatsApp di hp mereka. Asyiknya lagi, sama kayak BBM, WhatsApp ini akan selalu aktif selama hp kita aktif, dan kalaupun kita lagi enggak dapet sinyal internet, pesan yang dikirimkan teman akan tetap kita terima saat kita kembali online.

WordPress

Aplikasi WordPress ini memungkinkan gue untuk ngetik kemudian posting tulisan baru ke blog gue ini, melihat dan membalas comment, melihat daftar tulisan yang pernah gue buat (baik yang masih draft atau yang sudah published), dan juga memonitor site stat gue. Aplikasi ini tampilannya udah menyesuaikan dengan ukuran hp sehingga sangat praktis untuk digunakan. Oh ya, dari semua fitur di aplikasi ini, fitur yang paling sering gue gunakan adalah site stat. Kalo misalkan lagi dalam perjalanan, gue suka tetep penasaran berapa jumlah visitor di blog gue hari ini, hehehehe.

Android is Fun!

What is Android?

Intinya sih, Android itu adalah salah satu jenis operating system buat hp. Kalo untuk PC (personal computer), kita pasti udah familiar sama operating system Microsoft Windows, Linux, dan Macintosh (buat PC keluaran Apple). Nah, untuk operating system hp ini di antaranya ada Symbian yang sampai sekarang masih digunakan oleh Nokia, iOS untuk iPhone, Blackberry OS, dan android yang akan gue bahas dalam blog ini. Android yang kini dikelola oleh Google ini sendiri terus berkembang versinya dari waktu ke waktu. Pada saat tulisan ini dibuat, versi android yang paling baru adalah android versi 3.1. Setiap versi punya ‘nama panggilan’ menggunakan berbagai macam nama dessert. Misalnya, android 2.1 gue punya nama panggilan Eclair, dan 2.3 punya nama panggilan Gingerbread.

 

 

What it Android Application?

Dalam dunia PC, apa yang biasa disebut dengan application ini lebih populer dengan istilah software. Jadi android application itu bisa banyak jenisnya. Ada games, antivirus, aplikasi pengolah dokumen model Microsoft Office, live wallpaper alias wallpaper bergerak, kalender, aplikasi chatting, dan masih banyak lagi. Nanti akan ada posting tersendiri mengenai apliaksi android favorit gue.

 

What is Android Market?

Android Market itu toko online yang menyediakan berbagai macam aplikasi android. Ada aplikasi yang bisa kita download secara gratis, tapi ada juga aplikasi yang harus kita beli. Oh ya, aplikasi gratis bukan berarti aplikasi jelek loh. Angry Birds, game android, iPhone, iPad, dan iPod yang paling populer itu bisa kita dapetin secara gratis di Android Market. Tapiii, jangan kaget kalo saat kita sedang main game gratisan itu, tiba-tiba muncul iklan berseliweran di layar hp kita! Hanya aplikasi berbayar aja yang sudah pasti bebas dari iklan.

 

Why Choose Android?

  1. Ada banyak pilihan hp. Beda sama iOS yang cuma buat Apple atau Blackberry OS yang cuma buat BB, android ini banyak dibenamkan di berbagai merk hp, termasuk merk hp papan atas seperti Sony Ericsson dan juga Samsung. Salah satu alesan gue akhirnya memilih Xperia X10 adalah gue butuh hp dengan OS yang punya dan mampu meng-install banyak aplikasi menarik yang juga punya kamera dengan kualitas cemerlang;
  2. Ada lebih banyak pilihan aplikasi. Katanya siih, aplikasi yang tersedia di Android Market jumlahnya jauh lebih banyak dari aplikasi yang ditawarkan oleh App World BB, dan App Store-nya Apple. Tapi sebenernya sih, jenis aplikasi yang populer di android juga tersedia yang mirip atau bahkan yang sama persis di versi Apple-nya; dan
  3. Beda dengan OS tetangga sebelah yang gampang hang kalo banyak download aplikasi, android ini jauh lebih tahan banting buat urusan nampung banyak aplikasi. Android sering disebut sebagai OS pintar yang bisa mengatur sendiri batas kemampuannya dalam mengatasi jumlah aplikasi yang sedang running di dalam sistemnya. Buat orang yang hobi ngotak-ngatik hp kayak gue, maka hp tanpa banyak aplikasi rasanya jadi kurang fun 🙂

Kalo Gue Punya Keponakan…

Lagi asyik bengong di kantor… sambil nunggu tim IT posting database gue, sambil nunggu si OB beliin makan malem gue juga… tiba-tiba gue teringat sama obrolan dengan salah satu sahabat gue sore ini. Sahabat gue ini baru aja dinyatakan positif hamil! Woow, gue bakal punya ‘ponakan’ baru niiih.

Terus gue jadi inget sama adek gue yang juga baru aja married sebulan yang lalu. Hmm, kalo adek gue juga hamil, gue bisa punya ponakan beneran! Jadilah gue berkhayal soal daftar keinginan gue kalo nanti punya keponakan…

  1. Kalo ponakannya cewek, dia bakal gue beliin semua yang warnanya pink! Kebetulan adek gue itu sama banci pinky-nya kayak gue, jadi dia sih pasti setuju-setuju aja;
  2. Kalo baby-nya udah enggak dibedong dan udah bisa pake baju-baju lucu… gue kan jadi punya alesan buat mampir-mampir ke toko baju bayi 🙂
  3. Nggak mau kalah sama temen-temen gue yang udah punya ponakan… menuhin hp dan Facebook sama foto-foto si ponakan. Nanti gue upload foto mulai dari umur sebulan, dua bulan, setahun, dua tahun, tiga tahun… hehehehehe;
  4. Nanti gue mau belajar gendong anak bayi… Hitung-hitung latihan buat ngilangin keengganan gue berurusan sama bayi-bayi. Tapi kalo si baby tiba-tiba nangis, poop, atau pee, ya tetep bakal langsung gue balikin ke emak-bapaknya, hehehehehe;
  5. Gue mau bawa si ponakan ke photo studio yang khusus nyediain paket foto bayi. Biasanya nanti si baby dipakein kostum lucu-lucu (misalnya kostum lebah, kostum jagung, atau baju putri-putrian) terus difoto dengan backgroud yang juga lucu-lucu!
  6. Kalo ponakannya cewek, pas ulang tahun yang ke tiga bakal gue hadiahin boneka Barbie! Abis itu jangan lupa beli rumah-rumahan Barbie sama perabotannya juga!
  7. Kalo ponakannya cowok, pas ulang tahun yang ke tiga bakal gue hadiahin miniatur benteng lengkap sama tentara dan senjatanya juga! Gue pernah lihat mainan kayak gini di Pacific Place dan kepengen banget bisa beli… abisnya keren sih!
  8. Kalo udah agak gede, gue mau ajak main ke Kidzania 🙂 Gue emang agak-agak terobsesi pengen liat bagian dalemnya Kidzania itu, tapi sayangnya gue enggak punya anak kecil yang bisa dibawa pergi, hehehehehe;
  9. Kalo udah masuk usia SD, dia mau gue ajakin traveling. Waktu kecil dulu, gue juga sering diajakin jalan-jalan sama om-tante gue. Jadi kalo nanti gue punya ponakan, gue juga mau ajakin mereka pergi jalan-jalan; dan
  10. Kalo emak-bapaknya enggak sempet jemput si ponakan pulang dari sekolah, biar gue aja yang gantiin jemput. Kayaknya dalam bayangan gue keren aja gitu… jam makan siang gue nyetir sendiri ke sekolahan buat jemput si ponakan tersayang, hohohohoho. Terus nanti kalo weekend, si ponakan bakal gue ajak nginep di apartemen gue! Sounds perfect 🙂

Introducing 2 New Categories in My Blog

Dear readers

Gue baru aja nambahin 2 kategori baru di blog gue ini. Hopefully, dua kategori ini kelak akan memperkaya isi dari blog gue. Here are those two new criterias…

  1. Blog in English. Kalo kamu perhatikan, udah ada 3 blog yang gue tulis in full English. Bukan bermaksud untuk sok-sok-an… Gue cuma pengen punya wadah untuk memperlancar bahasa Inggris pasif gue aja. Kategori ini sendiri awalnya terinspirasi dari blog salah satu penulis favorit gue yang juga punya kategori dengan judul yang sama persis. Oh iya, untuk kategori blog yang satu ini… a grammar police will be welcome 🙂
  2. Talking Tech. Ke depannya, akan ada banyak ulasan tentang android di kategori baru yang satu ini. I’m not an expert in this, but hey… sharing my experience is not a sin, right? Jadi untuk teman-teman yang tidak berminat dengan topik ini… ya monggo, silahkan di-skip aja tulisan yang gue post under ‘Talking Tech’ category. Buat teman-teman yang berminat baca dan tertarik untuk ikutan sharing, ditunggu comment-nya yah, guys!

Oh iya, lewat post ini sekalian gue mau pamit sebentar (sekitar lima hari) dari nge-post tulisan baru yah, guys. Di kantor lagi sibuk closing soalnya. Tapi gue janji… setelah itu akan ada tulisan-tulisan lain untuk kalian nikmati 🙂 Di dalam kepala gue udah ada beberapa ide tulisan untuk segera dituangkan ke dalam blog ini!

Well, see you in the next five days then!

Xperia X10 Review

Hari ini, sudah persis satu bulan gue memakai Xperia X10 untuk menggantikan P1i yang udah gue pakai bertahun-tahun lamanya itu. Rasa-rasanya satu bulan adalah waktu yang cukup untuk gue jadi eligible dalam memberikan review atas hp gue sendiri.

Sebelum memulai review, gue mau sedikit bercerita tentang proses hunting saat gue mau beli hp ini. Tadinya, gue mau beli Xperia Arc. Tapi karena hp-nya baru aja launching di Indonesia, maka ketersediaan barangnya masih sangat langka. Gue udah cari ke empat tempat tapi tetap tidak berhasil menemukan si Xperia Arc. Akhirnya gue pikir, nggak ada Arc maka X10 juga boleh lah. Toh kamera sama-sama 8 MP, video sama-sama HD, dan versi android X10 ini juga sudah di-upgrade ke 2.1, cuma beda 0.2 sama Xperia Arc. Di luar itu, Arc cuma unggul di layar yang lebih jernih, body yang lebih tipis, dan punya fitur radio FM yang tidak dimiliki oleh X10.

Ok… singkat cerita Xperia X10 sudah dalam genggaman. Dan berikut ini adalah opini gue pribadi terhadap hp yang sudah gue pakai selama 1 bulan belakangan ini…

Kamera 8 MP

Alasan terbesar gue ngotot beli Sony Ericsson lagi adalah kualitas kamera yang tidak diragukan keunggulannya. Foto indoor malam hari bisa terlihat bagus tanpa perlu bantuan photo light. Kadang gue suka takjub sendiri saat ngelihat kualitas hasil foto hp gue ini. Bahkan setelah ditransfer ke PC pun, gambarnya tetap kelihatan cemerlang dan tidak pecah saat ukurannya diperbesar alias masih sama bagusnya dengan gambar yang kelihatan di layar hp. Oh ya, sekedar tips dari gue, sebelum pakai kameranya, aktifin dulu fitur image stabilizer. Tanpa ngaktifin fitur ini, hasil foto suka kelihatan buram. Kalo udah diaktifin, sesekali masih terlihat buram cuma kalo objeknya bergerak cepat.

Kejernihan Layar

Gue juga angkat jempol deh untuk kejernihan layarnya. Buat ukuran hp yang harganya enggak sampe lima juta rupiah, kejernihan layarnya itu udah bagus banget, nggak gitu jauh beda antara gambar yang gue lihat di hp dengan gambar yang sama kalo gue lihat dari layar laptop. Sayangnya kalo gue lagi browsing di situs-situs tertentu (misalnya detik.com), gambar yang ada di situs itu suka kelihatan agak buram. Jauh berbeda dengan tampilan foto di aplikasi Facebook yang meskipun harus nunggu beberapa detik sampai tampilan gambarnya terlihat sempurna.

Kualitas Suara

Untuk kualitas suara, gue akui not the best in its class. Meskipun enggak terdengar cempreng, tapi tetep aja enggak sejernih suara yang biasa gue dengar kalo denger musik di laptop pake headphone. Untuk volume suara ringtone juga termasuk agak pelan. Udah disetel paling kenceng pun tetep enggak bakal cukup terdengar kalo gue lagi berada di tengah-tengah keramaian.

Processing Speed

Untuk processing speed juga termasuk standar-standar aja lah ya. Misalkan gue pake browsing atau chatting, tingkat kecepatannya tetep enggak sebanding dengan browsing atau chatting pake PC. Proses buka-tutup aplikasi juga enggak begitu mengesankan meskipun so far enggak juga sampai pada tahap yang menjengkelkan. At least masih lebih baik daripada merk pesaing yang selalu gue hindari karena suka bikin gue jengkel saking lemotnya.

Touch Screen Sensitivity

Adek gue pernah bilang… Xperia X10 punya sedikit masalah dengan sesnsivitas layar sentuhnya. Tapi anehnya, setelah gue pake, gue enggak pernah mengalami masalah yang cukup berarti dengan layar sentuh hp gue ini. Tapi ternyata emang bener sih… setelah gue coba pake hp touch screen merk lain, sensitivitas hp gue ini emang jadi terasa agak-agak kurang smooth. Kabar baiknya, layar yang tidak terlalu sensitif bikin gue jadi lebih mudah saat mengetik. Typing error gue saat ngetik blog misalnya, jumlahnya jauh lebih sedikit ketimbang kalo gue ngetik pake hp merk lain yang touch screen-nya lebih smooth.

Operating System

So far, android 2.1 di hp gue ini berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Sebulan pertama, hp gue belum pernah hang meskipun udah langsung dijejali begitu banyak aplikasi (beda banget sama merk hp tetangga sebelah yang terkenal suka nge-hang meskipun masih baru beli). Selain itu, gue juga enggak pernah sekalipun gagal download seperti yang banyak dikeluhkan android user lain di Android Market. Pernah sih, gara-gara udah kebanyakan download aplikasi, hp gue ‘ngambek’ nggak mau download lagi. Untungnya setelah gue shut down kemudian langsung gue turn on kembali, hp-nya langsung bisa gue pake download lagi 🙂 Lagipula ternyata, insiden ‘ngambek’ itu emang wajar terjadi sama semua jenis hp android.

 Phone Design

Sebenernya udah sejak setahun yang lalu gue naksir banget sama design hp ini. Kalo menurut Nana, salah satu teman baik gue di EY, hp ini tipe hp yang kelihatan mahal 🙂 Kadang kalo lagi bengong dan nggak sengaja ngelihat hp gue bertengger manis di atas meja, gue suka mikir begini di dalam hati, “Aduuh, cakepnya hp gue, hehehehehe.”  Selain enak dilihat, body hp-nya juga enak buat dipegang. Pokoknya secara design, gue udah cukup puas (walau sebenernya sekarang ini gue lagi ngiler ngelihat Xperia Ray yang punya original casing berwarna metallic soft pink itu, hehehehehe).

Four Guys of My Life

High school idols

Cute guys whom I crushed like crazy when I was studying in junior until senior high school. They were the guys who made me do all of those unbelievable stupid things 🙂 However, I never regret their presences in my youthful life since in the same time, they were also the guys who made my life as teenager has become colorful, so much fun, and also very entertaining to remember.

Back to the past, I had two guys in this criteria. The first one was my first love, and the second one was my high school idol who had filled so many pages in my personal diary.

My role models

Smart and good guys who inspired me to be a better person. I do not mean to be arrogant, but I am a sort of person who rarely adores anyone else. But these guys… they demonstrated so many good things which amazed me and motivated me to be someone like them. It’s not that I can’t be myself… It’s just that they unintentionally had brought out the best things in me.

I had found two guys placed in this category. The first one taught me about dreaming, and how to pursue those dreams. The second one inspired me to be a good person. I learned about kindness, compassions, and patience from this one guy. I guess the girls who will end up with both of these guys would be the luckiest girls on earth.

Best friends

Different with any other guys I’ve mentioned above…  I have an endless friendship with the guys in this category. Once in our history, there was also an issue came up about our friendship. However in fact, we were just friends and we never have a real date like a couple supposed to be. I enjoy every moment I spend with them because I always can be myself, say everything I want to say, and do everything I want to do when I’m with them.

There are also two guys in this category. The first one is my high school babe. We rarely say hi after we grow up, but we’re still friends until now. The second one in my friends-but-flirt who comes and goes but never meant to be a lover.

Soul mate

I have no comment about this criteria since I haven’t met the person yet 😉

Serba Serbi Bohong

5 SISI BURUK DARI BERBOHONG

  1. Membuat korban jadi negative thinking. Saat orang lain bohong sama gue, hal pertama yang melintas di benak gue adalah, “Kenapa dia bohong? Apa alasannya? Kenapa dia ngerasa harus bohong sama gue mengenai hal ini?” Bisa jadi, alasan pelaku tidaklah sedramatis atau seburuk yang gue kira. Tapi ya wajar aja lah kalo gue jadi berpikiran yang enggak-enggak. I don’t know the truth because they never tell me the truth;
  2. Membuat korban menjadi ngerasa rendah diri. Sama seperti point 1, rasa rendah diri ini muncul sebagai akibat dari trying to guess something which was hidden behind a lie. Contoh rendah diri yang gue maksud, “Apa karena gue kurang baik buat dia?” atau “Apa karena ini bodoh dan lemot ya?” atau “Apa karena gue orangnya kurang asyik buat bergaul?”
  3. Mengikis kepercayaan korban terhadap pelaku. Orang yang sudah terlanjur gue labeli tukang bohong akan seterusnya gue curigai sebagai pembohong. Nggak menutup kemungkinan, saat mereka bicara jujur pun, gue akan tetap terlebih dahulu mengira mereka cuma sedang berbohong seperti biasa. Butuh bukti konkret yang nyata baru gue bisa percaya sama apa yang mereka bilang pada saat itu. Mungkin gue baru bisa selalu percaya lagi sama mereka kalo mereka bisa terus menerus membuktikan kejujuran mereka itu dalam jangka waktu yang relatif lama;
  4. Kebohongan adalah kesalahan yang paling sulit diakui oleh pelaku, sehingga ujung-ujungnya, seringkali kebohongan akan ditutupi oleh kebohongan lainnya. Gue nggak pernah dengar orang lain ngomong begini sama gue, “Maaf ya, gue udah bohong sama elo. Gue janji nggak bakal bohong lagi sama elo.” Yang biasa gue dengar adalah, “Sumpah, gue nggak bohong. Kemaren itu gue bla bla bla (baca: menyebutkan kebohongan lain untuk menutupi kebohongan mereka sebelumnya).”
  5. If you do believe in God, then lying is a sin. Kebohongan kecil bisa jadi hanya dosa kecil. Tapi coba kamu hitung, kalau dalam sehari kamu berbohong sebanyak satu kali, akan ada berapa banyak dosa kecil yang kamu akumulasi seumur hidup kamu?

 

7 ALASAN YANG SALAH UNTUK BERBOHONG

Alasan pertama: berbohong untuk melindungi perasaan si lawan bicara.

Kebohongan seperti ini cukup sering dilakukan cowok terhadap pasangannya. Alasannya sih, they actually think that girls will not be able to handle the truth. Padahal kenyataannya, perasaan kita, para cewek, akan jauh lebih terluka saat kelak kita tahu bahwa kalian pernah atau sedang berbohong sama kita.  Mengetahui pasangan sedang berbohong ini pada akhirnya bisa bikin kita ngerasa insecure dan mulai ngerasa tidak yakin dengan hubungan yang sedang kita jalani.

Alasan ke dua: because it’s gonna be too awkward to explain the truth.

Emang ada beberapa hal yang rasanya memang akan sangat aneh untuk disampaikan ke orang yang bersangkutan. Tapi seperti yang gue jelaskan di bagian sebelumnya: berbohong justru akan memicu korban untuk berpikiran yang jauh lebih aneh. Jadi percaya deh, seaneh apapun kenyataan itu, pada akhirnya kejujuran tetap akan lebih bisa diterima ketimbang kebohongan yang nantinya justru akan membuat korban merasa ganjil dengan penjelasan yang diberikan oleh pelaku.

Alasan ke tiga: malas menjelaskan yang sebenarnya

Ada teman gue, cowok, yang bilang bahwa alasan kenapa cowok suka berbohong karena mereka malas berpanjang lebar dengan pasangannya. Menurut dia, menjawab jujur cuma akan memancing pertanyaan-pertanyaan lain sampai si pacar ngerasa puas dengan jawaban jujurnya dia itu. Masih ada hubungannya dengan alasan ke dua di atas, kadang-kadang kejujuran itu emang sesuatu yang bisa jadi terdengar aneh di telinga pendengarnya. Tapi tetap saja, ini bukan berarti kalian jadi punya excuse untuk berbohong! Karena sisi positif dari berpanjang lebar ini adalah membantu lawan bicara untuk lebih mengenal cara berpikir kita dengan baik sehingga lain kali, saat hal yang sama terulang lagi, mereka akan dengan sendirinya mengerti alasan yang melatarbelakangi tindak-tanduk kita itu.

Alasan ke empat: berbohong untuk menghindari punishment

Punishment di sini bisa juga berarti dimarahi sama lawan bicara yang artinya, kita ngerasa terpaksa berbohong supaya enggak kena omel sama mereka. Menurut gue, kalo kita emang punya salah, ya akui saja kesalahan itu, dan terimalah omelan mereka sebagai konsekuensi dari kesalahan yang kita lakukan. Menutupi kesalahan dengan kebohongan cuma bakal menambah panjang daftar dosa kita sama mereka. Apalagi kalo sampe nanti kita ketahuan bohong sama mereka… yang ada masalahnya bakal jadi tambah runyam! Terbiasa menyelesaikan masalah dengan bohong juga bisa mengikis habis kepercayaan orang lain terhadap kita.

Alasan ke lima: berbohong untuk menghindari orang lain

Seperti yang pernah gue tulis dalam judul blog lain dalam website ini, dulu gue bisa berubah jadi tukang bohong saat sedang berusaha menghindari orang-orang tertentu. Tapi setelah gantian gue yang diperlakukan kayak gitu, gue langsung kapok! Rasanya nggak enak banget diperlakukan kayak begitu. Kesannya gue ini sebegitu jeleknya di mata dia sampe dia ngerasa harus berbohong hanya demi menghindari gue. Sejak itu, kalo emang gue lagi pengen jaga jarak sama orang-orang tertentu, daripada bilang nggak ada apa-apa (padahal jelas-jelas emang lagi ada apa-apa yang serius), ya lebih baik gue bilang aja kalo saat ini I’m not in a good shape to tell them the truth. Atau kalo dalam suatu event gue tau bakal harus ketemu sama mereka, then just come to the spot and face them right! Nggak usah lagi ngarang alasan konyol hanya supaya punya excuse untuk enggak dateng ke acara itu. It’s important to be a brave person instead of a coward who keeps on lying.

Alasan ke enam: lying will make you look great

Ada orang-orang yang terbiasa menciptakan kebanggaan palsu dengan cara mengarang cerita bohong. Sedikit membumbui cerita, atau sekali dua kali mengarang cerita bohong mungkin nggak akan ketahuan sama orang lain, tapi kalo sampe sering banget kamu lakukan… lama-lama semua orang juga bakal tahu kalo kamu itu seorang pembual. Hati-hati dengan kebohongan seperti ini. Bukannya bikin kamu kelihatan hebat, yang ada malah bikin kamu kelihatan menyedihkan. Apalagi biasanya kebohongan model begini adalah kebohongan yang paling mudah untuk terbongkar. Bisa jadi si korban itu punya banyak wawasan yang bisa membuat kebohongan pelaku jadi terlihat jelas, atau bisa juga terbongkar karena biasanya, si pelaku kelak akan lupa dengan kebohongan yang dulu pernah mereka ucapkan.

Alasan ke tujuh: because telling the truth will make you feel weak or look insecure or look stupid

Kalau ini alasan kamu berbohong, pertanyaan gue cuma satu, “Are you sure that you want to risk your relationship with them by lying just to protect yourself? Think twice! You may lose their trust, and you may even lose them as a part of your life just because of your stupid ego.

 

3 JENIS KEBOHONGAN

  1. Kebohongan yang disengaja dengan berbagai alasan sebagaimana disebut di atas;
  2. Kebohongan dengan diam, atau dengan sengaja meneymbunyikan suatu informasi, atau dengan sengaja hanya menyampaikan sedikit hal yang tidak cukup mewakili dengan tujuan untuk menyembunyikan informasi utuh yang sebenarnya; dan
  3. White lie alias bohong-bohong kecil yang dilakukan sebagai bentuk sopan-santun atau untuk menyenangkan hati orang lain.

 

ABOUT WHITE LIE

Untuk yang beragama Islam, ada hadits yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad pernah berpura-pura menyukai hadiah yang diberikan istrinya meskipun sebetulnya, Beliau tidak menyukai hadiah tersebut. Dari situ gue belajar, meskipun gue tidak suka dengan hadiah yang gue terima, gue akan tetap bilang terima kasih dengan tulus dan memakai hadiah itu setidaknya saat gue tahu akan bertemu dengan pemberinya.

Waktu gue masih SMP, bokap pernah membelikan sandal gunung untuk gue pakai bepergian. Sebenernya gue nggak suka sandal model begitu, tapi tetap sesekali gue pakai hanya untuk sekedar menyenangkan hati bokap gue. Ternyata lama kelamaan, gue malah betah pake sandal gunung dari bokap itu. Rasanya nyaman terutama kalo gue pakai untuk pergi berlibur. Akhirnya, sandal gunung itulah yang selalu setia menemani setiap kali gue pergi traveling ke berbagai tempat di Indonesia. Nggak disangka pada akhirnya, gue memakai sandal gunung itu sampai talinya sudah hampir putus dan kalaupun diperbaiki, penampilannya sudah tidak layak lagi untuk dipakai kembali.

Jadi menurut gue, white lie yang satu ini sifatnya masih bisa diterima.  Kalaupun kita tetap tidak pernah bisa menyukai hadiah itu, kita tidak perlu takut si pemberi akan mengira kita beneran suka sama hadiah itu sehingga dia akan terus-terusan memberikan hadiah yang sama. Lanjutan dari cerita gue di paragraf sebelumnya, setelah gue SMA, bokap enggak lagi membelikan gue sandal gunung karena dia lihat, setiap kali belanja alas kaki, gue udah lebih suka sama sandal atau sepatu yang modelnya feminim. Ya kalaupun seapes-apesnya si pemberi tetap saja menghadiahkan barang yang tidak kita sukai itu juga ya sudahlah… Setidaknya kita patut bersyukur dan menghargai niat baik pemberi hadiah itu.


WHAT TO DO IF YOU GET CAUGHT LYING?

Akui, jelaskan alasan kenapa kamu berbohong, minta maaf, berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, kemudian benar-benar berusaha untuk tidak pernah berbohong lagi. Kebohongan yang dilakukan berulang-ulang lama kelamaan hanya akan membuat segala permintaan maaf kamu tidak lagi ada nilainya di mata mereka.

Ingatlah bahwa bersumpah sampe bawa-bawa nama Tuhan, mengarang kebohongan baru, atau pura-pura bodoh seolah tidak pernah terjadi apa-apa tidak akan berhasil mengembalikan kepercayaan orang lain yang kamu bohongi.

Intinya jangan gengsi mengakui kesalahan dan kebohongan kamu sendiri. Jangan malah dengan konyolnya berharap mereka akan memaafkan dan melupakan kebohongan kamu itu dengan sendirinya. Dan jangan juga malah keras kepala menyalahkan orang lain yang bersikap marah atas kebohongan kamu itu! Kena omel dan terus menerus dicurigai adalah resiko yang harus kamu tanggung sebagai akibat dari kebohongan yang pernah kamu lakukan.

If you don’t wanna end up alone, then trust me… it’s important for you to be a honest person. Maybe someday in this world there could be someone who would always forgive all of the lies you’ve made. But one thing for sure, there’s nobody in this world would be happy to spend the rest of their life with a liar. Grow up and improve yourself to be a better person. Make sure that you have done your best to be a person who deserves to be loved by the people around you.  

Remember When I Was a Kid

Kemarin malam, dalam perjalanan menuju farewell party manajer gue waktu di EY, gue banyak ngobrol sama si supir taksi.

Supir taksi itu cerita, setiap siang, dia suka menyempatkan diri untuk mampir pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, anak-anaknya akan langsung datang menghampiri si supir taksi, menagih bungkusan makanan yang dibawa pulang olehnya.

Cerita si supir taksi mengingatkan gue sama masa kecil gue sendiri. Dulu, setiap kali bokap gue pulang kerja, gue akan langsung menghampiri bokap untuk melihat apakah ada oleh-oleh dibawain bokap buat anak-anaknya. Pada tanggal-tanggal terbitnya majalah Bobo dan Donal Bebek, gue pasti akan memeriksa isi tas kerja bokap untuk mencari majalah favorit gue waktu itu. Kalo bokap baru pulang kerja setelah gue tertidur pulas, hal pertama yang akan gue lakukan setelah bangun tidur adalah berlari menghampiri tas kerja bokap yang biasanya terletak di ruang tamu.

Seiring berjalannya waktu, gue udah enggak lagi berlangganan Bobo dan Donal Bebek. Dan sejak SMP, gue mulai membeli sendiri majalah yang gue inginkan. Entah itu hasil menyisihkan uang jajan, atau hasil bisnis jualan kecil-kecilan. Kemudian setelah SMA dan kuliah, gue juga mulai bisa membeli majalah, novel, dan kosmetik gue sendiri menggunakan uang hasil mengajar privat. Lalu sekarang setelah kerja, alhamdulillah gue udah sanggup membiayai semua kebutuhan gue dengan uang hasil jerih payah gue sendiri.

Jujur gue akui… Serba bisa melakukan segala hal dengan hasil kerja gue sendiri seringkali membuat gue jadi seperti kacang yang lupa dengan kulitnya. Gue lupa bahwa dulu, gue hanya seorang gadis kecil yang bisa terpekik kegirangan hanya dengan menemukan majalah Bobo terbaru di dalam tas kerja milik bokap gue.

Gue juga jadi teringat cerita seorang teman tentang ibunya yang suka sekali ngeberesin rumahnya dia setiap kali sang ibu mampir ke tempat tinggalnya itu. Waktu itu, kurang lebih temen gue itu bilang begini, “Sebenernya gue juga enggak enak ngelihat nyokap beres-beres rumah gue. Tapi dia emang seneng banget ngelakuin itu buat gue. Dia pengen masih bisa jadi berguna buat gue karena sekarang kan, secara finansial gue udah nggak bergantung lagi sama mereka.”

Bokap dan nyokap gue juga suka begitu. Ngupasin mangga buat gue, beresin kamar tidur gue, masakkin semua menu kesukaan gue setiap kali gue pulang ke rumah… Mengingat semua itu, membuat gue jadi menyadari betapa besarnya perhatian kedua orang tua gue selama ini.

Sama seperti orang tua lainnya, orang tua gue bukanlah orang tua yang sempurna. Begitu pula dengan gue… Gue juga masih jauh banget dari kata sempurna. Makanya enggak heran kalo ada banyak banget konflik yang merintangi hubungan gue sama mereka.

Meski begitu, bagaimanapun dan sampai kapanpun, gue nggak akan bisa membayar lunas hutang-hutang gue kepada Papi dan Mami. Karena setelah gue hidup mapan dengan karier gue sendiri pun, Papi dan Mami tidak pernah berhenti melimpahkan kasih sayangnya meskipun bentuknya tidak lagi berupa materi.

Jadi lain kali… Kalo gue lagi bete sama bokap dan nyokap, mengingat masa kecil bisa jadi senjata yang ampuh untuk menahan diri dalam menghadapi orang tua gue sendiri. Gue nggak boleh sombong karena gimanapun, waktu kecil dulu, gue hanya seorang anak yang menggantungkan hidup dari pemberian kedua orang tua gue.

I’m not that loveable kid who ever tell my parent that I love them back. It feels so awkward for me to express such a feeling like that. Tapi lewat tulisan ini, gue pengen ortu gue tau bahwa of course, I love them too 🙂