Introducing 2 New Categories in My Blog

Dear readers

Gue baru aja nambahin 2 kategori baru di blog gue ini. Hopefully, dua kategori ini kelak akan memperkaya isi dari blog gue. Here are those two new criterias…

  1. Blog in English. Kalo kamu perhatikan, udah ada 3 blog yang gue tulis in full English. Bukan bermaksud untuk sok-sok-an… Gue cuma pengen punya wadah untuk memperlancar bahasa Inggris pasif gue aja. Kategori ini sendiri awalnya terinspirasi dari blog salah satu penulis favorit gue yang juga punya kategori dengan judul yang sama persis. Oh iya, untuk kategori blog yang satu ini… a grammar police will be welcome 🙂
  2. Talking Tech. Ke depannya, akan ada banyak ulasan tentang android di kategori baru yang satu ini. I’m not an expert in this, but hey… sharing my experience is not a sin, right? Jadi untuk teman-teman yang tidak berminat dengan topik ini… ya monggo, silahkan di-skip aja tulisan yang gue post under ‘Talking Tech’ category. Buat teman-teman yang berminat baca dan tertarik untuk ikutan sharing, ditunggu comment-nya yah, guys!

Oh iya, lewat post ini sekalian gue mau pamit sebentar (sekitar lima hari) dari nge-post tulisan baru yah, guys. Di kantor lagi sibuk closing soalnya. Tapi gue janji… setelah itu akan ada tulisan-tulisan lain untuk kalian nikmati 🙂 Di dalam kepala gue udah ada beberapa ide tulisan untuk segera dituangkan ke dalam blog ini!

Well, see you in the next five days then!

Xperia X10 Review

Hari ini, sudah persis satu bulan gue memakai Xperia X10 untuk menggantikan P1i yang udah gue pakai bertahun-tahun lamanya itu. Rasa-rasanya satu bulan adalah waktu yang cukup untuk gue jadi eligible dalam memberikan review atas hp gue sendiri.

Sebelum memulai review, gue mau sedikit bercerita tentang proses hunting saat gue mau beli hp ini. Tadinya, gue mau beli Xperia Arc. Tapi karena hp-nya baru aja launching di Indonesia, maka ketersediaan barangnya masih sangat langka. Gue udah cari ke empat tempat tapi tetap tidak berhasil menemukan si Xperia Arc. Akhirnya gue pikir, nggak ada Arc maka X10 juga boleh lah. Toh kamera sama-sama 8 MP, video sama-sama HD, dan versi android X10 ini juga sudah di-upgrade ke 2.1, cuma beda 0.2 sama Xperia Arc. Di luar itu, Arc cuma unggul di layar yang lebih jernih, body yang lebih tipis, dan punya fitur radio FM yang tidak dimiliki oleh X10.

Ok… singkat cerita Xperia X10 sudah dalam genggaman. Dan berikut ini adalah opini gue pribadi terhadap hp yang sudah gue pakai selama 1 bulan belakangan ini…

Kamera 8 MP

Alasan terbesar gue ngotot beli Sony Ericsson lagi adalah kualitas kamera yang tidak diragukan keunggulannya. Foto indoor malam hari bisa terlihat bagus tanpa perlu bantuan photo light. Kadang gue suka takjub sendiri saat ngelihat kualitas hasil foto hp gue ini. Bahkan setelah ditransfer ke PC pun, gambarnya tetap kelihatan cemerlang dan tidak pecah saat ukurannya diperbesar alias masih sama bagusnya dengan gambar yang kelihatan di layar hp. Oh ya, sekedar tips dari gue, sebelum pakai kameranya, aktifin dulu fitur image stabilizer. Tanpa ngaktifin fitur ini, hasil foto suka kelihatan buram. Kalo udah diaktifin, sesekali masih terlihat buram cuma kalo objeknya bergerak cepat.

Kejernihan Layar

Gue juga angkat jempol deh untuk kejernihan layarnya. Buat ukuran hp yang harganya enggak sampe lima juta rupiah, kejernihan layarnya itu udah bagus banget, nggak gitu jauh beda antara gambar yang gue lihat di hp dengan gambar yang sama kalo gue lihat dari layar laptop. Sayangnya kalo gue lagi browsing di situs-situs tertentu (misalnya detik.com), gambar yang ada di situs itu suka kelihatan agak buram. Jauh berbeda dengan tampilan foto di aplikasi Facebook yang meskipun harus nunggu beberapa detik sampai tampilan gambarnya terlihat sempurna.

Kualitas Suara

Untuk kualitas suara, gue akui not the best in its class. Meskipun enggak terdengar cempreng, tapi tetep aja enggak sejernih suara yang biasa gue dengar kalo denger musik di laptop pake headphone. Untuk volume suara ringtone juga termasuk agak pelan. Udah disetel paling kenceng pun tetep enggak bakal cukup terdengar kalo gue lagi berada di tengah-tengah keramaian.

Processing Speed

Untuk processing speed juga termasuk standar-standar aja lah ya. Misalkan gue pake browsing atau chatting, tingkat kecepatannya tetep enggak sebanding dengan browsing atau chatting pake PC. Proses buka-tutup aplikasi juga enggak begitu mengesankan meskipun so far enggak juga sampai pada tahap yang menjengkelkan. At least masih lebih baik daripada merk pesaing yang selalu gue hindari karena suka bikin gue jengkel saking lemotnya.

Touch Screen Sensitivity

Adek gue pernah bilang… Xperia X10 punya sedikit masalah dengan sesnsivitas layar sentuhnya. Tapi anehnya, setelah gue pake, gue enggak pernah mengalami masalah yang cukup berarti dengan layar sentuh hp gue ini. Tapi ternyata emang bener sih… setelah gue coba pake hp touch screen merk lain, sensitivitas hp gue ini emang jadi terasa agak-agak kurang smooth. Kabar baiknya, layar yang tidak terlalu sensitif bikin gue jadi lebih mudah saat mengetik. Typing error gue saat ngetik blog misalnya, jumlahnya jauh lebih sedikit ketimbang kalo gue ngetik pake hp merk lain yang touch screen-nya lebih smooth.

Operating System

So far, android 2.1 di hp gue ini berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Sebulan pertama, hp gue belum pernah hang meskipun udah langsung dijejali begitu banyak aplikasi (beda banget sama merk hp tetangga sebelah yang terkenal suka nge-hang meskipun masih baru beli). Selain itu, gue juga enggak pernah sekalipun gagal download seperti yang banyak dikeluhkan android user lain di Android Market. Pernah sih, gara-gara udah kebanyakan download aplikasi, hp gue ‘ngambek’ nggak mau download lagi. Untungnya setelah gue shut down kemudian langsung gue turn on kembali, hp-nya langsung bisa gue pake download lagi 🙂 Lagipula ternyata, insiden ‘ngambek’ itu emang wajar terjadi sama semua jenis hp android.

 Phone Design

Sebenernya udah sejak setahun yang lalu gue naksir banget sama design hp ini. Kalo menurut Nana, salah satu teman baik gue di EY, hp ini tipe hp yang kelihatan mahal 🙂 Kadang kalo lagi bengong dan nggak sengaja ngelihat hp gue bertengger manis di atas meja, gue suka mikir begini di dalam hati, “Aduuh, cakepnya hp gue, hehehehehe.”  Selain enak dilihat, body hp-nya juga enak buat dipegang. Pokoknya secara design, gue udah cukup puas (walau sebenernya sekarang ini gue lagi ngiler ngelihat Xperia Ray yang punya original casing berwarna metallic soft pink itu, hehehehehe).

Four Guys of My Life

High school idols

Cute guys whom I crushed like crazy when I was studying in junior until senior high school. They were the guys who made me do all of those unbelievable stupid things 🙂 However, I never regret their presences in my youthful life since in the same time, they were also the guys who made my life as teenager has become colorful, so much fun, and also very entertaining to remember.

Back to the past, I had two guys in this criteria. The first one was my first love, and the second one was my high school idol who had filled so many pages in my personal diary.

My role models

Smart and good guys who inspired me to be a better person. I do not mean to be arrogant, but I am a sort of person who rarely adores anyone else. But these guys… they demonstrated so many good things which amazed me and motivated me to be someone like them. It’s not that I can’t be myself… It’s just that they unintentionally had brought out the best things in me.

I had found two guys placed in this category. The first one taught me about dreaming, and how to pursue those dreams. The second one inspired me to be a good person. I learned about kindness, compassions, and patience from this one guy. I guess the girls who will end up with both of these guys would be the luckiest girls on earth.

Best friends

Different with any other guys I’ve mentioned above…  I have an endless friendship with the guys in this category. Once in our history, there was also an issue came up about our friendship. However in fact, we were just friends and we never have a real date like a couple supposed to be. I enjoy every moment I spend with them because I always can be myself, say everything I want to say, and do everything I want to do when I’m with them.

There are also two guys in this category. The first one is my high school babe. We rarely say hi after we grow up, but we’re still friends until now. The second one in my friends-but-flirt who comes and goes but never meant to be a lover.

Soul mate

I have no comment about this criteria since I haven’t met the person yet 😉

Serba Serbi Bohong

5 SISI BURUK DARI BERBOHONG

  1. Membuat korban jadi negative thinking. Saat orang lain bohong sama gue, hal pertama yang melintas di benak gue adalah, “Kenapa dia bohong? Apa alasannya? Kenapa dia ngerasa harus bohong sama gue mengenai hal ini?” Bisa jadi, alasan pelaku tidaklah sedramatis atau seburuk yang gue kira. Tapi ya wajar aja lah kalo gue jadi berpikiran yang enggak-enggak. I don’t know the truth because they never tell me the truth;
  2. Membuat korban menjadi ngerasa rendah diri. Sama seperti point 1, rasa rendah diri ini muncul sebagai akibat dari trying to guess something which was hidden behind a lie. Contoh rendah diri yang gue maksud, “Apa karena gue kurang baik buat dia?” atau “Apa karena ini bodoh dan lemot ya?” atau “Apa karena gue orangnya kurang asyik buat bergaul?”
  3. Mengikis kepercayaan korban terhadap pelaku. Orang yang sudah terlanjur gue labeli tukang bohong akan seterusnya gue curigai sebagai pembohong. Nggak menutup kemungkinan, saat mereka bicara jujur pun, gue akan tetap terlebih dahulu mengira mereka cuma sedang berbohong seperti biasa. Butuh bukti konkret yang nyata baru gue bisa percaya sama apa yang mereka bilang pada saat itu. Mungkin gue baru bisa selalu percaya lagi sama mereka kalo mereka bisa terus menerus membuktikan kejujuran mereka itu dalam jangka waktu yang relatif lama;
  4. Kebohongan adalah kesalahan yang paling sulit diakui oleh pelaku, sehingga ujung-ujungnya, seringkali kebohongan akan ditutupi oleh kebohongan lainnya. Gue nggak pernah dengar orang lain ngomong begini sama gue, “Maaf ya, gue udah bohong sama elo. Gue janji nggak bakal bohong lagi sama elo.” Yang biasa gue dengar adalah, “Sumpah, gue nggak bohong. Kemaren itu gue bla bla bla (baca: menyebutkan kebohongan lain untuk menutupi kebohongan mereka sebelumnya).”
  5. If you do believe in God, then lying is a sin. Kebohongan kecil bisa jadi hanya dosa kecil. Tapi coba kamu hitung, kalau dalam sehari kamu berbohong sebanyak satu kali, akan ada berapa banyak dosa kecil yang kamu akumulasi seumur hidup kamu?

 

7 ALASAN YANG SALAH UNTUK BERBOHONG

Alasan pertama: berbohong untuk melindungi perasaan si lawan bicara.

Kebohongan seperti ini cukup sering dilakukan cowok terhadap pasangannya. Alasannya sih, they actually think that girls will not be able to handle the truth. Padahal kenyataannya, perasaan kita, para cewek, akan jauh lebih terluka saat kelak kita tahu bahwa kalian pernah atau sedang berbohong sama kita.  Mengetahui pasangan sedang berbohong ini pada akhirnya bisa bikin kita ngerasa insecure dan mulai ngerasa tidak yakin dengan hubungan yang sedang kita jalani.

Alasan ke dua: because it’s gonna be too awkward to explain the truth.

Emang ada beberapa hal yang rasanya memang akan sangat aneh untuk disampaikan ke orang yang bersangkutan. Tapi seperti yang gue jelaskan di bagian sebelumnya: berbohong justru akan memicu korban untuk berpikiran yang jauh lebih aneh. Jadi percaya deh, seaneh apapun kenyataan itu, pada akhirnya kejujuran tetap akan lebih bisa diterima ketimbang kebohongan yang nantinya justru akan membuat korban merasa ganjil dengan penjelasan yang diberikan oleh pelaku.

Alasan ke tiga: malas menjelaskan yang sebenarnya

Ada teman gue, cowok, yang bilang bahwa alasan kenapa cowok suka berbohong karena mereka malas berpanjang lebar dengan pasangannya. Menurut dia, menjawab jujur cuma akan memancing pertanyaan-pertanyaan lain sampai si pacar ngerasa puas dengan jawaban jujurnya dia itu. Masih ada hubungannya dengan alasan ke dua di atas, kadang-kadang kejujuran itu emang sesuatu yang bisa jadi terdengar aneh di telinga pendengarnya. Tapi tetap saja, ini bukan berarti kalian jadi punya excuse untuk berbohong! Karena sisi positif dari berpanjang lebar ini adalah membantu lawan bicara untuk lebih mengenal cara berpikir kita dengan baik sehingga lain kali, saat hal yang sama terulang lagi, mereka akan dengan sendirinya mengerti alasan yang melatarbelakangi tindak-tanduk kita itu.

Alasan ke empat: berbohong untuk menghindari punishment

Punishment di sini bisa juga berarti dimarahi sama lawan bicara yang artinya, kita ngerasa terpaksa berbohong supaya enggak kena omel sama mereka. Menurut gue, kalo kita emang punya salah, ya akui saja kesalahan itu, dan terimalah omelan mereka sebagai konsekuensi dari kesalahan yang kita lakukan. Menutupi kesalahan dengan kebohongan cuma bakal menambah panjang daftar dosa kita sama mereka. Apalagi kalo sampe nanti kita ketahuan bohong sama mereka… yang ada masalahnya bakal jadi tambah runyam! Terbiasa menyelesaikan masalah dengan bohong juga bisa mengikis habis kepercayaan orang lain terhadap kita.

Alasan ke lima: berbohong untuk menghindari orang lain

Seperti yang pernah gue tulis dalam judul blog lain dalam website ini, dulu gue bisa berubah jadi tukang bohong saat sedang berusaha menghindari orang-orang tertentu. Tapi setelah gantian gue yang diperlakukan kayak gitu, gue langsung kapok! Rasanya nggak enak banget diperlakukan kayak begitu. Kesannya gue ini sebegitu jeleknya di mata dia sampe dia ngerasa harus berbohong hanya demi menghindari gue. Sejak itu, kalo emang gue lagi pengen jaga jarak sama orang-orang tertentu, daripada bilang nggak ada apa-apa (padahal jelas-jelas emang lagi ada apa-apa yang serius), ya lebih baik gue bilang aja kalo saat ini I’m not in a good shape to tell them the truth. Atau kalo dalam suatu event gue tau bakal harus ketemu sama mereka, then just come to the spot and face them right! Nggak usah lagi ngarang alasan konyol hanya supaya punya excuse untuk enggak dateng ke acara itu. It’s important to be a brave person instead of a coward who keeps on lying.

Alasan ke enam: lying will make you look great

Ada orang-orang yang terbiasa menciptakan kebanggaan palsu dengan cara mengarang cerita bohong. Sedikit membumbui cerita, atau sekali dua kali mengarang cerita bohong mungkin nggak akan ketahuan sama orang lain, tapi kalo sampe sering banget kamu lakukan… lama-lama semua orang juga bakal tahu kalo kamu itu seorang pembual. Hati-hati dengan kebohongan seperti ini. Bukannya bikin kamu kelihatan hebat, yang ada malah bikin kamu kelihatan menyedihkan. Apalagi biasanya kebohongan model begini adalah kebohongan yang paling mudah untuk terbongkar. Bisa jadi si korban itu punya banyak wawasan yang bisa membuat kebohongan pelaku jadi terlihat jelas, atau bisa juga terbongkar karena biasanya, si pelaku kelak akan lupa dengan kebohongan yang dulu pernah mereka ucapkan.

Alasan ke tujuh: because telling the truth will make you feel weak or look insecure or look stupid

Kalau ini alasan kamu berbohong, pertanyaan gue cuma satu, “Are you sure that you want to risk your relationship with them by lying just to protect yourself? Think twice! You may lose their trust, and you may even lose them as a part of your life just because of your stupid ego.

 

3 JENIS KEBOHONGAN

  1. Kebohongan yang disengaja dengan berbagai alasan sebagaimana disebut di atas;
  2. Kebohongan dengan diam, atau dengan sengaja meneymbunyikan suatu informasi, atau dengan sengaja hanya menyampaikan sedikit hal yang tidak cukup mewakili dengan tujuan untuk menyembunyikan informasi utuh yang sebenarnya; dan
  3. White lie alias bohong-bohong kecil yang dilakukan sebagai bentuk sopan-santun atau untuk menyenangkan hati orang lain.

 

ABOUT WHITE LIE

Untuk yang beragama Islam, ada hadits yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad pernah berpura-pura menyukai hadiah yang diberikan istrinya meskipun sebetulnya, Beliau tidak menyukai hadiah tersebut. Dari situ gue belajar, meskipun gue tidak suka dengan hadiah yang gue terima, gue akan tetap bilang terima kasih dengan tulus dan memakai hadiah itu setidaknya saat gue tahu akan bertemu dengan pemberinya.

Waktu gue masih SMP, bokap pernah membelikan sandal gunung untuk gue pakai bepergian. Sebenernya gue nggak suka sandal model begitu, tapi tetap sesekali gue pakai hanya untuk sekedar menyenangkan hati bokap gue. Ternyata lama kelamaan, gue malah betah pake sandal gunung dari bokap itu. Rasanya nyaman terutama kalo gue pakai untuk pergi berlibur. Akhirnya, sandal gunung itulah yang selalu setia menemani setiap kali gue pergi traveling ke berbagai tempat di Indonesia. Nggak disangka pada akhirnya, gue memakai sandal gunung itu sampai talinya sudah hampir putus dan kalaupun diperbaiki, penampilannya sudah tidak layak lagi untuk dipakai kembali.

Jadi menurut gue, white lie yang satu ini sifatnya masih bisa diterima.  Kalaupun kita tetap tidak pernah bisa menyukai hadiah itu, kita tidak perlu takut si pemberi akan mengira kita beneran suka sama hadiah itu sehingga dia akan terus-terusan memberikan hadiah yang sama. Lanjutan dari cerita gue di paragraf sebelumnya, setelah gue SMA, bokap enggak lagi membelikan gue sandal gunung karena dia lihat, setiap kali belanja alas kaki, gue udah lebih suka sama sandal atau sepatu yang modelnya feminim. Ya kalaupun seapes-apesnya si pemberi tetap saja menghadiahkan barang yang tidak kita sukai itu juga ya sudahlah… Setidaknya kita patut bersyukur dan menghargai niat baik pemberi hadiah itu.


WHAT TO DO IF YOU GET CAUGHT LYING?

Akui, jelaskan alasan kenapa kamu berbohong, minta maaf, berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, kemudian benar-benar berusaha untuk tidak pernah berbohong lagi. Kebohongan yang dilakukan berulang-ulang lama kelamaan hanya akan membuat segala permintaan maaf kamu tidak lagi ada nilainya di mata mereka.

Ingatlah bahwa bersumpah sampe bawa-bawa nama Tuhan, mengarang kebohongan baru, atau pura-pura bodoh seolah tidak pernah terjadi apa-apa tidak akan berhasil mengembalikan kepercayaan orang lain yang kamu bohongi.

Intinya jangan gengsi mengakui kesalahan dan kebohongan kamu sendiri. Jangan malah dengan konyolnya berharap mereka akan memaafkan dan melupakan kebohongan kamu itu dengan sendirinya. Dan jangan juga malah keras kepala menyalahkan orang lain yang bersikap marah atas kebohongan kamu itu! Kena omel dan terus menerus dicurigai adalah resiko yang harus kamu tanggung sebagai akibat dari kebohongan yang pernah kamu lakukan.

If you don’t wanna end up alone, then trust me… it’s important for you to be a honest person. Maybe someday in this world there could be someone who would always forgive all of the lies you’ve made. But one thing for sure, there’s nobody in this world would be happy to spend the rest of their life with a liar. Grow up and improve yourself to be a better person. Make sure that you have done your best to be a person who deserves to be loved by the people around you.