A journey to remember

Archive for the ‘About Life’ Category

Did you know? Real love is tough. It’s not always pretty. It even looks ugly, sometimes. It doesn’t always please you, it doesn’t always make you feel completely happy, it’s a bumpy road, it’s definitely not as easy as a fairy tale.

Someone who loves you, cares about you, will tell you the truth. An ugly truth, perhaps. It’s not because they don’t love you anymore, it’s just because they want what’s best for you and your life. And when they truly care about you, they tell that truth right in front of you. They won’t backstab you, they will always be bold enough to be honest with you.

Someone who cares about you will not make everything always easy for you. They want you to earn it. They don’t want to spoil you the whole times because they don’t want you to be irresponsible with your own life. They want you to grow up as a person inside.

Someone who sincerely loves you will never give up on you. They will do everything in their power to keep you in their life, and it includes all the fights that have made you feel uncomfortable with the relationship itself. If they just let it fall apart, it simply means they just don’t want to waste their precious times on you.

This theory is one theory that I believe is always right. Be it romantic relationship, friendship, and families. If they care about you, they will take a risk to tell you the truth, and they will take an extra miles just to help you to become a better person than you were yesterday.

Again I tell you here, if your lover never pisses you off, most likely, you haven’t dated them long enough. If your friends only tell all the right things that make you happy, you guys aren’t close enough. And if your parents have stopped lecturing you, then most likely, they have finally given up on you.

Believe me, real love is tough. Nobody is perfect and neither are you, and the people who love you the most are the people who will tell you your imperfections a lot more often than everyone else. If you keep hating them for telling you the truth, you are preventing yourself from being loved. What’s even worse, you’re preventing yourself from being a lovable person who gets better from times to times.

Find someone who is bold enough, who cares enough, to tell you the truth and to fight for that truth, for you.


Dulu banget, gue pernah merasakan hidup yang membosankan. Hidup tanpa gairah, sering merasa kesepian, yang pada intinya, hidup gue tidak terasa membahagiakan. Pernah berada di posisi itu membuat gue dengan mudah membedakan kapan gue happy dan kapan gue unhappy dengan hidup gue sendiri.

Mungkin, definisi bahagia VS tidak bahagia bisa berbeda dari satu orang dengan orang lainnya, tapi setidaknya untuk diri gue sendiri, berikut ini 10 hal yang menandakan gue sedang merasa unhappy.

  1. Tidak begairah. Tidak semangat untuk memulai kegiatan sehari-hari. Rutinitas harian mulai terasa sebagai beban. Hal-hal rutin yang biasanya gue nikmati (seperti dandan di pagi hari) akan berubah menjadi sesuatu yang terasa merepotkan;
  2. Sering merasa kesepian. Rasa kesepian ini agak susah digambarkan dengan kata-kata. Yang jelas saat gue sudah sampai fase ini, gue akan tetap merasa sendirian meskipun sebetulnya gue sedang berada di tengah keramaian atau bahkan saat gue tengah berada di tengah orang-orang yang paling dekat dengan gue;
  3. Lebih suka menyendiri. Meskipun sedang merasa kesepian, anehnya, gue justru lebih memilih untuk sendiri saat gue sedang sedih-sedihnya. Sendiri di sini bukan sendiri dalam artian me time yang sifatnya menyenangkan, tapi betul-betul sendiri hanya untuk tidur seharian dan melakukan hal-hal yang sebetulnya membosankan (seperti membaca Facebook timeline gue sampai habis misalnya, hehehehe);
  4. Jarang tersenyum, apalagi tertawa terbahak-bahak. Saat unhappy, senyum gue hanya senyum demi keperluan sopan-santun saja. Kalau sudah parah, nonton film lucu sekalipun tidak akan bisa memancing senyum dan tawa gue sama sekali;
  5. Lebih sering marah-marah. Emang sih, pada dasarnya gue emang tipe orang yang gampang marah. Dan saat gue ngerasa unhappy, frekuensi ngomel gue akan jadi lebih sering. Hal-hal sepele yang biasanya bisa gue abaikan jadi lebih mudah bikin gue ngerasa marah;
  6. Merasa iri melihat kebahagiaan atau kesuksesan orang lain. Pada dasarnya gue tipe orang yang sangat jarang merasa iri, kecuali saat hidup gue sendiri sedang luar biasa sedihnya. Untungnya gue bukan tipe orang yang suka berbuat jahat saat merasa iri dengan orang lain, gue cuma jadi lebih memilih jaga jarak dulu dari orang yang bikin gue ngerasa iri itu. Kenapa begitu? Karena melihat orang yang memiliki sesuatu yang justru sedang jadi masalah buat gue saat itu rasanya seperti pengingat atas unhappiness gue sendiri;
  7. Susah tidur di malam hari, tapi sekalinya tidur, gue akan butuh jam tidur lebih panjang dari biasanya. Mengingat masalah besar yang tengah gue hadapi betulan bisa membuat rasa kantuk gue menghilang dengan sendirinya. Kemudian saat sudah bisa tidur, gue cenderung malas untuk cepat-cepat bangun karena saat sudah terjaga, gue jadi harus kembali menghadapi masalah besar gue itu;
  8. Tidur tidak nyenyak. Definisi tidur tidak nyenyak buat gue adalah saat gue beberapa kali terbangun di tengah malam dan saat gue melihat jam, ternyata gue baru tidur sebentar saja! Tidur yang nggak nyenyak juga ditandai tubuh yang terasa lemas dan pegal di pagi hari. Itu sebabnya tidur yang tidak nyenyak hanya membuat gue semakin lama bermalas-malasan di atas tempat tidur meskipun sebetulnya gue sudah sepenuhnya terjaga;
  9. Tidak nafsu makan. Gue jadi betulan cuma makan kalau sudah terasa sangat lapar saja. Makan tidak lagi terasa menyenangkan. Tidak ada satupun makanan enak yang bisa memancing nafsu makan gue. Ini yang bikin gue bisa jadi tambah kurus! Badan gue ini benar-benar gampang turun beratnya tapi sangat susah untuk bisa naik melebihi 50 KG; dan
  10. Mudah jatuh sakit. Sering sakit kepala, magh gue kambuh, sakit tenggorokan dan sinusitis… Saat sedang unhappy, gue betulan bisa sakit sebulan sekali dan bisa lebih sering lagi jika tertular orang lain yang sedang sakit. Kayaknya unhappiness bikin daya tahan tubuh gue jadi melemah sehingga gampang banget ketularan orang lain.

Terdengar menyedihkan? Memang iya! Itu sebabnya, saat gue sadar sudah mulai tidak bahagia, gue akan berusaha untuk cari solusi secepatnya. Gue sangat tidak suka berlama-lama terjebak dalam unhappiness. Hidup gue jadi terasa not worth living aja gitu.

Saat mulai merasa unhappy, sebisa mungkin gue akan cari penyebab dan juga cari solusinya tanpa perlu selama-lamanya menjauh dari sumber masalahnya. Jika upaya untuk berdamai dengan sumber masalah itu tidak berhasil buat gue, barulah gue memilih untuk pelan-pelan mengambil jarak.

Sekali lagi, hidup terlalu pendek untuk tidak merasa bahagia. Kenali diri sendiri, upayakan dan bahagiakan diri sendiri. Jika kita tidak bisa membahagiakan diri kita sendiri, maka tidak akan pernah ada orang lain yang bisa membuat kita merasa bahagia.

Wish you all a happy Sunday!

Tomorrow, I’m going to have the first photoshoot for my start-up; thelenstory.com. The photographers will be the first three of my marketplace sellers; we help each other to build a portfolio for our website. It’s going to be an indoor photoshoot for 5 categories at one shot! Pre-wedding, baby & kids, graduation, family, and beauty portraiture.

In the past one week, I’ve been super busy to prepare all the photoshoot details! The concept, wardrobe, rundown, hunting for MUA and all the props I need! The only big spending I did this whole month was only for the props. I bought some clothes, accessories, aprons, I even bought a very big teddy bear! Hunting for this big bear was quite a story.

Initially I was planning to buy from Teddy House but the nearest store was a bit far from my place. I told my friends about that plan and they suggested me to go to Gembrong market instead. They said that the items were pretty much the same but the prices were significantly cheaper. I am actually not a big fan of traditional market; the aisle is narrow, the space is open air (and therefore it’s hot!), and I still have to bargain just to get the best price from the merchants. But well… I don’t have million dollars USD to fund my start-up and a bit of saving here and there would definitely help!

So there I decided to give Gembrong market a try. My friends gave me some tips: bargain as much as you can, go around the market to compare the price, and don’t wear nice and fancy clothes so that they won’t charge you expensive price for your items. That sounded like a plan to me so that I decided to wear just a simple outfit with almost no make-up on my face.

My outfit was just fine, except this one stupid mistake I did: I still kept my heels on. I’m 171 CM with 7 CM heels and it made me have to bow when I walked through the aisle so that I could keep my head safe from the toys hung on the ceilings. The market was also longer that I saw from outside and wearing heels on uneven ground could also be very challenging. My sister laughed seeing my struggle and she said, “I’m amazed that you’re willing to enter that market!”

Well the truth is that I enjoyed my visit to Gembrong market. Apart from all the downsides, they indeed sell varieties of nice toys both for boys and girls. My nephew really loves this market too. There’s only one thing that made me feel disappointed in my first time to Gembrong: the merchants somehow still offered me overrated price.

Back in Gembrong market, I almost bought a bear priced around IDR 500k. It was fluffy and the size was just right. I still wanted to look for a cuter doll so I walked away and left the market empty handed. I entered Basura mall; right next to Gembrong, hoping that maybe I could find something in that mall. And I was right. I found a toy store in Basura and they also sold the exactly same doll I saw in Gembrong. And did you know? The price in that mall was only IDR 300k!

I managed to find a cute doll I wanted in Basura but I was still unhappy with the size. I needed a doll with height more than one meter and the doll I had was around 20 CM shorter. I told myself that I should find a way to either make it work, or to buy another doll online and ask the seller to send it using Gojek (same day delivery).

I already had some plans running on my head.

Maybe I should change the pose so that I can work with this shorter bear.

Maybe I should order from Tokopedia today so that the doll will arrive tomorrow noon.

But then the universe brought me to an even better plan!

On our way home, I asked my brother not to take a freeway hoping that we can find something along the way. And then my sister replied, “If I’m not mistaken, there is this one nice store close to your high school.”

I tried to recall and she was right; there is one store selling dolls in Gamprit area. My sister checked on Google Map and we were only 2 KM away from that store! Initially I doubted I would find something nice in that area, but right when my car arrived on the parking lot, I instantly changed my mind. I could see the exact doll I was looking for displayed by their windows! I walked so fast to that store, and the first question I asked, “How much does that cost?”

Not only one doll, but also I found a couple more of big and cute dolls in that Gamprit store! It took me around 30 minutes until I ended up buying the first doll I pointed out when I arrived. Before I left the store, I told them that I would definitely come back if I needed something else. They have a high quality product and apparently, they are local company who produce their items in Malang factory. As a fellow Indonesian entrepreneur, I’m so proud that we have more and more capable local players in Indonesia!

Running my own business has really made me do the things I never did before. I had to walk out of my comfort zone to do the things that I usually avoid. But apparently, doing the unknown can be a lot of fun! This doll hunting is just one small stories, I still have a few other big stories to tell, but I’ll keep that for next time.

Now I really need to go back to work just to make sure that all are good for tomorrow’s shoot. Wish me luck!

Setelah nonton Kung Fu Panda untuk ke sekian kalinya, saya jadi menyadari ada beberapa pelajaran yang bisa kita terapkan dalam dunia kerja, baik itu dari sudut pandang atasan maupun sudut pandang bawahan.

Apa saja?

Sebagai atasan….

  1. Jangan mudah menyerah saat mengembangkan bawahan di kantor. Tidak semua orang mempunyai learning curve yang sama cepatnya. Jika kita sebagai atasan sudah menyerah, mereka sebagai bawahan juga akan menyerah pada dirinya sendiri. Po tidak akan mau meneruskan latihannya jika bukan karena Shifu yang terus berusaha melatih anak didiknya itu!
  2. Believe in your team, even in their darkest times! Pada dasarnya, semua orang memiliki kebutuhan akan rasa dipercaya oleh orang-orang yang mereka anggap penting (dalam dunia kerja, atasan adalah salah satunya). Kepercayaan kita sebagai atasan dapat membantu mereka untuk bangkit dari masa-masa sulit dalam perjalanan karier mereka;
  3. Pelajari motivasi masing-masing orang dan kembangkan mereka dengan cara yang paling sesuai untuk mereka. Tidak ada yang namanya one size fits all dalam dunia kerja. Ingat adegan di mana Shifu melatih Po menggunakan makanan? Motivasi Po adalah makanan, sesuatu yang belum tentu sama penting untuk lima anak didik Shifu yang lainnya;
  4. Jangan membuat bawahan merasa “not good enough”. Ketika seseorang merasa bahwa upaya terbaik mereka tidak pernah cukup baik untuk atasannya, mereka akan lebih memilih untuk pergi dan mencari tempat lain yang membuat mereka merasa masih memiliki peluang untuk level up. Terkadang, bersikap keras dan tegas memang diperlukan, tapi jangan sampai kelewatan. Jika kita masih ingin mempertahankan mereka dalam tim, maka jangan sampai membuat mereka merasa kehilangan masa depan karier-nya bersama kita; dan
  5. Jangan sampai kita bablas membesarkan seorang “monster”. Terkadang, rasa bangga yang berlebihan terhadap bawahan bisa membuat mereka menjadi sombong. Membuat mereka menjadi lupa untuk bersikap rendah hati. Tujuan karier mereka jadi hanya materi dan jabatan semata (sama seperti Tai Lung yang terobsesi mendapatkan Dragon Scroll). Terlalu banyak pujian bisa membuat mereka tidak mau menerima kritik sekalipun kritik itu baik untuk mereka. Ingat selalu satu hal ini: atasan yang gelap mata akan menciptakan bawahan yang juga gelap mata.

Sebagai bawahan…

  1. Jangan takut untuk bermimpi besar. Banyak orang yang terlalu minder terhadap dirinya sendiri. Hanya untuk bermimpi pun mesti pakai embel-embel “harus tahu diri”. Seolah hanya orang besar yang boleh punya mimpi besar! Bermimpilah seperti Po si anak tukang mie yang akhirnya jadi Kung Fu master!
  2. Cari atasan yang bisa kita percaya sebagai role model. Penting untuk kita mendapatkan atasan yang dapat menjadi role model dalam perjalanan karier kita. Saat kita sudah menemukannya, maka kita harus percaya bahwa segala yang dia lakukan adalah untuk kebaikan diri kita, termasuk segala tuntutan dan kritikan yang dia berikan untuk kita! Cara seorang atasan mengembangkan anak buahnya tidak selalu manis dan membahagiakan, ibarat menelan pil pahit yang sebetulnya baik untuk diri kita ini;
  3. Jangan terlalu santai dalam menjalani karier. Orang yang terlihat selalu santai cenderung sulit mendapatkan kepercayaan rekan kerjanya, terutama atasannya. Selalu bercanda dan memasang silly face hanya selalu lucu untuk pergaulan sehari-hari saja. Selalu bertingkat demikian dalam dunia kerja dapat membuat orang lain mempertanyakan komitmen kita sebagai seorang pekerja;
  4. Jangan pernah terlalu lelah, apalagi terlalu malas, untuk terus bekerja keras. Tidak ada kesuksesan yang mudah untuk dicapai, itu sebabnya, atasan akan lebih memilih untuk mengembangkan orang-orang yang mempunyai kesadaran diri untuk bekerja keras dalam membangun karier-nya sendiri; dan
  5. Salah satu pelajaran terbesar yang ingin disampaikan Kung Fu Panda adalah untuk percaya pada diri sendiri. Akan percuma saja atasan punya kepercayaan besar pada diri kita jika kita justru tidak bisa mempercayai diri kita sendiri. Seperti isi movie quote-nya Kung Fu Panda: “To make something special, you only have to believe that is special,” dan “There is no secret ingredient, it’s just you.”

Finally, meskipun saya bilang ada hal-hal yang dapat kita pelajari dari Kung Fu Panda, tetap ada satu hal yang tidak boleh kita percaya dari jalan cerita film kartun ini.

Apa persisnya?

Jangan percaya bahwa kita bisa menjadi “master” dalam suatu hal hanya dalam waktu yang singkat saja. Seringkali, meskipun kita sudah berusaha sangat-sangat keras, tetap dibutuhkan waktu yang cukup atau bahkan sangat lama untuk kita bisa sampai di tujuan.

Kung Fu Panda tetap hanya film kartun, dan kenyataannya, tidak ada orang yang bisa jadi ahli Kung Fu hanya setelah berlatih selama beberapa minggu saja 😉


Beberapa bulan belakangan ini, sejak gue mulai sering mengalami capek tanpa sebab, gue memutuskan untuk mengatasi masalah tidur gue. Baru tidur jam 1-2 pagi itu bukan kebiasaan yang menyehatkan! Dan bukan cuma soal tidur lebih awal, tapi juga soal tidur lelap yang berkualitas.

Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya gue menemukan 10 tips untuk tidur yang lebih berkualitas:

  1. Bersihkan make-up, cuci muka, dan mandi. Selarut apapun sampai rumah, tetap harus mandi jika ingin tidur lebih nyenyak;
  2. Cari bantal dan selimut yang terasa paling nyaman buat kita. Coba beli bantal bulu angsa; ini nyaman banget kalo buat gue;
  3. Tempat tidur harus dalam keadaan bersih DAN rapih. Singkirkan barang-barang yang tidak perlu dari atas kasur. Kurangi juga jumlah boneka atau bantal kecil yang hanya membuat ruang gerak kita jadi lebih sempit;
  4. Matikan TV. Suara-suara yang mengejutkan dari tayangan TV bisa membangunkan kita di tengah malam. Lakukan hal yang sama dengan ponsel. Jangan biarkan notifikasi dari ponsel menganggu tidur lelap kita;
  5. Suhu ruangan harus tepat buat kita. Badan yang menekuk di bawah selimut atau tangan dan kaki yang bolak-balik dikeluarkan dari dalam selimut itu pertanda suhu ruangan belum sesuai. Sibuk mengatur posisi selimut juga bisa bikin tidur jadi tidak nyenyak! Jangan malas ambil remote AC dan sesuaikan temperaturnya!
  6. Jangan lakukan hal-hal yang yang terasa seru buat kita. Contoh, jangan nonton drama Korea kesukaan, jangan baca buku bagus, atau dalam kasus gue, jangan sibuk mengurusi bisnis pribadi sebelum tidur. Ini cuma bikin kita penasaran sehingga akan terus terjaga sampai larut malam;
  7. Jangan tidur dengan membawa beban pikiran yang berlebihan. Cari teman curhat yang bisa dipercaya. Mungkin tidak akan langsung dapat solusinya, tapi setidaknya, beban bisa berkurang dan tidur bisa lebih nyenyak!
  8. Saat mengalami mimpi yang terlalu menakutkan, atau saat mengalami sleep paralysis, cobalah untuk mengingat kenangan indah dalam hidup kita. Gue pernah coba dan ini betulan bisa mengeluarkan kita dari mimpi buruk itu!
  9. Biasakan tidur teratur. Sekarang gue sedang berusaha untuk tidur sebelum jam 12. Jika sudah terbiasa tidur jam 11 misalnya, maka kita akan mulai mengantuk dengan sendirinya tiap kali sudah masuk jam 11 malam; dan
  10. Biasakan juga bangun teratur. Ini paling susah, tapi harus diusahakan! Paksakan bangun di jam yang sama, ini perlahan-lahan akan membantu kita untuk bisa tidur di jam yang juga sama setiap harinya.

Punya tips tambahan lainnya? Let me know!

Belum lama ini, gue membaca cerita tentang wanita usia pertengahan 30 yang mengalami depresi. Tujuh tahun yang lalu, dia harus dua kali naik meja operasi karena penyakit yang cukup serius. Waktu itu, banyak orang yang ingin memberi dukungan, tapi wanita ini malah menjauhi semua temannya. Dia tidak pernah lagi ikut hang out, selalu membalas SMS dengan ketus, dan dia seringkali mengatakan bahwa tidak ada orang yang benar-benar bisa mengerti keadaan dia saat itu. Apapun yang dilakukan teman dan keluarganya selalu salah di mata dia.

Lima tahun kemudian, perempuan ini sembuh dari penyakitknya. Saat itulah dia menyadari, dia sudah tidak punya siapa-siapa. Orang tua dan adik-adiknya terasa seperti orang asing buat dia. Wanita ini memutuskan untuk pindah ke luar kota, mencari suasana baru, dan saat sedang kesepian, datanglah pria bersuami yang hanya membuat hidup dia jadi lebih kacau balau. Wanita ini harus menghadapi banyak drama meski setelah dia memutuskan untuk meninggalkan pacarnya. Dia ingin punya teman bicara, tetapi teman-teman lamanya sudah sangat jauh dari jangkauan. Bukankah aneh tiba-tiba kirim Whatsapp pada teman lama yang dulu dia usir hanya untuk bercerita dia baru putus dari pria yang sudah menikah? Akhirnya, penderitaan yang kini dia rasakan justru lebih buruk daripada saat dia masih mengidap penyakitnya 7 tahun yang lalu.

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari cerita ini? Kita harus belajar untuk tidak membiarkan satu masalah melahirkan lebih banyak masalah dalam hidup kita ini. Jangan menjadi gelap mata, jangan menghancurkan hal-hal yang sebelumnya baik-baik saja. Jangan menyakiti orang-orang yang peduli, yang hanya datang karena ingin memberikam bantuan. Buat apa hidup sendiri jika ada orang lain yang bersedia menemani? Jangan membuat keadaan yang sudah buruk menjadi lebih buruk dari yang seharusnya.

Cerita yang gue tulis di atas hanya satu contoh acak, ada lebih banyak lagi contoh kecerobohan yang bisa dilakukan seseorang saat tengah dirundung masalah.

Ada orang yang sengaja menyakiti orang lain meski sebetulnya, orang itu tidak ada kaitan dengan masalah yang menimpa kehidupan pribadinya. Mungkin tanpa disadari, dia hanya tidak suka melihat orang lain hidup bahagia di saat hidup dia tengah sulit-sulitnya. Atau bisa juga, dia hanya sedang mencari pelampiasan atas rasa marah pada hidupnya sendiri.

Ada juga orang yang sengaja menyombongkan diri saat tengah menghadapi masa-masa sulit. Tidak mau menerima pertolongan, mengarang atau melebih-lebihkan cerita, bersikap sangat sulit dan semakin membuat orang-orang di sekitarnya merasa makin jengkel. Bukannya fokus mencari solusi, dia malah fokus mencari cara untuk mempertahankan ego dan kebanggaan pribadi mereka.

Yang terakhir, dan yang paling sering gue temui (termasuk dalam diri gue sendiri) adalah orang-orang yang menjadi terlalu sensitif saat sedang menghadapi masalah besar dalam hidupnya. Jika sudah demikian, kita cenderung salah menangkap maksud perkataan atau tindakan orang lain, membesar-besarkan masalah kecil, dan selalu menilai orang lain dengan cara yang sangat negatif. Akhirnya, kita malah menghadirkan masalah baru dengan orang-orang yang belum tentu ada kaitannya dengan masalah kita yang sesungguhnya.

Menurut pendapat pribadi gue, salah satu kunci hidup bahagia adalah dengan memiliki kemampuam untuk menolong diri sendiri. Mampu mengendalikan diri saat sedang menghadapi masa-masa sulit. Semua orang pasti pernah menghadapi cobaan, tapi tidak semuanya bisa melewati cobaan itu dengan baik. Tidak semua orang dapat kembali berbahagia setelah cobaan yang menimpa dirinya.

Do yourself a favor: control your hatred, anger, and disappointment. Find your way back to your happiness. Life is too short to be unhappy, remember?

As I mentioned earlier in this blog, I’m currently working on my own start-up. Just finished the blueprint, business plan, and of course, vendors hunting.

Here are 3 things I’ve learned about building a start-up at this very early stage:

  1. How to choose vendors and the traits you should consider before awarding the projects. You don’t need to hire super expensive vendors but you can’t always choose the cheapest service just because it fits your budget. At this point, you will realize the importance of chemistry and belief in your business partners. If you don’t feel clicked since the very beginning, it they don’t share the same passions as yours, and if it takes ages for them to response your inquiries, then you’re just not meant to work with them. There are plenty of good vendors out there, but not everyone will work well with your business;
  2. How to do free marketing. I’ve learned a lot from a couple of successful business founders. Free is not always bad, it can be as effective, it just requires more times to figure it out and a lot more times to work on it. Your apps is not yet live anyway, you have plenty of times to do it yourself. I’ve chosen not to accept any investor’s funding and free marketing (or cheap marketing to some extent) is the only choice I have at the moment; and
  3. I’ve learned the hard way that I can’t have all features I want to have in the first development. I should be able to distinguish “the must have” against “the nice to have”. It’s better to have a few well developed features rather than a lot of troublesome features on your apps. Go live as soon as you can, new features can be developed later on.

I’ll write more about my start-up later on! I’ve created a new category in this blog named The Lens Story and a new tag named The Start-up Story.

And yes, my start-up is named The Lens Story. The web apps is going live in the next three months (insyaallah).

Stay tune!

My Blog Counter

  • 900,237 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

Click the pictures below to visit my Instagram...

The beauty of diversity. I'm glad that I met them along my career path at Lazada. Just a little help like this could mean everything to me and The Lens Story. Many thanks! ❤️
📷: @thelenstory 👚: @adidaswomen 👕: @nike 
#friends #friendshipgoals #diversity #photography #photooftheday #canon #snapseed #thelenstory Find someone who loves you properly.
The one who never intentionally let you wait for him.
The one who never makes you have to wonder how he truly feels about you.
The one who will definitely catch you and hold you tight as you fall for him.
The one who gives you all he has to be a better man, to fix what goes wrong, to fight for you and to never let you go.
You are too old for another Mr. Wrong, reward yourself with the right one.
Love yourself enough to leave your past, you deserve better.
📷: @thelenstory
💄: @yuficarolin.mua
👗: @calla.atelier
👠: @charleskeithofficial 
#love #life #quote #photography #photooftheday #thelenstory I'm not perfect. I make mistakes. I do the things I'm not proud of. I give up, sometimes. I hurt people, mostly the ones that I actually care about. I have a lot of flaws, but at least, I'm trying hard to be a better person. I'm no saint nor angel, but I'm not a pure evil either. I'm simply a human who is trying to be the very best that I can be. I'll never stop learning, until my very last breath.
📷 @thelenstory
💄 @yuficarolin.mua
👗 @calla.atelier
👠 @charleskeithofficial
#photooftheday #beauty #photography #quote #thelenstory

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.