A journey to remember

Always Do Your Best, Let God Do the Rest

Posted on: March 1, 2014

Sekitar satu atau dua tahun yang lalu, seorang teman pernah bilang, “Bekerja itu jangan cuma untuk gaji, jangan juga hanya untuk dapat pujian dari atasan, bekerja itu untuk Tuhan, harus ikhlas karena untuk Tuhan.”

Awalnya, gue hanya menganggap perkakataan dia sebagai sekedar ‘quote of the day’ saja. Tapi seiring berjalannya waktu, quote itu udah naik tingkat menjadi ‘quote of my life’.

Jika kita bekerja hanya untuk gaji, akan selalu ada orang lain yang gajinya lebih besar daripada kita. Kerja di perusahaan yang sama, posisi yang sama, dan tanggung jawab yang sama besar pun, belum tentu nominal gajinya juga sama besar. Bahkan bisa saja terjadi, orang dengan jabatan lebih rendah daripada kita di kantor malah dapat gaji bulanan yang lebih besar!

Jangan pula bekerja hanya untuk dipuji atasan… Kenyataannya, belum tentu atasan menghargai report yang kita buat, menghargai jam kerja kita yang lebih dari 12 jam dalam satu hari, karena bisa jadi buat mereka, semua pengorbanan dan prestasi kita itu sebagai sesuatu yang ‘kan-memang-sudah-seharusnya-seperti itu.’

Gue percaya jika kita bekerja keras, bekerja cerdas, dengan ikhlas dan menghasilkan output yang luar biasa, maka pekerjaan itu tidak akan pernah sia-sia. Seperti yang pernah gue bilang ke seorang teman lainnya, “Just do your best, let God do the rest. Hidup itu adil, manusianya aja yang suka berbuat enggak adil. But God doesn’t sleep! Jika kerja keras kita nggak dihargai di kantor ini, maka pasti, nanti akan ada perusahaan lain, atau pintu rejeki lain, yang membayar hasil dari kerja keras kita itu.”

Saat kita bekerja luar biasa, belum tentu imbalan materinya otomatis akan luar biasa juga. Tapi kita harus percaya bahwa tiap kali kita bekerja luar biasa itu, di saat yang sama, kita juga sedang melakukan ‘investasi’ dalam kualitas diri kita sendiri. Someday we will eventually realize how much we have learned from all of those hard works.

Kemudian saat hasil kerja keras hanya dianggap angin lalu oleh atasan, jangan berkecil hati! Anggap saja, pekerjaan kita itu sebagai amal ibadah kita. Lakukan dengan ikhlas, agar hal tersebut dapat mendatangkan berkah, mendatangkan pahala, dan mendatangkan kebaikan untuk hidup kita di masa yang akan datang. Makanya, sekali lagi, bekerjalah untuk Tuhan. Bekerjalah dengan ikhlas. Lakukanlah yang terbaik, dan harus tetap percaya bahwa Tuhan tidak pernah tidur.

Untuk teman-teman sesama muslim, gue ingin sekalian mengutip satu baris dari Q.S. Al-Zalzalah, “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya).”

 Always do believe… you only need to do your best, and let God do the rest.

Advertisements

1 Response to "Always Do Your Best, Let God Do the Rest"

Reblogged this on Sami’na Wa’atho’na and commented:
Always Do Your Best, Let God Do the Rest

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 1,000,279 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

  • It feels like God is trying to tell me, “Wait... and see.” 3 weeks ago

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: