Apakah Benar Kemajuan Jaman & Teknologi Telah Membuat Kita Lebih Duniawi, Hedonis, & Konsumtif?

Sejak e-commerce mulai booming di Indonesia, cukup banyak kalangan yang menyuarakan keprihatinan mereka soal masyakarat yang menjadi lebih konsumtif.

Apa saja contohnya?

Kehadiran Tokopedia, Lazada, dsb membuat orang lebih sering membeli barang-barang yang tidak mereka butuhkan.

Kehadiran Go-food dan Grab Food membuat orang jadi lebih sering jajan daripada sebelumnya.

Jika ruang ligkup diskusinya gue perlebar, kemajuan teknologi ini juga dikhawatirkan membuat masyarakat menjadi lebih hedonis dan duniawi.

Apa saja contohnya?

Peluang untuk selingkuh jadi lebih tinggi. Kenapa? Karena sekarang, kita bisa dengan mudah menemui orang baru dari lingkungan yang sama sekali berbeda dengan kita. Orang yang kita kenal tidak lagi melulu tetangga atau teman-teman di sekolah dan kantor kita saja. Bisa kenalan di online forum mengenai traveling misalnya, atau ada juga pertemanan yang dimulai dari social media seperti Facebook, Instagram, Twitter, atau gue akui, seperti blog gue ini misalnya. Kirim satu saja DM, perkenalan terjadi lah sudah. Kemudahan ini pula yang membuat semakin maraknya kasus selingkuh dengan kenalan dari dunia maya.

Contoh lainnya adalah aplikasi online dating seperti Tinder. Ganti-ganti teman kencan jadi semakin mudah dengan keberadaan Tinder. Hal ini mengakibatkan semakin banyak orang yang menolak untuk buru-buru “resmi” pacaran dengan gebetannya hanya karena dia masih ingin lihat-lihat lawan jenis lain yang mungkin akan dia temui melalui aplikasi itu. Ada pula yang dengan entengnya bilang putus karena toh masih ada Tinder yang akan “memberikan” dia pengganti posisi mantan pacarnya itu.

Bagaimana pandangan pribadi gue soal semua itu?

Jawaban gue sederhana saja: dalam hidup ini, tidak akan ada satu hal pun yang 100% baik untuk hidup kita. Hal yang baik pun, jika dilakukan secara berlebihan atau dilakukan dengan cara yang salah, akan merubah hal baik tersebut menjadi hal yang luar biasa buruknya.

Menolak teknologi sayangnya tetap bukan solusi terbaik. Gue pribadi malah betul-betul ogah banget jika harus kembali ke jaman sebelum ada online store, ride hailing apps, atau social media. Kemajuan teknologi membuat hidup gue terasa lebih mudah. Hidup itu sendiri saja sudah semakin berat, jika ada solusi yang dapat memudahkan berbagai aspek dalam hidup gue, ya kenapa tidak? Contohnya, fokus gue dalam pekerjaan pasti akan berkurang jika mood gue saat datang ke kantor sudah keburu rusak hanya karena sulit cari sarapan (nasib anak kost yang nggak bisa masak) atau sulit cari alat transportasi yang nyaman dan terjangkau. Selain itu, thanks to e-commerce, gue tidak perlu selalu repot-repot menyempatkan diri pergi ke mall di tengah macetnya lalu lintas kota Jakarta hanya untuk membeli barang yang gue butuhkan. Tinggal pesan di pagi hari, malamnya barang sudah tiba di rumah gue. Nyaman banget kan?

Kemudian soal teknologi yang meperbesar peluang untuk selingkuh, jika luasnya networking dan banyaknya pilihan membuat pasangan gue tergoda untuk selingkuh, berarti dia memang bukan pasangan yang tepat buat gue saja. Itu berarti, jodoh gue dan dia memang cuma sampai di situ saja. Jika dia sampai cari perempuan lain, maka dia juga harus ikhlaskan gue untuk move on supaya gue bisa mencari laki-laki lain yang lebih baik daripada dia. Namun jika yang terjadi justru sebaliknya; dia bisa tetap setia meski dia punya banyak pilihan di depan mata, maka gue akan tahu dengan sendirinya; gue sudah memilih pasangan yang tepat untuk hidup gue ini.

Do not despise the existence of technology, despise the way we use it instead. We are smarter than our apps, it’s as simple as that.

8 Aplikasi Android Yang Mempermudah Hidup Gue

Mighty Grocery

Mighty Grocery ini adalah daftar belanja yang sangat mempermudah gue setiap kali belanja bulanan. Di Mighty Grocery, kita bisa create list berdasarkan nama tokonya. Di aplikasi gue, ada Carefour, Gramedia, Centro, dan Century. Di masing-masing list itu udah gue isi daftar barang apa aja yang perlu gue beli di toko-toko ybs.

Untuk setiap list itu sendiri, kita bisa membagi daftar barang berdasarkan susunan raknya. Misalkan, Pringles, Smax, dan Chitato gue letakkan di rak ‘Snacks’, pressed powder, eyelash serum, dan mascara gue letakkan di rak ‘Cosmetics’. Udah ada banyak default items dan juga default aisles di dalam aplikasi ini, tapi kita juga bisa create item dan aisle baru yang sesuai dengan keinginan kita.

Kelebihan lain dari aplikasi ini, kita bisa menggunakan barcode scanner (paid version only) untuk mengecek harga barang yang ingin kita beli. Harga yang kita scan itu akan otomatis masuk ke daftar belanja sehingga saat kita check out (sudah selesai belanja di salah satu toko), kita bisa melihat berapa total harga belanjaan kita itu. Ada setting untuk otomatis menghitung pajaknya juga lho.

Berkat aplikasi ini, nggak ada lagi barang yang kelupaan gue beli. Gue juga enggak lagi bolak-balik dari satu rak ke rak yang lainnya lagi karena ada yang tertinggal di rak sebelumnya itu. Bener-bener membantu gue saat berbelanja deh pokoknya. Satu-satunya fitur yang nggak pernah gue pake di aplikasi ini cuma daftar harga barangnya aja. Gue agak males nginput harga barang yang ada di daftar. Buat gue yang penting, jangan pernah membiarkan limit CC terisi penuh supaya tetep bisa bayar di kasir berapapun jumlah belanjaan gue, hehehehe.

Canimals Diary

Canimals Diary ini semacam kalender imut-imut yang multifungsi. Kita bisa bikin diary, bisa pula menginput periode datang bulan kita sehingga dia akan otomatis memprediksi kapan tanggal datang bulan kita yang selanjutnya. Buat yang udah berumah tangga, informasi tanggal ovulasi juga tersedia di aplikasi ini lho.

Buat cewek, jelas penting banget yah, mengamati periode datang bulan ini. Terlalu cepat dan terlalu telat itu bukan pertanda baik. Ada aplikasi sejenis di Android Market yang otomatis memberikan notifikasi pada tanggal di mana seharusnya kita sudah kembali datang bulan.

Oh ya, yang paling gue suka dari Canimals Diary ini adalah fitur stikernya. Ada banyak pilihan stiker untuk gue tempelkan di kalender harian gue dalam aplikasi ini. Misalnya, stiker ‘I’m Busy’, ‘I’m Broke’, ‘Happy’, ‘I’m in Love’, dan masih banyak lagi. Jadi kalo gue buka kalender, gue bisa melihat naik turunnya mood gue selama satu bulan yang bersangkutan hanya dengan melihat kumpulan stiker yang pernah gue tempel itu.

Travel Organizer

Sebelum ada aplikasi ini, gue selalu ngetik di hp semua barang yang perlu gue bawa saat travelling. Sekarang setelah ada aplikasi ini, gue tinggal centang-centang aja barang apa yang udah gue masukin ke dalam tas saat packing. Udah ada banyak daftar barang yang tersedia dalam aplikasi ini sehingga gue enggak perlu ngetik satu per satu nama barangnya. Untuk barang yang nggak applicable buat gue (misalnya topi, hairdryer, roll rambut) bisa gue remove dari daftar, dan barang yang belum tersedia di sana (misalnya jilbab, bros, peniti) bisa gue tambahkan ke dalam daftar barang. Asyiknya lagi, aplikasi ini juga punya fitur percentage of completion. Kalo angkanya udah nunjuk 100%, berarti packing gue udah selesai.

Documents to Go

Meskipun udah ada Canimals Diary, gue tetap lebih memilih nulis diary harian gue di Documents to Go. Soalnya kalo gue ngetik di sini, format file-nya ini .docx sehingga sudah pasti kompatibel dengan Microsoft Office di laptop gue. Untuk draft novel juga suka gue ketik pake aplikasi ini trus nanti file-nya gue transfer laptop dan tinggal gue gabungin deh, sama draft novel yang ada di laptop gue itu. Oh ya, aplikasi ini satu-satunya aplikasi di hp gue yang harganya lebih dari Rp. 100.000. Emang mahal, tapi worth it banget buat gue yang hobi nulis di manapun gue berada.

Bahasa Dictionary

Dari nama aplikasinya aja udah ketahuan yah, kalo ini tuh kamus bahasa Inggris 🙂 Bener-bener berguna dan praktis banget deh pokoknya. Nggak perlu lagi tuh, repot-repot beli kamus elektronik, hehehe.

Ringtone Maker

Dengan aplikasi ini, gue bisa memotong lagu yang akan gue jadikan ringtone sesuai keinginan tanpa me-replace lagu aslinya.

Yahoo Messenger & Whatsapp

Semenjak ganti hp ini, gue jadi lebih jarang kirim SMS. Gue kan bisa langsung chatting sama temen-temen gue via YM atau WhatsApp. Lebih hemat karena nggak bakal kena pulsa SMS 🙂 Sebagai gantinya, emang udah pasti bakal kenal pulsa internet sih. Tapi kan tiap bulan gue udah langganan broadband unlimited tuh. Jadi ya harus dimanfaatkan secara maksimal dong, hehehehe. Oh ya… bedanya Whatsapp dengan YM, kita enggak perlu add daftar temen kalo pake aplikasi ini. WhatsApp akan secara otomatis menambahkan semua contact di phonebook hp kita yang juga install WhatsApp di hp mereka. Asyiknya lagi, sama kayak BBM, WhatsApp ini akan selalu aktif selama hp kita aktif, dan kalaupun kita lagi enggak dapet sinyal internet, pesan yang dikirimkan teman akan tetap kita terima saat kita kembali online.

WordPress

Aplikasi WordPress ini memungkinkan gue untuk ngetik kemudian posting tulisan baru ke blog gue ini, melihat dan membalas comment, melihat daftar tulisan yang pernah gue buat (baik yang masih draft atau yang sudah published), dan juga memonitor site stat gue. Aplikasi ini tampilannya udah menyesuaikan dengan ukuran hp sehingga sangat praktis untuk digunakan. Oh ya, dari semua fitur di aplikasi ini, fitur yang paling sering gue gunakan adalah site stat. Kalo misalkan lagi dalam perjalanan, gue suka tetep penasaran berapa jumlah visitor di blog gue hari ini, hehehehe.

Android is Fun!

What is Android?

Intinya sih, Android itu adalah salah satu jenis operating system buat hp. Kalo untuk PC (personal computer), kita pasti udah familiar sama operating system Microsoft Windows, Linux, dan Macintosh (buat PC keluaran Apple). Nah, untuk operating system hp ini di antaranya ada Symbian yang sampai sekarang masih digunakan oleh Nokia, iOS untuk iPhone, Blackberry OS, dan android yang akan gue bahas dalam blog ini. Android yang kini dikelola oleh Google ini sendiri terus berkembang versinya dari waktu ke waktu. Pada saat tulisan ini dibuat, versi android yang paling baru adalah android versi 3.1. Setiap versi punya ‘nama panggilan’ menggunakan berbagai macam nama dessert. Misalnya, android 2.1 gue punya nama panggilan Eclair, dan 2.3 punya nama panggilan Gingerbread.

 

 

What it Android Application?

Dalam dunia PC, apa yang biasa disebut dengan application ini lebih populer dengan istilah software. Jadi android application itu bisa banyak jenisnya. Ada games, antivirus, aplikasi pengolah dokumen model Microsoft Office, live wallpaper alias wallpaper bergerak, kalender, aplikasi chatting, dan masih banyak lagi. Nanti akan ada posting tersendiri mengenai apliaksi android favorit gue.

 

What is Android Market?

Android Market itu toko online yang menyediakan berbagai macam aplikasi android. Ada aplikasi yang bisa kita download secara gratis, tapi ada juga aplikasi yang harus kita beli. Oh ya, aplikasi gratis bukan berarti aplikasi jelek loh. Angry Birds, game android, iPhone, iPad, dan iPod yang paling populer itu bisa kita dapetin secara gratis di Android Market. Tapiii, jangan kaget kalo saat kita sedang main game gratisan itu, tiba-tiba muncul iklan berseliweran di layar hp kita! Hanya aplikasi berbayar aja yang sudah pasti bebas dari iklan.

 

Why Choose Android?

  1. Ada banyak pilihan hp. Beda sama iOS yang cuma buat Apple atau Blackberry OS yang cuma buat BB, android ini banyak dibenamkan di berbagai merk hp, termasuk merk hp papan atas seperti Sony Ericsson dan juga Samsung. Salah satu alesan gue akhirnya memilih Xperia X10 adalah gue butuh hp dengan OS yang punya dan mampu meng-install banyak aplikasi menarik yang juga punya kamera dengan kualitas cemerlang;
  2. Ada lebih banyak pilihan aplikasi. Katanya siih, aplikasi yang tersedia di Android Market jumlahnya jauh lebih banyak dari aplikasi yang ditawarkan oleh App World BB, dan App Store-nya Apple. Tapi sebenernya sih, jenis aplikasi yang populer di android juga tersedia yang mirip atau bahkan yang sama persis di versi Apple-nya; dan
  3. Beda dengan OS tetangga sebelah yang gampang hang kalo banyak download aplikasi, android ini jauh lebih tahan banting buat urusan nampung banyak aplikasi. Android sering disebut sebagai OS pintar yang bisa mengatur sendiri batas kemampuannya dalam mengatasi jumlah aplikasi yang sedang running di dalam sistemnya. Buat orang yang hobi ngotak-ngatik hp kayak gue, maka hp tanpa banyak aplikasi rasanya jadi kurang fun 🙂

Introducing 2 New Categories in My Blog

Dear readers

Gue baru aja nambahin 2 kategori baru di blog gue ini. Hopefully, dua kategori ini kelak akan memperkaya isi dari blog gue. Here are those two new criterias…

  1. Blog in English. Kalo kamu perhatikan, udah ada 3 blog yang gue tulis in full English. Bukan bermaksud untuk sok-sok-an… Gue cuma pengen punya wadah untuk memperlancar bahasa Inggris pasif gue aja. Kategori ini sendiri awalnya terinspirasi dari blog salah satu penulis favorit gue yang juga punya kategori dengan judul yang sama persis. Oh iya, untuk kategori blog yang satu ini… a grammar police will be welcome 🙂
  2. Talking Tech. Ke depannya, akan ada banyak ulasan tentang android di kategori baru yang satu ini. I’m not an expert in this, but hey… sharing my experience is not a sin, right? Jadi untuk teman-teman yang tidak berminat dengan topik ini… ya monggo, silahkan di-skip aja tulisan yang gue post under ‘Talking Tech’ category. Buat teman-teman yang berminat baca dan tertarik untuk ikutan sharing, ditunggu comment-nya yah, guys!

Oh iya, lewat post ini sekalian gue mau pamit sebentar (sekitar lima hari) dari nge-post tulisan baru yah, guys. Di kantor lagi sibuk closing soalnya. Tapi gue janji… setelah itu akan ada tulisan-tulisan lain untuk kalian nikmati 🙂 Di dalam kepala gue udah ada beberapa ide tulisan untuk segera dituangkan ke dalam blog ini!

Well, see you in the next five days then!

Xperia X10 Review

Hari ini, sudah persis satu bulan gue memakai Xperia X10 untuk menggantikan P1i yang udah gue pakai bertahun-tahun lamanya itu. Rasa-rasanya satu bulan adalah waktu yang cukup untuk gue jadi eligible dalam memberikan review atas hp gue sendiri.

Sebelum memulai review, gue mau sedikit bercerita tentang proses hunting saat gue mau beli hp ini. Tadinya, gue mau beli Xperia Arc. Tapi karena hp-nya baru aja launching di Indonesia, maka ketersediaan barangnya masih sangat langka. Gue udah cari ke empat tempat tapi tetap tidak berhasil menemukan si Xperia Arc. Akhirnya gue pikir, nggak ada Arc maka X10 juga boleh lah. Toh kamera sama-sama 8 MP, video sama-sama HD, dan versi android X10 ini juga sudah di-upgrade ke 2.1, cuma beda 0.2 sama Xperia Arc. Di luar itu, Arc cuma unggul di layar yang lebih jernih, body yang lebih tipis, dan punya fitur radio FM yang tidak dimiliki oleh X10.

Ok… singkat cerita Xperia X10 sudah dalam genggaman. Dan berikut ini adalah opini gue pribadi terhadap hp yang sudah gue pakai selama 1 bulan belakangan ini…

Kamera 8 MP

Alasan terbesar gue ngotot beli Sony Ericsson lagi adalah kualitas kamera yang tidak diragukan keunggulannya. Foto indoor malam hari bisa terlihat bagus tanpa perlu bantuan photo light. Kadang gue suka takjub sendiri saat ngelihat kualitas hasil foto hp gue ini. Bahkan setelah ditransfer ke PC pun, gambarnya tetap kelihatan cemerlang dan tidak pecah saat ukurannya diperbesar alias masih sama bagusnya dengan gambar yang kelihatan di layar hp. Oh ya, sekedar tips dari gue, sebelum pakai kameranya, aktifin dulu fitur image stabilizer. Tanpa ngaktifin fitur ini, hasil foto suka kelihatan buram. Kalo udah diaktifin, sesekali masih terlihat buram cuma kalo objeknya bergerak cepat.

Kejernihan Layar

Gue juga angkat jempol deh untuk kejernihan layarnya. Buat ukuran hp yang harganya enggak sampe lima juta rupiah, kejernihan layarnya itu udah bagus banget, nggak gitu jauh beda antara gambar yang gue lihat di hp dengan gambar yang sama kalo gue lihat dari layar laptop. Sayangnya kalo gue lagi browsing di situs-situs tertentu (misalnya detik.com), gambar yang ada di situs itu suka kelihatan agak buram. Jauh berbeda dengan tampilan foto di aplikasi Facebook yang meskipun harus nunggu beberapa detik sampai tampilan gambarnya terlihat sempurna.

Kualitas Suara

Untuk kualitas suara, gue akui not the best in its class. Meskipun enggak terdengar cempreng, tapi tetep aja enggak sejernih suara yang biasa gue dengar kalo denger musik di laptop pake headphone. Untuk volume suara ringtone juga termasuk agak pelan. Udah disetel paling kenceng pun tetep enggak bakal cukup terdengar kalo gue lagi berada di tengah-tengah keramaian.

Processing Speed

Untuk processing speed juga termasuk standar-standar aja lah ya. Misalkan gue pake browsing atau chatting, tingkat kecepatannya tetep enggak sebanding dengan browsing atau chatting pake PC. Proses buka-tutup aplikasi juga enggak begitu mengesankan meskipun so far enggak juga sampai pada tahap yang menjengkelkan. At least masih lebih baik daripada merk pesaing yang selalu gue hindari karena suka bikin gue jengkel saking lemotnya.

Touch Screen Sensitivity

Adek gue pernah bilang… Xperia X10 punya sedikit masalah dengan sesnsivitas layar sentuhnya. Tapi anehnya, setelah gue pake, gue enggak pernah mengalami masalah yang cukup berarti dengan layar sentuh hp gue ini. Tapi ternyata emang bener sih… setelah gue coba pake hp touch screen merk lain, sensitivitas hp gue ini emang jadi terasa agak-agak kurang smooth. Kabar baiknya, layar yang tidak terlalu sensitif bikin gue jadi lebih mudah saat mengetik. Typing error gue saat ngetik blog misalnya, jumlahnya jauh lebih sedikit ketimbang kalo gue ngetik pake hp merk lain yang touch screen-nya lebih smooth.

Operating System

So far, android 2.1 di hp gue ini berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Sebulan pertama, hp gue belum pernah hang meskipun udah langsung dijejali begitu banyak aplikasi (beda banget sama merk hp tetangga sebelah yang terkenal suka nge-hang meskipun masih baru beli). Selain itu, gue juga enggak pernah sekalipun gagal download seperti yang banyak dikeluhkan android user lain di Android Market. Pernah sih, gara-gara udah kebanyakan download aplikasi, hp gue ‘ngambek’ nggak mau download lagi. Untungnya setelah gue shut down kemudian langsung gue turn on kembali, hp-nya langsung bisa gue pake download lagi 🙂 Lagipula ternyata, insiden ‘ngambek’ itu emang wajar terjadi sama semua jenis hp android.

 Phone Design

Sebenernya udah sejak setahun yang lalu gue naksir banget sama design hp ini. Kalo menurut Nana, salah satu teman baik gue di EY, hp ini tipe hp yang kelihatan mahal 🙂 Kadang kalo lagi bengong dan nggak sengaja ngelihat hp gue bertengger manis di atas meja, gue suka mikir begini di dalam hati, “Aduuh, cakepnya hp gue, hehehehehe.”  Selain enak dilihat, body hp-nya juga enak buat dipegang. Pokoknya secara design, gue udah cukup puas (walau sebenernya sekarang ini gue lagi ngiler ngelihat Xperia Ray yang punya original casing berwarna metallic soft pink itu, hehehehehe).

10 Keywords Paling Unik

Tahukah kamu, ada banyak website yang mempunyai fitur statistik yang memungkinkan pemiliknya bisa melihat keywords apa saja yang digunakan oleh para visitor via search engine (seperti Google dan Yahoo) untuk sampai di website mereka itu?

Melihat site stat adalah salah satu aktivitas yang gue sukai dari ngeblog. Selain kepingin tahu berapa jumlah pengunjung sampai saat ini, melihat search engine terms ini juga rasanya menyenangkan banget loh. Gue jadi penasaran… apa ya, yang sedang terjadi dalam hidup mereka – para visitors – sehingga mereka sampai ngerasa perlu meng-google keywords itu di search engine?

Nah, berikut ini akan gue bagi, 10 keywords yang gue anggap paling menarik yang pernah muncul di site stat blog gue.

  1. “Kelemahan cowok playboy.” Keyword ini pasti disambungin sama search engine ke blog gue yang berjudul Serba Serbi Playboy;
  2. “Cewek incaran cowok playboy.” Kayaknya ini juga sama, di-refer sama search engine ke Serba Serbi Playboy;
  3. “Mengapa setelah menikah pengen pacaran lagi kayak masih lajang? Apakah itu wajar apa tidak?” Kalo yang ini, kemungkinan di-refer ke blog berjudul Being a Fabulous Single, Not a Desperate One;
  4. “Cerpen sok ganteng dan sok tajir.” Nah, kalo yang ini gue juga bingung… nyambungnya ke judul blog gue yang mana yah?
  5. “Jum’at siang ngantuk pengen tidur.”
  6. “Gue suka sama temen sekelas gue yang beda agama tapi gue udah mau pisah kelas sama dia.” Hmm, perasaan gue nggak pernah nulis soal pacaran beda agama deh…
  7. “Malam ini gue lembur.” Kalo ma dihitung, pasti ada banyak banget blog gue yang mengandung kata ‘lembur’, hehehehehe;
  8. “Mengapa cewek kalau cowoknya gencar mengejar-ngejar akhirnya jatuh juga ke pelukan cowok.”
  9. “Gara-gara facial muka gue jerawatan.” Ini pasti nge-link ke Facial di Natasha; dan
  10. “Riffa Sancati” atau “Riffa Sancati blog.” Yuup, ternyata ada aja orang yang nge-google nama lengkap gue, hehehehehe, jadi geer 🙂

Kebanyakan sih, orang-orang nge-google soal liburan, film, atau kosmetik sehingga akhirnya sampe ke alamat blog gue. Hal ini bikin gue ngerasa senang… Ini berarti, banyak orang yang mendapatkan manfaat dari blog gue ini. Dan pastinya, gue jadi makin semangat untuk terus menulis dan berbagi dengan kalian semua.

Oh ya, soal site stat ini, kalian enggak usah khawatir. Kita, para pemilik website tidak akan pernah tahu siapa saja yang pernah mampir ke blog ini. So feel free to google anything you want, there’s nobody will know about this. Gue bikin tulisan ini juga cuma buat iseng-iseng aja kok. Dan sebenernya, berkat keywords yang gue sebutkan di atas, gue jadi tahu kalo bukan gue doang yang pernah mengalami kejadian-kejadian itu. Until once again, it feels so right for me to share my life within this blog. Jadi jangan bosen-bosen mampir ke sini yaa guys. Happy weekend!

Bye Bye My P1i

Hp gue yang satu ini punya cerita tersendiri. Jadi dulu, waktu gue masih kuliah, bokap janji bakal ngasih hp seharga 4 juta kalo gue berhasil dapet IP 4. Kalo IP gue nggak 4, ya gue nggak bakal dibeliin hp baru sama sekali. Sayangnya, ternyata dapet IP 4 itu nggak gampang! Gue pernah dua kali dapet IP 3,8 dan dua kali pula dapet IP 3,9 tapi tetep enggak juga mencapai angka 4. Sampai akhirnya di semester 6, gue berhasil dapet IP 4,0 🙂

Jadilah gue mulai hunting pengen ganti hp apa. Dan waktu itu, gue lagi kepengen banget punya hp touch screen. Kesannya keren dan mewah aja gitu. Pilihan gue pun langsung jatuh pada Sony Ericsson P1i. Tapi sayangnya… pada waktu itu, hp ini harganya masih melebihi budget 4 juta gue. Jadi gue sempet dengan berat hati minta dibeliin Sony Ericsson walkman (lupa seri berapa) yang juga touch screen dan bentuknya mirip-mirip P1i.

Tapi pas hari H (maksudnya hari di mana gue beli hp baru, hehehehe), begitu gue nyusul bokap ke toko hp di ITC, gue lihat si babe lagi lihat-lihat P1i! Kayaknya si penjual lagi promosi hp seri itu ke bokap gue. Langsung aja dengan semangat gue bilang, gue lebih suka P1i daripada hp seri walkman. Dan jreng-jreeeng, permintaan gue dikabulkan! Akhirnya gue tetep dibeliin P1i meskipun harganya melebihi budget, hehehehe.

Gue suka banget sama hp gue yang satu ini. Bukan cuma karena perjuangan panjang untuk ngedapetinnya, tapi juga karena gue ngerasa puas sama fitur-fiturnya. Gue suka sama kameranya yang ciamik meskipun cuma 3,25 MP, suka sama kualitas suaranya, suka sama bentuk hp-nya, dan suka juga sama aplikasi office-nya.

Then you know what… gue pake hp ini sampe hampir 5 tahun lamanya lho. Sempet berkali-kali berencana pengen ganti hp, tapi selalu nggak jadi karena gue pikir, toh si P1i ini masih bisa berfungsi dengan baik.

P1i kesayangan gue^^

Selama lima tahun, hp ini udah jadi saksi begitu banyak kejadian dalam hidup gue. Saksi bisu telepon berjam-jam gue sama gebetan di masa lalu, saksi bisu yang menyimpan folder khusus SMS dari mantan-mantan gebetan (uups, ketahuan deh, gue suka nyimpenin SMS dari mereka, hehehehe), dan saksi betapa sedihnya gue waktu dengan berat hati menghapus folder SMS itu saat gue ngerasa, hubungan gue sama mereka udah nggak punya masa depan lagi… Dan, cuma hp ini doang yang pernah kejatuhan air mata gue waktu gue lagi nulis soal perpisahan gue sama si gebetan 😦

Hp ini pula yang udah banyak melahirkan tulisan yang kemudian gue posting ke blog ini, dan juga menampung curhatan pribadi gue dalam bentuk diary. Selain itu, udah nggak kehitung ada berapa ribu SMS yang pernah mampir ke sini, berapa ratus foto yang pernah tersimpan, yang juga memuat begitu banyak contact number yang bahkan gue udah lupa sama beberapa orang yang ada di phonebook itu.

Sayangnya, hp gue ini udah kelewat tua. SMS suka nggak terkirim, SMS dari temen juga suka enggak sampe ke gue, susah ditelepon, susah nelepon, suka hang, suka nge-restart sendiri, tombol back-nya udah macet, body udah banyak lecet, kualitas kamera udah enggak secantik dulu… Hingga akhirnya, awal bulan Juni, gue memutuskan untuk ganti hp baru dan mengucapkan selamat tinggal sama P1i gue…

Sebenernya kalo mau, hp ini masih bisa gue jual dan mendapatkan uang beberapa ratus ribu. Tapi, kalo mengingat panjangnya perjuangan gue dapetin hp ini, dan mengingat sejarah yang disimpan sama hp ini, gue putuskan untuk tetap menyimpan dia baik-baik di dalam boksnya. Untuk selanjutnya, semoga gue bisa jatuh cinta sama si hp baru sama kayak gue jatuh cinta sama si P1i, hehehehe, penyakit mellow gue lagi kumat niih.

Untuk posting selanjutnya, nantikan review gue tentang si hp android baru gue yaa guys 🙂