A journey to remember

Archive for the ‘Singapore’ Category

Berdasarkan rekomendasi beberapa orang teman, gue pun tidak melewatkan pertunjukkan Songs of the Sea saat berlibur ke Singapura satu bulan yang lalu. Berlokasi di Sentosa Island, gue sengaja menaruh agenda nonton Songs of the Sea setelah puas berkunjung ke Universal Studio yang juga berada di tempat yang sama.

Tadinya gue kira, Songs of the Sea merupakan pertunjukan air indoor yang mirip-mirip The House of Dancing Water-nya Macau. Tapi ternyataaa, Songs of the Sea ini merupakan pertunjukkan outdoor yang diadakan di pinggir laut! Gue sampe mikir… kalo sampe hujan, tiket yang sudah gue beli secara online itu bisa hangus dong? Untunglah malam itu langit sedang cerah sehingga gue dan keluarga bisa menikmati show ini tanpa ada gangguan sama sekali.

Pada saat pertunjukkan belum dimulai, yang tampak di depan (terletak beberapa meter dari pinggir pantai) hanyalah sederetan rumah panggung yang terbuat dari kayu dan bambu. Ada pula beberapa properti ‘panggung’ berupa bebatuan dan obor. Benar-benar setting panggung yang biasa-biasa saja, pikir gue pada awalnya.

Songs of the Sea bercerita tentang nyanyian seorang pemuda Singapura yang saking merdunya, nyanyian itu bisa membangunkan sang dewa-dewi yang tengah tertidur pulas di dasar lautan. Setiap kali ada dewa atau dewi yang berhasil dibangunkan oleh nyanyian pemuda itu, maka penonton akan menyaksikan pertunjukkan air yang tampak cantik dan spektakuler.

Selain permainan air, Songs of the Sea juga banyak memainkan laser, sorotan lampu, semburan api, dan kembang api sebagai bagian dari pertunjukkan. Uniknya, dalam pertunjukkan ini kita juga bisa melihat semburan air yang dijadikan ‘layar proyeksi’ untuk menampilkan wajah cantik sang dewi yang sempat tertidur pulas itu. Lagi-lagi, gue terkesan dengan kecanggihan teknologi yang ditampilkan objek wisata negara tetangga yang satu ini.

Tiket masuk untuk menyaksikan pertunjukkan ini tidak mahal, hanya SGD 10 untuk kursi biasa, dan SGD 15 untuk premium seats. Saran gue, jika punya budget berlebih, ambillah premium seats. Posisinya persis di tengah sehingga kita bisa lebih menikmati cantiknya permainan air di depan sana. Berbeda dengan standard seats yang jika kita datang terlambat, kita cuma akan kebagian bangku di pinggiran yang letaknya jauh dari ‘the main stage’. Oh ya, sebaiknya jangan pilih tempat duduk di barisan depan. Selain karena rentan terkena percikan air, saat pertunjukan api pun akan menimbulkan rasa panas melebihi mereka yang duduk di deretan belakang. Makanya, supaya bisa leluasa memilih tempat duduk, lebih baik datang sebelum pintu masuknya dibuka. After that… welcome and enjoy the show 🙂

Advertisements
Tags:

Gue pernah nanya sama sepupu dan salah satu klien tentang kunjungan mereka ke Universal Studio Singapura (USS). Menurut pendapat mereka berdua, USS itu biasa-biasa aja. Itulah alasannya gue tidak menaruh harapan terlalu tinggi saat mengunjungi amusement park tersebut. Pikir gue, “Disneyland must be much better than USS. I had so much fun in Disneyland Hongkong last year. The park was amazing and cute! I don’t think USS will compare to it.”

Begitu turun dari monorail dan berjalan menuju pintu masuk USS, gue langsung berpikiran, “Nah, see? It’s not as cute as Disneyland!”

Lalu pertanyaannya sekarang… apa benar tidak ada hal istimewa dari USS? Dan apa benar feeling gue bahwa USS masih kalah menarik daripada Disneyland? Berikut ini perbandingannya…

Kriteria #1: The entrance gate & the ticket.

USS terlihat lebih sederhana untuk urusan the entrance gate. Selain globe besar bertuliskan ‘Universal Studio’ yang sudah menjadi ciri khas USS itu, kalo menurut gue tidak ada hal menarik lain dari tampak depan amusement park ini. Berbeda dengan Disneyland yang dari MTR-nya saja pun sudah kelihatan imut-imut. Tidak terhitung ada berapa foto yang gue ambil mulai dari menjejakkan kaki di stasiun MTR Disneyland line sampai kemudian resmi masuk ke arena bermainnya.

Selain pintu masuk yang lebih sederhana, USS juga tidak punya tiket masuk yang imut-imut seperti Disneyland. Kalau di Disneyland, print out online ticket yang gue bawa dari Jakarta harus ditukar dengan tiket masuk berbentuk slim card yang super cute. Tadinya gue kira kartu itu harus dikembalikan begitu pulang dari Disneyland, tapi ternyata kartu itu memang diberikan untuk dibawa pulang! Yaaay… senangnya 🙂 Beda banget sama USS yang benar-benar menjadikan selembar kertas HVS yang gue bawa dari Jakarta sebagai tiket masuk!

Jadi sudah jelas… untuk kriteria pertama, Disneyland pemenangnya.

Kriteria #2: The Character Greetings

Di Disneyland ada banyak banget banget karakter yang gue kepengen foto bareng mereka. Ada Mickey & Minnie Mouse, Winnie the Pooh, Tinker Bell, sampe tiruan Rapunzel lengkap dengan rambut super panjangnya. Sayangnya, cuma buat berfoto dengan mereka aja harus rela antri panjang dulu… Makanya dari semua karakter, cuma foto bareng Rapunzel aja yang gue ikutan. Gue bahkan rela ngeluarin uang lebih buat menebus foto gue bareng si Rapunzel. The picture looks so cute!

Di USS juga ada banyak sesi buat meet the characters. Ada Woody Wood Pecker, Bumble Bee-nya Transformers, ada pula tiruan Cleopatra yang terlihat cantik dan sensual. Awalnya gue nggak gitu kepengen foto bareng Bumble Bee, tapi lama-lama gue penasaran… si Bumble Bee itu orang yang menyamar jadi robot atau memang beneran robot yang bisa bergerak dan berjalan sendiri? Dan ternyata bener aja lho… si Bumble Bee di USS itu emang asli robot yang ukurannya lebih tinggi dari manusia pada umumnya! Kemudian setelah Bumble Bee, gue juga foto bareng Woody Wood Pecker yang kocak banget! Si badut Woody suka bikin gerakan-gerakan lucu yang bisa dengan jeniusnya memancing tawa orang lain. Taking picture with Woody was so much fun!

Buat krtiteria ke dua ini agak berat… Tokoh-tokoh Disney jelas lebih cute, tapi Bumble Bee juga unik dan befoto bareng Woody bisa jadi kenangan yang tidak terlupakan. Jadi buat kriteria ini, gue putuskan dua-duanya seri. Baik Disneyland maupun USS sama-sama all out dalam menampilkan karakter andalan mereka masing-masing.

Kriteria #3: The Souvenirs Shops

Udah sejak awal gue dikasih tau sama temen gue bahwa belanja di Disneyland akan sangat-sangat menyenangkan. Ada banyak barang-barang lucu yang bikin kita betah berlama-lama di dalam toko. Saking penasarannya, gue sampe kebawa mimpi lagi belanja di tokonya Disneyland, hehehehe.

Dan ternyata emang bener… belanja di Disneyland itu terasa menyenangkan! Ada berbagai jenis produk, mulai dari gantungan kunci sampai t-shirt imut-imut yang berhasil bikin gue jadi kalap belanja. Uang HKD sudah hampir habis? Kartu kredit Visa gue pun tergeseklah sudah…

Beda sama toko-toko di USS yang malah bikin gue pesimis bakal keluar toko dengan menjinjing shopping bags.Pilihan barangnya kurang variatif, model bajunya lempeng-lempeng banget, dan tokoh-tokoh andalan mereka juga enggak ada yang terlihat imut kalo menurut gue. Kalaupun akhirnya tetap beli ya cuma karena gue ngerasa harus bawa sesuatu buat teman-teman dan juga harus beli kenang-kenangan buat diri gue sendiri. Akhirnya souvenirs yang gue beli di USS itu juga tetap terlihat unik dan menarik sih… tapi tetap tidak sebanding dengan Disneyland.

Lagi-lagi… pemenangnya adalah Disneyland.

Kriteria #4: Jungle River Cruise VS Jurrasic Park Rapids Adventure

Sekarang gue akan mulai membandingkan wahana-wahana andalan di masing-masing tempat. Dimulai dari wahana yang berpotensi bikin basah-basahan.

Perahu ala Jungle River Cruise terlihat jauh lebih santai daripada rafting ala Jurrasic Park Rapids Adventure-nya USS. Terlihat lebih santai karena ada tour guide yang memandu sepanjang perjalanan. Dan sepanjang perjalanan itu pula kita ngerasa deg-degan akan segera jadi basah kuyup! Tapi ternyata sampai turun dari perahu, baju gue masih kering sentosa. Kalaupun ada sedikit cipratan-cipratan air tetap enggak bakal bikin baju kita terlihat basah.

Jauh berbeda dengan Jurrasic Park Rapids Adventure yang sudah terasa menegangkan sejak awal. Perahunya bulat dan harus pakai seatbelt, melaju di atas derasnya arus air di sepanjang track. Rasanya cukup menegangkan setiap kali melihat ada turunan curam di depan sana. Ada satu hal yang mengejutkan saat rafting di USS ini… Tiba-tiba saja perahu kita masuk ke sebuah bangunan tua dan mentok di ujung jalan buntu. Saat semua orang sedang bingung kenapa kita malah dihadapkan sama sebuah tembok, tiba-tiba aja perahu kita itu terangkat ke atas dan jreng-jreng… sesampainya di lantai 2, kita langsung melihat ada turunan curam di depan sana dan tahu-tahu saja… byuuurrr, perahu meluncur ke bawah dan semua orang pasti terkena cipratan air. Ada yang basah sedang-sedang, ada pula yang beneran basah kuyup.

Untuk kamu yang tidak mau basah-basahan, sejak di luar wahana sudah dijual jas mirip mantel hujan untuk dipakai selama rafting. Kalaupun sudah terlanjur basah-basahan, di luar juga tersedia ruangan pengering badan yang pastinya, tetap harus bayar beberapa dollar Singapura untuk menikmati fasilitas umum tersebut.

Pemenang kriteria ini sudah pasti rafting ala USS. Kejutan di akhirnya itu benar-benar tidak terduga! And yes… sometimes get wet could be so much fun, hehehehehe.

Kriteria #5: Stitch Encounter VS Donkey Live.

Dua atraksi seperti ini tidak pernah gue temukan yang sejenisnya di Indonesia. Semacam show di mana tokoh di layar bisa berinteraksi secara live dengan penontonnya. Stitch dan Donkey sama-sama akan menunjuk salah satu penonton untuk dijadikan objek lelucon mereka. Diajak berkenalan, diajak ngobrol, melempar lelucon, dan pastinya, akan dikerjain dengan sangat lucu oleh Stitch dan Donkey.

Pertama kali melihat show di Stitch Encounter, gue langsung takjub… Gue beberapa kali nengok ke langit-langit mencoba mencari di mana letak orang di balik layar yang menggerakan tokoh Stitch secara live itu. Waktu itu ceritanya, Stitch berkeras bahwa dia sudah pernah melihat wajah penonton yang dijadikan ‘korban’ (kita sebut saja si Mr. X) di suatu tempat sebelumnya. Kemudian Stitch tiba-tiba bilang bahwa Mr. X itu adalah buronan luar angkasa yang sudah lama dia cari! Dan nggak lama kemudian… muncullah foto close up Mr. X di layar lebar yang dibingkai sebuah frame dengan tulisan, “Wanted”. Semua orang pun tertawa geli melihat lelucon tersebut…

Untuk kriteria ini, gue lebih suka sama Stitch Encounter Disneyland. Donkey Live agak membosankan di awal… pakai nyanyi-nyanyi dan disuruh berdiri segala. Lelucon ala Donkey juga tidak selucu leluconnya Stitch. Plus, tokoh Stitch di layar lebar itu terlihat lebih hidup. Ekspresi wajah Stitch bisa ikut berubah-ubah seiring dengan intonasi suaranya, tidak seperti ekspresi Donkey yang lempeng-lempeng saja itu…

Kriteria #6: Space Mountain VS Revenge of the Mummy

Nope… Revenge of the Mummy itu bukan rumah hantu, melainkan indoor roller coaster di USS, sama seperti Space Mountain di Disneyland.

Dari semua wahana Disneyland, gue paling suka sama Space Mountain. Saat naik roller coaster ini tuh rasanya seperti sedang terbang di langit malam yang bertabur bintang. Menegangkan… itu sudah pasti. Tegang tapi bikin ketagihan! Gue sampai naik wahana ini sebanyak dua kali, bahkan teman-teman gue sampai naik tiga atau empat kali!

Space Mountain memang keren… tapi ternyata, Revenge of the Mummy jauh lebih keren! Bukan cuma jauh lebih menegangkan, melainkan juga ada unsur kejutan dalam wahana itu. Jadi ceritanya, kereta yang kita tumpangi menemui jalan buntu. Gue langsung beprikir, “Ah, bakal sama kayak arung jeram tadi nih! Pasti sebentar lagi tembok di depan akan terbuka dan tau-tau aja ada turunan curam di depan sana.”

Tapi ternyata bukan itu yang kemudian terjadi… Tiba-tiba aja, kereta itu mundur ke belakang, berbelok, dan langsung meluncur turun dengan cepatnya! Woow, it was very thrilling and cool! Rasanya seperti benar-benar meluncur cepat di tengah kegelapan. Saking seramnya gue sampe enggak berani membuka mata satu kali pun, hehehehe.

So yes… the winner is USS this time.

Kriteria #7: Mickey’s PhilharMagic VS Shrek 4D Adventure

Mickey’s PhilharMagic juga salah satu wahana favorit gue di Disneyland Hongkong. Alur ceritanya lucu, efek 3D-nya sangat terasa, lengkap dengan cipratan air dan juga aroma kue mengikuti adegan yang tampil di layar lebar. Saking canggihnya efek 3D di tempat ini sampai-sampai kita merasa seperti sedang meluncur turun meskipun bangku yang kita duduki itu sebenarnya tidak bergerak sama sekali! Bener-bener pertunjukan 3D yang bukan cuma sekedar goyang-goyangin bangku seperti pertunjukan sejenis di Indonesia.

Berbeda dengan Mickey’s PhilharMagic yang dipenuhi oleh tokoh-tokoh kartun andalan Disney, maka Shrek 4D Adventure ya cuma menampilkan Shrek, Fiona, dan kawan-kawan serta musuhnya. Dan serius deh… I never think that Shrek is cute! Kemudian selain kalah imut, jalan cerita pertunjukan 4D ini juga kalah lucu sama Mickey’s PhilharMagic. Tapi soal kecanggihan teknologi… Shrek 4D memberikan lebih banyak kejutan yang tidak terduga!

Kalau cuma semprotan air saat si Donkey bersin, hal yang serupa juga ada di Disneyland. Yang surprising adalah saat Shrek diserang kawanan kelelawar dari arah bawah, di saat yang sama terasa ada hembusan angin kencang yang menggelitik dari bawah bangku! Bangku yang bisa bergoyang itu juga ritmenya pas, sangat seirama dengan pergerakan tokoh-tokoh di layarnya. Soal efek 4D-nya jangan ditanya… gue sampe beberapa kali refleks menutup mata karena barang-barang yang dilempar di layar itu seolah benar-benar sedikit lagi mengenai wajah gue. It was very cool!

Lagi-lagi gue bingung menentukan pemenangnya… Mickey 3D was simple but awesome. Shrek 4D was also awesome but I never like Shrek. Jadi buat yang ini juga jatuhnya seri saja lah, biar adil, hehehehehe.

Kriteria #8: High School Musical Performance VS USS Street Dance

Gue nggak bisa cerita banyak soal High School Musical live performance di Disneyland karena waktu itu gue enggak nonton pertunjukan itu dari awal sampai selesai. Cuma lihat sebentar… setelah itu langsung beranjak ke tempat lain karena merasa bosan.

Beda banget sama pertunjukkan street dance di USS yang berhasil bikin gue jadi terkesima. Gue tetap berdiri di tengah kerumunan sampai para performers yang kelihatan ganteng dan keren itu selesai dengan tariannya. Saat menonton atraksi mereka tuh rasanya seperti sedang menonton film Step Up secara langsung! Tadinya gue kira, gerakan-gerakan rumit seperti itu cuma bisa terjadi di film layar lebar yang bisa jadi cuma sekedar hasil video editing saja. Tapi ternyata emang beneran ada orang-orang yang bisa melakukan gerakan tari sekeren itu! I was very impressed.

Jadi tanpa perlu disimpulkan pun, sudah jelas para street dancer di USS itu keluar sebagai pemenangnya.

Tidak ada tandingannya di USS: Disney Street Parade

Disney Street Parade merupakan perpaduan sempurna antara musik, tarian, dan kereta-kereta lucu yang ditumpangi oleh berbagai macam tokoh favorit keluaran Disney. Ada satu kereta cantik yang memuat 3 puteri cantik pentolan Disney, kereta madu ala Winnie the Pooh, sampai kereta masa depan yang ditumpangi Stitch dan awak kapalnya. Melihat parade ini rasanya benar-benar memanjakan mata dan bikin hati jadi terasa senang. Dan sesuai judul… gue tidak menemukan hal yang sejenis waktu main di USS. Kalaupun ada parade yang sejenis, rasanya gue tidak akan terlalu excited. I don’t thikn Madagascar and Shrek will be cute enough for such a parade like this.

This slideshow requires JavaScript.

Tidak ada tandingannya di USS part 2: Disneyland fireworks!

Kembang api di Disneyland itu bukan kembang api biasa yang sudah sering kita lihat setiap kali pergantian tahun. Kembang api di sana jadi terlihat sangat istimewa karena diluncurkan persis di atas istana puterti tidur yang tampak sangat menawan di malam hari. Ada pula permainan lampu dan musik yang menghiasi pertunjukan ini. Rasanya seperti sedang berada di negeri fairy tale yang rupawan. Benar-benar penutup yang manis dan sempurna untuk kunjungan kita ke Disneyland Hongkong.

Tidak ada tandingannya di Disneyland: Trasnformers The Ride – The Ultimate 3D Battle

Pada saat masih berdiri di dalam antrian, awalnya gue bingung… Katanya pertunjukan 3D, kacamata 3D-nya juga sudah disediakan, tapi kok enggak kelihatan ada bangku dan layar lebarnya? Yang kelihatan malah beberapa mobil atap terbuka yang untuk satu unitnya bisa memuat sekitar 12 orang. Setelah semua penumpang duduk dan memakai kacamata, mobil itu akan berangkat dan menghilang dari pandangan mata.

Ternyata ya… mobil itu berjalan menuju sebuah ruangan sempit dan kita akan langsung berhadapan dengan layar berukuran raksasa begitu sampai di ruangan itu. Jadi ceritanya, mobil kita ini adalah salah satu jagoan di pertempuran melawan robot-robot jahat. Saat bertempur itulah efek 3D mulai terasa. Kalau biasanya cuma bangku yang bergoyang, maka kali ini mobil yang kita tumpangi lah yang bergerak naik turun, maju mundur, atau berpindah ke tempat lain mengikuti alur ceritanya.

Jadi kalo soal keren sih jangan ditanya lagi deh… Rasanya tuh seperti menaiki wahana dari masa depan! Bener banget tagline yang dijanjikan oleh wahana ini: “ride the movie” karena rasanya kita memang seperti sedang ikut bertempur melawan robot jahat di dalam film! Misalnya saat ada ledakan di layar, maka akan muncul pula percikan api yang terasa cukup panas. Kemudian waktu ceritanya mobil kita dilempar robot jahat dari puncak gedung pencakar langit, ya ampuuun, itu tuh rasanya kayak bener-bener lagi duduk di dalam mobil yang sedang terjun bebas!

Baru kali ini gue naik wahana 3D sampai berteriak heboh saking serunya. Udah enggak kehitung berapa kali gue berseru, “Gilaaa, keren banget!” Saking kerennya, gue sampe rela antri panjang lagi buat kembali mencoba wahana yang sangat-sangat mengesankan ini. Jangan takut copot jantung atau apa… soalnya rugi banget kalo udah sampe USS tapi enggak coba naik wahana yang satu ini. Seriously, it’s a must try!

Kesimpulan Akhir

Pada akhirnya… gue malah jadi bingung kalo ditanya, mana yang lebih bagus, Disneyland Hongkong atau Universal Studio Singapura?

Gue akui bahwa secara teknologi, USS masih lebih unggul daripada Disneyland. Agak-agak wajar mengingat USS ini kan masih lebih baru daripada Disneyland Hongkong. Tapi buat gue, pergi ke Disneyland itu rasanya seperti impian masa kecil yang jadi kenyataan. Donald Duck, Mickey Mouse dan kawan-kawan sudah menjadi teman bermain gue sejak masa kanak-kanak. Bahkan setelah dewasa pun, gue masih suka memakai aksesoris atau baju-baju lucu keluaran Disney. Makanya, bisa bermain ke tempat yang serba Disney tentu saja terasa menyenangkan! Rasanya seperti memasuki dunia mereka gitu. Hal itulah yang membuat gue sulit mengatakan bahwa USS masih lebih bagus daripada Disneyland.

Jadi supaya adil begini saja… Anak-anak kecil dan perempuan yang menyukai tokoh-tokoh Disney pasti menyukai Disneyland. Orang-orang yang lebih suka permainan santai juga lebih cocok datang ke Disneyland. Tapi buat para adrenalin junkie, USS bisa jadi sarana uji nyali. Kalau berani, silahkan coba coba roller coaster Battestar Galactica kebanggaan mereka. Gue sih enggak berani naik… Cuma dengan ngelihat aja gue udah ngerasa ngeri setengah mati, hehehehehe.

Kesimpulannya, Disneyland dan USS punya kelebihan dan keunikannya masing-masing. Tidak penting mana yang lebih bagus, karena yang lebih penting, kita menikmati kunjungan ke amusement park tersebut. Kalau punya dana lebih, bolehlah coba datang ke dua tempat ini. Mahal tapi worth it kalau menurut gue.

Oh ya, setelah gue pikir-pikir kemudian… Alasan kenapa sepupu gue pernah bilang USS itu biasa-biasa aja adalah karena dia datang ke sana waktu USS masih baru buka, wahananya belum lengkap dibuka semua. Kemudian kalo klien yang di awal gue ceritakan… dia pasti bilang Universal Studio Singapur itu biasa-biasa saja karena sebelumnya, dia sudah lebih dulu mendatangi Universal Studio America. Nah, gara-gara itu pula gue jadi penasaran… Kalo yang di Singapura aja udah keren banget, maka yang di Amerika itu seberapa kerennya lagi???

Dan ya… gue yang tadinya enggak gitu tertarik berlibur ke Amerika, sekarang udah mulai kepengen berlibur ke sana… Mungkin nanti, setelah gue berhasil mewujudkan impian berlibur keliling Eropa, maka keliling Amerika akan jadi target liburan gue selanjutnya. Nggak tanggung-tanggung, gue kepengen mampir ke Disneyland dan Universal Studio America juga. Kalau nanti mimpi itu sudah terwujud, isnyaallah akan gue sharing lagi hasil observasi gue via blog ini 🙂

Doakan impian gue itu akan terwujud kelak yaa! Cheers!

Tags:

My Blog Counter

  • 900,232 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

Click the pictures below to visit my Instagram...

The beauty of diversity. I'm glad that I met them along my career path at Lazada. Just a little help like this could mean everything to me and The Lens Story. Many thanks! ❤️
📷: @thelenstory 👚: @adidaswomen 👕: @nike 
#friends #friendshipgoals #diversity #photography #photooftheday #canon #snapseed #thelenstory Find someone who loves you properly.
The one who never intentionally let you wait for him.
The one who never makes you have to wonder how he truly feels about you.
The one who will definitely catch you and hold you tight as you fall for him.
The one who gives you all he has to be a better man, to fix what goes wrong, to fight for you and to never let you go.
You are too old for another Mr. Wrong, reward yourself with the right one.
Love yourself enough to leave your past, you deserve better.
📷: @thelenstory
💄: @yuficarolin.mua
👗: @calla.atelier
👠: @charleskeithofficial 
#love #life #quote #photography #photooftheday #thelenstory I'm not perfect. I make mistakes. I do the things I'm not proud of. I give up, sometimes. I hurt people, mostly the ones that I actually care about. I have a lot of flaws, but at least, I'm trying hard to be a better person. I'm no saint nor angel, but I'm not a pure evil either. I'm simply a human who is trying to be the very best that I can be. I'll never stop learning, until my very last breath.
📷 @thelenstory
💄 @yuficarolin.mua
👗 @calla.atelier
👠 @charleskeithofficial
#photooftheday #beauty #photography #quote #thelenstory

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.