A journey to remember

Songs of the Sea

Posted on: March 24, 2012

Berdasarkan rekomendasi beberapa orang teman, gue pun tidak melewatkan pertunjukkan Songs of the Sea saat berlibur ke Singapura satu bulan yang lalu. Berlokasi di Sentosa Island, gue sengaja menaruh agenda nonton Songs of the Sea setelah puas berkunjung ke Universal Studio yang juga berada di tempat yang sama.

Tadinya gue kira, Songs of the Sea merupakan pertunjukan air indoor yang mirip-mirip The House of Dancing Water-nya Macau. Tapi ternyataaa, Songs of the Sea ini merupakan pertunjukkan outdoor yang diadakan di pinggir laut! Gue sampe mikir… kalo sampe hujan, tiket yang sudah gue beli secara online itu bisa hangus dong? Untunglah malam itu langit sedang cerah sehingga gue dan keluarga bisa menikmati show ini tanpa ada gangguan sama sekali.

Pada saat pertunjukkan belum dimulai, yang tampak di depan (terletak beberapa meter dari pinggir pantai) hanyalah sederetan rumah panggung yang terbuat dari kayu dan bambu. Ada pula beberapa properti ‘panggung’ berupa bebatuan dan obor. Benar-benar setting panggung yang biasa-biasa saja, pikir gue pada awalnya.

Songs of the Sea bercerita tentang nyanyian seorang pemuda Singapura yang saking merdunya, nyanyian itu bisa membangunkan sang dewa-dewi yang tengah tertidur pulas di dasar lautan. Setiap kali ada dewa atau dewi yang berhasil dibangunkan oleh nyanyian pemuda itu, maka penonton akan menyaksikan pertunjukkan air yang tampak cantik dan spektakuler.

Selain permainan air, Songs of the Sea juga banyak memainkan laser, sorotan lampu, semburan api, dan kembang api sebagai bagian dari pertunjukkan. Uniknya, dalam pertunjukkan ini kita juga bisa melihat semburan air yang dijadikan ‘layar proyeksi’ untuk menampilkan wajah cantik sang dewi yang sempat tertidur pulas itu. Lagi-lagi, gue terkesan dengan kecanggihan teknologi yang ditampilkan objek wisata negara tetangga yang satu ini.

Tiket masuk untuk menyaksikan pertunjukkan ini tidak mahal, hanya SGD 10 untuk kursi biasa, dan SGD 15 untuk premium seats. Saran gue, jika punya budget berlebih, ambillah premium seats. Posisinya persis di tengah sehingga kita bisa lebih menikmati cantiknya permainan air di depan sana. Berbeda dengan standard seats yang jika kita datang terlambat, kita cuma akan kebagian bangku di pinggiran yang letaknya jauh dari ‘the main stage’. Oh ya, sebaiknya jangan pilih tempat duduk di barisan depan. Selain karena rentan terkena percikan air, saat pertunjukan api pun akan menimbulkan rasa panas melebihi mereka yang duduk di deretan belakang. Makanya, supaya bisa leluasa memilih tempat duduk, lebih baik datang sebelum pintu masuknya dibuka. After that… welcome and enjoy the show 🙂

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 988,491 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

Click the pictures below to visit my Instagram...

From classmates to travelmates! Been friends since we were only 15 years old! Met them up today and we’ve made a lot of plans for our coming trips. Let’s make it happen!
I don’t know why but I couldn’t seem to get any new outfit for Lebaran this year. I went to three shopping malls but then I went home with empty hands. So here I am... wearing one old dress I bought a couple years ago. Today before Eid prayer was begun, I saw something that made me smile. I instantly knew that I’ve had something way more important than a new dress for myself. I’d be happy if I had a new dress, but I’m still perfectly happy even without any of it. God has been incredibly kind to me and Ramadhan this year couldn’t be more miraculous to me. I am full of flaws, but I’ve had way more than enough, and I couldn’t ask for more. Eid mubarak and please do forgive me for all the wrong said and done. Let’s celebrate this holly day as the new beginning for each and everyone of us. Love - Riffa.
Arfa, my very first nephew, is turning six today! Just two days ago, he told me, “Aunty, when I grow up, I want to be vey rich so that I can buy for you anything you want!” He’s lovable, isn’t he? It never ceases to amaze me to see all the new things he learned, said, and did in the past 6 years. He’s growing up so fast and I can’t be prouder of him! Happy birthday, Arfa! Wish you’ll always be a loving kid and may Allah always bless you in every step of the way. So much love - your proud Aunty ❤️

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: