A journey to remember

The Vow; Pentingnya Menjaga Janji Pernikahan

Posted on: March 17, 2012

Awalnya, gue ngebet kepengen nonton The Vow cuma karena satu alasan: there is Chaning Tatum in this movie. Gue emang udah ngefans banget sama aktor ganteng ini sejak pertama kali nonton G.I. Joe. Baru sejak itu gue sadar bahwa dia adalah cowok ganteng yang sama yang sebelumnya pernah membintangi She’s the Man! Dari situ gue pun mulai mencari-cari film yang pernah dia bintangi, dan kebetulan, gue emang selalu suka sama film-filmnya dia. Sebut aja Step Up dan Dear John, 2 filmnya Chaning Tatum yang paling gue sukai setelah G.I. Joe.

Now let’s go to talk about The Vow; film yang terinspirasi dari kisah nyata yang dialami pasangan Carpenters di New Mexico, pada tahun 1993.

The Vow bercerita tentang kecelakaan tragis yang menimpa sepasang suami isteri, Leo (Chaning Tatum) dan Paige (Rachel McAdams), yang mengakibatkan Paige sempat terbaring koma beberapa minggu lamanya. Saat sang isteri bangun dari tidur panjangnya, diketahui bahwa ternyata, dia mengalami lupa ingatan yang menghapus semua memori jangka pendeknya, termasuk memori mengenai Leo, suaminya sendiri.

Pada saat terbangun, Paige merasa dia masih Paige yang dulu: anak praktisi hukum kaya raya yang juga sedang mengambil pendidikan hukum di universitas ternama, yang bahkan ironisnya, Paige merasa masih bertunangan dengan mantan kekasihnya yang dulu!

Leo yang terlihat sangat-sangat mencintai istrinya itu lalu berusaha keras untuk mengembalikan ingatan Paige, serta berusaha keras untuk membuat sang istri kembali jatuh cinta kepadanya seperti sebelum kecelakaan itu terjadi. Hal ini seolah pembuktian dari “the vow” atau janji yang dulu diucapkan Leo pada hari pernikahannya bahwa dia akan mencintai Paige dalam keadaan apapun, dan bahwa cinta yang dia miliki adalah cinta untuk selama-lamanya.

Saat membaca resensi film The Vow, gue mengharapkan ada banyak adegan romantis yang menunjukkan usaha Leo untuk kembali memenangkan hati istrinya. Adegan seperti itu memang ada, tapi tidak sebanyak yang gue harapkan. Sepanjang film ini, Leo hanya mengajak Paige yang lupa ingatan itu untuk berkencan sebanyak satu kali saja. Bagaimana mungkin Paige bisa jatuh cinta kepada Leo hanya setelah satu kali berkencan? Bagi Leo, kencan itu bisa jadi sudah kencan yang ke puluhan atau ratusan kali, tapi bagi Paige, that was her first date with Leo. Jadi kenapa usaha Leo hanya sampai di situ saja?

Masih ingat film 50 First Dates yang dibintangi oleh Adam Sandler dan Drew Barrymore? Film ini juga bercerita tentang wanita yang mengalami gangguan pada ingatannya. Dalam 50 First Dates malah jauh lebih parah; Lucy sang wanita akan melupakan Henry sang pria satu hari sesudahnya! Akhirnya, setiap hari, Henry selalu mencari cara-cara baru untuk membuat Lucy kembali jatuh hati kepada dirinya. Hubungannya dengan The Vow, menurut pendapat gue pribadi, usaha sekeras Henry itulah yang mungkin penonton harapkan akan senantiasa dilakukan oleh Leo, tanpa pernah mengenal kata menyerah.

Jadi kalau menurut pendapat pribadi gue, film The Vow terasa agak-agak mengecewakan. Akhirnya Leo menyerah dan memutuskan untuk bercerai dengan Paige. At that point, his vow in his wedding day has been broken. Memang mengharukan melihat Leo menitikkan air mata saat memutuskan untuk menyerah dan melepaskan Paige. Tapi akan lebih mengharukan jika bisa melihat Leo pantang menyerah untuk mendekati istrinya kembali.

Kembali ke pasangan Carpenters; pasangan yang mengilhami lahirnya film layar lebar ini, kenyataannya, perceraian itu tidak pernah terjadi di anatara mereka. Jika merujuk pada kisah nyata keluarga ini, sang suami benar-benar tidak pernah menyerah menghadapi istrinya yang sudah melupakan dirinya itu. Dia bukan cuma harus berusaha mendapatkan kembali cinta sang istri, melainkan juga harus bersabar menghadapi perubahan tingkah laku yang dialami istrinya pasca trauma otak.

Pada saat-saat tersulitnya, Mr. Carpenter berkata, “I’m no hero. I made a vow.”

Begitu pula dengan Mrs. Carpenter. Selama lupa ingatan (yang sampai sekarang ingatan yang hilang itu masih belum kembali lagi), dia tetap berusaha mempertahankan pernikahannya hanya karena dia merasa harus memegang teguh janjinya kepada Tuhan, yang dia ucapkan di hari pernikahannya.

Kesimpulannya kali ini, The Vow tidak berhasil masuk ke daftar film favorit sepanjang masa yang gue punya. Alur ceritanya kurang rapih, jalan pikiran tokoh-tokohnya agak sulit dimengerti, dan jalan ceritanya tidak sesuai dengan ekspektasi. Padahal film ini bisa jauh lebih bagus, dan seharusnya, film ini bisa memberikan inspirasi tentang pentingnya menjaga janji pernikahan.

Menurut gue, janji adalah sesuatu yang terkadang diperlukan usaha keras hanya untuk dapat memenuhinya. Begitu pula dengan jodoh… Tuhan hanya mempertemukan, tetapi tetap manusia yang harus berusaha untuk mendapatkan dan mempertahankannya. Itulah alasannya gue tidak setuju dengan pernyataan Leo saat memutuskan untuk melepas Paige. Dia bilang, jika mereka memang ditakdirkan untuk bersama, maka mereka akan kembali bersama.

Memang pada akhirnya, Paige sendiri yang datang kembali kepada Leo. But the thing is… the vow has been broken and in real love, having just faith is not enough. You have to fight for it, no matter what the barrier is. Berkacalah pada pasangan Carpenter… yang benar-benar berjuang sekuat tenaga instead of hanya sekedar pasrah kepada takdir.

At the end… The Vow movie is not too bad for me. At least… seeing the cute Chaning Tatum could be so much entertaining, hehehehehe.

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 962,968 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

I used to read a quote written by my former lecture saying that even a bad decision would always be much better than no decision at all. It reminded me of the decisions I put on hold and I asked myself, “What prevents me from making all those decisions?” I could instantly listed down many personal reasons that didn’t even sound good to myself. So there I made a couple of decisions; the good ones and the bad ones, and apparently it was so true: even bad decision was still better than no decision at all. First of all, it helped me to move on. I no longer waited for this and that; I made decisions and I started to make the actions. It also gave me a peace of mind knowing that I owed nothing to anyone, not even to myself. And most importantly, all those decisions made me learn, notably the bad ones. It’s not that I intentionally made a bad one, but well, how did I know my decision was bad until I gave it a try? Ever since the day I decided to stop putting my decisions on hold, my life felt a lot lighter and I have never been more proud of myself. Other people might not be happy with my decisions, but I only do what I’ve got to do and they can’t blame me for having courage to do the things they’re not willing to do. If it holds me back and nobody wants to make the call, then let me do the honor. It’s actually that simple, and again, it sets me free.
My biggest career goal is always running my own business. I have been an entrepreneur even since I was a seven years old. I was never hesitate everytime I saw an opportunity to earn some cash to buy toys and comic books. Graduating from college and starting my first corporate job has stopped me from doing my own business. I was too busy to do something else beside my main job. I tried to run a small jewelry business but then I got bored. I came to learn that if I want to start a business, I have to do something bigger. But of course, a bigger scale own business will also require a bigger effort! The comfort of corporate job made me decide to postpone starting a new business until at some point, it was no longer comforting to me. I still remember one night I went home feeling extremely upset with my boss and I just told myself, “I can’t do this forever. I can do much better than working for a jerk.” Right at that moment, I decided to start my biggest dream: starting my own business. Not so long after that, @thelenstory was born.
There is this one little secret about @thelenstory. There was one particular guy who made me fall deeper with photography. He was so talented he could make an old dirty lamp look beautifully glow in his pictures. I still remember that day on a boat, he took pictures of me and he smiled behind his lens. That kind of smile that made me feel the prettiest girl on earth. I didn’t know why but I just loved seeing this guy holding his camera. I even still loved it when he took pictures of me with his grumpy face! At the end of the day, The Lens Story is way more than just a girl who fell in love. The ups and downs, and all lifetime savings that I’ve spent have been the greatest leap of faith I’ve ever taken in my entire life. That one guy from my past was just a starting point. He was my inspiration, he made me believe that there were many hidden talents like him out there and I would be more than happy to help them start their professional career in photography. That was the very beginning story on how my start-up was born, and to me, that will always be one of my favorite stories to tell.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: