The Things I Had in Mind When I Woke Up This Morning

I woke up and I thought, “Grilled cheese sandwich would be nice.” But then I fell asleep again.

I woke up again, hugged my bolster in my arms, and I asked myself, “Am I still falling for him? Do I still want him? He doesn’t seem to do anything about me anyway. He has too many girls in his life. And that’s annoying.”

And… I fell asleep again, and when I woke up again, “Having someone on Valentine’s day will be nice though.”

Getting upset not knowing what I really wanted, I went back to sleep and when I finally woke up at 11 AM, “Whatever it is, I want grilled cheese sandwiches.”

So there I grabbed my phone and ordered myself a delicious grilled cheese sandwiches from a restaurant nearby.

Happy Saturday, everyone!

Cara Menghemat Biaya Pernikahan Ala Gue

Wait, jangan heboh dulu! Gue masih jomblo dan masih enggak jelas kapan bakalan getting married. Kalau gue bisa punya pacar di tahun ini pun (eh tapi, tahun ini udah tinggal seminggu yah), belum tentu berarti gue married tahun depan juga sih. Selain mesti nabung, gue juga ngerasa mesti mengenal dengan baik calon suami gue juga kan (ini serasa lagi ngomongin an imaginary boyfriend, hehehe).

But well, once I decided to get married, I already have a well planned wedding budget!

Ada beberapa hal yang menurut gue bisa dihemat tanpa perlu membuat acara pernikahan gue itu terasa apa adanya. Jujur, gue tipe orang yang ingin membuat acara yang berkesan… Anggaplah sebagai bentuk rasa syukur, serta untuk berbagi kebahagiaan, setelah jatuh-bangun mencari pria yang tepat selama puluhan tahun lamanya (and now I feel old, hehehe).

Worry not, a dream wedding doesn’t always mean a billion rupiah wedding! Here are some costs that can be reduced in my wedding someday!

  1. Enggak perlu ada acara lamaran yang melibatkan banyak orang. Menurut gue, acara lamaran itu seharusnya bersifat intimate, cukup melibatkan keluarga inti plus ipar plus ponakan saja. Supaya enggak usah kebanyakan pendapat saat masuk ke pembicaraan soal tanggal, lokasi, dan lain sebagainya gitu lho. Enggak usah juga booking satu ballroom hanya untuk acara lamaran atau pertunangan, cukup booking satu lounge di salah satu hotel di Jakarta (Peacock Lounge Fairmont misalnya, hehehehe);
  2. Gue hanya perlu satu cincin saja, tinggal dipindah dari tangan kiri ke tangan kanan. Asal bentuknya sesuai cincin impian gue (classic ring with a small diamond on it), cukup satu itu saja sudah bikin gue happy banget. Besides, gue ini orangnya ceroboh… bisa terasa seperti beban kalau harus menjaga 2 cincin sekaligus, hehehehe;
  3. Pre-wedding dan wedding photography cukup memanfaatkan jaringan dan keahlian gue sendiri saja. Sia-sia dong, punya bisnis fotografi kalau masih menghabiskan banyak uang untuk biaya yang satu ini!
  4. Tamu yang diundang cukup maksimal 300 orang saja (ini sudah termasuk keluarga dekat). Gue lebih suka acara yang sifatnya intimate. Enggak usah ada pelaminan, cukup buat 2-3 photo booths untuk foto-foto, supaya gue dan pasangan bisa bebas berbaur dengan orang-orang terdekat kita. Kenapa gue enggak tertarik mengundang banyak orang? Well, jumlah orang yang masih menemani hidup gue sekarang kan memang tidak seberapa banyak, dan buat gue, cukup mereka saja yang tetap menemani gue di hari pernikahan gue nanti;
  5. Tidak perlu buat acara terpisah antara akad nikah dengan resepsinya… Hidangkan tamu dengan appetizer saat akad nikah, main course dan desserts saat resepsi;
  6. Gue cukup pakai satu wedding gown saja…yang diganti cukup hijab styling-nya saja (mesti ada aksesoris warna pink saat resepsinya, hehe);
  7. Wedding gown jangan sewa, tapi bikin baru oleh designer impian gue; Anne Avantie. Mahal? Memang iya. Tapi setelah itu, bisa gue sewakan melalui bisnis fotografi gue itu (sekarang ini bisnis gue itu memang sekaligus melayani sewa busana juga); dan
  8. Untuk wedding venue, gue lebih suka outdoor daripada indoor… dan kebetulan, outdoor wedding venue harga sewanya memang jauh lebih murah daripada indoor ballroom.

Delapan hal di atas, jika gue lakukan dengan benar, semua itu akan sangat menghemat biaya pernikahan dengan tetap mewujudkan hari pernikahan yang gue impikan!

Sounds good? Now let me stop daydreaming and going back to reality, hehehehe.

Random Theory of the Day!

Jadi ceritanya, akhir-akhir ini gue sedang tergila-gila dengan sport shoes. Gue beli langsung 2 pasang sepatu Nike setelah jatuh cinta dengan 1 pasang Nike yang gue beli akhir tahun lalu. Sepatunya empuk, nggak bikin lecet, nggak bikin pegal seperti high heels kesayangan!

But did you know? Awalnya gue paling anti pakai sepatu tertutup. Trauma! Sekitar 6 tahun yang lalu, kuku jempol kaki gue pernah kena luka dalam (kukunya seperti hampir lepas!) hanya karena gue pakai sepatu tertutup selama dua hari untuk keperluan stocktaking di kantor gue saat itu. Sejak itu, gue langsung blacklist semua jenis sepatu yang tertutup bagian depannya.

Kemudian akhir tahun yang lalu, gue terpaksa beli sport shoes untuk keperluan photoshoot The Lens Story (start-up yang baru gue bangun saat itu). Tema photoshoot-nya car free day, modelnya gue dan tiga orang teman cowok gue di kantor. Demi hasil foto maksimal, gue beli sepasang Nike pertama gue. Dan ternyata sepatu Nike itu nyaman banget dipakainya! Gue pakai lagi sepatu ini untuk berkunjung ke gunung Bromo, kemudian untuk stocktaking (lagi) di kantor baru gue, dan tetap nyaman tanpa ada masalah sama sekali!

Hari ini, begitu pulang ke kos dan melepas sepatu Nike terbaru gue, gue berpikir dalam hati, “Mungkin waktu itu, gue hanya belum menemukan merk sepatu yang tepat. Mesti coba berbagai jenis sepatu dengan berbagai merk baru bisa ketemu yang cocok.”

Gue terdiam sejenak. Soal cowok pun, mungkin, sebelumnya gue hanya belum menemukan cowok yang tepat. Mungkin, gue hanya harus memberi kesempatan pada tipe cowok yang berbeda dari biasanya.

Random banget sih memang, tapi teori dadakan ini relevan banget buat gue dalam begitu banyak hal!

Dulu, gue pernah anti banget pakai soft lens. Susah pakainya dan cuma bikin stres! Sekarang? Setelah beberapa ganti merk, akhirnya gue menemukan ukuran dan merk yang tepat dan sejak saat itu, gue malah merasa nggak nyaman jika harus mengganti soft lens dengan kacamata.

Gue juga pernah merasa tersiksa jika harus banget pakai alas bedak yang sangat ringan sekalipun (gue sampai jadi kurang excited kalau diminta jadi pagar ayu hanya karena malas bersentuhan dengan alas bedak). Wajah terasa tebal dan hanya bikin minyak di wajah semakin menggila. Tapi sekarang, setelah beberapa kali mencoba berbagai merk alas bedak, gue malah jadi ketagihan pakai alas bedak!

Dan yang paling mencolok, dulu gue paling benci dengan angka-angka! Matematika, fisika, aduh lihat bukunya saja gue sudah merinding! Semuanya berubah sangat-sangat drastis saat gue mengenal akuntansi. Gue 20 tahun yang lalu pastilah enggak menyangka bahwa gue bisa lulus S1 akuntansi dengan IPK 3.7!

Don’t you see? Sometimes, we only need to widen our choices just to get our perfect match!

Jangan keburu fed-up duluan, nyerah duluan, dan kapok duluan! Berikan kesempatan pada hal-hal baru untuk melihat mana yang paling cocok untuk diri kita ini! Terus-terusan mencoba segala sesuatu yang sama persis hanya akan memberikan hasil yang juga sama persis! Stick with the goal but be flexible with the methods!

Nah, gimana? Masih nyambung nggak analogi gue ini? Mungkin, untuk urusan jodoh pun, kita hanya perlu memberikan kesempatan pada lawan jenis yang berbeda dengan mantan-mantan kita sebelumnya.

Mungkin iya, mungkin juga tidak, tapi entah kenapa akhir-akhir ini, gue cenderung berpikiran bahwa mungkin, analogi gue ini memang benar adanya.

We’ll see!

10 Makanan Kesukaan

Kemarin siang, teman sekantor gue tanya, “Elo kalo makan nggak pernah habis ya, Fa?”

Gue jawab, “Habis cuma kalo enak buat gue aja. Cuma ada sedikit makanan yang pasti gue makan sampe habis.”

Berikut ini daftar makanannya!

Gudeng Kandjeng, Blok M

Menurut gue, ini gudeg paling enak di Jakarta. Gudegnya lembut, rasa pedas di kreceknya pas, dan kuah opornya enak banget! Mesti cobain buat pencinta nasi gudeg.

Soto Ayam Santan Pak Ace, Blok M Square

Ini menu soto paling enak yang pernah gue coba. Kuah santannya itu lho… gurih banget! Potongan ayamnya juga halus sehingga kuah santannya meresap sampai ke dalam daging ayamnya. Bikin ketagihan!

Mie Ayam Pangsit Dondon, Blok M Square

Gue ini pencinta mie ayam kampung yang kuah mie-nya berminyak banget itu, hehehehe. Gue malah enggak suka mie ayam modern yang banyak dijual di shopping malls jaman sekarang. Makanya mie ayam Dondon ini cocok banget buat selera gue! Pangsit mereka juga cocok buat dimakan bareng sama mie ayamnya. Definitely the best noodle in town!

Salted Egg Chicken Rice, Eatlah & Sec Bowl

Gue jadi mulai senang makan segala sesuatu yang berbau salted eggs itu sejak pertama kali cobain Eatlah. Kalau sedang bosan dengan Eatlah, gue pesan menu yang sama ke Sec Bowl (sama-sama ada telur mata sapinya juga). Dua-duanya punya rasa khasnya masing-masing dan susah untuk dibandingkan mana yang rasanya lebih enak buat gue. I like them both equally!

Tori Kurozu, Ootoya

Nah, kalau yang satu ini harganya agak premium nih. Gue biasanya pesan menu yang satu set dengan salad dan miso soup. Rasa ayamnya agak asam sebenarnya, tapi gue malah suka banget! Saking sukanya sama menu ini, gue sampe suka sekalian makan potongan sayur yang dimasak bareng sama ayamnya itu (padahal gue ini paling anti makan sayur!).

Gulai Tunjang, Marco Padang

Ini juga harganya termasuk agak mahal, terutama buat ukuran masakan Padang. Porsinya juga kecil tapi kebetulan porsi makan gue juga toh relatif kecil. Gue suka pesan menu yang sepaket dengan sayur dan telur dadar (ini juga potongan telurnya bener-bener kecil banget). Kelebihan tunjangnya Marco itu empuk banget, sudah diiris kecil-kecil, dan bumbunya meresap sampai ke dalam. Rasanya tidak terlalu pedas sehingga malah cocok banget buat selera gue.

Restoran Padang Sederhana SA

Tiap kali makan di Sederhana, gue pasti makan sampai habis. Gue suka kikilnya, telur dadarnya, ayam gorengnya! Sekedar kerupuk kulit dikasih kuah gulai juga rasanya sudah enak! Oh ya, gue sukanya cuma restoran Sederhana yang belakangnya “SA” ya. It’s the best of the best!

Beef Yakiniku, Yoshinoya

Kalau pesan menu ini di Yoshinoya, gue pasti pesan sekalian extra bayam dan egg mayo. Rasa daging sapi, bayam, dan egg mayo ini saling melengkapi kalo menurut gue. Kalau lagi lapar banget, gue bisa sekalian pesan ukuran large! The best fast food ever deh pokoknya!

Chinese Food, Ta Wan

Ada banyak banget menu kesukaan gue di Ta Wan. Kepitingnya, ikan dorinya, macam-macam menu tahunya! Semua yang pernah gue pesan di Ta Wan enggak pernah mengecewakan deh pokoknya. Tiap kali ke mall dan bingung mau makan apa, Ta Wan solusinya!

Dim Sum, Dim Sum Inc & Pao Pao

Pertama kali datang ke Pao Pao, gue kaget banget. Katanya restoran dim sum tapi kok kalo malam berubah jadi tempat dugem? Hehehe. Tapi dim sum-nya enak banget! Sejak itu gue lebih pilih pesan via Go-Food aja. Ada juga Dim Sum Inc yang enak banget mayonnaise-nya! Jadi banyak makan dim sum-nya cuma karena suka makan mayonya aja, hehehehe.

My New “Discoveries”

Been busy with lots of stuffs going on in my life and now I’m back to this blog! Kali ini gue mau tulis hal-hal yang baru gue coba dan gue langsung suka banget! Siapa tahu bermanfaat buat yang lainnya juga.

  1. The Face Shop cleansing puff. Awalnya gue cuma iseng-iseng beli puff yang warna putih, trus gue ketagihan beli lagi yang warna hitam. Apa bedanya? Nggak jelas juga, tapi gue cara pakenya, putih buat pagi, hitam buat malam (soalnya bekas bedak susah hilang kalau si putih dipake di malam hari setelah gue bersihin make-up). Berkat dua puff ini kulit gue jadi berasa halus dan kenyal! Gue lebih suka pake yang putih karena enak aja dipegangnya, kenyal-kenyal membal di tangan dan di muka, hehehehe;
  2. Listerine Multi Protect mouthwash (botol warna ungu). Biasanya gue pake Listerine yang rasa orange, tapi karena terakhir gue belanja bulanan sedang sold-out, gue cobain si botol ungu ini. Awalnya gue gak suka banget, terasa nggak enak di mulut. Tapi ajaibnya, sekali kumur pake seri yang ini, radang di gusi gue langsung membaik dengan sendirinya! It works like a charm to my gum!
  3. Clinique BB cushion compact. Berawal dari terdampar di Bangkok tanpa bedak, gue terpaksa beli bedak di Sephora terdekat. Awalnya mau beli bedat padat, tapi tergoda pengen coba BB cushion compact yang katanya lebih bagus dari BB cream yang botolan. Gue suka karena teksturnya lebih ringan, terlihat lebih halus, dan nggak bikin jerawatan. Asyiknya lagi, pemakaian spons bikin tangan gue tidak lagi dikotori oleh alas bedak di pagi hari! Kadang kalau kelupaan, bekas bedak di tangan bisa mengotori pakaian gue sendiri. Suka banget deh sama BB cushion gue ini! Jadi penasaran pengen coba BB cushion merk Laneige yang terkenal banget itu!
  4. Snapseed. Gue lagi ketagihan banget edit foto pake apps ini. Fitur “selection” bikin gue bisa edit di bagian-bagian tertentu yang gue inginkan saja, fitur “portrait” bisa bikin model di dalam foto kelihatan lebih menonjol, dan fitur “curves” betul-betul quickfix untuk foto yang bermasalah dengan lighting;
  5. Dum-dum Thai tea. Ini beneran Thai tea paling enak yang pernah gue coba! Gue bisa pesan tiga kali dalam seminggu. Sejak minum ini, Thai tea merk lain yang sebelumnya gue suka banget jadi terasa biasa-biasa aja. Dum-dum ini bahkan terasa lebih enak daripada Thai tea yang betulan gue beli langsung di Thailand, hehehehehe.

Punya sesuatu yang kamu lagi suka banget? Share with me in the comment box!

September, Please Come Soon!

Bulan September tahun ini benar-benar bikin gue ngerasa excited! Bakalan capek, tapi capek dalam artian yang positif!

Ini agenda lengkapnya!

1 September: Idul Adha. Senang meskipun tahun ini keuangan gue sedang sangat ketat, gue bersyukur masih bisa berpartisipasi. Senang juga karena jadi dapat long weekend dan kerja cuma 4 hari aja, hehehehehe.

2 September: The first ever The Lens Story photo session! Tujuannya memang hanya untuk membangun portfolio, tapi gue tetap senang! Peran gue? Director merangkap stylist merangkap model, hehehehe.

5-8 September: Lazada Summit di Bangkok. Kerja kantoran cuma sehari aja! Big yaay! 😀

9-12 September: Bali trip with my friends! Udah kebayang akan banyak foto baru buat dipajang di Instagram gue, hehehehe.

17 September: the second photoshoot for The Lens Story portfolio 😉

21-22 September: Lazada finance team outing trip. Excited karena tahun ini panitianya tim gue sendiri! I just know that we’re gonna rock it!

See? September this year is gonna be awesome!

Fun Things this Week

Awalnya, minggu ini benar-benar minggu yang melelahkan. Ngebut bikin report bulanan karena akan ada business trip 3 hari di Bali, berangkat ke Bali dalam keadaan belum tidur (I was awake for more than 24 hours!), sampai harus menahan kantuk selama workshop berlangsung di Bali.

Awalnya workshop itu terasa membosankan buat gue, tapi lama kelamaan gue mulai enjoy! Ada juga hal-hal menyenangkan lainnya di akhir minggu yang membuat gue puas banget dengan satu minggu yang gue lewati.

Ini daftar lengkapnya!

  1. Ketemu sama teman-teman baru dari ventures lain (Lazada di negara lain). Bangga rasanya saat tahu tim gue di Indonesia sudah dua-tiga langkah lebih maju dibanding tim Finance di negara lainnya!
  2. Workshop break selama dua jam dan kita curi-curi waktu buat spa bareng! Pergi spa bareng tim FP&A dari negara lain sambil cerita banyak soal hobi kita masing-masing. Meskipun hasil mani pedi-nya mengecewakan, gue tetap senang!
  3. Mbak-mbak di spa (tiga orang sekaligus) mengira umur gue masih 21-23 tahun saja doong. It’s so flattering, hehehehe;
  4. The foot massages were so good! Pas banget ngilangin capek dan pegal di kaki gue ini. Sayang pewarnaan kuteksnya benar-benar berantakan;
  5. Kumpul bareng di pinggir kolam renang hotel sambil curhat soal beban pekerjaan masing-masing. Ternyata semua orang dari negara yang berbeda-beda punya “penderitaan” yang sama dengan tim gue. Good to know that I’m not the only one!
  6. Pergi shopping bareng adek gue, beli kelengkapan wardrobe untuk photoshoot The Lens Story yang pertama kalinya!
  7. Rapihin alis lalu mampir ke nail salon buat memperbaiki hasil meni-pedi di Bali yang kacau balau itu. And I really my new nail colors! They’re gonna look stunning in the photoshoot next week!

I have a lot of plans for September and I know it’s going to be a lot of fun! September, bring it on!