Long Weekend Agenda

Iseng-iseng, gue kepengen tulis daftar kegiatan gue untuk long weekend kali ini. Emang bukan tulisan yang bermanfaat, tapi tetap sangat lumayan untuk menyalurkan hobi nulisnya gue 😀 Who knows it will give you a long weekend idea too!

  1. Beres-beres kamar kosan. Kamar gue udah tiap hari dirapihin sama si Mbak sebenernya, tapi kalo lemari dan laci-laci itu dibuka… well, barang-barang pribadi gue saling bertumpuk dan udah enggak jelas lagi aturan main untuk peletakkan jenis barangnya! 😀
  2. Cari beberapa barang yang ‘hilang’ dengan sendirinya. Kaca mata, baju batik kesayangan, sampe bros kecil favorit gue. It must be somewhere under those piles of goods! Hehehehe;
  3. Bersih-bersih koleksi tas dan sepatu kesayangan. Sekalian dipilih-pilih tas dan baju yang udah sebaiknya dicuci di laundry terdekat;
  4. Transfer foto-foto Umrah plus Turki dari SLR ke laptop gue. Edit dikit lalu langsung upload ke social media pastinya!
  5. Belanja online. Jadi seminggu ini gue udah dua kali bolak-balik ke ke Kokas, tapi anehnya, masih ada aja barang-barang yang belum kebeli! Gue selalu aja baru ingat masih ada yang kurang setelah terlanjur naik taksi pulang ke kosan… Padahal udah pake apps shopping check list! Jadi sudahlah, belanja online saja!
  6. Home spa. Mau tau rutinitas home spa ala gue? Dimulai dari facial steaming, scrubbing, pake masker, pake lotion, abis itu self manicure and pedicure juga;
  7. Meet up with an old friend. This one is gonna be so much fun!
  8. Googling tempat-tempat yang belum gue kunjungi di Bangkok dan Phuket untuk trip selanjutnya bulan depan. Aaah, I just can’t wait for this trip!
  9.  Nonton siaran ulang acara-acara TV kesukaan gue di Starworld;
  10. One thing for sure: writing more blogs!

Entah kenapa, long weekend ini gue pengen bisa bebas dulu dari pekerjaan. Karena jangan salah, selama di Arab dan Turki kemarin, gue tetap aktif baca dan balas e-mail pekerjaan dari kantor lho. Tapi kali ini, gue mau istirahat dulu!

Welcome long weekend and let’s have some fun!

Suka Duka Anak Kos

Cukup banyak orang yang heran kenapa gue malah mutusin buat balik lagi jadi anak kos ketimbang tinggal di rumah ortu yang sebenernya nggak jauh-jauh amat (baca: Bekasi). Padahal sebetulnya memang benar juga, tinggal sama ortu itu banyak benefit-nya. Ada yang bikinin sarapan, pulang-pergi kerja dijemput si Papi, ditambah kalo di rumah jadi bisa dekat sama si ponakan kesayangan… Tapi sebetulnya, ngekos juga banyak kelebihannya kok!

Berikut ini hal-hal yang gue suka dari tinggal di kosan:

  1. Ke kantor cuma 5 menit naik ojek dan nggak pake macet. Ada meeting pagi? No worries!
  2. Bisa pulang ke kosan kapan aja gue mau. Kalo dulu, gue lebih suka pulang agak malam setelah kemacetan mereda. Tapi sekarang, misal gue sedang capek-capeknya, gue bisa pulang tenggo tanpa perlu takut kena macet!
  3. Bisa tidur sampe siang hari kalo lagi weekend, hehehehe;
  4. Reactivating my social life. Dulu tiap kali weekend, bawaannya malas keluar-keluar rumah. Habisnya jauh sih! Tapi kalo sekarang? Hampir tiap weekend ada aja agenda meet-up gue;
  5. Dekat ke mana-mana. Udah jarang banget tuh, gue ngaret saat janjian sama orang lain. Gue selalu bilang sama mereka, ping gue kalo mereka sudah dekat. Dijamin kurang dari setengah jam gue udah sampe ke lokasinya!
  6. Karena lokasi kosan gue persis di tengah kota, jadi banyak orang yang menawarkan nganterin gue pulang ke kosan. Jadi hemat ongkos taksi deh, hehehehe;
  7. Masih karena lokasi kosan yang strategis, enggak pernah ada tuh, restoran yang enggak bisa delivery ke kosan gue. Enggak mesti pergi ke mall hanya untuk cari makanan enak!
  8. Bisa pulang dulu ke kosan misal ada acara malam hari yang mengharuskan gue untuk berganti pakaian. Nggak perlu lagi tuh, repot-repot bawa baju ganti dan touch-up di kantor 😉
  9. Jadi lebih mandiri. Pergi belanja sendiri, ngerapihin lemari baju sendiri, cari makan dan minum juga harus sendiri… Nggak bisa lagi apa-apa tinggal minta ke Papi, Mami, ART, atau adek-adek gue di rumah, hehehehe;
  10. Jadi punya lebih banyak waktu luang buat diri gue sendiri. Buat baca buku, nonton TV, dan juga buat bikin tulisan baru di blog! Mungkin itu sebabnya akhir-akhir ini gue makin rajin posting tulisan baru ke blog gue ini, hehehehe.

My Most Favorite Online Shops

Belakangan ini, ceritanya gue sedang mengalami writer’s block. Kehabisan ide, bingung mau nulis apa, semua yang gue tulis entah kenapa jadi kelihatan enggak enak buat dibaca… Akibatnya, waktu luang gue di rumah jadi gue habiskan buat belanja online! Sampai akhirnya gue kepikiran… kalo gitu kenapa gue enggak tulis soal online shopping aja? Soal online shops kesukaan gue itu!

Finally… my writer’s block is over, hehehehe.

.

Zalora

I think I am one of Zalora number one fans, hehehehe. Hampir tiap bulan (atau tiap minggu?) gue belanja di e-commerce yang masih sodaraan sama Lazada ini. Beli atasan, bawahan, dress, sampai pernah juga nekad beli sepatu online di Zalora.

Selain suka belanja di Zalora, gue juga suka banget sama fashion label-nya mereka. Modelnya feminim dan mostly gue banget. Pilihan warnanya juga cantik dan sesuai dengan selera gue. Udah enggak kehitung ada berapa baju merk Zalora yang ada di dalam lemari gue.

Hal lain yang gue suka dari Zalora; banyak banget extra discount-nya! Belanja pake CC BCA atau HSBC gue, udah pasti dapat extra discount 15%. Belum lagi discount vouchers dari Zalora yang bisa sampe 30%! I think Zalora is the most generous online shop in Indonesia 🙂

One other best thing about Zalora is the product display. Gue paling nyaman dengan Zalora ketimbang kompetitor mereka untuk urusan yang satu ini. Gue bisa lihat produknya dari depan, belakang, lalu ditambah foto zoom-in supaya kita bisa lihat tekstur bahannya! Ada pula informasi soal ukuran tubuh dan ukuran pakaian yang dikenakan oleh model katalognya. It helps me a lot to decide the clothing size.

Saking sukanya sama Zalora, Jujur kadang-kadang, gue berpikiran… harusnya gue kerja di Zalora aja, jangan di Lazada, hehehehe.

.

Shopatvelvet

Shopatvelvet ini salah satu local brands kesukaan gue. Website mereka khusus menjual fashion items produksi mereka sendiri. Design-nya sederhana tapi terlihat cantik dan enggak pasaran. Emang sih, makin lama makin banyak merk lain yang meniru design-nya mereka, tapi gue tetep ngefans sama merk yang satu ini!

Oh ya, hebatnya Shopatvelvet, ada cukup banyak produk keluaran mereka yang laris terjual hanya dalam hitungan jam! Makanya tiap kali mereka baru launching new collection, dijamin gue bakalan heboh! Bangun tidur langsung belanja online demi dapetin produk terbaru mereka yang gue suka. Bravo for the owner of Shopatvelvet!

.

Berrybenka

Lagi-lagi, Berrybenka ini spesialis fashion items. Harga barang yang gue beli dari Berrybenka umumnya lebih murah daripada barang yang gue beli dari Zalora. Senang rasanya ngelihat Berrybenka terus berkembang dengan bisnisnya. Mulai dari menyediakan fitur wishlist (finally!), loyalty program, dan tentu saja fashion label-nya juga!

Speaking of Loyalty Program, satu hal ini pula yang bikin gue makin suka belanja di sini. Ada level Silver, Gold, sampe Platinum. Jadi berasa special aja gitu, hehehehe. Apa lagi nantinya, Platinum customers akan punya customer service representative khusus untuk Platinum members!

Kemudian untuk fashion label Berrybenka, gue paling suka sama celebrity collection-nya. Jadi ceritanya, mereka bekerja sama dengan tiga artis lokal untuk meluncurkan serangkaian koleksi yang gue suka banget! Ada beberapa design yang gue enggak gitu suka dengan pilihan warnanya sih, tapi gue tetep suka! Malah kalo menurut gue, label Berrybenka punya lebih banyak trending items daripada labelnya Zalora.

I’m so proud that Indonesia has fast growing local e-commerce like Berrybenka. Best of luck!

.

StrawberryNET

StrawberryNET ini bisa dibilang spesialis produk-produk kecantikan. Rasanya enggak ada online shop lain di Asia yang punya koleksi kosmetik dan wewangian sebanyak StrawberryNET. And the best part about this shop, it’s free shipping plus free import tax and duty across the nations! Yang masih harus bayar shipping cost hanya produk parfum dan itupun masih relatif murah buat ukuran international shipping.

Sayangnya kalau bicara soal harga, belanja di StrawberryNET belum tentu lebih murah daripada harga counter, terutama kalau nilai tukar Rupiah sedang melemah. Jadi harus rajin-rajin bandingin harga sebelum beli. Strategi gue ya apalagi kalo bukan bandingin dulu sama harga di Lazada? Hehehehe.

Yang selalu gue nanti-nantikan dari StrawberryNET adalah daily deals-nya mereka. Untuk produk-produk yang dijual dalam daily deals rasanya udah pasti paling murah deh. Diskonnya aja bisa sampai 80% lho. Udah dapet special price, masih bisa ditambah pula dengan loyalty discount plus promo-promo mereka yang lainnya! Jarang ada online shop yang berani kasih multi-discounts seperti ini.

Satu-satunya kekurangan belanja di StrawberryNET ya sudah pasti masa tunggunya lebih lama secara produknya dikirim dari negara lain. Tapi kalo emang bisa dapet harga murah, atau kalo barangnya termasuk langka di Indonesia, ya kenapa tidak?

.

Lazada

Awal-awal kerja di Lazada, gue suka bingung… Kenapa ya, penjualan Lazada bisa sebegitu gedenya? Kenapa orang-orang suka banget belanja di sini? Beli barang elektronik bukannya lebih enak beli offline? Kalo barangnya rusak di pengiriman gimana coba?

Tapi belakangan ini… gue sendiri jadi rajin belanja di Lazada. Bukan karena gue kerja di sini dan dapet diskon khusus karyawan lho ya, secara emang beneran nggak ada diskon karyawan di kantor gue, tapi lebih karena ternyata, Lazada itu serba ada! It’s so much more than an electronic online shop.

Bedak dan eyeliner L’oreal gue, pembersih muka Clinique, mascara Lancome, eye shadow Mac, sabun mandi Cottage, Burberry EDP, sampe kapas berbentuk lingkaran yang jarang ada di supermarket itu semuanya ada di Lazada. Intinya, hampir semua merk yang biasa gue pake lengkap tersedia di Lazada! Belum lagi barang-barang unik seperti sarung buat koper dan mesin uap buat facial ternyata ada juga di website kantor gue itu. Berkat Lazada, gue jadi jarang banget pergi ke supermarket buat belanja bulanan, hehehehe.

Honestly, I’m glad that I decided to work in Lazada. Gue jadi tahu belakang layarnya, rahasia suksesnya, sampai suka duka dalam ‘membesarkan’ e-commerce baby sampai jadi top player seperti sekarang ini. Mungkin suatu hari, gue akan kepingin membangun online shop gue sendiri. Who knows? Hehehehe.

The Shopaholic Problems

If you ask me about my hobbies, I will easily answer: “Shopping, reading, writing, traveling, shopping again.” It never fails to make me happy, it makes me so grateful for everything I have, and it encourages me to work even harder 😉

I know that being a shopaholic is not a good thing, but I simply think… as long as it doesn’t throw me to a financial problem, then why not? You know… Sophie Kinsella once said in her book, “I’m not a shopaholic, I’m helping the economy.” 😀

So thank God that I never have any financial issue just because of my shopping madness, BUT, I still do have a few shopping problems. Here is the list!

  1. Keep buying a lot of clothes (almost every week!) yet everyday in the morning, I look at my closet and say, “I have nothing to wear today.”
  2. Find a cute top or dress in store but the only size available is too big for me. I still buy it anyway because I think, “I will gain more weight and it will fit me perfectly.” But of course, I never gain more weight. No time to go to a tailor either;
  3. I tend to buy clothes and bags in almost the same model or the same color, over and over again. That’s why some types of items are known as “it’s so Riffa” among my friends;
  4. I love buying beautiful shoes but if they hurt me badly, they will end up in their boxes until I finally I give them away to someone else;
  5. I have read a lot of books and sometimes, I buy a book that I already read before. I will realize that I’ve ever read that book usually after a few chapters passed;
  6. I’m still a fan of Detective Conan comic book. Everytime I visit a book store, I get confused. “What was the latest number that I read?”
  7. I’m a book freak who keeps buying a new one even though I know that I still have some sealed books at home;
  8. Buy something cool at Ace Hardware but then I don’t know how to build that stuff;
  9. I often shop online but I never return my items even if they don’t fit me or disappoint me in any way. I consider that as the risk of online shopping, hehehehe;
  10. Tempted to buy new lipstick colors but then I only use them once or twice just because my lips get dry. I’ll still buy another one anyway, hoping that it won’t cause the same trouble, hehehe;
  11. When I travel, I buy so many cute stuffs for my families and friends. But sometimes, I will keep some of them for myself 😀 ;
  12. Buy something, then I forget about it, and when someday I find it somewhere in my room, I surprise myself, “I forget that I have a cool stuff like this!” It feels like finding a buried treasure, hehehehe;
  13. Need a pack of cotton but then I leave the store with three shopping bags with many random stuffs inside. Big sigh;
  14. Sometimes, I buy a fragrance just because the bottle is cute. What if it smells bad on me? It still looks good on my vanity table anyway; and
  15. I don’t really like kids but I enjoy shopping many random stuffs for my little nephew. If the item is for girls only, I will still buy it because I think, “It will be a gift to my – unborn – friends’ daughter.”

My Wish List ;)

Kali ini, iseng-iseng gue mau share wish list gue. Kenapa masih wish list? Kenapa judulnya bukan shopping list? Karena enggak mungkin gue beli semua barang ini bersamaan, bisa-bisa gue gagal nabung, hehehehe. Kalo kalian punya rekomendasi atau product review, please let me know yaa!

  1. Standing iron. Belakangan ini, gue lagi sering banget pake rok atau atasan yang ada pleats-nya. Dan tentunya, nyetrika lipatan itu ribetnya setengah mati! Salah-salah malah bisa ngerusak bentuk! Terinspirasi dari setrika uap yang suka ada di toko baju, gue pun jadi kepingin beli satu buat dipake di rumah gue, hehehe;
  2. DKNY MY NY. Ini parfum katanya sih lagi naik daun banget di US dan UK sana. Belum sempet nyobain wanginya sih, tapi botolnya itu lho… lucu banget! Gue belum punya botol parfum yang model begitu, hehehehe;
  3. Glamglow. Masker lumpur yang satu ini juga lagi populer di kalangan aktris Hollywood. Ampuh bikin muka jadi lebih mulus dalam sekejap katanya sih. Gue mau coba beli ini nanti aja kalo masker lama gue udah mau abis;
  4. Tablet baru. Untuk yang ini, gue masih belum tau mau beli merk apa, yang jelas bukan iPad. Handphone udah pake iPhone, jadi tablet harus OS Android supaya aplikasi berbayar yang udah gue beli enggak terbuang sia-sia 😀 Tadinya sempet mau beli Galaxy Note Pro, tapi ternyataa, size-nya gede banget!
  5. iPhone 6. Gue udah fed up banget sama iPhone 5 gue. Daya tahan baterainya payah banget! Blitz kameranya juga udah rusak parah. Pengen ganti secepatnya tapi gue masih sayang banget sama koleksi iPhone 5 case gue yang lucu-lucu itu, hehehehe;
  6. Kate Spade. Gue udah lama banget naksir sama merk tas ini, kepengen beli tapi selalu aja batal karena masalah ukurannya yang terlalu kecil. Ada beberapa size besar, tapi gue enggak gitu suka sama modelnya. Tapi sudahlah, I MUST have at least one or two (or three?) Kate Spade handbag 😉
  7. Sarung jok mobil. Waktu kapan itu udah sempet tanya-tanya, udah sempet lihat-lihat juga contoh gambar di Google, tapi selalu aja mentok hanya karena dilema mau beli material kulit asli atau cukup yang sintetis aja. Life is made up of many difficult choices, hehehehe.

5 Hal Yang Bisa Bikin Gue Iri

Pada dasarnya, gue bukan tipe orang yang suka iri. Gue percaya tiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, ditambah, gue juga udah happy and satisfied with myself. Tapi tetep aja, namanya juga manusia, gue masih aja suka iri sama cewek-cewek lain. Dalam hal apa saja? Check this out!

  1. Cewek yang jago nyetir. Di mata gue, cewek yang jago nyetirnya itu keren banget lah. I’ve been learning how to drive since a long time ago, yet I still don’t have the courage to drive without somebody else sitting next to me;
  2. Cewek yang mukanya mulus tanpa perlu perawatan khusus. Beda banget sama muka gue, sekali aja lupa cuci muka, paginya pasti langsung ada dua atau tiga jerawat baru. Dulu muka gue pernah jerawatan agak parah, baru mendingan setelah pake produknya Clinique yang harganya relatif mahal kalo buat gue. Ngiri banget lah, sama cewek-cewek yang mesti keluar banyak uang cuma buat dapetin muka mulus…
  3. Orang yang bisa pergi berlibur berkali-kali dalam setahun. Kalo gue? Cuti dalam setahun cuma 12 hari! Mau unpaid leave tapi kok ya sayang kalo gaji gue sampe dipotong cuma karena jalan-jalan. Belum lagi gue punya kerjaan yang sebenernya susah banget buat ditinggal 😦 Jadi sudahlah… untuk sementara, one long trip every year udah cukup buat gue;
  4. Cewek yang pasangannya masuk ke dalam kategori gue banget. Dan sedihnya, cowok-cowok yang tipe-gue-banget-itu semuanya udah punya pacar atau istri. Dalam hati gue sampe suka mikir, “This girl is so lucky to have him.” Tapi untuk yang satu ini, mungkin gue enggak akan lagi ngerasa iri kalo gue juga udah nemuin Mr. Right gue sendiri, hehehehe; dan
  5. Cewek-cewek yang masih bisa pake super high heels. Kenapa gue sampe iri sama mereka? Karena tanpa high heels pun, tinggi gue udah 175 CM, sedangkan banyak banget high heels di toko sepatu yang menurut gue tuh keren-keren banget! Tapi sudahlah… meskipun demikian, gue tetep cinta banget kok, sama kaki panjang gue ini, hehehehe.

Sekian blog nggak penting gue hari ini. Now I’m going back to work 😉

10 Gifts I Want for My Birthday

Berhubung sebentar lagi gue mau ultah, gue mau bikin list daftar barang yang gue pegenin buat kado ultah tahun ini. Kali aja keluarga dan temen-temen gue kebetulan baca lalu mereka berinisiatif buat beliin gue barang-barang ini, hehehehe.

  1. Dompet baru… pengennya warna hitam. Dua dompet yang gue pakai tahun ini cuma gue pake beberapa bulan saja karena warnanya cepat kelihatan kotor. Jadi mendingan beliin warna hitam;
  2. Aroma therapy-nya The Body Shop, beliin yang aromanya paling lembut. Jangan cuma beli refill-nya doang yah, sama botol dan kayu-kayunya juga, hehehehe;
  3. Casing lucu buat iPhone 5, atau Gemini, atau Notes 10.1 gue. Gue ini kan semacam collector casing hp yang lucu-lucu 😀
  4. Kalo perlu sekalian beliin gue tablet baru, yang lama udah lecet-lecet, hehehehe. P.s.: I love iPhone, but I’m not an iPad big fan. Beliin gue Android aja ok, minimal 10.1 inchi… (seolah bakal beneran ada yang beliin gue kado semahal ini, hehehehe);
  5. I’m a bag collector too. Lagi pengen beli Furla dan Bonia, tapi merk lain juga boleh deh. Kalo bisa warnanya putih dan bahannya nggak gampang kotor;
  6.  Syal rajut yang hangat… kalo perlu satu set sama gloves-nya, buat Japan trip awal tahun depan;
  7. Spring coat, yang modelnya pake pita ikat di pinggang dan bagian bawahnya agak mengembang. Waktu kapan itu nemuin model ini di Max Mara PS, tapi nggak berani masuk takut harganya kemahalan, huhuhuhu;
  8. Kalo perlu sekalian sama tiket pesawat buat liburan tahun depan, hohohoho. Kalo tiket Jepang udah beli, tapi rencananya pengen balik lagi ke Phuket. Jadi beliin tiket pesawat Jakarta-Phuket PP aja ok…
  9. New digital camera… pengen beli EOS M. Beliin yang warna putih yah!
  10. Peak season udah mulai… bakal lebih sering pake kacamata daripada softlens. Jadi pengen punya kacamata baru… kemaren nemu kacamata Dior di Melawai, kayaknya keren, hohohoho.

Abis bikin list ini… gue malah stres. 10 hal di atas bisa jadi sebetulnya shopping list gue sendiri. Padahal gue sedang berniat buat belajar berhemat! Apartemen udah mau kebangun dan belum ada cukup duit buat ngedekor plus beli-beli perabotnya! Fufufufu… Makanya, kalo ada yang bantu beliin 10 benda itu buat kado ultah gue, waah, gue bakal terbantu dan berterima kasih sekali, hahahaha.

I Really Want to Eat These Foods Again!

Batagor Binus

Banyak yang bilang, batagor yang dijual beberapa abang-abang bergerobak di sekitar kampus Binus itu isinya cuma tepung ditambah rasa ikan. Tapi kalo buat gue, batagor Binus tetep batagor yang paling enak! Bentuknya bulat dengan saus kacang yang tidak pedas dan bikin ketagihan! Tiap kali balik ke Binus untuk urusan administrasi, gue selalu bertekad harus beli batagornya juga. Tapi begitu keluar mobil dan merasakan betapa panasnya temperatur kota Jakarta… gue langsung mengurungkan niat. Mungkin lain kali gue nitip sama adek-adek gue yang masih kuliah di Binus aja, hehehehe.

 

Ayam goreng Jumbo Jambi

Ini juga dijual di warung kecil deket kampus Binus. Rumah makan sederhana yang cuma jualan ayam goreng tepung… tapi tempatnya selalu ramai pengunjung! Satu porsi isinya 1 ayam ukuran besar dan 1 potong chicken wing. Kematangan ayamnya pas, tepungnya crunchy, dan saus sambalnya bener-bener bikin pengen lagi dan lagi! Kata adek gue, sausnya itu saus sambal Belibis. Gue lalu coba beli Belibis di Carefour, tapi ternyata… rasanya sama sekali enggak mirip! I really wish I could eat this fried chicken again… but too bad… Jumbo Jambi has been closed permanently 😦

 

Hotdog Dejons Tebet

Gue pertama kali makan di sini beberapa tahun yang lalu bareng temen-temen di EY. I was always happy when my friends brought me to eat in this café. Porsi hotdog-nya pas buat ukuran gue, delicious beef sausage dengan limpahan mayonnaise yang enak banget! Sayangnya, setelah resign dari EY, gue udah enggak pernah lagi makan di sini. But I’ll be back there anytime soon!

 

Gado-gado di belakang Bidakara

Klien pertama gue di EY dulunya berkantor di gedung Bidakara. Di belakang gedung itu, di daerah perumahannya, ada satu rumah kos yang punya rumah makan kecil-kecilan. Menu favorit gue di sana sudah tentu gado-gadonya! Tipe gado-gado modern dengan bumbu kacang (kalo nggak salah, mereka pake kacang mede) yang manis dan enak banget. Pengen balik lagi makan di sini, tapi entah kapan secara takutnya mereka cuma buka di hari kerja aja.

 

Sate Padang di daerah Lirik

Ini juga salah satu makanan dari masa lalu yang kemungkinan besar, enggak akan pernah gue makan lagi. Secara yaa… rumah makannya terletak di pedalaman Riau! Jadi dulu itu, gue pernah 3 tahun berturut-turut stocktaking di gudang klien gue yang terletak di daerah Lirik. Dan tiap kali gue datang ke sana, si klien selalu aja bawa gue makan ke tempat ini. And I really enjoyed the food! Bumbu kacangnya yang kental, gurih, dan tidak terlalu pedas. Hope I could find the same tasty food here in Jakarta!

 

Gudeg asli Yogyakarta

Gue pertama kali makan nasi gudeg di semacem warung tenda lesehan di Malioboro, pernah juga jadi menu makan siang waktu gue bertugas jadi panitia perpisahan kakak kelas di kota ini, dan gue selalu suka sama gudeg asli Yogya. Ada banyak tempat makan gudeg di Jakarta, tapi entah kenapa, rasanya enggak pernah sama. Gudeg di Jakarta itu biasanya kurang empuk, warnanya kurang gelap, dan rasanya kurang manis. Tergoda ikut temen-temen gue ke Yogya November tahun ini, tapi sayangnya… November is my peak season already.

 

Ketan mangga di Bangkok

Sebetulnya menu sejenis banyak dijual di restoran Thailand di Jakarta, tapi rasa makanannya nggak ada yang mirip! Mangganya aja bukan mangga harum manis yang biasa dipakai oleh restoran di Jakarta, melainkan mangga khas Thailand yang ukurannya lebih kecil dan lebih lonjong daripada harum manis. Tekstur ketan dan saus santan manisnya juga belum ada yang bisa menandingi. It will be the first food I eat if I go back to Bangkok next year.

 

Kue sus di Dunkin Donut Korea

Aneh ya… jauh-jauh ke Korea, yang gue kangenin malah kue susnya, hehehehe. Adonannya lembut dengan sweet custard yang enak banget! Penginapan gue di Seoul kebetulan deket banget sama Dunkin,  dan waktu itu gue pernah beli sus ini buat sarapan, buat cemilan di malam hari, dan pernah juga buat ngemil siang-siang sekalian mengistirahatkan kaki setelah berjam-jam pergi belanja. Semoga someday Dunkin di sini juga jualan kue susnya.

Kalo Gue Jadi Menteri Pariwisata…

Setiap kali pergi jalan-jalan ke luar negeri, gue suka berangan-angan… “Indonesia juga bisa kayak gini kok!” Dan ceritanya sekarang gue kepingin berbagi isi khayalan gue itu. Mungkin bukan sesuatu yang benar-benar realistis, tapi buat lucu-lucuan ya nggak ada salahnya lah yaa, hehehe. So here we go… below are my big projects if only I were the Minister of Indonesian Tourism

  1. Meneruskan proyek monorail dengan fokus menghubungkan shopping malls favorit di Jakarta, plus, sebagai sarana transportasi dari pusat kota menuju Ancol dan Taman Mini;
  2. Maksimalkan potensi TMII! Waktu di Korea, gue sempat mengunjungi Korean Folk Village, semacam desa tiruan Korea di jaman dulu. Di dalamnya, kita bisa melihat rumah-rumah tradisional Korea yang berasal dari berbagai macam provinsi di sana. Trus gue juga cukup tertarik menyaksikan ritual pernikahan tradisional ala Korea. Saat itu gue berpikir… di mata turis asing, pernikahan tradisional Indonesia juga nggak kalah menarik kok. Bule-bule pasti seneng melihat sepasang pengantin yang sibuk narik-narik satu ekor ayam panggang, hehehehe;
  3. Bersihkan pantai dan laut Ancol! Populerkan water sport di sana dan dirikan sebuah live show company sekelas Siam Niramit-nya Bangkok atau Jump dan Nanta-nya Seoul. Pattaya di Thailand dari segi pemandangan biasa-biasa aja, tapi hanya dengan jualan the best cabaret show dan water sport, Pattaya bisa jadi objek pariwisata yang populer banget di Thailand;
  4. Bangkok terkenal sebagai pusat belanja murah, padahal kenyataannya, harga barang di Jakarta juga nggak kalah murah kok. Kita punya Tanah Abang yang sudah diperbarui, ada pula ITC Mangga Dua dan ITC Kuningan yang terkenal dengan barang murah tapi lucu. Rapihkan shopping malls, jangan penuhi koridor dengan barang dagangan, jaga kebersihan toilet, pasang information board in English, dan tindak tegas copet-copet yang masih suka berkeliaran di mall;
  5. Bikin join investment dengan salah satu konglomerat Indonesia untuk membangun Disneyland di suburban area (misalnya: Bogor), kemudian siapkan satu line kereta khusus dari Jakarta menuju Disneyland. Disneyland will never ever fail to attract foreign tourists;
  6. Bikin direct flight Jakarta-Raja Ampat dan lakukan promosi berskala internasional. Harus disediakan juga penginapan yang murah tapi nyaman untuk menarik minat backpackers; dan
  7. Kurangi polusi… Asap-asap tebal dari knalpot kendaraan bukan pemandangan yang menyenangkan! Jumlah tuna wisma, tukang minta-minta, dan pengamen yang suka maksa juga harus dikurangi. It’s important for the tourist to feel safe.

Mimpi yang Aneh

Ada lagi nih, satu tulisan lama yang kepengen gue sharing di sini… Agak-agak jayus dan nggak lucu, tapi tetep pengen gue share, hehehehe.

 

Mimpi yang Aneh

Jakarta, 31 Juli 20xx

 

Semalem gue mimpi aneh banget… Aneh tapi anehnya lagi, mimpi itu terasa jelas dan urutan ceritanya pun masih gue inget sampe sekarang.

Di mimpi itu, gue nginep bareng temen-temen kantor di hotel yang mewah banget. Ruang makannya outdoor di tengah-tengah taman dan kolam renangnya luaaas banget.

Nah, pas lagi asyik makan malem, gue dapet kabar bahwa pacarnya temen baik gue di kantor baru aja meninggal dunia! Saking sedihnya, temen gue itu ngumpet terus di dalem kamar dan tiba-tiba, dia menghilang ke dalam hutan!

Orang-orang heboh nyari si temen gue ke dalam hutan. Dan gue masih inget, sebelum adegan nyari temen ke dalam hutan, gue sempet-sempetnya mampir ke dapur hotel nyariin dessert yang tinggal sisa dua biji doang. Gue sempet diomelin sama kokinya, “Taruh kuenya di nampan, jangan di piring!”

Balik lagi ke hutan, di sana kita nemuin semacem rumah kecil dengan fasilitas AC yang masih berfungsi dengan baik. Tapi ternyata, temen gue itu gak ada di sana.

Nggak lama kita ketangkep basah sama petugas yang nyuruh kita bubar (dan disuruh balik ke hotel kali ya).

Tinggallah satu orang entah siapa di tengah hutan yang masih terus mencari. Ternyata orang itu bisa berubah jadi beruang! Si beruang lalu nemuin gerombolan orang di tengah hutan sedang beramai-ramai menyiapkan sesuatu.

Tiba-tiba, ada seseorang di tengah gerombolan itu yang berteriak, “Itu beruang mencurigakan! Masa’ beruang bawa-bawa boneka??”

Si beruang pun dikejar-kejar oleh gerombolan itu. Beruang berlari kencang, masuk ke gedung hotel, terjebak di lantai atas yang ternyata cuma berisi kamar-kamar hotel, sampai akhirnya dia punya ide.. Beruang ini berubah wujud lagi jadi manusia lalu terjun ke kolam renang lewat saluran toilet (jangan tanya gimana caranya, gue juga bingung tau-tau aja dari saluran toilet munculnya udah di perosotan panjangnya kolam renang hotel!).

Mimpi berpindah lokasi ke rumah gue. Ceritanya gue lagi packing, besok pagi gue mau pergi ke Phuket sama temen-temen kuliah. Anehnya, di sana ada satu orang temen sekantor nemenin gue packing. Dan ternyata, dia juga bawa satu orang temen SMP-nya. Si temen SMP-nya temen gue itu terus-terusan manggil gue ‘Ceu’. Gue bilang, “Jangan panggil gue Ceu dong. Panggil Ipeh aja.”

Temennya temen gue itu ketawa, terus dia nanya, “Liat passport elo dong.”

Temen gue juga nimpalin, “Iya Peh, liat passport elo dong.”

Dan gue pun jadi panik.. Besok pagi gue mau pergi ke Phuket tapi gue belum punya passport! Aarrrgghh!!!

Pesan moral dari mimpi gue: gue harus bikin passport, secepatnya, hehehe.

 

Faktanya: Gue baru bikin passport 2 minggu menjelang keberangkatan gue ke Phuket, hehehehehe.