A journey to remember

Dalam Suka dan Duka

Posted on: March 25, 2012

Gue tipe orang yang sangat percaya bahwa “dalam suka dan duka” adalah prinsip yang paling mendasar dalam setiap jenis relationship. Bukan cuma soal cinta-cintaan, tapi juga dalam hubungan antar saudara, antar sahabat, antar rekan kerja… Gue sejak dulu selalu meyakini, di saat kita senang, semua orang bisa jadi teman. Tapi di saat kita sedang susah, itu belum tentu. Karena itulah gue selalu berusaha keras untuk mempertahankan orang-orang yang pernah sangat berjasa di masa-masa sulit gue terdahulu.

Tapi sekarang, gue mulai melihat sisi baru dari definisi suka dan duka. Dulu, gue hanya fokus pada kata “duka”, dan gue tidak menyangka… bahwa ibarat dua sisi mata uang, masih ada kata “suka” yang ternyata juga memiliki makna yang tidak kalah mendalam.

Gue punya beberapa orang, yang bukan berasal dari keluarga inti gue, yang pernah cukup sampai sangat berjasa dalam perjalanan hidup gue. Gue juga punya beberapa teman baik yang dulu menemani di masa-masa cupu gue dulu. Kata orang, teman sejati adalah teman yang sudah menemani sejak kita belum menjadi siapa-siapa. Teman yang datang setelah kita mulai bersinar bisa saja orang-orang yang mendekat karena ada maunya. Tapi kenyataannya, bukan itu yang gue dapati…

Entah kenapa, gue beberapa kali merasa dimusuhi oleh orang-orang terdekat gue dulu.

Ada teman masa kecil yang suka tiba-tiba bikin status Facebook atau Twitter yang jelas-jelas nyindir gue. Tidak menyebut nama, tapi semua yang dia sindir itu, sangat erat berkaitan dengan gue. It’s too obvious to be considered as a coincidence.

Ada pula yang tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba saja dia menasehati nyokap tentang gue, yang bukannya bikin nyokap berterima kasih, yang ada malah bikin nyokap jadi sewot dengan nasehatnya itu. Jelas terlihat orang ini sedang berusaha keras untuk membuat gue kelihatan jelek. Padahal dulu, orang ini pernah beberapa kali mengulurkan tangannya di masa-masa tersulit gue.

Ada lagi beberapa teman lama yang dulu suka ngajak kumpul-kumpul, tiba-tiba susah banget diajak ketemunya. Gue sampe mikir… Gue juga tipe orang yang sering kerja lembur, bukan tipe yang bisa pukang tenggo setiap harinya. Kadang weekend tetep harus berkutat sama kerjaan. Tapi gue bisa kok, nyisihin waktu buat temen-temen gue. Tapi kenapa mereka enggak bisa ngelakuin hal yang sama?

Kemudian yang paling bikin kecewa, ada teman yang entah kenapa, tidak mengundang gue ke salah satu acara pentingnya. Padahal hampir semua orang terdekat gue tahu bahwa gue berteman baik sama cewek yang satu ini. Gue sampe bingung… Kenapa? Padahal terakhir kali gue ketemu sama dia, semuanya baik-baik aja… Everything was fun as usual. Anehnya lagi, giliran teman-teman yang dia bilang suka ngomongin dia di belakang, malah diundang ke acaranya itu…

Gue sering curhat sama adek gue soal tingkah laku orang-orang itu… Kalau misalkan sedang ada konflik antara gue dengan mereka, maka gue bisa ngerti kenapa mereka bersikap seperti itu. Tapi masalahnya, jangankan ada konflik, ketemu face to face aja udah jarang kok. Setiap kali ngobrol via YM, atau bertukar comment di social media, semuanya baik-baik aja kok. Jadi sebenarnya gue salah apa sama mereka?

Setiap kali gue mempertanyakan hal itu, adek gue selalu menjawab, “Mereka cuma iri sama Kak Ifa.”

Awalnya gue enggak begitu setuju sama pendapat adek gue itu. Kenapa juga mereka harus iri sama gue? Gue belum jadi miliarder. Kerja juga belum jadi direktur. Jadi rasanya enggak mungkin mereka bersikap antipasti seperti itu hanya karena merasa iri… Lagipula sebetulnya gue agak-agak tidak percaya bahwa orang-orang baik seperti mereka bisa bersikap menyakiti hati hanya karena merasa iri. Gue juga tidak percaya bahwa mereka tidak lagi peduli dengan hubungan baik yang sudah bertahun-tahun terpelihara.

Tapi lama kelamaan, semakin gue berusaha menyangkal, semakin jelas terbukti bahwa kenyataannya, mereka tidak bisa lagi menemani gue di saat suka. Dengan berat hati gue harus akui… orang yang dulu sering menolong gue itu, sepertinya merasa terancam melihat cepatnya perjalanan karier gue. Padahal sampai hari ini, gue belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan dia dan segala kekayaannya. Kemudian soal teman-teman gue… yang ini gue takut salah ngomong. Gue rasa mereka punya alasan sendiri yang belum tentu gue ketahui. Yang jelas cuma satu: they’re no longer here when I’m willing to share them the happiness I’ve gained.

Jadi kesimpulannya, orang-orang yand dulu menemani gue di masa-masa sulit, kini tidak lagi menemani gue di masa-masa bahagia. Dari sinilah gue belajar… Definisi suka dan duka bukan hanya tetap menemani di saat duka, tetapi juga tetap mendukung, tidak iri, dan juga tidak merasa terancam, di saat kita sedang mendulang suka.

Pernah ada seorang teman lama yang bilang… gue beruntung karena di manapun gue berada, pada akhirnya gue akan selalu menemukan teman-teman dan sahabat baru. Meskipun yang lama mulai menghilang, Tuhan seperti selalu memberikan orang-orang baru sebagai gantinya.

Well, teman gue itu memang benar… Meskipun di awal gue tipe orang yang sangat sulit beradaptasi, di akhir gue malah bisa berteman akrab dengan orang-orang yang awalnya terasa sangat asing buat gue itu. Tapi gue maunya… meskipun punya teman-teman baru, bukan berarti yang lama bisa dilupakan dong? Ada banyak kenangan dengan teman-teman lama yang tidak dapat tergantikan oleh teman-teman baru…

Tapiii, yaah… kalau melihat perkembangannya jadi seperti ini, ya mau bagaimana lagi? Gue enggak bisa maksa orang lain untuk tetap stay jadi teman gue kan? Jadi gue rasa, daripada sibuk mikirin mereka yang udah beranjak pergi, ya lebih baik gue nikmati kebersamaan gue dengan teman-teman baru gue. Anggap saja gugur satu tumbuh seribu… Yang penting kan, gue udah berusaha mempertahankan. Jadi kalau memang sudah tidak bisa, ya sudahlah yaa. Jangan sampai gue kehilangan teman-teman yang peduli sama gue cuma gara-gara terlalu fokus sama teman-teman yang sudah tidak lagi peduli sama gue.

Since I always do believe that everything happens for a reason, then now I’m trying to believe that this is the best way out for me. Maybe it’s true that they are no longer the right persons to stay here with me. Just let go… and move forward into our own new lives.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 870,538 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

Lazada ID Finance & Legal gathering!
#videooftheday #photooftheday #lazada #drone Stressed out all day with tons of things at work and then I got a CD delivered from Bali! It instantly made my day!
Hard Rock photography team has really done a great job! The photographer captured just the right moments in her shoots. I love to see how I genuinely smiled in this picture. Oh yeah, the size of my smile can really tell how happy I am at that very moment!
And did you know what made me happy that day? I was happy knowing that no matter how things could go wrong, I still knew how to fix it and went back to have some (more) fun again.
#throwback #photooftheday #bestoftheday #bestday #portrait #pool #summer #hardrock #bali One fine morning in Bali.
#friends #holiday #bali #summer #hardrock #pool #photooftheday #bestoftheday

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

%d bloggers like this: