Lebaran, A Reminder to Be Grateful

Dulu, ada salah satu tante gue yang suka bawa fruit pie ke acara kumpul lebaran keluarga besar dari pihak Mami. Nyicipin sepotong fruit pie itu selalu jadi agenda yang sangat gue nanti-nantikan dari acara lebaran. Sayangnya setelah beberapa lama, tradisi fruit pie itu ditiadakan dan sudah diganti dengan jenis kue-kue lainnya. Sejak itu gue bertekad, kalau gue udah kerja nanti, gue akan beli sendiri fruit pie yang hanya dijual oleh sebuah toko di Jakarta Pusat itu.

Hari ini, satu hari menjelang lebaran tahun 2011, gue ditemani adik dan adik ipar, pergi ke jalan Sabang untuk membeli fruit pie favorit gue. Sempet deg-degan takut toko kue langganan keluarga gue itu udah tutup. Makanya begitu melihat papan bertuliskan “BUKA”, hati gue langsung berbunga-bunga. Begitu masuk ke dalam toko, kedua mata gue langsung hinggap ke barisan kue pie yang ingin gue beli. Aaah, wanginya yang menggoda, tampilan kue yang cantik dengan potongan buah segar di atasnya! Nggak lama-lama, gue langsung tunjuk dua jenis kue pie yang gue inginkan, satu untuk keluarga gue, satu lagi untuk dibawa ke acara kumpul lebaran keluarga besar Mami.

Fruit pie @ Sakura Anpan

Sesampainya di rumah, gue langsung sibuk memasukkan isi belanjaan: 2 pie, 2 cheesecake, 1 boks es krim, dan satu boks kecil praline ke dalam kulkas. Melihat lemari es yang penuh sesak dengan makanan (ditambah dua boks J Pops yang belum habis), gue jadi merasa bersyukur… Sekarang gue udah bukan lagi gadis kecil yang mengharapkan potongan kue dari tante gue. Alhamdulillah, sekarang gue udah mampu berbagi dengan keluarga besar gue.

Lebaran selalu mengingatkan gue untuk bersyukur. Bersyukur karena mulai dari lebaran empat tahun yang lalu, gue udah mampu membayar zakat gue sendiri. Bersyukur karena sejak itu pula gue udah keluar dari antrian bagi-bagi angpao dan berganti menjadi duduk di atas bangku untuk bagi-bagi angpao buat adik-adik sepupu. Intinya gue bersyukur, gue udah diberikan rezeki yang mencukupi oleh Allah SWT.

Tadi dalam perjalanan pulang dari toko cheesecake di Tebet, adik gue cerita ke suaminya bahwa lebaran tahun lalu gue sedang bokek berat. Jatah angpao buat adik-adik gue perkecil, dan tradisi membelikan cheesecake buat nyokap pun dengan terpaksa gue hentikan.

Gue cuma nyengir sambil mengingat-ingat… kenapa ya? Padahal lebaran tahun lalu kan gue udah jadi senior di EY? Terus gue juga jadi ingat bahwa tahun lalu itu gue sama sekali enggak belanja baju lebaran. Setelah beberapa detik lamanya, gue baru ingat… Lebaran tahun lalu, keuangan gue lagi kritis karena masih harus mencicil DP apartemen yang jumlah cicilannya lebih besar daripada gaji pokok gue per bulan. Ditambah lagi, beberapa hari setelah lebaran, gue akan pergi berlibur ke Thailand bareng temen-temen kuliah gue! Aaah, itu dia alesan yang bikin gue harus jadi pelit di hari lebaran, hehehehehe.

Mengingat hal itu, lagi-lagi, bikin gue ngerasa bersyukur. Tahun ini, gue diberikan pekerjaan baru yang setingkat lebih mapan daripada pekerjaan gue sebelumnya. Tahun ini gue juga bisa beli baju lebaran (berapa pieces ya? antara 7 atau 8, hehehehehe, anggap aja bales dendam karena tahun lalu enggak beli baju sama sekali), dan bisa kembali beli cheesecake buat Mami dan beli fruit pie buat diri gue sendiri. Dan kabar baik buat adik-adik gue… budget buat bagi-bagi angpao udah gue naikkin lho, hehehehehe.

Lebaran tahun ini yang Alhamdulillah enggak perlu pake acara berhemat bukan berarti gue menyesali lebaran gue satu tahun yang lalu. Malah sebenarnya, liburan tahun lalu tetap libur lebaran terbaik yang pernah gue lewati hingga saat ini. Have fun with the girls, menikmati keindahan kokohnya batu karang di Phi-phi Island yang seolah membingkai cantiknya air laut yang masih jernih, langit biru, dan pasir pantai putih bersih. How can I not be grateful for that?

Anyway… gue menulis blog ini sama sekali bukan berniat untuk pamer. Gue hanya ingin membagi rasa syukur gue, dan siapa tahu, bisa menginspirasi teman-teman untuk ikut menyukuri anugerah yang Tuhan berikan. Hidup memang tidak sempurna, dan tidak akan pernah bisa sempurna. Akan tetapi, jika kita pandai bersukur, maka anugerah dan rezeki sekecil apapun, akan bisa menjadi sumber kebahagiaan yang tidak ternilai harganya.

Sekalian lewat tulisan ini, gue mau mengucapkan minal aidzin walfaidzin buat semua blog readers, baik yang gue kenal maupun yang tidak gue kenal, baik yang sesama muslim maupun nonmuslim. Mohon maaf kalau ada isi dari blog ini yang tidak berkenan di hati teman-teman semua. Wish you all have a great holiday 🙂

It’s Time For Me to Give Up

I’m currently feeling exhausted of holding on with certain people in my life. There are those people whom I always put as my priority, whom I always try to treat them as well as I could. And I really wish that they would at least, try to treat me as well as I always do. However in fact, many of the people I mentioned before no longer do me the favors in return.

Because in this life…

When I give my best to help someone, it doesn’t mean that later, they would help me back when I need their help.

When I try to make time for them in the middle of my hectic job, it doesn’t mean that they would also try to make time for me.

When I highly appreciate my relationship with somebody, it doesn’t mean they also think that their relationship with me is important.

When I always try to be a honest person, it doesn’t mean that they will never ever lie to me.

When I always be brave enough to make confession and apologize, it doesn’t mean that they will also try to make it up to me.

I’ve been wondering what makes things so tiring like this. It seems like no one else cares about it but me. Until today I realize… the problem is that I’m just too scare of loosing people in my life. Then the question popped up in my mind this morning… do they ever feel the same about me? Are they also scare of loosing me in their life?

So I think… I have overvalued certain people in my life. Beautiful past memories, or probably kindness they ever gave to me in the past, makes me think that they would be good for me forever. I keep believing that they are still the same person whom they used to be, and keep thinking that I shall do everything to keep them in my life.

Because if I talk about the present days… it still feels warm in my heart the times when they disappointed me. When they keep creating the new lies to back-up their previous lies. The times I was hanging on the phone, wishing someone to pick it up and give me a help on something. The times when they didn’t fulfill their promises to me, again and again. The times when they thought that it was okay to let me wait for them. And the times they acted like so hard to get, acted like I should beg for their presence.

I know that in life, every relationship must be up and down. But is it still worth keeping if they do not put an effort to be honest to you? If they only come to you when they’re bored? If they’re only here with you for fun but suddenly missing while you need a help? It’s funny how such a person like this doesn’t get ashamed of themselves.

Sometimes I’m tired of trying to be a good person. It feels like my time has been so much wasted helping someone who doesn’t deserve a hand. It might look like I put myself in a trouble right?

I’m not saying that I don’t want to be helpful anymore. Not either that I want to be a mean girl. I’m just considering to stop caring those wrong people too much. I shall be ready to let go, and to stop putting my hopes up like I used to be.

Today, as I have decided to let them go, it feels like I’m free. At least I was trying. So if later we’re apart to each other, they would have no right to blame me for this. I was trying, and now I give up.

Wannabe… The Taste of Being a Teenager

Sepuluh tahun yang lalu, tepatnya tanggal 8 Agustus 2001, gue sama Nitya temen sebangku gue, plus Intan sama Vera teman sebangkunya, ditambah bonus Junet yang duduk di belakang Intan dan Vera, sepakat bikin gank sepermainan. Gue lupa awalnya ide siapa, waktu itu kita sepakat nulis nama kita masing-masing pake kapur di atas mejanya Intan-Vera untuk kemudian kita tanda tangani sebagai simbol pembentukkan gank. Pada hari itu juga kita sepakat ngasih nama gank kita ini Wannabe, yang merupakan gabungan inisial boyband favorit kita masing (yup, waktu itu masih jamannya boyband). Akhirnya semenjak itu, tanggal 8 Agustus selalu kita jadikan hari jadinya kita berlima.

Di awal-awal semenjak kelulusan SMA, gue sama anak-anak WB lainnya masih rajin merayakan hari jadi kita. Tapi entah kenapa, dua tahun belakangan ini komunikasi kita agak tersendat. Padahal kalo dari gue, enggak bisa dibilang karena sibuk kerja juga secara gue sama temen-temen luar kantor lainnya masih suka ketemuan.

Bukan cuma jarang ketemuan, kita juga udah jarang banget saling curhat ke satu sama lainnya. Nggak ada satupun dari mereka yang tahu kapan terakhir kali gue deket sama cowok sampe lucunya, mereka masih aja suka cie-cie-in gue sama gebetan gue jaman SMA dulu! Padahal mah yaa, mikirin itu cowok aja udah enggak pernah sama sekali.

Ditambah lagi, masing-masing dari kita juga udah mulai punya teman-teman dekat baru. Gue sendiri udah mulai asyik banget sama temen-temen gue di EY. Sampe puncaknya, gue inget banget 8 Agustus tahun lalu, enggak ada satu orang pun yang inget hari jadi kita kecuali gue… Padahal tahun-tahun sebelumnya, biasanya justru gue yang paling belakangan inget soal tanggal istimewa itu.

Mendekati 8 Agustus 2011, gue kembali teringat untuk menyelamatkan persahabatan kita berlima. Jadilah gue mencetuskan ide buka puasa bareng sekaligus merayakan hari jadi kita yang ke 10. Tapi alamaaak, gue sempet gemes setengah mati. Gue sampe bilang sama mereka, “Gila yaa, ngajakin kalian jalan jauh lebih ribet daripada ngajakin selebritis.”

Meskipun jengkel, gue bertekad acara perayaan ultah ke 10 itu harus tetep jadi. Kenapa?

Karena…

  1. Setahun belakangan ini, gue udah kehilangan 4 sahabat terbaik gue dalam waktu yang hampir bersamaan. Gue udah ikhlasin mereka berempat, tapi yang ada gue malah jadi ngeri sendiri. Selama ini, jumlah sahabat yang relatif banyak adalah salah satu kebanggaan gue. Nah, kalo gue enggak keep baik-baik temen-temen lama gue, takutnya yang ada malah gue enggak punya sahabat sama sekali; dan
  2. Alasan yang lebih penting, gue boleh aja punya teman-teman baru, tapi tetep aja… teman baru yang manapun tetap nggak akan bisa menggantikan kenangan yang gue punya bareng temen-temen lama gue. Udah ada banyak hal, mulai dari hal-hal menyenangkan sampe hal-hal nyebelin yang udah gue lewatin bareng WB. Mereka itu bisa dibilang saksi hidup hal-hal stupid yang pernah gue lakukan semasa SMA dulu, hehehehe.

Pada akhirnya gue pikir, selama sifatnya bukan hal yang prinsipal, ya gue harus sabar-sabar aja ngadepin mereka. Gue sendiri toh, kalo juteknya udah kumat pasti pernah juga bikin mereka semua jadi bête. Jadi harus saling memaafkan lah yaa.

Akhirnya tanggal 17 Agustus kemarin, setelah saling kirim puluhan message via Facebook untuk menentukan tanggal terbaik buat kumpul, jadilah juga kita berempat (minus Intan yang batal datang di menit-menit terakhir) buka bareng di Hartz Chicken Buffet yang kemudian pindah ke Ichiban Sushi MM.

WB - minus Intan - on our 10th anniversary celebration.

And you know what… ternyata gue nggak nyesel udah repot-repot ngumpulin anak-anak WB hari Rabu kemaren.  Ada suasana fun, dan ada pula beberapa jokes yang cuma bisa gue dapetin waktu lagi kumpul bareng mereka. Udah gitu kalo sama mereka, gue cenderung lebih lepas dan nggak ada jaim-jaimnya sama sekali. Kita bebas banget bikin foto dengan pose kocak yang jarang-jarang gue lakukan kalo lagi sama teman-teman gue yang lainnya. Nggak peduli konyol, nggak peduli kayak ABG, yang penting kita senang, hehehehe.

Kemaren itu, abis buka bareng kita langsung cabut ke Fun World. Niat awalnya mau cobain karaoke box, tapi karena box-nya penuh melulu, akhirnya kita beralih nyobain berbagai jenis games lainnya. Mulai dari games getok-getok musang (eh, itu musang bukan sih?), sampe sempet nyobain dancing machine juga! Waktu main game apa fighter gitu, kita mainnya keroyokan. Satu orang megang dua sampe tiga tombol. Di permainan pertama, kita kalah terus. Tapi di percobaan ke dua… kita berhasil melaju sampe putaran ke dua! Kita langsung heboh kegirangan waktu berhasil menaklukan musuh di layar.

Yang paling seru itu waktu nyobain dancing machine. Ceritanya gue ngadu nari lawan si Junet. Gue kira sih bakal gampang aja, tapi nggak taunyaaa, itu tarian gue missed melulu! Sia-sia udah heboh joget ke sana-sini tapi skor gue tetep kalau jauh sama si Junet. Di tengah permainan, gue sempet berhenti cuma buat ketawa-tawa sekaligus terkesima ngeliatin Junet yang lincah dan serius banget nari-narinya. Oh ya, sambil nyobain dancing machine, nggak lupa gue minta tolong Vera sama Nitya buat ngambilin foto gue yang lagi asyik nari. Narsis harus jalan terus dong, hehehehe.

Ini dia nih, si Intan yang nggak jadi dateng itu!

Malam hari dalam perjalanan pulang, rasanya tuh kayak gue baru aja balik lagi jadi anak SMA selama beberapa jam di hari itu. Nggak ada omongan soal detail pekerjaan yang bikin pusing, nggak banyak ngebahas patah hati ala orang dewasa yang ternyata jauh lebih nyusahin daripada patah hati ala ABG, dan bisa bertingkah konyol tanpa peduli umur yang sudah atau baru akan menginjak seperempat abad. Jadi kembali lagi, ini dia satu hal yang nggak dimiliki oleh teman-teman yang baru kita kenal di usia dewasa: the taste of being a teenager.

Gue sangat menikmati kehidupan yang saat ini gue miliki. Tapi tetep aja, gue nggak boleh lupa bahwa gimanapun, sama dengan sahabat-sahabat baru yang gue punya, sahabat-sahabat lama itupun tetap harus jadi bagian dari hidup gue saat ini. Malah bisa jadi, justru hal itu yang bikin hidup gue jadi menyenangkan: seiring bertambahnya usia, semakin banyak pula sahabat yang datang menemani kehidupan gue, mulai dari yang lama sama yang baru aja berkenalan.

So I guess… I’m so blessed having so many great BFF around me 🙂

17 Agustus 2009, 2010, 2011

Ada fitur baru di Facebook yang cukup menarik perhatian gue hari ini. Kalau diperhatikan, saat browsing di dalam Facebook, coba lihat ke side bar di sebelah kanan. Facebook akan menampilkan status yang pernah kita buat pada tanggal yang sama satu atau dua tahun yang lalu.

Misalnya hari ini. Berikut ini 2 status yang gue buat pada tanggal 17 Agustus 2009 dan 17 Agustus 2010.

17 Agustus 2009:

Take people for granted is the easiest way to make us feel free, BUT, this is also the easiest way to make us feel lonely.”

17 Agustus 2010:

If we are truly meant to be, then we will find our way back to each other. It’s as simple as that – Dawson’s Creek.”

Dan tau nggak sih… masing-masing dari dua status di atas itu dulunya sengaja gue bikin buat ‘menyentil’ dua cowok yang berbeda. Sebenernya gue sendiri udah lupa waktu jaman dulu itu gue pernah bikin status-status kayak gitu di Facebook. Tapi berkat si fitur baru, gue jadi berpikir… “Wow, seems like I had no year without a heart broken.”

Kemudian pikiran gue beralih sama status yang gue buat hari ini, 17 Agustus 2011…

Had so much fun today. Serasa balik lagi jadi anak SMA:D”

See the difference? Well my heart is free, no longer broken like it used to be, hehehehe. So I think, this year is a good year for me, hohohohoho.

Tiba-tiba Gue Jadi Pesimis

Rasa optimis gue buat apply beasiswa ke Aussie via program ADS tiba-tiba jadi meredup. Lucunya, optimisme itu justru pudar waktu gue lagi browsing universitas pilihan yang akan gue tulis di formulir pendaftaran. Soal jurusan, gue udah mantep kepengen ambil program MBA. Soal mau ambil MBA di kampus mana aja yang gue masih belum tau.

Kemudian hari ini, gue udah tau dan udah yakin mau coba propose ke mana. Gue akan propose program MBA untuk pilihan pertama dan ke dua di dua universitas yang berbeda. Meski begitu… ternyata di hari yang sama ini pula, gue jadi ngerasa peluang gue dapet beasiswa di program MBA itu akan sangat-sangat-sangat tipis.

Kenapa bisa begitu? Karena:

  1. Gue baru tau kalo MBA itu mahal banget. Biaya kuliahnya bisa dua kali lebih mahal daripada master of accounting bahkan master of engineering. Padahal secara logika sederhana gue, mestinya engineering itu lebih mahal dong? Mesti banyak praktek di laboratorium yang canggih-canggih gitu nggak sih?
  2. Gue udah lihat-lihat testimoni perwakilan alumni di website-nya ADS, dan dari 23 alumni itu, enggak ada satupun yang dulunya dapet beasiswa untuk program MBA;
  3. Ada salah satu program beasiswa di UK yang menyatakan dengan jelas bahwa mereka tidak menerima aplikasi beasiswa untuk program MBA;
  4. ADS punya 4 priority area, dan satu-satunya area yang matching sama background pendidikan dan karier gue itu cuma “sustainable growth and economic management”. Nah, di area yang gue sebut ini, enggak ada tuh tertulis priority field of study untuk MBA. Adanya cuma master of economy yang enggak gitu sesuai sama keinginan gue;
  5.  Sejak awal gue udah tau bahwa 2/3 beasiswa diberikan untuk PNS, 50% untuk targeted sector category, 30% untuk applicants dari NTT, NTB, Papua, dan Aceh. Naaah, secara gue bukan PNS, bukan pula berasal dari targeted sector yang dimaksud, dan bukan pula dari 4 daerah itu, maka otomatis peluang gue bakalan kecil banget 😦
  6. Gue naksir The University of New South Wales dan The University of Melbourne. Di UNSW, gue udah memenuhi persyaratan skor IELTS minimumnya, tapiii, mereka require minimum3 years – after first degree graduation – working experience as a professional sedangkan gue cuma pengalaman kerja di EY selama 2 tahun 7 bulan. Kalo di UOM, enggak ada masalah di requirement terkait pengalaman kerja, tapiii, yang jadi masalah itu malah skor IELTS gue yang masih kurang 0,5!

Soal field of study, emang siiih, ADS masih terima field of study lainnya. Tapi ya itu tadi, peluang beasiswa program MBA akan sangat kecil karena tidak masuk ke dalam daftar prioritas mereka 😦

Soal pengalaman kerja masih bisa diakalin karena selain kerja sebagai profesional, managerial experience juga masuk hitungan. Walaupun kerjaan gue di kantor baru bukan sebagai manajer, tapi secara posisi udah bisa dikategorikan managerial level.

Kemudian soal skor IELTS yang masih kurang 0.5, skor gue saat ini masih belum final. Kalo gue berhasil dapetin beasiswa dari ADS, gue bakal disuruh ikut sekolah bahasa untuk mencapai skor IELTS minimum yang disyaratkan. Tapi kan tetep ajaaa, gue ngerasa lebih pede kalo dari awal, skor IELTS gue udah dianggap cukup…

Sempet kepikiran, gue mengganti jurusan ke bidang studi yang lebih mudah, lebih murah, dan punya peluang lebih besar untuk di-approve. Tapiii, heeey, gue harus inget dong, sama cita-cita gue buat jadi konsultan bisnis. Gue harus konsisten! Sia-sia udah jauh-jauh ke Aussie kalo masih tidak sejalan dengan cita-cita besar gue itu…

Jadi ya sudahlah. Meskipun peluangnya tipis, meskipun gue udah tidak lagi begitu optimis, yang penting gue tetap mencoba. Kalo gue gagal dapetin ADS dari Aussie, kan masih ada Fullbright dari USA, dan Chevening dari UK. Kalo tiga-tiganya gagal, dengan asumsi gue panjang umur, kan masih ada tahun-tahun depannya lagi. Kalo sampe gagal berkali-kali, ya siapa tau gue ketiban rejeki nomplok terus jadi punya uang AUD 100.000 buat modal kuliah MBA di Aussie, hehehehe.

Gue pasti lah bakal bahagia banget kalo gue berhasil dapetin beasiswa sesuai keinginan, dan sebaliknya pasti bakal sedih setengah mati kalau yang terjadi malah enggak sesuai sama harapan gue itu. Tapi, hanya dengan melihat usaha gue untuk mewujudkan mimpi gue ini pun, gue udah ngerasa bangga sama diri gue sendiri. Gue inget banget… waktu abis absen sidik jari sesaat menjelang tes IELTS, saat mulai menapaki tangga menuju ruangan tes, gue ngerasa terharu… Saat itu, dalam hati gue berpikir, “Oh my God, I’m finally doing this! I’m finally doing something to pursue my dream.”

So yes, I’m taking the risk of failing this scholarship. Dan buat gue, lebih baik bersedih karena gagal daripada bersedih karena menyesal tidak pernah mencoba selagi bisa.

Jadi bismilahirrahmanirrahim… akhirnya hari ini gue isi dua pilihan yang gue propose ke panitia ADS:

Pilihan pertama: AGSM MBA @ Australian School of Business – The University of New South Wales.

Pilihan ke dua: MBA @ Melbourne Business School – The University of Melbourne.

Berhemat Ala Gue

Minggu kemaren, gue mulai ditelepon sama developer apartemen gue. Mereka menginformasikan ke gue masalah perizinan sudah selesai, pembangunan sudah mulai berjalan, bla bla bla… intinya kapan gue mau nerusin pembayaran? Jadi ceritanya, gue pernah mogok bayar gara-gara pembangunan apartemennya nggak dimulai-mulai. Untungnya kali ini, kalo gue pantau dari foto-foto yang di-upload ke milis, perkembangan apartemen dari minggu ke minggu udah mulai kelihatan. Ini berarti, udah waktunya gue berhenti ngambek dan meneruskan pembayaran, hehehehe.

Kemudian hari ini gue telepon ke lokasi, nanya soal prosedur kelanjutan pembayaran dan prosedur PPJB-nya juga. Terus gue ditawarin cicilan langsung ke developer tanpa bunga! Tapi tentunya, jumlah cicilan per bulannya bisa 2 kali lebih besar daripada cicilan per bulan via KPA (Kredit Pemilikan Apartemen). Memang berat, tapi dengan ini, gue bisa menghemat biaya bunga yang bakal mencapai 140juta! Ini juga alesan gue sempet berhenti bayar. Gila aja, dua tahun yang lalu, gue dikenain suku bunga 12.75% dengan periode cicilan selama 15 tahun!

Hitung hitung hitung, asal gue bisa berhemat, harusnya sih gue mampu yah ambil cicilan kas keras langsung ke developer dengan syarat:

  1. Acara hang-out yang tadinya seminggu dua kali harus dikurangin jadi seminggu sekali. Sisanya gue anteng-anteng aja lah di kosan. Bikin blog kek, bikin novel, atau bikin rencana perjalanan buat agenda traveling tahun depan;
  2. Menghemat ongkos taksi! Jangan manja, panas dikit, naik taksi. Gerimis dikit, naik taksi (emangnya nggak punya payung?), busway penuh, naik taksi lagi… Boleh naik taksi kalo bawaan gue terlalu banyak (terutama kalo salah satunya gue lagi nenteng tas laptop), sama kalo pulang udah terlalu malem;
  3. Ikutan catering buat makan malem! Satu kali makan cuma Rp. 10.000 aja dong…
  4. Jangan sering-sering makan enak. Makan enak kayak gini mestinya seminggu empat kali aja udah lebih dari cukup. Sisanya makan di warteg aja, hehehehe;
  5. Budget buat belanja bulanan dan belanja fashion item enggak gue kurangin (secara gue miss shopping gitu lho, hidup gue bisa sengsara tanpa acara belanja), tapi jangan juga kebiasaan beli-beli barang yang nggak perlu!
  6. Buru-buru cari pacar. Lumayan kan, bisa menghemat uang makan, uang nonton di bioskop, sama menghemat ongkos taksi juga. Ditambah lagi, siapa tau kalo gue butuh apa-apa bakal dibeliin sama si pacar, hohohoho, bohong deeeh… Dari jaman ABG aja, gue jarang minta-minta sama ortu, apalagi sama pacar? Gue kan cewek mandiri, hehehehe.

Ok, urusan cicilan mestinya beres. Tapiii, oh my God… Apa kabar tabungan gue buat acara traveling? Terus kalo apartemennya udah jadi, gue dapet duit dari mana buat beli perabotannya?

Aiiih, mesti banyak-banyak berdoa nih. Kali aja ada keajaiban dari Tuhan, hehehehe. Well, nanti malem gue harus mulai nerusin proyek novel gue. Kalo berhasil diterbitin kan lumayan, bisa buat ngisi apartemen gue.

Anyway, gue sengaja nulis ini di sini supaya teman-teman yang baca bantu gue buat berhemat yaa. Kalo kalian lihat borosnya gue lagi kumat, jangan sungkan buat ngomelin gue ok, hehehehehe.

Today in Pluit Village

Setelah gagal hunting baju di Emporium, Kelapa Gading, dan Pondok Gede, hari ini gue beralih ke Pulit Village. Jadi ceritanya, gue lagi butuh banget baju baru buat hang out. Gara-garanya waktu gue mengevaluasi lemari baju, rasanya kok koleksi baju gue itu menyedihkan banget… Kaos putih yang udah menguning, kaos kuning yang udah melar, kaos pink yang udah pudar, pilihan baju yang itu-itu aja buat ngantor di hari Jum’at, ada pula kaos favorit yang udah mulai copot manik-maniknya.

Setelah gue inget-inget lagi… ya ampun, ternyata gue udah lama banget enggak beli baju buat hang-out! Soalnya waktu di EY dulu, kecapekan kerja sepanjang weekdays bikin gue jadi males hang out di akhir pekan sehingga otomatis, gue enggak membutuhkan banyak baju buat pergi keluar. Tapi sekarang, berhubung setiap weekend gue pasti pergi ke luar, gue jadi baru sadar… kenapa setiap kali pergi, baju yang gue pake cuma itu-itu aja yah? Udah gitu anehnya, selama dua bulan terakhir, bukannya beli baju baru, gue kerjaannya malah beliin tas berbagai warna dan ikat pinggang berbagai model!

Makanya gue bertekad harus belanja baju baru secepatnya. Dan lebih baik gue pergi belanja sekarang sebelum shopping mall terlalu ramai sama orang-orang yang lagi hunting baju lebaran. Soalnya gue paling males belanja berdesakan, SPG juga jadi sibuk sama banyak customers, dan yang paling bikin bete adalah kalo sampe harus ngantri lama buat fitting room dan ngantri kasir juga.

Begitu sampai di Matahari Pluit Village, gue langsung jalan keliling satu putaran. Dan tadinya gue hampir aja ngebatalin niat buat beli baju di mall itu. Kayaknya kok enggak ada satupun model baju yang sesuai sama selera fashion gue gitu. Tapi begitu gue ngelihat manekin pake kaos merah polos yang modelnya keren banget itu… gue langsung berubah pikiran. I want to buy that cool red t-shirt!

Berawal dari si kaos merah, pandangan mata gue ketemu lagi sama kaos tangan panjang garis-garis hitam dan putih. Modelnya sederhana, tapi bakal serasi banget sama belt abu-abu metalik dan tas abu-abu Guess diskonan yang baru gue beli bulan lalu itu. Terus kaos hitam polos dengan kerah model Sabrina yang juga serasi dengan si tas abu-abu (gue sampe mikir, tahun depan ke Korea bawa tas abu-abu itu aja, soalnya udah ada makin banyak baju pasangannya, hehehehehe). Abis itu ada lagi kemeja semi kaos yang bisa gue pake kerja di hari Jum’at, sama yang paling gue suka adalah kaos Mickey Mouse yang jatuhnya bagus banget di badan gue. Waktu nyobain kaos itu di dalam kamar pas, gue gue langsung berjingkrak kegirangan ngelihat betapa cakepnya gue pake kaos itu. Model kaosnya unik, lucu, dan ngingetin gue sama koleksi kaos di Disneyland hanya saja dengan harga yang jauh lebih murah. I want it I want it!

Selain baju baru, gue juga butuh banget celana jeans baru. Dan celana jeans itu harus berwarna hitam. Soalnya, jeans warna lain yang pernah gue beli cuma berakhir mendekam di pojokan lemari. Tapi lagi-lagi, gue sempet pesimis bakal nemuin celana jeans yang pas. Selama ini gue emang susah banget sih,  nemuin celana panjang yang pas. Buat celana bahan aja, setelah nemuin merk Vesperine, gue udah enggak pernah lagi ngelirik merk lain. Cuma merk ini doang yang panjang ke bawah dan lebar ke sampingnya benar-benar pas sama bentuk tubuh gue yang tinggi kurus ini. Nah, kalo buat celana jeans, gue masih belum berhasil nemuin merk yang cocok.

Gue bener-bener heran sama koleksi jeans yang dijual di Matahari. Meskipun gue kurus, gue tetep enggak yakin celana jeans yang dipajang di sana itu bakal muat masuk sampai ke pinggang gue. Ukurannya itu kecil dan pendek banget! Tapi nggak disangka-sangka, gue nemuin jeans di pojokan dekat eskalator yang panjang celananya sampai menyentuh mata kaki gue. Wah, jarang-jarang ada nih. Udah gitu gue lihat, lebar pinggulnya juga enggak terlalu besar. Kemudian setelah gue coba, wow, it fits my body perfectly! Kalo misalkan jeans ini awet dipakai, maka merk ini nantinya bisa jadi satu-satunya merk jeans pilihan gue seperti Vesperine.

Berdasarkan hasil observasi, ada banyak banget baju motif tartan dan flowery yang dijual di berbagai shopping mall di Jakarta. Seems like tartan and flowery trend is back. Untuk baju motif bunga-bunga, well, emang lucu sih… cantik-cantik dan feminim banget juga. Tapi motif bunga itu kesannya gadis desa yang lugu, sangat enggak matching dengan fashion statement gue yang lebih mengarah ke sophisticated and fun. Kalo motif tartan, terlalu boyish, sampe gue nemuin kemeja kotak-kotak berwarna soft pink minggu lalu di Kepala Gading. Tartan is not my style but pink is definitely my color. Dan kayaknya siih, kemeja tartan pinky ini bakalan matching banget sama jeans baru gue, hehehehehe.

Keluar dari Matahari, gue nemuin satu toko yang khusus menjual baju-baju batik. Sekali lihat, gue langsung naksir sama baju yang dipake sama manekin! SPG yang ramah dan sabar melayani bikin gue jadi betah browsing baju di sana. Dasar gue senengnya ngerepotin orang… si mbaknya udah sampe ngeluarin seisi gudang, akhirnya yang gue beli tetep baju yang dipake sama si manekin, hehehehe. Awalnya gue sempet ragu karena ukurannya tinggal sisa yang XL doang. Size M yang dikeluarin dari gudang itu warnanya aneh-aneh semua. Jadi gue pikir… XL juga nggak papa, gue kan bisa pake belt cokelat yang ada di kosan. Dan bener aja lho… That brown belt matches my new batik dress perfectly. Ukuran yang kebesaran justru bikin baju jadi kelihatan mengembang setelah dipadukan dengan belt. Badan gue jadi kelihatan lebih berisi deh 🙂

Overall gue bener-bener menikmati aktivitas belanja hari ini. Dan yang paling bikin hepi adalah… udah belanja sebanyak itu, tapi habisnya enggak sampe jutaan rupiah lho. Dengan jumlah uang yang sama, kalo gue belanja di Sogo paling juga cuma dapet satu celana, satu kemeja, dan satu aksesoris lainnya aja. Padahal dari segi tampang, baju-baju yang gue beli hari ini kelihatannya enggak kalah mewah kok, sama baju-baju yang gue beli di Sogo dan Metro. Soal awet nggak awet… baju yang dulu gue beli di Matahari, masih ada beberapa yang masih bagus buat dipake lho. Jadi next time, kalo mau beli baju lagi, gue mau beli di Matahari Pluit Village lagi aah. Soalnya, Matahari di sini susunan rak display-nya enggak terlalu padat kayak Matahari Pondok Gede. At least, lorong utamanya masih muat buat dua orang, hehehehe.

7 Hal Yang Bisa Bikin Cewek Jadi Geer

Memberikan sesuatu yang dia sukai tanpa diminta

Contoh:

Kamu (cowok-cowok) tahu teman cewek kamu suka banget makan kripik ubi super pedas, terus waktu kamu ngelihat ada kripik itu di warung dekat rumah, kamu sekalian beliin kripik itu buat dia! Apalagi kalo ditambahin kalimat, “Elo kan suka banget sama kripik ini.” Dijamin itu cewek bakal geer setengah mati.

My point of view:

It would be nice if you put attention in what people say and remember their words very well. Ini pertanda kalo kamu adalah tipe pendengar yang baik. Biasanya, tipe pendengar seperti ini secara otomatis jadi pintar mengingat hal-hal yang disukai dan tidak disukai teman-temannya. Akan tetapi, bukan berarti kamu harus menunjukkan ‘pengetahuan’ kamu itu di depan dia! Cewek itu suka banget sama cowok yang mengerti dan mengenal kita dengan baik sehingga kita bakal jatuh hati banget kalo diperhatikan sampai hal-hala sepele seperti ini. Jadi, pastikan kamu hanya melakukan hal seperti ini hanya kepada cewek yang kamu sukai dan memang sedang kamu dekati.

Kelihatan super peduli

Contoh:

Kamu tahu dia nggak bisa makan pakai sumpit, waktu makan bareng di restoran Cina, kamu berinisiatif minta sendok ke pelayan resto.

Kamu tau dia nggak nyaman duduk dalam mobil bagian tengah, kemudian waktu pergi bareng dan ada kesempatan, kamu menawarkan dia untuk tukar tempat duduk sama dia.

Waktu dia telat dateng ke sekolah/kampus/kantor, kamu langsung nyariin dia entah dengan cara nanya ke temen-temennya, ngecek Facebook atau Twitter-nya, atau bisa juga terang-terangan nanya langsung ke dia via telepon/SMS/BBM. Udah gitu ada juga, nyariinnya sih enggak secara langsung, tapi begitu orangnya dateng, kamu terang-terangan nunjukin kalo tadi itu kamu sempet nyariin dia! Aduh, ini mah asli bikin geer banget.

My point of view:

Sebaiknya berhati-hati saat berbuat baik sama lawan jenis. Salah-salah, dia bisa geer! Jadi sebisa mungkin, hindarilah memberi pertolongan yang sifatnya tidak perlu. Toh sebenernya, untuk hal-hal sepele seperti ini, hidup dia enggak bakal jadi menderita cuma gara-gara kamu enggak nolongin dia kan? Dan perlu kamu ingat bahwa kadang-kadang, kebaikan yang kamu lakukan ke sesama teman cowok bisa diartikan berbeda kalo kamu lakukan ke lawan jenis.

Mungkin ini pula alasannya kenapa banyak yang bilang, cewek dan cowok itu enggak mungkin bisa bersahabat. Hal-hal istimewa yang biasa dilakukan antar teman bisa menimbulkan percikan-percikan asmara kalo hal itu dilakukan oleh lawan jenis. Misalnya, kalo sahabat cewek gue baik sama gue, ya paling gue seneng aja bisa punya temen sebaik dia. Tapi kalo hal yang sama dilakukan sama temen cowok gue… enggak menutup kemungkinan gue jadi tersentuh terus tiba-tiba naksir sama dia! Kalo udah begini, ujung-ujungnya pertemanan bisa bubar untuk selamanya.

Sewot saat dia cerita tentang cowok lain

Contoh:

Kamu tau banget dia agak-agak terobsesi sama cowok-cowok yang kerja jadi dokter. Trus kamu malah ngomong gini, “Ah, dokter itu kan hidupnya suram. Gue sering ketemu sama dokter, duitnya banyak tapi enggak keliatan hepi.” Kalo cuma sekali dan cuma satu cowok aja masih mending. Mungkin si cewek itu juga nggak bakal mikir macem-macem. Tapi kalo semua cowok yang pernah deket sama dia malah kamu komentarin yang jelek-jelek, siapa juga yang enggak curiga?

My point of view:

Asal tahu aja yaa, kami ini bakal curiga jangan-jangan, kamu sedang cemburu sama cowok-cowok lain itu. Jadi jangan salahin kita kalo akhirnya kita jadi kegeeran!

Gue cukup sering punya teman cowok yang sempet bikin gue salah sangka karena pernah beberapa kali, bahkan ada juga yang cukup sering, berkomentar jelek tentang cowok-cowok lain di sekitar gue. Padahal ternyata, teman-teman cowok yang berkomentar jelek itu enggak pernah ada niat buat deketin gue sama sekali lho. Makanya sampe sekarang gue masih bingung… apa sih, alasannya? Kalau bukan karena cemburu, lalu kenapa gitu? Apa mungkin kalian ngerasa sedang dibanding-bandingin sama cowok lain? Padahal kalo kita cerita hal-hal positif tentang cowok lain bukan berarti kita sedang nyindir kalo kalian itu jelek lho…

Mengirimkan dia SMS/telepon nggak penting

Contoh:

Kamu SMS atau BBM atau bahkan telepon dia cuma buat bilang kamu lagi makan di mana, abis nonton apa, atau nanyain hal-hal sepele yang sebenernya nggak ada penting-pentingnya buat kamu tanyain ke dia.

My point of view:

Salah satu cara cewek-cewek mengenali cowok yang yang sedang pdkt adalah dengan mendeteksi hal-hal seperti ini. Dan mestinya sebagai cowok, kalian juga tahu bahwa memang hal-hal sepele seperti ini adalah hal-hal yang biasa kalian lakukan di masa awal pdkt. Jadiii, kecuali kalo kamu emang berteman dekat sama dia atau sedang usaha buat deketin dia, jangan terlalu sering melakukan hal seperti ini. Kalo emang cuma iseng lagi nggak ada kerjaan ya mendingan kalian cari lah temen sesama cowok yang bisa diajak ngobrol.


Ngebiarin dia tau kalo kalian suka buka-buka Facebook dan Twitter account dia

Contoh 1:

Cowok: “Kemaren film Harry Potter-nya bagus nggak?”

Cewek: “Hah, kok elo tau kemaren gue nonton Harry Potter?”

Cowok: “Status Facebook-lo.”

Contoh 2:

Cowok: “Elo sering banget ya, main ke Sency kalo weekend.”

Cewek: “Tau dari mana?”

Cowok: “Foursquare di Facebook elo.”

Hal ini bisa dianggap mencurigakan kalo:

  1. Sebenernya kamu ini bukan tipe orang yang aktif di social media;
  2. Kamu sampe seolah-olah tau semua isi status dia padahal jumlah temen di Facebook kamu ada ratusan!
  3. Makin mencurigakan kalo kamu terang-terangan ngebuka hampir semua isi profil dia, mulai koleksi fotonya, bahkan sampe daftar teman-temannya.

My point of view:

Gue tau ada beberapa temen cewek yang emang sering banget buka profil gue. Gue sendiri juga kadang suka buka-buka album foto temen-temen gue. Tapi kalo menyangkut lawan jenis, you’d better keep it secret. Mau tau kenapa? Karena Facebook stalking itu biasa dilakukan sama cewek-cewek kalo lagi naksir cowok. Makanya, kalo sampe kita tau kalian melakukan hal yang sama kayak kita, bisa-bisa kita kegeeran dan mengira kalian itu suka sama kita! Padahal bisa aja kan, kalian buka-buka profil kita karena ngerasa status kita lucu-lucu, koleksi foto kita bagus-bagus, dsb dsb…


Terlalu sering memuji dia cantik

Contoh:

“Hari ini elo dandan ya? Cantik…”

“Bla bla bla, soalnya elo cantik sih.”

“Hati-hati becek. Sayang kan elo udah cantik-cantik kayak gitu.”

My point of view:

Menurut gue, cewek itu sama sekali enggak ribet. Kalo kalian mau bikin kita seneng, ya gampang aja… Bilang aja kalo kita ini cantik, kita pasti langsung seneng banget. Makanya, jangan terlalu sering muji kecantikan cewek langsung di depan orangnya kecuali kalo kamu emang niat mau ngedeketin dia. Bukan berarti kita pasti bakal langsung naksir sama semua cowok yang bilang kita cantik sih… Tapi kalo pada dasarnya kalian ini masuk ke kriteria kita terus tiba-tiba kalian bilang kita ini cantik, itu sama aja menekan tombol jatuh cinta di hati kita!


Terlalu sering nraktir

Contoh nraktir yang bisa bikin geer:

  1. Dalam satu ruangan ada banyak orang, tapi cuma satu cewek itu doang yang kamu ajakin ngopi-ngopi;
  2. Setiap kali ketemu sama dia di kantin sekolah/kantor, kamu selalu nawarin diri buat bayarin semua jajanan dia; dan
  3. Kamu baru aja dapat promotion atau baru dapat pekerjaan baru, dan dari sekian banyak teman yang kamu kenal, cuma dia yang kamu traktir buat merayakan kabar baik tersebut.

My point of view:

Cowok yang royal itu idaman semua cewek. Semandiri-mandirinya cewek, tetep lebih suka sama cowok yang enggak pelit dan tetep ngebayarin mereka dalam setiap kesempatan. Makanya nggak heran kalo soal traktir-traktir ini bisa bikin cewek jadi naksir sama kalian. Bukan berarti kita ini matre loh… Tapi entah kenapa, kalo cowok yang kayak gini kesannya gentle dan cowok banget. So guys… nggak usahlah keseringan nraktir kita kecuali kalo kalian emang lagi usaha buat deketin kita! Toh tanpa traktiran kalian, kita semua enggak bakal mati kelaparan…

Gue ngerti sih, sebenernya kalian itu cuma berniat baik ingin menyenangkan hati teman… Tapi kalian enggak tau kan, efek dari tindakan kalian itu? Nih ya, gue kasih bocoran…

Barang-barang yang kalian kasih ke kita dalam rangka cuma iseng-iseng itu bisa jadi barang berharga yang kita simpan layaknya menyimpan emas bertahta berlian. Dan camilan murah meriah yang kalian beliin itu… bisa jadi bukannya dimakan malah kita simpen baik-baik sampe keburu lewat masa kadaluarsanya…

Nah, kalo udah tau kayak gitu, apa kalian masih tega?

Mungkin sampai sini, kalian bertanya-tanya… kenapa kalian harus sampe sebegitu hati-hatinya supaya nggak bikin kita kegeeran? Karena seringkali terjadi, kita tiba-tiba naksir sama kalian itu cuma gara-gara ngerasa diperlakukan istimewa! Seandainya kalian enggak bikin kita salah sangka, mungkin sampai kapanpun, kita nggak akan pernah naksir sama kalian. Dan asal tau aja ya… cewek yang lagi patah hati karena bertepuk sebelah tangan itu bener-bener kasian banget deh. Kesannya tuh kayak diri kita ini enggak berharga banget gitu.

Jadi daripada bikin kita naksir sama kalian terus malah jadi patah hati, ya mendingan dari awal jangan melakukan hal-hal yang bisa bikin kita jadi salah sangka. Udah terlanjur naruh harapan setinggi langit dan tiba-tiba harus terhempas lagi jatuh ke bumi itu rasanya menyakitkan banget lho.

At the end, I know that what we feel about you is none of your responsibility, BUT, it is your responsibility to keep your words and actions on the right track. Leading a girl into a crush without any intention of dating her is cruel. So next time, please be more careful ok!