A journey to remember

Wannabe… The Taste of Being a Teenager

Posted on: August 19, 2011

Sepuluh tahun yang lalu, tepatnya tanggal 8 Agustus 2001, gue sama Nitya temen sebangku gue, plus Intan sama Vera teman sebangkunya, ditambah bonus Junet yang duduk di belakang Intan dan Vera, sepakat bikin gank sepermainan. Gue lupa awalnya ide siapa, waktu itu kita sepakat nulis nama kita masing-masing pake kapur di atas mejanya Intan-Vera untuk kemudian kita tanda tangani sebagai simbol pembentukkan gank. Pada hari itu juga kita sepakat ngasih nama gank kita ini Wannabe, yang merupakan gabungan inisial boyband favorit kita masing (yup, waktu itu masih jamannya boyband). Akhirnya semenjak itu, tanggal 8 Agustus selalu kita jadikan hari jadinya kita berlima.

Di awal-awal semenjak kelulusan SMA, gue sama anak-anak WB lainnya masih rajin merayakan hari jadi kita. Tapi entah kenapa, dua tahun belakangan ini komunikasi kita agak tersendat. Padahal kalo dari gue, enggak bisa dibilang karena sibuk kerja juga secara gue sama temen-temen luar kantor lainnya masih suka ketemuan.

Bukan cuma jarang ketemuan, kita juga udah jarang banget saling curhat ke satu sama lainnya. Nggak ada satupun dari mereka yang tahu kapan terakhir kali gue deket sama cowok sampe lucunya, mereka masih aja suka cie-cie-in gue sama gebetan gue jaman SMA dulu! Padahal mah yaa, mikirin itu cowok aja udah enggak pernah sama sekali.

Ditambah lagi, masing-masing dari kita juga udah mulai punya teman-teman dekat baru. Gue sendiri udah mulai asyik banget sama temen-temen gue di EY. Sampe puncaknya, gue inget banget 8 Agustus tahun lalu, enggak ada satu orang pun yang inget hari jadi kita kecuali gue… Padahal tahun-tahun sebelumnya, biasanya justru gue yang paling belakangan inget soal tanggal istimewa itu.

Mendekati 8 Agustus 2011, gue kembali teringat untuk menyelamatkan persahabatan kita berlima. Jadilah gue mencetuskan ide buka puasa bareng sekaligus merayakan hari jadi kita yang ke 10. Tapi alamaaak, gue sempet gemes setengah mati. Gue sampe bilang sama mereka, “Gila yaa, ngajakin kalian jalan jauh lebih ribet daripada ngajakin selebritis.”

Meskipun jengkel, gue bertekad acara perayaan ultah ke 10 itu harus tetep jadi. Kenapa?

Karena…

  1. Setahun belakangan ini, gue udah kehilangan 4 sahabat terbaik gue dalam waktu yang hampir bersamaan. Gue udah ikhlasin mereka berempat, tapi yang ada gue malah jadi ngeri sendiri. Selama ini, jumlah sahabat yang relatif banyak adalah salah satu kebanggaan gue. Nah, kalo gue enggak keep baik-baik temen-temen lama gue, takutnya yang ada malah gue enggak punya sahabat sama sekali; dan
  2. Alasan yang lebih penting, gue boleh aja punya teman-teman baru, tapi tetep aja… teman baru yang manapun tetap nggak akan bisa menggantikan kenangan yang gue punya bareng temen-temen lama gue. Udah ada banyak hal, mulai dari hal-hal menyenangkan sampe hal-hal nyebelin yang udah gue lewatin bareng WB. Mereka itu bisa dibilang saksi hidup hal-hal stupid yang pernah gue lakukan semasa SMA dulu, hehehehe.

Pada akhirnya gue pikir, selama sifatnya bukan hal yang prinsipal, ya gue harus sabar-sabar aja ngadepin mereka. Gue sendiri toh, kalo juteknya udah kumat pasti pernah juga bikin mereka semua jadi bête. Jadi harus saling memaafkan lah yaa.

Akhirnya tanggal 17 Agustus kemarin, setelah saling kirim puluhan message via Facebook untuk menentukan tanggal terbaik buat kumpul, jadilah juga kita berempat (minus Intan yang batal datang di menit-menit terakhir) buka bareng di Hartz Chicken Buffet yang kemudian pindah ke Ichiban Sushi MM.

WB - minus Intan - on our 10th anniversary celebration.

And you know what… ternyata gue nggak nyesel udah repot-repot ngumpulin anak-anak WB hari Rabu kemaren.  Ada suasana fun, dan ada pula beberapa jokes yang cuma bisa gue dapetin waktu lagi kumpul bareng mereka. Udah gitu kalo sama mereka, gue cenderung lebih lepas dan nggak ada jaim-jaimnya sama sekali. Kita bebas banget bikin foto dengan pose kocak yang jarang-jarang gue lakukan kalo lagi sama teman-teman gue yang lainnya. Nggak peduli konyol, nggak peduli kayak ABG, yang penting kita senang, hehehehe.

Kemaren itu, abis buka bareng kita langsung cabut ke Fun World. Niat awalnya mau cobain karaoke box, tapi karena box-nya penuh melulu, akhirnya kita beralih nyobain berbagai jenis games lainnya. Mulai dari games getok-getok musang (eh, itu musang bukan sih?), sampe sempet nyobain dancing machine juga! Waktu main game apa fighter gitu, kita mainnya keroyokan. Satu orang megang dua sampe tiga tombol. Di permainan pertama, kita kalah terus. Tapi di percobaan ke dua… kita berhasil melaju sampe putaran ke dua! Kita langsung heboh kegirangan waktu berhasil menaklukan musuh di layar.

Yang paling seru itu waktu nyobain dancing machine. Ceritanya gue ngadu nari lawan si Junet. Gue kira sih bakal gampang aja, tapi nggak taunyaaa, itu tarian gue missed melulu! Sia-sia udah heboh joget ke sana-sini tapi skor gue tetep kalau jauh sama si Junet. Di tengah permainan, gue sempet berhenti cuma buat ketawa-tawa sekaligus terkesima ngeliatin Junet yang lincah dan serius banget nari-narinya. Oh ya, sambil nyobain dancing machine, nggak lupa gue minta tolong Vera sama Nitya buat ngambilin foto gue yang lagi asyik nari. Narsis harus jalan terus dong, hehehehe.

Ini dia nih, si Intan yang nggak jadi dateng itu!

Malam hari dalam perjalanan pulang, rasanya tuh kayak gue baru aja balik lagi jadi anak SMA selama beberapa jam di hari itu. Nggak ada omongan soal detail pekerjaan yang bikin pusing, nggak banyak ngebahas patah hati ala orang dewasa yang ternyata jauh lebih nyusahin daripada patah hati ala ABG, dan bisa bertingkah konyol tanpa peduli umur yang sudah atau baru akan menginjak seperempat abad. Jadi kembali lagi, ini dia satu hal yang nggak dimiliki oleh teman-teman yang baru kita kenal di usia dewasa: the taste of being a teenager.

Gue sangat menikmati kehidupan yang saat ini gue miliki. Tapi tetep aja, gue nggak boleh lupa bahwa gimanapun, sama dengan sahabat-sahabat baru yang gue punya, sahabat-sahabat lama itupun tetap harus jadi bagian dari hidup gue saat ini. Malah bisa jadi, justru hal itu yang bikin hidup gue jadi menyenangkan: seiring bertambahnya usia, semakin banyak pula sahabat yang datang menemani kehidupan gue, mulai dari yang lama sama yang baru aja berkenalan.

So I guess… I’m so blessed having so many great BFF around me 🙂

Advertisements

4 Responses to "Wannabe… The Taste of Being a Teenager"

tahun lalu , gue inget ultah kita kok fa… cuma aj ga di rayain ky tahun sebelumnya…..
jadi pengen SMA lagi yuk……
time of the hardest and easyest of life….

Huehehehe, yang penting tahun-tahun depan jangan sampe ada yang lupa yaa… Hmm, balik SMA lagi? Ogah ah, waktu SMA kan gue stupid banget, hehehehe.

ah ga stupid kok , pinter malahan kan rangking 1 pas kelas tiga….
cuma aja klo matematika lebih jago gw fa… hehehe… 😀

Hahaha… I still hate Math until now 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 974,557 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

Click the pictures below to visit my Instagram...

It’s very important to feel content about our own life. No matter how hard we try, the truth is, we will NEVER get EVERYTHING we want to have in life. I want to have more curves, I want to have a pair of cheekbones and a chin like a supermodel, I want to be married at 30 years old, I want to be a Math expert, I want so many things in life and some of them are just some mission impossible. It’s true that I’m a go getter, but I simply have no time nor resource to pursue everything I want in life. There are some things that I need to live with it probably for the rest of my life. But you know what? I never regret any of that. I would rather count my blessings rather than feeling sorry for my imperfections. I’ve tried to make the very best of every day in my life, and for me, that is way more than enough. I’m happy just the way I am, and I’m thankful for everything I have, everything I don’t have, and everything that I will never have.
Be a better you, for you. Dress up, wear heels, put some make-up on, for you. Live in your dream, be awesome in what you do, especially for you. Learn from your mistakes, get back up from your downfalls, for you. Be kind, be compassionate, also for you. Make yourself proud for being the very best of you, not to please anyone else but you.
Every people has their very own insecurity. They have flaws, failures, they all once did a couple of things they are not proud of. They have one soul crushing events they wish to forget. Their life is not perfect and nor is mine. I am no different with any other person I know. If there’s one thing I do differently, that one thing that many people is reluctant to do, is that I forgive my past. I accept my flaws. I make peace with my guilts and failures. It’s all simply because there’s nothing I can do to change everything that has happened back in my past. What’s gone is gone, I can only decide what I would like to do on the days to come. Rather than drowning in miseries, I moved on. I’ve seen many people turned their problems to a nightmare. They made their worst moments in life even worse than it should be. They pointed fingers, they blamed random innocent people, they pushed people away, they ran off from reality, they did nothing useful for their own life. Some of them even made their personal problems as someone else’s problems for no particular reason. They let their insecurities hurt people who has nothing to do with their downfalls. My life is no better nor easier than anyone else, but at least, I’m trying so hard to make my own life a better place. If I can do it, and so can you!

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: