A journey to remember

Everything Happens For a Reason

Posted on: September 20, 2011

Tugas terakhir gue di EY bisa dibilang tugas paling sulit yang harus gue jalanin selama hampir 4 tahun gue terjun di dunia kerja. Waktu itu ceritanya, gue ketiban kerjaan maha dahsyat itu gara-gara ada satu senior di tim gue yang menyatakan resign sebelum musim audit dimulai.

Waktu belum tau tugas maha dahsyat itu bakal diwarisin ke gue, si mantan senior pernah bilang begini ke gue, “Kasian orang yang nerusin kerjaan gue yang ini. Bisa nangis darah setiap hari.”

Waktu itu gue cuma manggut-manggut aja. Gue pikir enggak mungkin gue yang dipilih bos-bos buat gantiin mantan senior secara masih banyak temen setim yang lebih senior daripada gue. Tapi nggak disangka-sangka… kerjaan maha dahsyat itu malah diwariskan ke gue! Makanya di kemudian hari, gue sesekali iseng nyindir-nyindir mantan senior gue itu, “Gara-gara elo resign nih, jadi bikin gue susah.”

Mau nggak mau gue harus kerjain si tugas maha dahsyat itu. Dalam perjalananannya, terus terang gue banyak mengeluh. Gue ngerasa kerjaan itu termasuk susah tapi nggak banyak manfaat yang gue dapetin. Gue nggak ngerasa jadi tambah pinter gara-gara pekerjaan maha dahsyat itu. Secara yah, kerjaan itu cuma nggak jauh-jauh dari konsol sehingga nggak nambah knowledge gue dalam bidang lain sama sekali.

Ngelihat gue ngeluh melulu, teman seperjuangan yang juga dengan apesnya ketiban tugas buat kerja setim bareng gue ngurusin konsol klien istimewa itu, bilang begini sama gue, “Semua hal itu terjadi pasti ada alesannya, Peh. Mungkin sekarang elo belum tau apa gunanya. Tapi nanti, pasti elo tau kalo kerjaan ini juga ada manfaatnya buat elo.”

Singkat cerita, setelah melewati jam lembur gila-gilaan ditambah sakit-sakitan sampe sempet masuk UGD segala, akhirnya kerjaan itu bisa gue selesaikan dengan baik. Dengan selesainya pekerjaan itu, akhirnya… gue bisa resign dari EY dengan hati yang tenang… I had done my best and it was a right time for me to leave.

Bebeberapa bulan kemudian, ada satu kejadian yang mengingatkan gue sama nasehat si mantan teman seperjuangan di tim konsol: everything happens for a reason. Dan rasanya sekarang, kalo mau gue kumpulin dalam bentuk daftar, gue udah tau alasan-alasan apa yang membuat pekerjaan maha dahsyat itu pernah terjadi dalam working history gue.

  1. Berkat kerjaan itu, otak gue jadi lebih encer. Sangat membantu pekerjaan gue sekarang yang dituntut untuk sering berpikir gimana caranya memecahkan masalah yang terjadi di divisi gue;
  2. Nggak disangka-sangka, ternyata masih ada ilmu baru soal konsol yang gue dapetin dari tugas terakhir itu. Lagi-lagi, hal itu sangat membantu pekerjaan gue yang sekarang;
  3. Dalam engagement terakhir itu, gue banyak belajar untuk berbesar hati;
  4. Kerjaan maha dahsyat itu juga ngelatih gue buat lebih sabar dalam mengahadapi orang-orang sulit; dan
  5. Di tugas terakhir itu pula gue jadi punya teman baru. Gue emang enggak selalu akur-akur sama si teman seperjuangan, tapi pada akhirnya, mengenal si teman seperjuangan itu termasuk salah satu hal menyenangkan yang pernah gue lewati selama kerja di EY.

Jadi kesimpulannya, if everything happens for a reason, then that very difficult job happened to me was simply to make me a better person.

Lagipula entah kenapa, dan mungkin kedengerannya bakalan aneh banget… tapi gue bangga pernah jadi bagian dari tim konsol. Bangga pajang foto sendal samaan yang dimiliki tiga member dari tim konsol 2010 di Facebook, dan bangga juga setiap kali foto bareng temen-temen seperjuangan gue itu. So may be… the last reason why it happened to me was the memory itself 🙂

Ini dia... tiga sendal Konichiwa tim konsol 2010-2011.

P.S: Buat temen-temen EY gue… gue nulis kayak gini bukan berarti gue mau balik lagi loh yaa. It was a great memory, tapi kalo disuruh ngulang lagi mah, gue ogah banget, hehehehehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

My Blog Counter

  • 935,890 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

Click the pictures below to visit my Instagram...

We can’t control whatever life throws at us, but we definitely can control our reaction toward anything that can possibly happen to us.
It’s our decision whether or not we set ourselves free from miseries.
It’s our action that makes our life either colorful or plain boring.
It’s our behavior that leads us to feel merry or lonely.
And it’s certainly our own choices that bring us happiness in life.
Life is too short to be lonely, unhappy, and to be less proud of who we are.
Make the most of every day in your life, be happy with the little and the big things, make your life not only worth living, but also worth to celebrate!
You tell this to yourself, “Happiness starts now!” I’ve been working as a pre-wedding conceptor in past couple of months and I really enjoy seeing how two people so much in love with each other.
With that being said, instead of rushing myself to my own wedding, I’d rather tell myself to take my time. I want my wedding to be a lifetime event, I want this to be something worth fighting for, and for that, I need the right man who also shares the same wishes as mine.
I still have to find someone who clearly tells me what he wants, the one who never makes me have to wonder where he stands, the one who will certainly catch me when I fall. And maybe, it takes times until I find him. But that’s okay! Good things take times, do they? Either you are my friend, enemy, or just somebody I know. The choice is yours.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

%d bloggers like this: