Cerita Lucu Tentang Tragedi Pesawat Terbang

Berhubung masa sibuk audit interim udah lewat tapi audit year end belum dimulai, alhasil gue dan beberapa orang teman nggak ada kerjaan lain di kantor selain chatting dan kirim-kiriman e-mail. Nah, kemaren sore, gue terima e-mail dari Nova, salah satu temen di Medco Audit Team, yang menurut gue isinya tuh lucu banget! Begini isi e-mailnya…

Sebuah pesawat udara, yang dipenuhi artis artis indonesia sedang terbang untuk tour musik bersama. Tiba tiba mesin pesawat rusak satu .

“Pesawat kehilangan tenaga, kita bisa jatuh, cepat semua barang bawaan harap di buang keluar” perintah Pilot.

Setelah barang bawaan di buang pesawat bisa terbang lagi walau dengan tiga mesin. Tapi sialnya tak lama mesin mati lagi. Kembali pesawat kehilangan tenaga.

“Beban mesti di kurang, harus ada yang rela berkorban”, kata pilot

Tak lama kemudaian Titik Puspa berdiri, “Saya yang paling senior, saya lakukan demi generasi muda”.

Lalu dia melompat keluar
Aaaaaa…… .!!!!

Tapi pesawat masih tetap kekurangan tenaga, karena beban berat.
Sang pilot meminta supaya beban kembali dikurangi.

Lalu penyanyi, Ello, dengan gagah berdiri dan berkata, “Pergi untuk kembali”
Lalu dia juga melompat keluar
Aaaaaaaaa… …!!!!!

Tapi, pesawat tetap keberatan.
“Masih ada satu orang harus berkorban”, kata pilot

Penumpang lain pun tampak pucat, ketakutan.
Lalu Rhoma Irama berdiri, semua mata menatapnya.
“Demi moral bangsa”, katanya.
Penumpang terharu…

Lalu dia mendorong Inul keluar pesawat
Aaaaaaa….. ….!!!!

Kita Berbeda, Lalu Kenapa?

Gara-gara beberapa hari yang lalu ada acara potong kambing kurban di lapangan sebelah rumah, sampe sekarang bau khas kambing masih tercium dari rumah kontrakan gue itu. Dan hari ini gue baru nyadar bahwa bau itu tercium semakin kuat di siang hari. Bau kambing itu pula yang ngingetin gue sama obrolan bareng Stievan, salah satu best friend yang beragama Budha, satu minggu yang lalu.

Sore itu, via telepon…

“Fa… hari ini elo ngerayain Idul Adha kan? Jadi gue harus ngucapin sesuatu dong? Tapi apa yaa?”

Gue ketawa. “Hehe, sebabnya elo nggak tau kan Idul Adha itu ngerayain apa?”

“Hmmm…” Mikir sebentar. “Kalo gitu selamat makan kambing deh.”

Hah? Selamat makan kambing? Gue ketawa makin kenceng ngedenger ucapan selamat dari si Stievan. Daripada repot-repot menjelaskan, gue lebih memilih untuk ngejawab,

“Haha… gue nggak suka makan kambing tau, abis bau sih.”

“Ya kalo gitu selamat makan sapi deh, hehe…”

Well, semenjak kuliah di Binus gue banyak menemukan berbagai macam orang dari beragam latar belakang budaya dan agama. It’s so nice to see how people appreciate diversities between us. Selalu ada rasa haru setiap kali terima ucapan lebaran dari teman-teman yang non-Islam. Nggak penting apakah mereka paham makna di balik hari raya agama gue itu. Yang penting adalah fakta bahwa perbedaan besar itu tidak pernah menghalangi persahabatan di antara kita. Besides, bisa jadi hiburan tersendiri juga kalo terjadi hal-hal seperti yang gue ceritakan dalam tulisan ini, hehe. Keep being friends yaa guys!

Tentang Aku, Kamu, dan Dia

Aku tahu cara mendaki gunung itu

Aku tahu cara merintangi laut nan maha luas itu

Aku juga tahu, bagaimana menyakiti ia yang tak berdosa

Aku tahu aku bisa,

Namun aku adalah aku

Aku tak kan tertawa di atas deritanya

Aku tak bahagia di atas lukanya

Tak kan kunodai harap dan percayanya,

Karena aku adalah aku

Derita pasti kan datang menghampiriku

Luka, air mata, dan kecewa akan hiasi hari esokku

Tapi tak mengapa,

Aku akan bertahan menjadi aku

Bila terus berhembus napasku ini,

Kuyakin bahagia akan kembali menghampiririku

Aku tak meminta balas budi,

Ku hanya percaya Tuhan selalu ada bersama denganku

Kuyakin Ia maha melihat,

Bahwa aku tetap menjadi aku

Siapakah aku?

Aku hanya manusia biasa

Yang ingin kita bahagia bersama

Ingin yang terbaik untuk diriku,

Untukmu,

Dan untuk dia

Lupakan aku

Aku akan tetap di sini menjadi aku,

Sahabat terbaikmu.