Percakapan Siang Itu, Lebih dari 10 Tahun yang Lalu…

Waktu jaman ABG dulu, gue pernah patah hati berat sama salah satu gebetan yang tiba-tiba aja ngejauh tanpa ada penyebab yang jelas. Dalam keadaan emosi, gue ngomong begini sama Intan, salah satu teman baik gue di SMA, “Liat aja nanti… dia nggak mungkin bisa nemuin cewek yang lebih baik daripada gue. Someday dia bakal nyesel dan bakal gantian dia yang ngejar-ngejar gue.”

Waktu itu, dengan kalemnya Intan jawab begini, “Jangan gitu… Belum tentu Allah ngebales dengan cara seperti itu. Bisa aja Allah ngebales ketulusan elo sekarang dengan ngasih elo cowok yang jauh lebih baik.”

Percakapan siang itu cuma satu dari sekian banyak obrolan gue sama Intan. Sesuatu yang gue rasa udah dilupakan sama temen gue itu. Tapi buat gue, nasehat pendek itu udah jadi sesuatu yang mengubah pola pikir gue, sejak saat itu dan hingga saat ini.

Sekarang, saat ada orang lain yang sangat-sangat menyakiti perasan gue, maka gue tidak pernah lagi mengucapkan atau bahkan, tidak pernah pula terlintas dalam pikiran gue untuk bersumpah-serapah mendoakan hal-hal jelek akan menimpa orang yang bersangkutan. Menurut gue, balasan berupa hal-hal baik dari Tuhan untuk hidup gue jauh lebih menyenangkan daripada melihat hal-hal buruk menimpa hidup orang-orang yang pernah menyakiti perasaan gue itu. Mereka ketimpa sial juga gue enggak dapet untung apa-apa kan? Dan hal ini bukan berlaku dalam urusan cinta-cintaan aja lho. Dalam hubungan pertemanan, keluarga, bahkan dalam pekerjaan pun, gue menerapkan pola pikir yang sama.

Lalu apa timbal balik yang gue dapatkan?

Gue nggak bisa sebutkan secara detail di sini lah ya… Jatuhnya nggak bagus dan kesannya bisa kayak orang lagi pamer. But one thing for sure, I’ve got a happy life in return 🙂

My Best Wishes

Iseng-iseng lagi baca ulang koleksi tulisan lama gue, tiba-tiba aja gue nemuin tulisan yang pernah gue ketik beberapa tahun yang lalu. Tulisan yang ngingetin gue betapa dulu gue pernah sayang sama seseorang sampe sebegitunya, hehehehe. Really hope that someday I would find someone else who can make me feel this way 🙂

 

My Best Wishes

Jakarta, August 25, 20xx

 

I sincerely wish that you will find a girl who understands you. A girl who knows the things that you don’t want to hear, and a girl who knows every little thing you like and you hate.

You also need a girl who knows what to do when you’re silent. Your various kind of silence. A girl who gets herself noticed when you are scared, you worry a thing, you are feeling bad and screwed…

Then I really wish that you will find a girl whom you are willing to tell her your dreams. A girl who’s gonna be your first person who hears your stories. You’ll find a girl to share your life with.

It’s gonna be great if you find a girl who understands your jokes. Who appreciates your thoughts. Who will never laugh at your future plans, and who supports you toward your dreams.

I also wish that you will find a girl who is wise enough to tell you what goes wrong. A girl who grows a little kid inside your heart. A girl who fully believes that you can do better at anything. And a girl whom you are respect to listen.

Finally, in my best wishes, I sincerely hope that you will find a girl who loves you as much as I do. A girl who doesn’t need you to love her back just to keep her love alive. A girl who doesn’t hate you when you walk away. And a girl who still hopes you for the best before she gets going with her own life… her own life without you inside.”

8 Hal yang Dapat Memicu Perselingkuhan

Ada tayangan tv hari ini, yang membuat gue jadi terinspirasi buat menulis blog yang membahas tentang hal-hal yang dapat memicu perselingkuhan. Blog ini gue tulis berdasarkan pengamatan pribadi terhadap hal-hal nyata yang terjadi di sekitar gue. Memang belum tentu bisa dipukul rata, tapi tidak ada salahnya jika kita semua menjadikan hal-hal di bawah ini sebagai pertimbangan.

  1. Pasangan tidak bisa menjadi pendengar yang baik. Ada tipe orang yang jauh lebih suka didengar daripada mendengar. Saat orang lain curhat, dia cuma bereaksi, “Oh… Iya sih… I see.” Tidak lama kemudian, dia akan langsung ganti topik menjadi cerita tentang diri dia sendiri. Saat gantian dia yang bercerita, dia maunya orang lain mendengar baik-baik dan memberi pendapat yang bukan hanya satu atau dua kalimat saja. Nah… saat seseorang tidak menemukan tempat untuk berbagi pada pasangannya, maka secara naluriah, dia akan mencari orang lain yang bisa dia jadikan teman berbagi. Sharing selalu menjadi salah satu cara paling efektif untuk membuat dua orang asing menjadi sahabat. Dan jika hal ini terjadi pada pertemanan lawan jenis… maka hati-hati. Dari sekedar berbagi cerita, bisa berkembang menjadi berbagi hati;
  2. Punya prinsip untuk tidak bercerita tentang pekerjaan kepada pasangan. Sebetulnya, prinsip ini ada sisi positifnya: urusan kerja cukup terjadi di kantor saja, tidak perlu bikin hidup tambah lama menderita dengan dibawa-bawa ke luar kantor. Jangan saja keluhan soal pekerjaan malah bikin pasangan jadi merasa tidak nyaman… Hal ini tidak jadi masalah, asalkan kita tidak malah menjadikan teman lawan jenis di kantor sebagai pelarian curhat kita soal pekerjaan! Sama seperti point satu… perselingkuhan bisa saja dimulai dari sekedar curhat. Apalagi sebetulnya, saat kita sudah mulai bekerja, maka pekerjaan pasti akan menjadi salah satu penyumbang masalah terbesar dalam hidup kita. Ujung-ujungnya, makin banyak masalah di kantor, makin terbuka lebar pula peluang buat kita selingkuh sama si teman curhat. Tidak heran jika konon katanya, mayoritas orang berselingkuh dengan rekan kerjanya;
  3. Karena pasangan tidak akan bisa mengerti jika diajak ngobrol soal pekerjaan. Masih sambungan point 2 di atas, tidak curhat soal pekerjaan kepada pasangan belum tentu karena tidak mau, tapi lebih karena pasangan memang tidak bisa diajak ngobrol soal pekerjaan. Makanya kalau menurut gue, tidak ada salahnya jika berusaha memahami seluk beluk pekerjaan pasangan kita. Tapi biasanya siih, hal seperti ini lebih jarang terjadi pada pasangan yang sama-sama mempunyai pekerjaan. Jadiii, yah… punya pasangan yang tetap bekerja setelah menikah itu ada juga sisi positifnya kan? Hehehehe;
  4. Sering pergi berduaan dengan lawan jenis selain pasangan. Pergi hanya berdua otomatis membuat perhatian kita hanya terpusat sama dia, berkomunikasi hanya sama dia, melewati banyak hal juga hanya berdua sama dia saja… Semakin sering berduaan, semakin sering terbawa suasana, semakin besar pula peluang untuk terjadinya perselingkuhan… Jangan lupa bahwa katanya, kebersamaan bisa menumbuhkan cinta;
  5. Ada perempuan lain yang bisa membuat pasangan merasa ‘lebih cowok’. Si perempuan lain itu tidak selalu berwujud perempuan penggoda yang berbaju seksi. Karena seringkali, perempuan kalem yang cewek banget, bisa menjadi ancaman tersendiri buat mengalihkan perhatian pasangan. Mungkin ini sebabnya, perempuan seringkali dinasehati untuk tidak tumbuh terlalu mandiri, dan tidak meninggalkan hal-hal yang identik dengan perempuan (misalnya, minimal masih bisa masak). Aah… jadi perempuan itu emang enggak selalu mudah. Tetep masak setelah capek seharian kerja di luar rumah itu bukan hal yang mudah kan? Oh yaa, satu lagi… Menurut salah satu teman cowok gue, keunggulan dari ‘perempuan bayaran’ adalah mereka tau banget gimana cara bikin cowok ngerasa tersanjung! Hmm…
  6. Mulai merasa tergantung dengan sekertaris/asisten di kantor. Bos yang selingkuh sama sekretarisnya itu jelas bukan cerita baru. Masih nyambung sama point 4 di atas, job description sekretaris yang harus melayani bos dalam urusan pekerjaan memang berpotensi bikin seseorang ngerasa lebih superior sebagai seorang cowok. Apalagi kalo si bos mulai ngerasa sangat nyaman sampai jadi ketergantungan sama sekretarisnya… Hal yang sama bisa berlaku juga buat bos cewek yang punya asisten cowok. Soalnya terkadang, staf cowok itu tetap punya naluri buat melindungi atasannya. Sometimes he doesn’t see his boss as a boss, he sees his boss as a woman whom he has to treat her right. Gue nggak bilang punya asisten lawan jenis itu haram hukumnya. Hanya saja saran gue, ketahuilah batas-batasnya dan pertahankan profesionalitas!
  7. Tetap bertahan dengan pasangan hanya karena keterpaksaan. Jika kita bertahan dengan si dia hanya karena keterpaksaan, maka kita akan lebih rentan merasa tertarik dengan orang lain yang memiliki hal-hal yang tidak dimiliki pasangan kita. Makanya kalo menurut gue, kalau ada masalah, carilah solusinya! Jangan hanya bersikap pasrah dan berprinsip yang penting hubungan tetap awet… Sekedar awet saja tidak cukup. Harus awet, dan harus bahagia dalam menjalaninya; dan
  8. Karena tidak pandai menahan diri. Sebetulnya, tidak masalah kerja dengan lawan jenis, curhat dengan mereka, bahkan hang out bareng mereka, asalkan kita bisa menahan diri. Gue cukup sering curhat atau dijadikan tempat curhat sama teman-teman cowok yang sudah punya pacar, ada pula yang sudah menikah. Gue juga sering banget kerja bareng cowok-cowok  yang sudah tidak berstatus single. Tapi sampai sekarang, tidak pernah sekalipun gue mencoreng reputasi gue sendiri dengan lantas selingkuh sama mereka. Intinya kita harus tahu kapan kita harus menahan perasaan kita. Kalau akhirnya tidak sengaja jadi jatuh hati, maka kita harus tahu diri… kapan saatnya kita harus memaksa diri untuk mematikan perasaan dalam hati.

Ketika kita mulai mengikat diri dalam suatu komitmen, maka ingatlah selalu bahwa komitmen itu adalah janji antara dua orang, bukan bertiga, apalagi berempat dan berlima. Jangan pula pernah terpikir untuk menjadi orang ke tiga. Bersedia menempatkan diri sebagai orang ke tiga  menunjukkan rendahnya respek kita terhadap diri kita sendiri. Dan ingatlah selalu… laki-laki atau perempuan yang baik, apapun alasannya, tidak akan pernah menempatkan siapapun sebagai orang ke tiga dalam hidup mereka.

When I Refuse to Say Hello

Semalem, adek gue Yantri cerita soal betapa betenya dia kalo ada teman yang suka menjadikan gebetan/pacar masa lalu sebagai lelucon. Hal ini mengingatkan gue sama beberapa cowok di masa lalu gue, yang karena begitu banyak alasan, hubungan gue sama mereka berakhir kandas di tengah jalan. Atau lebih tepatnya, hubungan itu berakhir sebelum benar-benar sempat untuk dimulai.

Yang paling gue benci dengan pola hubungan seperti itu adalah sulitnya untuk gue benar-benar lepas dari bayang-bayang mereka. Entah kenapa dalam kisah-kisah masa lalu itu, orang-orang di sekitar selalu menganggap gue yang dulu lebih jatuh hati sama cowok-cowok itu, bukan sebaliknya. Dan herannya selalu ada saja orang yang mengira gue masih menyimpan harapan sama cowok-cowok itu! Padahal gue-nya sih udah move on, tapi justru orang-orang di sekitar gue itulah yang seolah belum beranjak dari masa lalu. Mungkin maksudnya cuma bercanda, tapi come on, apa enggak ada jokes lain yang lebih up to date?

Pernah dalam salah satu acara, katakanlah semacam reuni, gue asyik ngobrol sama salah satu cowok di masa lalu itu. Awalnya dia duluan yang memulai, dan gue pun terbawa suasana asyik ngobrol sama dia soal hidup kita masing-masing. Ketika suasana sedang sangat-sangat menyenangkan, ada seorang teman yang menyela… Dengan entengnya orang itu menggoda seolah gue ini masih naksir berat sama si masa lalu!

Kalau si masa lalu menanggapinya dengan santai, gue juga enggak akan sewot. Tapi yang cukup sering terjadi (bukan cuma sama satu masa lalu itu aja, ada juga beberapa yang lainnya), ekspresi wajah si masa lalu langsung berubah jadi tidak enak. Dari yang tadinya dia duluan yang mendekat untuk say hello lantas langsung berganti jaga jarak seolah gue ini virus menular yang mematikan. Ada pula yang sampai enggak mau diambil foto satu take bareng sama gue (padahal fotonya juga berame-rame, bukan foto berdua doang!) cuma gara-gara bete baru aja digodain sama teman-teman soal masa lalu gue dengan dia. Sebelnya lagi, yang ngambil foto belum bilang selesai, eeeh, dia-nya udah ngeloyor pergi duluan. Kan nggak sopan!

Kalau sudah begitu, dari yang tadinya hati senang langsung berubah jadi berang. Dari yang tadinya gue sempat berpikir akhirnya hubungan gue dengan si masa lalu bisa membaik sebagai teman berubah lagi menjadi pemikiran bahwa sampai kapanpun, keadaan tidak akan pernah kembali sama layaknya gue dan dia masih sama-sama murni berteman saja.

Akhirnya sekarang, saat ada acara yang sejenis, gue lebih memutuskan untuk menghindar. I prefer to avoid saying hello. Bukan masih menyimpan dendam atau yang semacamnya, gue cuma menghindari terulangnya rasa sakit hati yang selalu gue rasakan setiap kali ada teman yang usil melihat kedekatan gue dengan si masa lalu. Daripada muncul lagi komentar usil yang malah bikin dia seperti alergi sama gue, ya mendingan gue jaga jarak aja dong?

Gue tau hal ini berpotensi bikin gue kelihatan ketus, judes, tidak ramah dsb dsb. Tapi gue lebih memilih melindungi perasaan gue dengan cara seperti itu. If he doesn’t know how to keep my feeling then it’s me the only one who has to protect my own feeling from getting hurt. Memang sangat disayangkan, dari yang tadinya pernah dekat malah jadi seperti musuh bebuyutan. Tapi apa pula sebetulnya yang patut disayangkan kalau si masa lalu itu sendiri seolah tidak peduli bahwa sikap dingin yang dia tunjukan itu berpotensi bikin gue jadi sakit hati? Padahal sumpah deh… gue juga enggak selalu bisa ngerti apa sebab godaan usil seperti itu masih saja suka terlontar dari mulut teman-teman gue. So please don’t blame me for those jokes!

Ada kalanya gue ngerasa, andai dulu gue tahu akan seperti ini jadinya, maka gue akan lebih memilih untuk menahan perasaan gue saat itu. Enggak akan gue biarkan, atau gue berikan kesempatan untuk hubungan itu berkembang lebih dari sekedar teman. Karena gue akui, saat mereka melangkah pergi, gue bukan hanya kehilangan seseorang yang gue suka, tapi gue juga jadi ngerasa kehilangan seorang teman. Seorang teman yang biasa gue bagi rahasia-rahasia kecil gue, teman ngobrol mulai dari hal penting sampai nggak penting, teman yang selalu mengulurkan tangannya tanpa pernah gue minta…

Tapi ya sudahlah. Yang sudah berlalu biarkan saja berlalu. Untuk yang selanjutnya, gue akan belajar menahan perasaan gue sendiri. Gue nggak akan biarkan gue jatuh hati sama seseorang yang belum jelas apa maunya. Kehilangan teman selalu menjadi kenangan buruk yang sulit untuk dilupakan, dan gue tidak akan membiarkan hal yang sama terulang lagi di masa yang akan datang. Tidak akan pernah.

New Year, New Hope

There was that one t-shirt I bought in Phuket for my ex-crush in almost 2 years ago. I never had the courage to give it to him but still hoped that someday I would have a chance to give this.

As the time goes by, the more I deny whether those past moments were real. Maybe I was wrong, I took him wrong, since the very first time. However… deep in my heart, I did still hope that someday God would give us another chance.

This morning, I saw that t-shirt on my ex-desk in my aunty’s house which I used to live until last year. That t-shirt was still on its plastic package. I looked at it and realized… there would be no more future for the two of us.

Then for a while I considered… What should I do with this t-shirt? I could give it to my brother but I don’t want to see this on anybody else. Or I could just throw this into the trash bin… but that would be a waste of money.

Before I went back to parents’ home, I took the t-shirt, took it out from the package, then I put it in my paper bag so that I could bring it home. Yes, I have decided to take this t-shirt as mine.

As soon as I arrived at home, I found that there was no clean t-shirt in my bedroom. I was too lazy to find something to wear outside the bedroom. Then I remembered with that Phuket t-shirt. I took this out from the paper bag and wore it for sleeping tonight. And you know what… It looks good on me, feels comfortable, and suddenly I thought, “Why should I wait so long just to wear this t-shirt?”

It might be only an unimportant story for all of you, but for me, it’s a true sign that I have given up my hope. It’s new year, and it’s time for me to search for another new hope. New year, new hopes, but I wish this time, it’s gonna be a hope which could come true. Amin 🙂

2011 Achievements

Saat pergantian tahun menuju 2011 satu tahun yang lalu, gue bikin status yang isinya, gue ngerasa tahun 2011 akan jadi tahun yang berkilau buat gue. Setelah patah hati habis-habisan nyaris sepanjang tahun 2010, setelah bekerja sangat keras nyaris sepanjang tahun yang sama, gue ngerasa 2011 akan jadi waktunya buat gue memetik hasil. Lalu bagaimana realisasinya?

Tanpa berniat untuk pamer, berikut ini daftar pencapaian gue selama tahun 2011 yang istimewa ini:

  1. Memberanikan diri untuk resign dari EY, meski pada saat itu, gue belum mendapatkan pekerjaan pengganti. Waktu itu, audit engagement gue baru saja selesai. Jadi daripada keburu mulai engagement baru dan akhirnya malah susah cari timing lain buat resign, akhirnya gue beranikan resign efektif 4 April 2011. Gue beranikan diri untuk meninggalkan zona nyaman gue, meninggalkan teman-teman yang sudah akrab sama gue (padahal gue ini tipe orang yang susah akrab sama orang baru), serta berani meninggalkan nama besar EY untuk sesuatu yang belum pasti. Makanya buat gue, resign dari EY adalah suatu achievement karena akhirnya, gue berani meninggalkan EY untuk mengejar mimpi gue yang lebih besar;
  2. Mewujudkan mimpi masa kecil buat main ke Disneyland 😀 Dan ternyata memang benar, Disneyland was awesome! Kota Hongkong itu sendiri juga menyenangkan buat liburan. Tambah senang karena waktu itu perginya bareng sahabat-sahabat yang udah saling kenal luar dalam sehingga enggak ada istilah jaim sepanjang liburan itu. Kita bebas foto gaya konyol yang bahkan berhasil memancing tawa orang-orang asing yang kita nggak kenal sama sekali. I think that was one of unforgettable trips in my whole life;
  3. Berhasil dapat kerjaan baru hanya dua minggu setelah resign dari EY. Selama masa pencarian kerja, sebenernya gue udah sempet coba tes dan interview di beberapa tempat, tapi tetep enggak ada satupun yang sesuai keinginan gue. Sampe tiba-tiba, enggak lama setelah gue balik dari Hongkong (yup… gue pergi traveling ke 4 negara dalam keadaan pengangguran, hehehehe), mantan klien gue nelepon nawarin kerjaan! Saringan masuk gue cuma interview langsung sama CEO, langsung diterima, dan besoknya langsung mulai kerja. Berakhir sudah 2 minggu menganggur yang sangat-sangat menyebalkan itu, hehehehe;
  4. Berhasil move on. Setelah lebih dari satu tahun terjebak patah hati terparah seumur hidup gue sama satu cowok yang itu-itu aja, akhirnyaaa, di tahun 2011 gue berhasil naksir beberapa cowok baru. Meskipun sama 3 atau 4 cowok baru itu juga enggak ada kelanjutannya, seenggaknya udah bisa naksir cowok baru aja udah bagus banget lah buat gue. Tetep enggak berhasil jadian pun gue enggak berkecil hati kok. Soalnya untuk jatuh cinta yang selanjutnya, gue ingin menentukan sendiri kepada siapa gue mau jatuh cinta. Kalo dari awal gue tau hubungan gue sama mereka enggak akan ada masa depannya, atau gue tau bahwa ada satu atau beberapa hal tentang dia yang enggak akan pernah bisa gue terima, jadi ya udah, mendingan langsung cut aja saat itu juga… sebelum terlanjur jatuh terlalu dalam. It has come to me the time to be wise in love;
  5. Bikin blog pake domain gue sendiri! Bikin domain ternyata enggak seribet yang gue kira. Yang bikin lebih seneng, dibanding blog-blog gue sebelumnya, blog baru inilah yang paling ramai pengunjung. Gue juga jadi bisa berkenalan sama beberapa orang baru berkat blog ini. So yes, this new blog, and this blog readers are also categorized as my achievement of the year 🙂 ;
  6. Mendapatkan lebih banyak sahabat. Tahun 2011 ini bisa dibilang puncak keakraban gue sama beberapa teman setim di EY. Di kantor baru pun, nggak disangka gue bisa ketemu satu teman yang punya potensi buat gue jadiin sahabat. Buat gue, semua sahabat yang berhasil gue miliki adalah achievement. Gue pernah baca di buku Chicken Soup for The Teenage Souls: “Sahabat adalah hadiah terbaik yang dapat kita berikan kepada diri kita sendiri.” So yes… I have given one more gift to myself this year, hehehehe; dan
  7. Promotion at work 🙂 Dulu gue pernah iseng-iseng mikir… keren kali yah kalo bisa jadi manajer muda di umur 25. Nggak sangka ternyata, persis di hari ulang tahun gue yang ke 25, gue dapet kepastian bahwa gue akan mendapatkan promotion ke level manajer. Emang bukan manajer yang berkantor di gedung pencakar langit Sudirman seperti yang sangat gue inginkan, tapi untuk langkah awal, gue udah sangat bersyukur kok. Concern gue sekarang, gue ingin berusaha buktiin ke atasan gue bahwa gue bisa mengemban amanat ini dengan baik. I don’t want to make him regret the opportunity he gave to me. Wish me luck yaa guys.

Di tahun 2011, gue masih belum berhasil menerbitkan novel perdana gue. Belum berhasil menginjakkan kaki ke benua Eropa. Belum berhasil dapetin beasiswa S2 ke luar negeri. Belum berhasil pula mengganti status single menjadi in a relationship. Tapi overall, syukur Alhamdulillah, tahun 2011 tetap tahun yang berkilau buat gue. Bukan cuma soal 7 hal yang gue sebutkan di atas… tapi juga pendewasaan diri yang banyak gue rasakan sepanjang tahun ini. Insyaallah tahun 2011 ini adalah tahun yang telah menjadikan gue lebih baik dari gue yang sebelumnya.

Kalau tahun 2011 adalah tahun yang berkilau, maka gue ingin tetap bersinar terang di tahun 2012. Ingin tetap berusaha memperbaiki diri, tetap berusaha mengejar mimpi, dan yang paling penting, ingin tetap ingat untuk menginjak bumi di kala mimpi-mimpi gue mulai terwujud menjadi nyata.

Selamat tahun baru 2012 untuk semua pembaca blog gue, dan semoga di tahun yang baru, kalian semua juga akan semakin bersinar terang 🙂 Keep visiting my blog in 2012 yaa guys. Have a blast!

Hidden Treasures in My Old Bedroom

Gara-gara tuntutan pekerjaan, gue jadi harus balik lagi tinggal ke rumah ortu di Ujung Aspal, Bekasi. Ceritanya supaya terasa nyaman, gue pun melakukan renovasi kecil-kecilan untuk kamar gue itu. Setelah renovasi selesai, gue dan nyokap mulai ngeberesin isi kamar yang gue tempati sampai SMA itu. Semua barang-barang lama yang sudah berdebu kita keluarin satu per satu, kemudian kita ganti dengan barang-barang gue yang relatif baru.

Selama ngeberesin kamar tidur gue itulah, gue nemuin banyak benda lama yang lumayan bikin gue senyum-senyum sendiri. Berikut ini daftar ‘harta karun’ yang menyimpan rahasia kecil yang lama tersimpan di kamar tidur gue itu…


Gantungan kunci inisial “B”

Waktu nyokap nemuin bandul gantungan kunci yang udah putus itu, si Mami langsung nanya, “Ini B apaan? Bebek?” Gue cuma nyengir… sambil mengenang betapa dulu gue pernah naksir setengah mati sama si Mr. B. Selama beberapa tahun lamanya, gue sempat berpikir bahwa nolak cowok ini adalah kesalahan terbesar dalam hidup gue. He was the first person who made me believe that I was smart and pretty, hehehehehe. Makanya setelah gue mulai nemuin cowok-cowok baru pun, bandul itu masih gue simpan rapih di dalam laci lemari. Lalu apa yang gue lakukan sama si bandul B waktu kemaren beres-beres kamar? I threw that B away into a trash bag. Mr. B is simply my sweet past memory, that’s it.


Kertas ulangan harian Kimia yang nilainya cuma 36

Gue langsung terkikik geli melihat nilai 36 di selembar kertas itu. Rasanya gue udah hampir lupa gimana rasanya jadi pelajar bodoh yang enggak peduli sama angka merah di raport gue 😀 Gila yaa, kalo gue dapet nilai segitu setelah kuliah, gue bisa stres setengah mati deh. Secara waktu kuliah itu, dapet nilai 84 aja gue udah stres. Soalnya kalo di kampus gue, 84 itu cuma B, bukan A. Waktu gue bilang sama nyokap soal kertas kucel bernilai 36 itu, si Mami berkomentar, “Pasti deh, dulu itu sengaja diumpetin nilainya dari Mami.” Dalam hati gue nyengir… dulu gue emang suka ngumpetin nilai jelek di bawah alas kertas lemari baju gue, hehehehehe.

Surat yang gue tulis buat teman sebangku

Dulu itu, gue pernah ngerasa enggak nyaman sama salah satu teman sebangku gue. Padahal awalnya, gue menganggap dia teman terbaik gue di kelas itu. Sayangnya, dia itu tipe orang yang kelihatan enggak butuh teman. Untuk menyelamatkan pertemanan yang hampir karam, gue pun menulis surat dan berniat memberikan surat itu pada saat perpisahan. Tapi sayangnya, karena satu alasan yang gue sendiri udah lupa, dua lembar surat itu cuma tersimpan di dalam laci meja belajar gue aja.

Membaca ulang surat gue itu membuat gue kembali ingat bahwa cewek inilah yang dulu berperan besar dalam transformasi dari Riffa yang sering remedial jadi Riffa yang melesat ke 3 besar di kelas. Dia pula orang pertama yang ngajarin gue pelajaran akuntansi (serius deh, dulu itu gue susah banget bedain account mana aja yang masuk ke Balance Sheet sama account mana aja yang masuk ke Income Statement). Nggak nyangka banget setelah kuliah, gue malah dikenal sebagai guru les privat akuntansi di Binus. Mengingat semua itu, gue jadi nyesel dulu udah batal ngasih surat itu ke dia. Andai dulu surat itu gue kasih, mungkin, sampai hari ini gue masih berteman baik sama si mantan teman sebangku…

Foto-foto jaman dulu

Beberapa hari yang lalu, ada teman sekantor yang komentar begini waktu ngelihat foto gue jaman SMA di screensaver laptop, “Hahahaha, masih culun.”

Nah, begitu gue nemuin koleksi foto lama waktu  lagi beres-beres kamar, gue jadi nyengir sendiri… ternyata jaman dulu itu gue emang culun banget. Pake baju kelonggaran dan enggak ada keren-kerennya, jilbab suka miring-miring, muka kelihatan kucel dan super-oily pula… ckckckck.

Oh iya, gue juga nemuin koleksi photo box yang lucu-lucu banget! Ada banyak variasi frame lucu bareng teman-teman yang beberapa di antaranya gue udah enggak ingat siapa aja nama-nama mereka. Kemudian soal tampang gue di photo box… entah kenapa, kalo di photo box gue selalu kelihatan imut-imut, hehehehehe.


Foto masa kecil mantan gebetan gue

Gue bener-bener lupa lho, kalo gue pernah punya foto cowok itu waktu masih SD. Gue juga udah lupa gimana caranya foto imut itu bisa ada sama gue… Apalagi seinget gue, dulu itu gue enggak naksir-naksir banget sama cowok ini. Tapi kenapa gue bisa sampe punya foto kecilnya dia yaa? Bener-bener udah lupa…


Name tag gue waktu masa orientasi di Binus

Di belakang name tag yang terbuat dari kertas karton itu, terdapat sebuah tabel yang memuat daftar kesalahan gue. Isinya:

  • Datang terlambat;
  • Bawa barang yang bukan keperluan POM; dan
  • Nggak pake ribet.

Gue langsung nyengir begitu baca kesalahan gue yang nomor 3. Gue bener-bener udah enggak inget kenapa dulu gue sampe dihukum karena ribet. No wonder kalo orang-orang terdekat gue suka bilang gue ini ribet. Secara yaa, senior yang baru kenal gue sehari-dua hari aja bisa bilang gue ribet, hehehehe.


Botol-botol sample wewangian Oriflame

Kalo yang ini sebenernya hasil temuan si nyokap. Jadi dulu waktu masih kuliah, gue sempet ikutan bisnis Orfilame buat nambah-nambah uang jajan. Hasilnya lumayan, bisa buat biaya gue bersenang-senang dan buat beli keperluan kosmetik gue sendiri. Sayangnya semenjak punya gaji kantoran, hobi bisnis itupun gue tinggalkan. Padahal gue ini udah hobi dagang dari jaman masih SD lho. Mungkin nanti, kalo gue udah ngerasa puas sama pencapaian gue di dunia kerja kantoran, dan saat gue juga udah bosan jadi anak buah orang lain, mungkiiin… gue akan kembali terjun ke dunia bisnis gue sendiri.

Membereskan kamar, kemudian menulis blog ini bikin gue jadi bernostalgia… Dan entah kenapa, jadi semakin jelas terasa bahwa ada beberapa hal dalam hidup gue yang rasanya seperti keajaiban. Gue yang sekarang udah jauh berbeda dengan gue yang dulu. Udah enggak ada lagi si cewek ABG yang suka minder, sering dapet nilai jelek, pake baju asal-asalan, serta cewek yang having no clue bagaimana caranya mempertahankan persahabatan. Proses transformasi itu emang tidak pernah mudah. Bahkan terkadang gue ngerasa, gue udah bersikap terlalu keras sama diri gue sendiri. Tapi pada akhirnya, sama seperti ngeberesin kamar yang berantakan dan penuh debu, segala jerih payah dan rasa capek gue itu pasti akan terbayar lunas. Kemudian hari ini… I love my life as well as I love my new bedroom, hehehehehe.

Tentang Mimpi

Ada yang bilang, kalau kita mimpiin seseorang, itu berarti orang yang bersangkutan lagi mikirin kita. Baru-baru ini gue baca quotes di wall salah satu temen Facebook gue, bahwa ternyata hal itu sifatnya bukan mistis, melainkan berdasarkan hasil studi psikologi – entah gimana logikanya, yang jelas begitulah yang gue baca.

Terlepas bener atau enggaknya, gue justru lebih percaya bahwa orang yang paling sering kita mimpikan adalah orang yang paling sulit kita lupakan. Soalnya gue sering ngerasa, mimpi itu bisa berarti 3 hal:

  1. Wujud dari kekhawatiran atau rasa takut;
  2. Keinginan yang terpendam; dan
  3. Gambaran akan masa depan.

Untuk point yang ke tiga emang sifatnya agak kontroversial yah. Gue sendiri bukan orang percaya sama ilmu tafsir mimpi. Tapi kalo secara psikologis, gue percaya bahwa seringkali, sebetulnya kita sendiri udah tahu sama apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Hanya saja, kita berusaha menepis pikiran itu karena merasa takut kalau sampai hal itu benar-benar terjadi dalam hidup kita. Jadi kalo menurut teori sok taunya gue, masa depan yang berusaha kita ingkari itulah yang kemudian mendatangkan mimpi yang bentuknya mirip ramalan.

Dulu waktu SMA, gue bisa tiba-tiba kangen sama gebetan masa SMP hanya karena tiba-tiba mimpiin dia. Efek dari mimpi itu, gue jadi kangen sama dia. Dan pernah, saking kangennya, gue sampe repot-repot mengusulkan acara reuni SMP hanya supaya gue bisa ketemu sama dia lagi!

Tapi sekarang, gue udah enggak pernah lagi tuh, mimpiin dia kayak jaman dulu itu. Kalaupun pernah pasti udah enggak berkesan lagi karena buktinya gue udah lupa kapan terakhir mimpiin dia. Jadi kalo menurut gue, gue udah enggak pernah kangen sama dia bukan karena udah enggak pernah mimpiin dia lagi, melainkan sebaliknya: gue udah enggak pernah mimpiin dia karena gue udah ikhlas dengan masa lalu gue dan dia. Gue udah enggak punya lagi rasa khawatir bahwa jangan-jangan, dulu itu gue udah melakukan kesalahan besar dengan tidak memilih dia. Gue juga udah enggak punya keinginan untuk ketemu lagi sama dia, apalagi sampe meneruskan kisah yang udah lama berakhir itu. Dan pastinya, gue udah menyadari sepenuhnya bahwa tidak akan pernah ada lagi masa depan antara gue dengan dia.

Semalem tiba-tiba aja, gue mimpiin seseorang yang sebenernya udah cukup lama enggak gue pikirin. Mimpinya terasa nyata banget. I could feel his touch when he hold my hand, and I could feel his warmth when he hugged me in that dream.

Jadi ceritanya, di mimpi itu gue dan dia duduk berdampingan di ruang tamu yang tidak gue kenal. Meski duduk sebelahan, kita berdua hanya saling diam. Nggak lama kemudian gue bilang, “Sekarang gue tau apa salah gue dulu… Harusnya waktu itu, gue enggak ngediemin elo kayak begini… iya kan?”

Ngedenger gue ngomong gitu, dia langsung menoleh dan mengulurkan tangan kirinya. Adegan selanjutnya… well, bukan sesuatu yang bisa gue sharing via blog ini. Maklum, gue tau blog readers gue banyak yang masih berusia di bawah 18 tahun, hihihihihi.

Intinya, ketika bangun gue kembali menyadari… bahwa dalam hati kecil, gue masih enggak bisa berhenti bertanya-tanya… apa sebenernya salah gue waktu itu? Dan meksipun gue udah enggak berusaha menjalin komunikasi sama dia, gue juga masih penasaran… what was that between us?

Kemudian soal adegan romantis itu… yeaaah, gue rasa itu salah satu keinginan terpendam gue kali yah, hehehehehhe.

Kalo soal kehangatan yang bener-bener gue rasain, begitu pagi hari gue baru sadar kalo ternyata badan gue emang agak panas 😀 Seems like I’ve been so tired at work recently.

Untunglah mimpi itu enggak sampe bikin gue kangen sama orang ini. Rasanya satu tahun patah hati udah cukup, gue enggak mau memperpanjang lagi. Tapi jujur… hari ini gue jadi kembali bertanya-tanya… Kapan ya, gue bisa benar-benar melupakan cowok ini seperti gue yang udah berhasil melupakan gebetan-gebatan gue jaman ABG dulu? Ironisnya di saat yang sama, gue juga berpikir kenapa gue selalu aja jadi orang yang mengharapkan time-will-heal? Kenapa gue cuma bisa terjebak dalam kenangan, lalu berharap waktu lah yang akan menghapus semua kenangan itu? Kenapa untuk soal cinta-cintaan, gue enggak pernah berhasil jadi orang yang bertahan? Jadi orang yang berusaha mengubah keadaan… Atau lebih tepatnya, jadi orang yang berusaha mewujudkan mimpi untuk jadi kenyataan.

Seriously... kalo lagi terjebak dalam keadaan seperti ini, gue bener-bener berharap dulu gue terlahir sebagai laki-laki. A guy could try his best to catch the girl of his dream, while a girl… she only could hope for somebody who is willing to take her as a part of his dream. Big sigh…

P.s.: Sialnya lagi, cowok-cowok yang menjadikan kita sebagai gadis impiannya itu justru belum tentu cowok yang masuk kriteria cowok impian kita. Big sigh again

Kenapa Bad Boy Itu Menarik?

Apa sih definisi bad boy itu? Bad boy itu tipe cowok yang suka break the rule, bukan tipe cowok alim yang serba strict. Soal level kebandelan, tergantung lingkungan masing-masing. Buat lingkungan yang cenderung baik-baik, cowok yang suka dugem aja udah masuk kriteria bad boy. Tapi buat lingkungan yang lebih bebas, seseorang baru dicap ‘bad’ kalo kenakalannya udah lebih dari sekedar dugem di akhir pekan.

Nah, entah kenapa, biasanya bad boy itu termasuk bandel juga buat urusan cewek. Bukan tipe cowok yang bisa dipercaya, diragukan kesetiannya, punya track record sama banyak cewek, dan bukan juga cowok yang punya prospek baik buat dijadikan pendamping hidup. Tapi kenapa tetap saja, bad boy itu malah kelihatan menarik di mata cewek-cewek pada umumnya? Alasannya karena…

  1. Mereka pintar bikin cewek merasa diinginkan;
  2. Mereka pintar bikin cewek ngerasa cantik;
  3. Bad boy is not a good listener, mereka bisa aja selalu lupa kalo kita ini enggak suka makanan pedas misalnya. Tapi, mereka itu pinter banget baca pikiran cewek. Gue sampe suka heran, “Lho, kok dia tau ya, gue punya pikiran seperti itu?”
  4. Cewek-cewek suka ngerasa tertantang buat ngebuktiin bahwa mereka bisa mengubah bad boy itu;
  5. Bad boy justru bukan tipe cowok yang selalu memperlakukan cewek seperti ratu sepanjang waktu. Tapi anehnya, justru hal ini yang bikin cewek jadi penasaran. Biasanya, justru cewek-cewek populer yang suka punya pikiran seperti itu;
  6. They know what to do to make us smile and laugheven in our worst day and worst mood;
  7. Mereka pintar mencari timing yang tepat. Makanya walaupun mereka suka datang dan pergi sesuka hati, pada akhirnya, kita cenderung tetap menerima mereka kembali kan?
  8. Mereka pintar cari kata-kata yang ingin kita dengar… termasuk, yang bisa bikin kita luluh kalo lagi marah sama mereka;
  9. Mereka justru lebih pemaaf daripada cowok baik-baik. Kita ini kan emang suka terharu banget tuh, sama orang yang bisa maafin ledakan-ledakan emosional kita itu…
  10. Mereka bukan tipe cowok yang ngerasa minder sama cewek-cewek superior (baca: cerdas dan karier memukau). Kepercayaan diri itulah yang bikin bad boy jadi kelihatan lebih menarik di mata cewek-cewek superior itu;
  11. Sebaliknya, bad boy juga bukan tipe cowok yang gampang ilfil sama cewek-cewek lemot. Jarang terjadi mereka ilfil sama cewek yang nggak sengaja saying something stupid di depan mereka;
  12. Biasanya bad boy bukan tipe cowok yang suka banget ngatur-ngatur. Kemungkinannya cuma 2: kita jadi ngerasa nyaman karena diberi keleluasaan, atau… kita malah jadi penasaran sama sikap mereka yang kelihatan cuek bebek itu; dan
  13. Katanya siiih, some of them are good in bed. Tapi serius deh, misalkan bener mereka good in bed, apa enggak pernah kepikiran bahwa hal itu berkat hasil practice sama banyak cewek di masa lalu mereka? Belum lagi cewek-cewek yang nggak jelas asal-usulnya… euuwww…

Dengan 13 nilai plus di atas (kecuali point ke 13 yah… I don’t really think it’s an advantage), pastinya emang cenderung lebih sulit buat lepas dari mereka. Padahal kalo menurut gue, emang udah seharusnya kita walk away dari cowok model begini. Tanpa berpasangan sama mereka aja hidup itu udah banyak banget masalahnya. Jadi buat apa sih, cari cowok yang kemungkinan besar bakal nambahin daftar masalah dalam hidup kita? Ini pula alasan kenapa pada akhirnya, cewek tetap lebih memilih menikahi cowok baik-baik yang bener-bener sayang sama mereka. Secara yaa, setelah capek sakit hati diperlakukan seenaknya sama cowok-cowok bandel itu, begitu ketemu sama cowok yang memperlakukan kita dengan baik pastilah rasanya kayak heaven on earth. Nah, gimana kita mau ngerasain that heaven on earth kalo kita masih aja bolak-balik terjebak sama bad boy?

Tips dari gue yang mau get rid of bad boy, jangan kasih mereka peluang sedikit pun untuk ambil bagian/untuk hadir kembali dalam hidup kita. Sekali aja kita bales SMS/YM/BBM mereka, maka pasti deh ujung-ujungnya mereka berhasil merebut hati kita lagi. Most of bad boy is not a fighter… tolak aja sekali dua kali, nanti mereka juga nggak bakal balik-balik lagi. Mungkin nanti, berbulan-bulan dari sekarang, mereka bisa aja iseng-iseng mencoba dateng lagi. Tapi tetep jangan terpengaruh! Mereka itu cuma lagi iseng-iseng berhadiah aja. Asal kita konsisten, kita pasti bisa lepas dari mereka. Good luck ya, girls!

Kenapa Cowok Suka Bikin Cewek Jadi Geer?

Belakangan ini, ada beberapa orang yang meng-google keyword: kenapa cowok suka bikin cewek geer, yang akhirnya, pencarian google orang-orang tersebut menyambungkan mereka ke blog gue ini. Dan gue pun jadi terinspirasi buat nulis blog yang bertema: kenapa cowok suka bikin cewek geer?

Berikut ini adalah jawabannya, yang gue dapat langsung dari teman-teman cowok gue, dan ada juga yang berdasarkan pengalaman pribadi gue.

Karena cowok senang diperhatikan…

Ada teman gue yang bilang waktu dia masih lebih muda, dia suka sengaja bermanis-manis sama cewek buat menarik perhatian mereka. Dengan begitu, cewek-cewek itu juga akan berbalik memperhatikan dia. Dan si teman gue ini dulunya sangat-sangat menikmati hujan perhatian dari cewek-cewek di sekitarnya. Katanya hidup dia jadi terasa lebih menyenangkan. Itu saja, as simple as that.

Karena enggak mau kehilangan fans…

Kalo menurut gue sih ya, harus diakui bahwa cewek itu adalah salah satu ‘aksesoris’-nya cowok-cowok. Makin banyak aksesoris, makin keren dan akan makin mendongkrak ego mereka. Biasanya cowok yang sudah dewasa (baca ya: dewasa, bukan tua… orang yang tua secara usia belum tentu sudah dewasa secara kepribadian) akan berhenti tebar pesona. Biasanya sih, mereka berhenti tebar pesona kalo udah nemuin satu cewek yang bener-bener bikin mereka ngerasa klop.

Karena mereka dididik sama orang tuanya untuk memperlakukan cewek dengan baik…

Jangan keburu geer kalo ada cowok yang menawarkan diri membawakan barang berat milik kita, atau yang dengan baik hatinya menunggu sampai kita mendapat taksi di malam hari. Atau hal-hal kecil seperti membukakan pintu untuk kita. Karena bisa jadi, hal itu memang biasa dia lakukan kepada semua perempuan yang dia kenal. Bisa jadi, dia menjadi gentle seperti itu berkat didikan orang tuanya. Misalnya di keluarga gue… Anak-anak cowok dididik untuk bantu membawakan barang-barang berat milik saudara perempuannya. Jadi sebelum geer, coba dilihat dulu. Does he also do the same thing to any other girl?

Karena pada dasarnya, dia memang tipe cowok yang baik hati…

Baru-baru ini, gue seperti mengalami déjà-vu. Ada teman cowok yang melakukan sesuatu yang dulu juga pernah dilakukan sama mantan gebetan gue. Jujur dulu gue sempat geer sehingga ujung-ujungnya gue malah jadi naksir sama mantan gebetan gue itu. Tapi kali ini, gue jelas enggak boleh geer. Kenapa? Karena teman cowok gue yang satu ini terkenal cinta dan setia banget sama istrinya! Gue lihat persamaannya, dua orang cowok ini emang terkenal dengan kebaikan hatinya. Jadi mungkin, dulu gebetan gue itu juga enggak ada niat bikin gue jadi geer, tapi emang gue-nya aja yang salah mengartikan kebaikan hatinya.

Karena mereka menganggap kita teman baik…

Ada beberapa sahabat cewek gue yang suka SMS atau telepon gue untuk memastikan gue udah sampe rumah dengan selamat setelah gue pulang dari hang-out bareng mereka di malam hari. Banyak juga yang kalo pergi makan bareng gue, mereka peduli banget sama menu makanan yang gue suka dan yang enggak gue suka. Ada pula teman-teman cewek yang tidak dalam rangka apa-apa, tiba-tiba aja nraktir gue makan malem. Nah, kalo hal yang sama dilakukan sama cowok, jujur bisa-bisa gue salah sangka. Padahal sebetulnya niat mereka, baik teman cowok dan teman cewek, itu ya sama-sama aja: mereka memperlakukan kita dengan baik karena mereka menganggap kita teman baik mereka. Makanya sekarang kalo ada cowok yang ngajakin makan terus gue dibayarin ya udah, alhamdulillah, hehehehehe.

Menurut gue sih, cewek-cewek nggak usah pusing lah, soal beginian. Kalo cowok itu emang benar-bener suka sama kita, dia pasti bakalan bilang. Apapun rintangannya, dia pasti akan tetap bilang. Jadi sampai dia jelas-jelas bilang suka, ya mendingan jangan salah sangka dulu. Menurut pengalaman pribadi gue, kalo kita sampe harus menebak-nebak isi hati dia, maka besar kemungkinan kita hanya salah sangka saja. Karena ya itu tadi… kalo mereka beneran suka sama kita, mereka pasti kepengen kita tahu dengan cara bilang langsung. Jadi mendingan berhenti berusaha mengumpulkan ‘tanda-tanda’ itu. Just enjoy his attention and don’t take it seriously. Lagipula sebenernya asyik juga kan… diperlakukan sebagai cewek sama cowok-cowok itu? Hehehehehe.