A journey to remember

Hidden Treasures in My Old Bedroom

Posted on: December 26, 2011

Gara-gara tuntutan pekerjaan, gue jadi harus balik lagi tinggal ke rumah ortu di Ujung Aspal, Bekasi. Ceritanya supaya terasa nyaman, gue pun melakukan renovasi kecil-kecilan untuk kamar gue itu. Setelah renovasi selesai, gue dan nyokap mulai ngeberesin isi kamar yang gue tempati sampai SMA itu. Semua barang-barang lama yang sudah berdebu kita keluarin satu per satu, kemudian kita ganti dengan barang-barang gue yang relatif baru.

Selama ngeberesin kamar tidur gue itulah, gue nemuin banyak benda lama yang lumayan bikin gue senyum-senyum sendiri. Berikut ini daftar ‘harta karun’ yang menyimpan rahasia kecil yang lama tersimpan di kamar tidur gue itu…


Gantungan kunci inisial “B”

Waktu nyokap nemuin bandul gantungan kunci yang udah putus itu, si Mami langsung nanya, “Ini B apaan? Bebek?” Gue cuma nyengir… sambil mengenang betapa dulu gue pernah naksir setengah mati sama si Mr. B. Selama beberapa tahun lamanya, gue sempat berpikir bahwa nolak cowok ini adalah kesalahan terbesar dalam hidup gue. He was the first person who made me believe that I was smart and pretty, hehehehehe. Makanya setelah gue mulai nemuin cowok-cowok baru pun, bandul itu masih gue simpan rapih di dalam laci lemari. Lalu apa yang gue lakukan sama si bandul B waktu kemaren beres-beres kamar? I threw that B away into a trash bag. Mr. B is simply my sweet past memory, that’s it.


Kertas ulangan harian Kimia yang nilainya cuma 36

Gue langsung terkikik geli melihat nilai 36 di selembar kertas itu. Rasanya gue udah hampir lupa gimana rasanya jadi pelajar bodoh yang enggak peduli sama angka merah di raport gue 😀 Gila yaa, kalo gue dapet nilai segitu setelah kuliah, gue bisa stres setengah mati deh. Secara waktu kuliah itu, dapet nilai 84 aja gue udah stres. Soalnya kalo di kampus gue, 84 itu cuma B, bukan A. Waktu gue bilang sama nyokap soal kertas kucel bernilai 36 itu, si Mami berkomentar, “Pasti deh, dulu itu sengaja diumpetin nilainya dari Mami.” Dalam hati gue nyengir… dulu gue emang suka ngumpetin nilai jelek di bawah alas kertas lemari baju gue, hehehehehe.

Surat yang gue tulis buat teman sebangku

Dulu itu, gue pernah ngerasa enggak nyaman sama salah satu teman sebangku gue. Padahal awalnya, gue menganggap dia teman terbaik gue di kelas itu. Sayangnya, dia itu tipe orang yang kelihatan enggak butuh teman. Untuk menyelamatkan pertemanan yang hampir karam, gue pun menulis surat dan berniat memberikan surat itu pada saat perpisahan. Tapi sayangnya, karena satu alasan yang gue sendiri udah lupa, dua lembar surat itu cuma tersimpan di dalam laci meja belajar gue aja.

Membaca ulang surat gue itu membuat gue kembali ingat bahwa cewek inilah yang dulu berperan besar dalam transformasi dari Riffa yang sering remedial jadi Riffa yang melesat ke 3 besar di kelas. Dia pula orang pertama yang ngajarin gue pelajaran akuntansi (serius deh, dulu itu gue susah banget bedain account mana aja yang masuk ke Balance Sheet sama account mana aja yang masuk ke Income Statement). Nggak nyangka banget setelah kuliah, gue malah dikenal sebagai guru les privat akuntansi di Binus. Mengingat semua itu, gue jadi nyesel dulu udah batal ngasih surat itu ke dia. Andai dulu surat itu gue kasih, mungkin, sampai hari ini gue masih berteman baik sama si mantan teman sebangku…

Foto-foto jaman dulu

Beberapa hari yang lalu, ada teman sekantor yang komentar begini waktu ngelihat foto gue jaman SMA di screensaver laptop, “Hahahaha, masih culun.”

Nah, begitu gue nemuin koleksi foto lama waktu  lagi beres-beres kamar, gue jadi nyengir sendiri… ternyata jaman dulu itu gue emang culun banget. Pake baju kelonggaran dan enggak ada keren-kerennya, jilbab suka miring-miring, muka kelihatan kucel dan super-oily pula… ckckckck.

Oh iya, gue juga nemuin koleksi photo box yang lucu-lucu banget! Ada banyak variasi frame lucu bareng teman-teman yang beberapa di antaranya gue udah enggak ingat siapa aja nama-nama mereka. Kemudian soal tampang gue di photo box… entah kenapa, kalo di photo box gue selalu kelihatan imut-imut, hehehehehe.


Foto masa kecil mantan gebetan gue

Gue bener-bener lupa lho, kalo gue pernah punya foto cowok itu waktu masih SD. Gue juga udah lupa gimana caranya foto imut itu bisa ada sama gue… Apalagi seinget gue, dulu itu gue enggak naksir-naksir banget sama cowok ini. Tapi kenapa gue bisa sampe punya foto kecilnya dia yaa? Bener-bener udah lupa…


Name tag gue waktu masa orientasi di Binus

Di belakang name tag yang terbuat dari kertas karton itu, terdapat sebuah tabel yang memuat daftar kesalahan gue. Isinya:

  • Datang terlambat;
  • Bawa barang yang bukan keperluan POM; dan
  • Nggak pake ribet.

Gue langsung nyengir begitu baca kesalahan gue yang nomor 3. Gue bener-bener udah enggak inget kenapa dulu gue sampe dihukum karena ribet. No wonder kalo orang-orang terdekat gue suka bilang gue ini ribet. Secara yaa, senior yang baru kenal gue sehari-dua hari aja bisa bilang gue ribet, hehehehe.


Botol-botol sample wewangian Oriflame

Kalo yang ini sebenernya hasil temuan si nyokap. Jadi dulu waktu masih kuliah, gue sempet ikutan bisnis Orfilame buat nambah-nambah uang jajan. Hasilnya lumayan, bisa buat biaya gue bersenang-senang dan buat beli keperluan kosmetik gue sendiri. Sayangnya semenjak punya gaji kantoran, hobi bisnis itupun gue tinggalkan. Padahal gue ini udah hobi dagang dari jaman masih SD lho. Mungkin nanti, kalo gue udah ngerasa puas sama pencapaian gue di dunia kerja kantoran, dan saat gue juga udah bosan jadi anak buah orang lain, mungkiiin… gue akan kembali terjun ke dunia bisnis gue sendiri.

Membereskan kamar, kemudian menulis blog ini bikin gue jadi bernostalgia… Dan entah kenapa, jadi semakin jelas terasa bahwa ada beberapa hal dalam hidup gue yang rasanya seperti keajaiban. Gue yang sekarang udah jauh berbeda dengan gue yang dulu. Udah enggak ada lagi si cewek ABG yang suka minder, sering dapet nilai jelek, pake baju asal-asalan, serta cewek yang having no clue bagaimana caranya mempertahankan persahabatan. Proses transformasi itu emang tidak pernah mudah. Bahkan terkadang gue ngerasa, gue udah bersikap terlalu keras sama diri gue sendiri. Tapi pada akhirnya, sama seperti ngeberesin kamar yang berantakan dan penuh debu, segala jerih payah dan rasa capek gue itu pasti akan terbayar lunas. Kemudian hari ini… I love my life as well as I love my new bedroom, hehehehehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 899,829 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

Click the pictures below to visit my Instagram...

The beauty of diversity. I'm glad that I met them along my career path at Lazada. Just a little help like this could mean everything to me and The Lens Story. Many thanks! ❤️
📷: @thelenstory 👚: @adidaswomen 👕: @nike 
#friends #friendshipgoals #diversity #photography #photooftheday #canon #snapseed #thelenstory Find someone who loves you properly.
The one who never intentionally let you wait for him.
The one who never makes you have to wonder how he truly feels about you.
The one who will definitely catch you and hold you tight as you fall for him.
The one who gives you all he has to be a better man, to fix what goes wrong, to fight for you and to never let you go.
You are too old for another Mr. Wrong, reward yourself with the right one.
Love yourself enough to leave your past, you deserve better.
📷: @thelenstory
💄: @yuficarolin.mua
👗: @calla.atelier
👠: @charleskeithofficial 
#love #life #quote #photography #photooftheday #thelenstory I'm not perfect. I make mistakes. I do the things I'm not proud of. I give up, sometimes. I hurt people, mostly the ones that I actually care about. I have a lot of flaws, but at least, I'm trying hard to be a better person. I'm no saint nor angel, but I'm not a pure evil either. I'm simply a human who is trying to be the very best that I can be. I'll never stop learning, until my very last breath.
📷 @thelenstory
💄 @yuficarolin.mua
👗 @calla.atelier
👠 @charleskeithofficial
#photooftheday #beauty #photography #quote #thelenstory

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

%d bloggers like this: