A journey to remember

My Best Friend’s Wedding

Posted on: February 21, 2009

Satu minggu yang lalu, entah untuk yang ke berapa kalinya, gue nonton film My Best Friend’s Wedding yang dibintangi Julia Robert. Film ini bercerita tentang seorang cewek yang ditinggal married sama sahabat cowok yang diam-diam dicintainya. Meski nggak ada statement secara eksplisit, tapi gue yakin kalo cowok ini juga pernah dan masih menyimpan perasaan khusus sama sahabat ceweknya itu. Malah, satu hari sebelum pernikahannya dengan perempuan lain, si cowok bilang begini sama sahabatnya itu, “You are the woman of my life.”

Enggak tau kenapa, gue selalu menyimpan minat khusus terhadap film tentang persahabatan antara cewek dan cowok. Mulai dari Kuch-Kuch Hota Hei, My Best Friend’s Wedding sampai yang paling baru Maid of Honor. Kenapa begitu? Mungkin karena gue termasuk orang yang gampang bertemen deket sama cowok kali ya… Lalu gimana akhir hubungan gue sama temen-temen cowok itu?

  1. Dia ngejauhin gue karena ngerasa bertepuk sebelah tangan;
  2. Dia ngejauhin gue karena dia tau gue cuma bertepuk sebelah tangan;
  3. Gue ngejauhin dia karena ngerasa bertepuk sebelah tangan; atau
  4. Gue ngejauhin dia karena tau dia cuma bertepuk sebelah tangan.

See? Nggak pernah ada yang happy ending dalam friendship gue dengan para kaum cowok…

Untuk alasan nomor 3 dan 4, gue punya argumentasi tersendiri. Untuk yang nomor 3, rasanya wajar kalo gue lebih milih menghindar dari orang yang bikin gue bertepuk sebelah tangan. Gue pengen bisa move on, dan pastinya hal itu akan sulit dilakukan kalo gue masih aja denger suara dia atau ngeliat muka dia setiap harinya. Untuk alasan yang nomor 4, gue cuma nggak mau ngasih harapan palsu sama temen cowok gue itu. Gue ini tipikal cewek yang sejak pertama kenal seorang cowok, gue bakalan langsung tahu apakah dia termasuk cowok yang mungkin atau enggak akan mungkin gue sukai. Jadi daripada dia buang-buang waktu, mendingan gue menghindar dari dia kan?

Herannya, biar udah sering terjadi berulang-ulang, gue masih aja enggak kapok temenan deket sama cowok-cowok. Bagi gue, berteman sama mereka itu semacam variasi hidup. Selalu ada kebahagiaan tersendiri saat menghabiskan waktu dengan sahabat cowok. Hanya saja sayangnya, saat pertemanan itu udah bawa-bawa urusan hati, pilihannya cuma dua: take it OR leave it.

Jadi boleh dibilang, gue nggak percaya bahwa cewek dan cowok bisa bersahabat tanpa melibatkan perasaan sama sekali. Jangan lupa bahwa kebersamaan dan rasa nyaman bisa menimbulkan rasa cinta. Jadi daripada terombang-ambing antara cinta atau persahabatan, lebih baik cepat diputuskan saja; mau dibawa ke mana hubungan pertemanan itu? Karena kalau tidak begitu, jangan aja nasib kita jadi kayak Julia Roberts yang memohon-mohon sama sang sahabat untuk membatalkan pernikahannya… Atau sebaliknya, bukan mustahil di masa yang akan datang gue membatalkan pernikahan gue dan merelakan uang puluhan juta rupiah melayang begitu saja hanya gara-gara sang best friend yang datang untuk mengagalkan pernikahan itu… (sama kayak cerita film Maid of Honor itu lho…).

Memang benar bahwa mengubah status dari sahabat menjadi pacar akan memorakporandakan segalanya begitu hubungan asmara itu putus di tengah jalan. Tapi menurut gue, yang namanya cewek dan cowok itu emang nggak akan bisa bersahabat erat untuk selama-lamanya. Karena saat kita sudah berumah tangga nanti, kita pasti dituntut untuk membatasi interaksi dengan lawan jenis selain suami dan keluarga kita kan? Jadi kalau toh ujung-ujungnya bakalan sama, apa salahnya untuk dicoba berpacaran dengan sahabat sendiri?

Tapi pasti akan lain ceritanya kalau cinta dalam persahabatan itu adalah cinta yang tidak terbalas. Ada beberapa situasi yang membuat hubungan percintaan menjadi sulit untuk diwujudkan. Misalnya, salah satu pihak ada yang sudah berpasangan dengan orang lain. Kalau sudah begitu, menurut pengalaman gue, sebaiknya kita pergi meninggalkan sahabat kita itu.

Apabila kasusnya kita bersahabat dengan pacar orang lain, saran gue jangan sampai keberadaan kita menjadi duri dalam daging bagi hubungan sahabat dengan pasangannya. Selain itu menurut gue, mempertahankan hubungan seperti ini hanya akan buang-buang waktu. Ok sekarang mereka statusnya masih pacaran sehingga kita bisa menyimpan harapan suatu hari mereka bisa saja putus. Tapi gimana kalo hubungan mereka lanjut terus sampai jenjang pernikahan? Masa’ iya kita masih mau ngarep suatu saat mereka akan bercerai? Lagipula akan sulit buat kita mencari gebetan baru apabila kita masih menyimpan rasa suka sama seseorang yang masih berada sangat dekat dari jangkauan kita. Nah, kalau sudah begitu, ujung-ujungnya kita yang rugi terus menjomblo sementara dia udah berbahagia dengan pasangannya sendiri.

Atau gimana kalo sebaliknya; justru kita berada dalam posisi yang sudah punya status in a relationship? Ini juga sama saja… Kasihan sahabat kita kalau terus menerus menyaksikan kebahagiaan kita sama orang lain. Kalau kita memang tidak berniat menjadikan dia pasangan sedangkan kita tahu betul seberapa besarnya cinta dia sama kita, maka lebih baik relakan dia pergi jauh dari hidup kita. Jangan egois dengan tetap ingin memilikinya sebagai teman curhat. Dia berhak hidup bahagia dengan orang yang mencintai dia lebih dari sekedar teman biasa. Jangan juga nekat berteman terlalu intim dengan lawan jenis saat kita sudah berpasangan dengan orang lain. Jangan sampe sahabat yang kita sayangi itu justru dihina-dina sebagai tukang rebut pacar orang lain.

Gue ngerti banget gimana enggak enaknya harus ninggalin sahabat yang udah deket banget sama kita. Mungkin reaksi seperti itu kesannya lebay, terlalu didramatisir dsb, tapi percaya deh, mengorbankan hati dengan melihat si sahabat berbahagia dengan orang lain itu jauh lebih menyakitkan daripada berusaha melupakan dan melepas dia pergi.  Jadi nggak usah takut mengakhiri persahabatan yang sudah ternoda oleh cinta yang bertepuk sebelah tangan. Lagipula gue percaya bahwa pada prinsipnya, bila memang jodoh pasti ujung-ujungnya akan kembali kepada kita lagi. Lalu sampai saat itu tiba, cobalah nikmati hidup kita tanpa dia, hingga nanti kita menemukan jawaban apakah dia yang akan menggandeng tangan kita untuk menjalani hidup ini bersama-sama…

Advertisements

1 Response to "My Best Friend’s Wedding"

Walking away and not engaging yes much eiesar said than done! I am constantly at battle with my darling, stubborn 11 year old! Hmmm .could it be in the genes?? I sometimes forget who the parent is. But, with time, it will get better. I remember a wise man once telling me the key to happy kids is being firm, fair and consistent that is a mantra I am constantly working on!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 962,959 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

I used to read a quote written by my former lecture saying that even a bad decision would always be much better than no decision at all. It reminded me of the decisions I put on hold and I asked myself, “What prevents me from making all those decisions?” I could instantly listed down many personal reasons that didn’t even sound good to myself. So there I made a couple of decisions; the good ones and the bad ones, and apparently it was so true: even bad decision was still better than no decision at all. First of all, it helped me to move on. I no longer waited for this and that; I made decisions and I started to make the actions. It also gave me a peace of mind knowing that I owed nothing to anyone, not even to myself. And most importantly, all those decisions made me learn, notably the bad ones. It’s not that I intentionally made a bad one, but well, how did I know my decision was bad until I gave it a try? Ever since the day I decided to stop putting my decisions on hold, my life felt a lot lighter and I have never been more proud of myself. Other people might not be happy with my decisions, but I only do what I’ve got to do and they can’t blame me for having courage to do the things they’re not willing to do. If it holds me back and nobody wants to make the call, then let me do the honor. It’s actually that simple, and again, it sets me free.
My biggest career goal is always running my own business. I have been an entrepreneur even since I was a seven years old. I was never hesitate everytime I saw an opportunity to earn some cash to buy toys and comic books. Graduating from college and starting my first corporate job has stopped me from doing my own business. I was too busy to do something else beside my main job. I tried to run a small jewelry business but then I got bored. I came to learn that if I want to start a business, I have to do something bigger. But of course, a bigger scale own business will also require a bigger effort! The comfort of corporate job made me decide to postpone starting a new business until at some point, it was no longer comforting to me. I still remember one night I went home feeling extremely upset with my boss and I just told myself, “I can’t do this forever. I can do much better than working for a jerk.” Right at that moment, I decided to start my biggest dream: starting my own business. Not so long after that, @thelenstory was born.
There is this one little secret about @thelenstory. There was one particular guy who made me fall deeper with photography. He was so talented he could make an old dirty lamp look beautifully glow in his pictures. I still remember that day on a boat, he took pictures of me and he smiled behind his lens. That kind of smile that made me feel the prettiest girl on earth. I didn’t know why but I just loved seeing this guy holding his camera. I even still loved it when he took pictures of me with his grumpy face! At the end of the day, The Lens Story is way more than just a girl who fell in love. The ups and downs, and all lifetime savings that I’ve spent have been the greatest leap of faith I’ve ever taken in my entire life. That one guy from my past was just a starting point. He was my inspiration, he made me believe that there were many hidden talents like him out there and I would be more than happy to help them start their professional career in photography. That was the very beginning story on how my start-up was born, and to me, that will always be one of my favorite stories to tell.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: