My Nephew’s Fourth Birthday Party

Ceritanya kemarin, gue dan adek gue ngerayain hari ulang tahun ke empat-nya Arfa (anaknya adek gue itu). Karena Arfa sekolah di Bekasi, mau tidak mau, tempat perayaan juga tidak jauh-jauh dari sekolahnya Arfa. Agak tidak ideal karena justru jauh dari tempat tinggal keluarga besar dan teman-teman terdekat. Dan honestly, gue agak-agak enggak pede dengan lokasi rumah kalau mengingat ekspresi dan komentar orang-orang yang pernah jauh-jauh datang ke sini, hehehehe.

Saking akrabnya gue dengan Arfa, gue jadi kepengen ngundang teman-teman terdekat di kantor juga. Agak khawatir soal jarak dan macetnya, tapi tetap gue undang juga. Gue undang, tapi tidak ada satupun yang gue tanya mau datang atau enggak karena takut kecewa sama jawabannya, hehehehe. I just thought that true friends will walk a thousand miles without being asked anyway 😉

Saat sampai hari H, gue sempat harap-harap cemas. Sudah jam 15:30, sesuai undangan harusnya pesta sudah dimulai, tapi belum ada tamu yang datang 😦 Pikir gue, mungkin karena bulan puasa, karena sedang turun hujan, dan karena macet sedang parah-parahnya. Memang bukan pesta gue, tapi gue jadi kayak balik lagi ke anak kecil yang khawatir tidak ada temannya yang datang ke pesta, hehehehe.

Ternyata oh ternyata, tamu undangan hanya datang terlambat saja! Pesta telat dimulai, tapi teman-teman sekelas Arfa dan dua orang gurunya datang semua ke pestanya Arfa! Bahkan ada cukup banyak keluarga besar dan teman-teman dekat adik gue yang baru datang jam 7 malam! Lalu teman-teman gue sendiri, yang janji datang betulan datang ditambah satu personil yang tidak diduga-duga ikut muncul di tempat pesta, hehehehe. Gue betul-betul terharu mereka mau jauh-jauh datang ke sini!

This slideshow requires JavaScript.

Gue senang pesta ulang tahun Arfa berjalan lancar. Anaknya juga kelihatan sangat-sangat senang sepanjang acara ulang tahunnya! Kadonya ada banyak, termasuk dari orang-orang yang tidak bisa hadir. Ada beberapa kado yang harganya jelas fantastis, tapi tahu apa yang lebih berharga daripada kado yang termahal sekalipun? Kesediaan untuk menyediakan waktu untuk datang ke pesta ini. Time is the most valuable gift that someone could ever give, because once it’s passed, there’s no way people can take it back. So thank you, thank you, and thank you for coming!

Finally, happy birthday for my amazing nephew! The last four year of our lives have been a lot merrier since the day our families had him between us. We hope nothing but the best things for him and his life! He will always be loved, and he knows that 🙂

My Birthday Picts

This year, once again, I have another unforgettable birthday. A fancy dinner in Four Seasons with my families on my birthday night, a small reunion with my high school best friends, a nice surprise from my team at work (I thought they would only give me a cake with candles on it, turned out they gave me a customized birthday cupcakes, birthday cards, and shopping vouchers! 😀 ), and a Friday dinner with my team to celebrate my birthday (again!).

This slideshow requires JavaScript.

After so many long days in November, my birthday was such a refreshment to me. I still have a little kid inside of me who gets excited with a nicely wrapped gift, I’m touched knowing that I have many friends willing to come up with a plan to surprise me, and I’m glad that wherever I work, I work with the people who end up as my friends.

Now my birthday is over, I simply think, “I can’t wait for my next birthday! Hehehehe.”

Tu Me Manques

il_570xN.371987770_stnnPeople says, we don’t really know what we feel about somebody until we start missing their presences in our life. And it can happen in every kind of relationships on earth.

I knew how much I cared about my nephew in my first out of town trip after he was born. Knowing that he was sick during my departure made me feel worried all the time. It felt like I wanted to go back home soon just to see that he was okay.

I knew how wonderful my best friends were after I realized how lousy other friends could be. Too bad that the terrible fight we had before made me couldn’t text them just to say hi. There were some times I really wanted to share the news about my life but I couldn’t. When I finally made up with them, it felt like a few parts of me were coming back.

I knew what a great boss that I used to have after knowing that other people might not do the same favors he did to me. It felt bad to realize that he had no obligation to be that good to me but he did. I’m happier with my new life now, I’m okay with my new boss, but frankly sometimes I think, “It would be different if it were him.”

Finally, most of the time, I knew that I loved somebody when they start missing from my life. In the worst scenario, it could happen when they left me for good. My life was falling apart, broken heart, and bla bla bla.  But sometimes, it could also happen in such an unexpected time. If I feel bad knowing that he will leave just for a holiday trip for instance, at that moment I will know I have that one feeling for him.

Unfortunately, I’m not good on missing somebody. I hope I could just grab my phone and text them first. But all that I can do is mourning the long gone past or looking at the calendar and counting days if I know for sure they will still come back. That’s why I really hate missing somebody.

I hate wondering whether they’re also thinking of me. I hate wondering whether they will say hello to me first. I hate wondering whether something will change upon their return. I also hate knowing that I no longer have somebody to talk those stupid things, to laugh those hilarious jokes, to work things out together, or simply just to see them somewhere in my daily life. And for me, it’s not a pleasant thing to feel this way.

Do you know in French, you don’t really say “I miss you” when you actually miss somebody? They will say instead, “Tu me manques” which means “You are missing from me”. It sounds nice to me, and, it describes better how I feel about missing somebody. I miss them, simply because they are missing from my life. And I really really… want to have them back.

Arfa, My Adorable Nephew

IMG_5597 New

Dulunya, gue bukan tipe cewek yang ngefans sama bayi-bayi lucu. Gue bahkan nggak pernah tertarik buat ngegendong bayi-bayi lucu yang gue kenal. I was not a big fan of cute babies, until my nephew was born, two years ago.

Gue dapat kabar Arfa udah lahir saat masih perjalanan pulang dari kantor ke rumah. Begitu gue udah sampe di rumah sakit, Arfa sudah dimandikan, sudah terbungkus selimut di dalam kotak kaca. Saat pertama lihat si ponakan, gue berpikiran, “Bayi kalo baru lahir tampangnya mirip semua. Masih belum ada lucu-lucunya.”

I was not yet a big fan of my own nephew until he was seven days old. Waktu gue mau pergi kerja, gue lihat si ponakan baru saja dicukur rambutnya sama nyokap. The bold baby Arfa looked so cute to me 😀

Makin ke sini jelas gue makin sayang sama ponakan gue ini. Bukan karena keharusan, tapi emang karena Arfa itu bayi pintar dan lucu yang bikin gemes!

Berikut ini daftar kelucuan Arfa yang gue rangkum selama dua tahun ini.

 

Arfa si bayi yang suka gemesan!

Banyaknya orang yang gemas dengan kelucuan Arfa bikin dia jadi suka bales ngegemesin orang lain yang ada di dekat dia. Kalo Arfa gemas sama orang lain, dia akan menghampiri, menyentuh tangan atau kaki orang itu, bibirnya mengerucut sambil bilang, “Eeehhmmm, gemes!” Trus kadang-kadang di pagi hari, Arfa buka pintu kamar gue, masuk ke dalam, naik ke atas tempat tidur gue, terus dia peluk gue dengan gaya gemesnya supaya gue bangun tidur 😀 Aaah… how can I not love this baby?

 

‘Nyolot’ sama aunty-nya 😀

Sudah sejak bayi gue ngelarang Arfa masukin jari ke dalam mulut. Lucunya, si baby Arfa malah suka sengaja masukin jarinya ke mulut tiap kali dia lihat gue! Malah kalo kata maminya, pernah satu kali Arfa refleks masukin jari ke dalam mulut hanya karena dia dengar suara gue dari luar kamarnya! Kadang sambil sengaja masukin jari, si Arfa sekalian nyengir dan ngelihatin gue dengan tampang jahilnya itu 😀

 

No no no no!

Sering mendengar kata, “Arfa, no!” bikin Arfa jadi suka meniru kata yang sama. Pernah ada masanya, saat ada orang tua yang bilang “No”, Arfa akan balas bilang, “No no no no.” Terkadang, dia akan bilang begitu sambil menggoyangkan jari telunjuknya! Lucunya lagi, karena sering dilarang naik ke atas tangga, Arfa suka berdiri di bawah tangga lalu dia ngoceh sendiri, “No no no no!” Well… meskipun dia sendiri bilang ‘no’, tapi tetap saja dia nekad naik ke atas tangga!

 

 

Hobi nyanyi

Udah sejak umur satu tahun Arfa hobi nyanyi. Hebatnya, meskipun belum bisa ngomong, Arfa ini jago banget bersenandung dengan nada yang akurat! Kita bisa mengenali judul lagu yang dia nyanyikan meskipun liriknya masih asal-asalan. Sekarang, di umur dua tahun, meskipun masih cadel, lirik lagunya sudah bisa Arfa nyanyikan dengan nayris sempurna! Kurang lebih ada sepuluh lagu yang Arfa bisa, termasuk 2 lagu in English. Lucunya, Arfa suka nyanyi gini tiap kali lihat ada orang lain yang pakai topi, “Topi saya bundaar.” Terus begitu tiap kali dia lihat orang lewat yang pake topi 😀

 

Nggak suka lihat orang lain tidur

Entah kenapa, Arfa paling nggak suka lihat orang lain sedang tidur. He will do everything to wake us up. Mulai dari digemesin, dicubit, digoyang-goyang… Arfa ini juga hapal banget kalo tiap pagi, dalam perjalanan menuju kantor (yup, Arfa suka ikut nganter gue pergi kerja), gue suka ketiduran di jok belakang. Itulah sebabnya sesekali, Arfa bakal nengok ke belakang hanya untuk bilang, “Aunty bobo.” Kalo lagi kurang kerjaan, dia bisa terus-terusan ngoceh begitu sampe gue kebangun! Emang bayi yang pantang menyerah deh, hehehehe.

 

Aunty… cepet!

Setiap kali hendak pergi sekeluarga, emang nyaris selalu gue yang selesai dandan belakangan. Kemudian suatu hari, gue denger Arfa teriak begini dari bawah tangga rumah gue (kamar gue ada di lantai dua), “Aunty cepet, aunty! Aunty cepet!” Hari ini juga begitu… Padahal gue nggak berencana ikut pergi bareng Arfa dan ortunya, tapi anak itu tetep teriak gini dari bawah tangga, “Aunty cepet! Aunty lama.” Sometimes I can’t believe he’s only two years old!

 

Dua tahun terakhir ini, Arfa udah bawa warna tersendiri dalam hidup gue. There’s a kind of happiness that I never felt before. Sekedar ngelihat Arfa sedang happy pun, udah bikin gue ikutan ngerasa happy. I enjoy being an aunt and I believe that I have been the best aunt that he could ever have 😉

Happy birthday, Arfa! Grow awesome and keep making me proud of you, okay! Even though you’re not always behaving as a good kid, then that’s okay too. You will eventually learn and I’ll still love you for better or worse. Have a great life, kiddo!

You Know You’re Happy With Your Life If You…

You know you’re already happy with your job if you no longer compare it with the previous one, or when finding a new job never crosses your mind again not because you’re afraid to quit, but simply because you know you already have the best one.

You know you’re already happy with your love life when you stop talking about your Ex like all the time, or when you have stopped calling and texting them just because you still feel something is missing or just because you’re afraid that you have lost your best one.

You know you’re already happy with your friendship when you no longer have to try hard just to show off how many friends you already have, or when the warmth of true friendship touches your heart in better and worse.

You know you’re already happy with your families when you sincerely accept them as a part of your life instead of feeling trapped just because you have no other choice other than sticking with them.

You know you’re happy with who you are when you stopped trying to become someone else. You could accept and deal with your flaws, and you sincerely feel grateful for all the good things in you.

You know you’re happy with your choices when you stop constantly asking yourself, “What if I took that other decision?” You will also stop trying so hard just to convince yourself that you have made the right decisions.

You know you’re happy with your achievements when you stopped trying to bring people down just because it looks like they have achieved much more than you do. You will sincerely accept the fact that every people have their own path and their own definition of success.

Finally, you know you’re happy with your life when you could stay strong, stay positive, and stay enjoying your life even when things around you are not always pretty. You know that your life is not perfect but you also know how to deal with it. You no longer wait for perfection to come just be happy with the life you already have.

Happiness will never come to someone who just sits and hopes miracle will come and bring some joys. We have to work very hard just to be happy with our job. We have to push ourselves to become a good person if we want to be surrounded by many good friends. We have to fight and never give up in order to live happily ever after with our soulmates. In a few words, we need to work hard just to be happy.

Life is beautiful, only if you know how to live in it. Wish you have a happy life! 🙂

Self-assessment Today

Hari ini, entah kenapa, tiba-tiba aja gue ngerasa perlu mengevaluasi perjalanan hidup gue sampai saat ini. Gue pun mulai menilai berbagai aspek dalam hidup gue sendiri. Kemudian seperti biasa, gue kepingin berbagi hasil penilaian itu melalui blog ini. Rasanya kok ya belum lengkap kalo belum gue share lewat tulisan gitu, hehehehe.

Career

  1. I’m sure I’m doing well in this first year as a manager, but after this, where will I go? Setelah gue jadi manajer, selanjutnya apa? I’m suddenly afraid of standing still and going nowhere;
  2. I said I was doing well… but NOT extraordinary. Gue ngerasa bahasa Inggris gue, terutama active English, masih kurang bule, kurang keren, kurang fasih, kurang lancar… IELTS score gue aja masih 6.5, belum 8. Kemudian presentation skill dan confidence level gue juga masih harus ditingkatkan. Still have so many areas of improvement!
  3. Masih belum berhasil mendapatkan pekerjaan impian… hiiks;
  4. Anehnya, gue juga mulai bertanya-tanya… si pekerjaan impian itu, memang benar-benar sesuatu yang akan jadi passion gue, atau hanya sekedar ambisi untuk mendapatkan pekerjaan yang gue anggap bergengsi? Hmm… what is my passion, anyway?
  5. Di sisi lain, I’m also making an excellent progress. Mulai bisa nahan diri untuk enggak maki-maki anak buah (I haven’t done this in the last 10 months!), mulai belajar untuk memaafkan anak buah yang dengan teganya ngomongin gue di belakang, kemudian mencoba cari solusinya dengan kepala dingin (and I made it!), dan sekarang mulai berusaha bersikap lebih kalem terhadap klien-klien yang gue anggap menyebalkan.

Friendship

  1. I lost many best friends in the last 2 years… Kebanyakan sih karena gue udah kehilangan kepercayaan sama mereka, tapi ada juga yang karena gue mulai ngerasa, elo kok ngakunya sahabat tapi kenapa memperlakukan gue seperti musuh? Awalnya gue takut kalo begini terus, lama-lama gue cuma bakal end-up seorang diri, tapi sekarang gue sadar… gue enggak perlu takut kehilangan orang-orang yang hanya membuat gue ngerasa takut dibohongi, atau takut ditikam dari belakang. Sebetulnya gue kangen sama mereka, tapi sampai mereka belajar dari kesalahan dan berjanji untuk berubah, maka gue lebih memilih untuk tetap seperti ini saja;
  2. Di saat yang sama, gue juga mulai belajar memaafkan… Ya, gue maafkan, tapi memang untuk kembali sama persis seperti dulu, gue masih butuh waktu. Gue perlu yakin bahwa kali ini, keadaannya akan berbeda;
  3. Gue selalu yakin, di mana ada tempat baru, di situ ada sahabat baru. Baru-baru ini gue menyadari… di kantor yang sekarang, gue punya beberapa teman baik, dan di antaranya lagi, ada 2 orang yang sudah bisa gue sebut sebagai sahabat, yang juga menganggap gue sebagai sahabat baru mereka. Keberadaan mereka udah bikin hidup gue di kantor jadi sedikit lebih mudah. Tiap kali ada orang yang bicara buruk tentang gue, mereka nggak akan ragu buat bilang, “Riffa enggak gitu kok…” I really thank them for just saying such a simple statement;
  4. Oh ya… di tengah sulitnya mencari teman yang bisa dipercaya, dari hasil self assessment ini gue juga jadi menyadari bahwa gue punya 2 orang sahabat yang selalu bisa gue percaya; satu orang sahabat lama di kampus Binus, satu lagi sahabat baru di kantor yang sekarang. Gue belum pernah menangkap basah mereka sedang berbohong sehingga secara otomatis, gue enggak pernah sekalipun mempertanyakan apapun yang keluar dari mulut mereka.

Love Life

  1. Ini dia yang paling menyedihkan… sepanjang tahun 2012 ini, gue enggak naksir satu cowokpun. Nggak satupun! Hiiks…
  2. Ok, sekarang gue akui… dulu itu gue salah berdoa. Jadi ceritanya, setelah susah payah menuntaskan patah hati gue di hampir sepanjang tahun 2011, gue berpikiran, “It’s okay to be single, as long as not single and broken hearted.” Ternyata nggak gitu juga sih… Faktanya, being single and not in love with somebody is not okay either, hehehehe. Gue nggak bakal bisa berjodoh dengan siapapun kalo gue enggak berani ngambil resiko untuk patah hati kan?
  3. Right, kalau begitu, gue ralat doa gue… Hope God will give me another chance with another man… and please, give me a good one for this time 😀 Yaah, mau good or bad, selalu ada aja yang bisa gue pelajari kok. Intinya sih saat ini, gue kangen banget sama rasanya jatuh cinta. Senyum-senyum sendiri kalo inget dia, rasa nggak sabar kepengen cepet ketemu sama dia, nyimpen semua yang berhubungan sama dia seolah sedang menyimpan intan berlian, rasa bahagia waktu akhirnya dia bilang cinta… aaaah, I really miss those moments 😉

Health

  1. Ini dia yang masih perlu banyak banget perbaikan. Mulai sekarang gue bertekad, suka nggak suka sama makanannya, harus makan minimal setengah porsi. Jam sepuluh malam sudah harus tidur. Rajin minum vitamin, jangan cuma dijadiin pajangan doang. Perbanyak makan sayur dan bua-buahan. Perbanyak minum air putih. Dan… uhm… mulai berolahraga kali yaa;
  2. Harus daftar asuransi kesehatan, tapi kali ini harus lebih teliti. Baru aja punya pengalaman buruk sama perusahaan asuransi yang katanya nomor satu di Indonesia. Kalo nanti masalahnya udah clear, akan gue sharing di blog ini detail konfliknya, supaya teman-teman lain bisa lebih cermat memilih asuransi.

Family         

  1. Lagi betah di rumah… karena ada ponakan yang lucu dan menggemaskan (meskipun ngengeng dan suka ileran, hehehehe);
  2. Ngelihat perjuangan adek gue selama hamil, melahirkan, dan membesarkan anaknya bikin gue jadi sadar… Allah sudah merencanakan segala sesuatu tepat pada waktunya. My sister might be ready for a kid, but I’m not her, not now. Itu pula yang bikin gue semakin terpacu untuk mengejar impian gue, as soon as possible, mumpung gue masih belum punya prioritas lain selain diri gue sendiri. Gue yakin kelak, Allah juga akan memberikan gue keturunan yang baik di saat gue juga sudah siap menjadi ibu yang baik. Untuk sementara, jadi aunty yang baik aja udah cukup lah ya, hehehehe.

Rainbow After the Rain

Kemarin sore di kantor, gue menasehati salah satu teman yang tetap menghisap rokoknya meski baru saja sembuh sakit satu hari sebelumnya. Dengan entengnya, teman gue ini menjawab, “Nggak papa lah ngerokok… Hidup ini enggak enak, jadi ngepain hidup lama-lama?”

Gue malah cekikikan sambil membalas, “Hidup saya sih menyenangkan kok. Nggak papa hidup lama.”

Sambil tertawa kecil, teman gue membalas lagi, “Yakin menyenangkan? Kerja lembur melulu kayak gini emangnya enak?”

Gue malah nyengir… sambil melanjutkan dalam hati… Ya, meskipun sering lembur gila-gilaan, meskipun semakin sering ngerasa tertekan sama kerjaan sampe sempet meneteskan air mata waktu lagi sibuk ngetik di depan laptop saking stresnya, dan meskipun gue punya banyak kekurangan di sana-sini, gue tetap bahagia sama hidup gue.

Bicara soal pekerjaan… rasa-rasanya benar apa yang pernah dibilang sama teman sekantor gue yang lainnya: jika gue mau berpikir jernih, maka sebetulnya, gue punya lebih banyak hal untuk disyukuri daripada hal-hal untuk gue keluhkan. Lagipula sebetulnya wajar-wajar saja kalo makin ke sini makin banyak masalah pekerjaan yang harus gue hadapi. Memangnya apa yang gue harapkan? Posisi dan fasilitas manajer tapi beban dan tanggung jawab ala fresh graduate gitu?

Kemudian soal makin banyaknya jumlah orang yang seneng banget ngegosipin gue di belakang… yaah, gue rasa itu emang udah sepaket sama pencapaian yang gue punya lah yaa. Gue percaya bahwa dalam hidup ini, when we gain some, we will also lose some in the same time. Suatu kelebihan pasti akan satu paket dengan satu kekurangan lainnya. Jadi achiever di usia muda emang bisa bikin bangga, tapi resikonya, jadi lebih rentan sama omongan orang. Jadi ya sudahlah… Gue emang enggak bisa nutup mulut orang lain supaya enggak ngomongin gue yang jelek-jelek, TAPI, gue pasti bisa nutup telinga gue rapat-rapat dari omongan yang sengaja diucapkan hanya untuk mengurangi kebahagiaan yang gue punya.

Di luar pekerjaan dan mimpi-mimpi yang jadi bisa gue wujudkan sebagai hasil dari jerih payah gue itu, alhamdulillah… gue masih punya banyak hal kecil lainnya yang sangat patut untuk gue syukuri.

Gue punya ortu yang suka masakin gue makanan enak-enak.

Adek-adek yang meskipun tengil tapi selalu jadi supporter nomor satu buat gue.

Kucing-kucing lucu yang suka nganter gue pergi kerja dengan berdiri berjejer di pinggir garasi lalu malam harinya saat gue pulang, mereka kembali berjejer menyambut gue di tempat yang sama.

Gue juga punya sahabat-sahabat yang meskipun enggak selalu akur, tapi mereka tetep selalu siap sedia mendengar curhat gue di tengah malam sekalipun.

Di kantor gue punya teman-teman yang selalu bisa memaafkan kekhilafan gue saat sedang stres berat sama pekerjaan.

Gue juga punya bos yang meskipun tidak sempurna, tapi setidaknya bos gue yang satu ini sangat peduli dengan kenyamanan anak buahnya.

Dengan semua yang ada dalam hidup gue itu… bagaimana mungkin gue bisa bersikap tidak bersyukur?

Gue baru aja selesai buka-buka koleksi blog lama gue yang berkategori “About Life”. Membaca koleksi tulisan gue sendiri rasanya seperti melihat grafik kehidupan. Sangat jelas terlihat dari ‘grafik’ itu bahwa hidup memang selalu naik dan turun seperti roller coaster. Sehingga pada akhirnya gue jadi optimis… dulu gue pernah susah, tapi gue juga pernah senang. Kemarin gue juga baru aja ngerasa sangat susah, tapi hari ini gue kembali merasa senang. Jadi untuk selanjutnya, setiap kali gue kembali merasa hidup di bawah tekanan besar, gue hanya perlu mengingat bahwa tidak lama lagi, badai pasti akan berlalu. Yang perlu gue lakukan hanya bersabar, sambil terus berusaha sebaik-baiknya. Nanti setelah badai itu berlalu, insyaallah… gue akan kembali menemukan indahnya pelangi di langit yang biru 🙂