A journey to remember

10 Alasan Untuk Tidak Selalu Mendengar Pendapat Orang Lain

Posted on: June 13, 2015

Setahun belakangan ini, gue mulai belajar untuk tidak selalu mendengarkan pendapat orang lain tentang diri gue sendiri. I know that it sounds arrogant and stubborn, but believe it or not, it has made my life feel lighter, happier, and for some reasons, it has even brought myself to the next level of my life.

Semakin gue bertahan dengan prinsip ini, semakin gue yakin bahwa gue sudah melakukan hal yang benar. Apa alasannya?

  1. 99% pendapat orang lain akan tetap ada unsur subjektifnya. Mereka berpendapat berdasarkan sudut pandang, pengalaman, dan pola pikir mereka sendiri. Padahal kenyataannya, sesuatu yang baik untuk mereka belum tentu baik untuk gue juga;
  2. Bagaimanapun, pengalaman pribadi tetap merupakan guru terbaik untuk diri gue sendiri. I’m open for any suggestion, but I should be the one who decides since I know better what works and will never work to me;
  3. Satu-satunya orang yang pernah merasakan semua suka duka dalam hidup gue juga tetap hanya gue seorang. Orang lain boleh saja ngotot, tapi tetap gue yang paling tahu kapasitas diri gue sendiri. What is acceptable to me, what makes me happy, what I like and dislike, and so on;
  4. Tidak semua pendapat yang diberikan orang lain bersifat membangun. Selalu ada saja pendapat yang hanya diucapkan atas dasar rasa iri dan sifat-sifat buruk lainnya. Jika niatnya saja sudah tidak baik, maka untuk apa didengarkan?
  5. Banyak kritik yang diberikan orang lain dengan tujuan untuk membuat gue jadi ‘turun level’. Misalnya, orang-orang yang menganggap gue terlalu strict padahal sebenarnya, mereka hanya malas untuk melakukan sesuatu dengan benar. It’s not worth listening, not at all;
  6. Ada pula kritik yang gue terima hanya demi keuntungan pribadi mereka sendiri. They try to make me feel so bad that I’ll be willing to do everything in their favor;
  7. Mendengarkan aspirasi tim bukan berarti harus bisa mewujudkan keinginan semua orang. Berusaha menyenangkan semua orang hanya akan membuat gue menjadi leader yang tidak punya pendirian. Selain tidak efektif, hal seperti ini juga hanya akan bikin gue jadi capek sendiri;
  8. Terkadang, orang lain terlalu mudah menarik kesimpulan tentang hidup yang gue jalani. Hanya curhatan sesekali, mereka langsung bilang hidup gue unhappy. Kalau mau didengarkan, dari yang tadinya baik-baik saja, gue malah bisa jadi berpikiran, “Is there something wrong with my life?”
  9. Membuat keputusan berdasarkan my best judgment akan menutup peluang gue untuk menyalahkan orang lain jika segala sesuatunya tidak berjalan mulus. Lagipula toh, belum tentu orang yang ngotot memberi saran kelak mau bertanggung jawab atas pendapatnya itu…
  10. Gue sudah sangat sibuk dengan ‘to do list’ dari diri gue sendiri. Gue udah punya banyak banget hal-hal yang sedang gue coba perbaiki dari diri gue ini. Memenuhi personal goals gue saja sudah luar biasa susahnya, apalagi kalau gue harus memenuhi ‘to do list’ dari orang lain juga?

Beda orang, beda pula pendapat pribadinya. Kalau mau selalu didengarkan, maka tidak akan pernah habisnya! Gue sudah tidak pernah lagi membuat keputusan penting murni hanya karena pendapat orang lain. Kalau pun akhirnya gue menerima pendapat orang lain, maka keputusan itu gue buat atas kesadaran dan keinginan dari gue sendiri, bukan semata-mata demi memenuhi keinginan orang lain…

Jadi kalo menurut gue, selama kita sudah berupaya untuk memperbaiki diri kita sendiri, maka tidak usah pedulikan pendapat orang lain soal kepribadian kita ini. Hal yang sama juga berlaku dalam dunia kerja. Jika usaha terbaik kita juga sudah membuahkan hasil yang baik untuk perusahaan, maka tidak perlu lagi dibuat pusing dengan pendapat orang lain. Lalu yang paling penting, jangan biarkan pendapat orang lain membuat kita merasa serba kurang! Gaji kita kurang besar, pacar kita kurang ganteng, baju kita kurang keren, dsb dsb.

Whatever we do in life, people will always have something to say and hater will hate anyway. Since we can’t change the way people will behave, at least, we can definitely change the way we react and deal with the situation. We know better, God knows best, and I believe, it’s all that we need to keep going in live.

Have a nice Sunday!

Advertisements

3 Responses to "10 Alasan Untuk Tidak Selalu Mendengar Pendapat Orang Lain"

Saya sangat setuju mbak, sesuatu yang baik untuk diri sendiri pun belum tentu baik untuk orang lain

mbak, mampir ke sini dong karimunjawa

Mbaaaak, aku sukaaa blog iniiii 🙂 🙂

Aaaah, terima kasiih 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 988,495 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Click the pictures below to visit my Instagram...

From classmates to travelmates! Been friends since we were only 15 years old! Met them up today and we’ve made a lot of plans for our coming trips. Let’s make it happen!
I don’t know why but I couldn’t seem to get any new outfit for Lebaran this year. I went to three shopping malls but then I went home with empty hands. So here I am... wearing one old dress I bought a couple years ago. Today before Eid prayer was begun, I saw something that made me smile. I instantly knew that I’ve had something way more important than a new dress for myself. I’d be happy if I had a new dress, but I’m still perfectly happy even without any of it. God has been incredibly kind to me and Ramadhan this year couldn’t be more miraculous to me. I am full of flaws, but I’ve had way more than enough, and I couldn’t ask for more. Eid mubarak and please do forgive me for all the wrong said and done. Let’s celebrate this holly day as the new beginning for each and everyone of us. Love - Riffa.
Arfa, my very first nephew, is turning six today! Just two days ago, he told me, “Aunty, when I grow up, I want to be vey rich so that I can buy for you anything you want!” He’s lovable, isn’t he? It never ceases to amaze me to see all the new things he learned, said, and did in the past 6 years. He’s growing up so fast and I can’t be prouder of him! Happy birthday, Arfa! Wish you’ll always be a loving kid and may Allah always bless you in every step of the way. So much love - your proud Aunty ❤️

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: