Which One is Better? Single or Married?

IMG_8634Which one is better? Single or married? I had a casual chat with a couple of friends that lead me to that question. Most of my friends (on the same age as mine) are married. Which one is happier? This single me or those married friends?

Other people are planning their families. How many children they will have? What would be the best school for them? Their life seems to be well planned! In the same time, the only plan I have for my personal life is like, “Where should I travel next?” And there I go to the places I’ve never seen before. I come home with a lot of beautiful pictures to be gradually uploaded to my Instagram.

Other people have their families to look forward to back at home. In the same time, I come home to an empty room. Working late at night never seems too bad to me. I’m packed with my everyday job during the days, so that I work at nights just to figure out, “What’s next? What can I do better now?” And there I do the extra miles that comes back to me with the extra rewards.

Other people plan out their future carefully. They save for a bigger place to live. A family car.  And their children’s education fund. Their money is well spent! In the same time, I am just still the same old me. Leather handbags and my closet just never seems to be good enough to me. And there I have all the things that I always dreamed of. If I want it, I get it, and I’ll be happy with it.

Other people spend their weekends with the loved ones. The beloved husbands and all those cute kids! Their life seems to be merrier than mine! In the same time, I sleep alone in my room and wake up late. And there I can do all the things I can’t do over the weekdays. I write my blogs. I read new books. I watch my favorite TV shows. Home spa. And all the things I’d love to do to pamper myself.

Other people have a bigger family to spend time with. Their parents in law. Their siblings in laws. They have more houses to be called as home. Isn’t that lovely? In the same time, just like many many years ago, I only have my parents, two brothers, one sister, and my best friends. So there I always have times for them. I’m never too busy for them. I always have time to meet them up and have some fun.

So… which one is better? Single or married? The way I see it, nothing is better than one another. Being single has its own perks, and I love that!

Someday (Insyallah), I’ll get married too. I’ll have a husband to come home to. I’ll have someone to share and plan my life with. I’ll have more people in my families, and I’ll have one or two kids to love and raise. I know I still have to wait, but until then, I will always always live in every single moment of my life. That’s the way I love myself, that’s the way I thank God for this decent life He has given to me.

Single, married, all you need to do is just be happy with your life! Be happy, and nothing else would matter to you.

Happy weekend!

The More You Give, The More You Get in Return

Beberapa hari yang lalu, ada satu supir Gojek yang menolak mengambil terlalu banyak selisih kembalian yang sudah gue berikan untuk dia. Menurut dia, jumlahnya terlalu banyak. Dia menyerahkan selembar uang kertas; dia menentukan sendiri uang tip yang menurut dia pantas untuk dirinya sendiri.

Hal ini mengingatkan gue dengan diri gue saat masih kuliah dulu. Saat itu rasanya, sekedar memberikan tip ribuan rupiah saja seolah sama beratnya dengan memberikan uang jutaan rupiah. Seolah gue akan jatuh bangkrut dengan memberikan sedikit uang yang gue punya. Memang saat itu keuangan gue masih sangat ketat, masih jadi anak kos yang harus pandai berhemat, dan hanya punya satu pekerjaan sampingan saja.

Kemudian tidak lama, ada salah satu dosen di kampus yang bercerita bahwa dia paling pantang memberikan tip kepada supir taksi. Dia bilang, dia selalu meminta uang kembaliannya tanpa tersisa. Menurut hitungan dia, supir taksi sudah mengambil banyak keuntungan hanya dari uang tip-nya saja. Berhubung gue benci banget sama dosen gue yang satu itu, dalam hati, gue menanggapi cerita dia dengan pikiran sinis. Memangnya ada seberapa banyak sih, supir taksi yang kaya raya? Gue kenal beberapa supir taksi dan hidup mereka sangat-sangat sederhana, sama sekali tidak kaya raya seperti perkataan dosen gue itu!

Entah apa hanya karena kejadian itu atau karena pertimbangan lainnya, gue mulai berhenti bersikap pelit dalam memberikan tip. Gue tidak ingin bercerita lebih detail, tetapi pada akhirnya, gue bisa saja punya banyak sifat jelek, kecuali sifat pelit dan enggan berbagi. Memang benar dulu hidup gue serba ngepas, tapi toh gue masih bisa beli tas seharga ratusan ribu rupiah hanya dari hasil pekerjaan sampingan gue itu. Jika gue masih bisa beli baju dan tas bagus, masih bisa makan enak, kenapa gue tidak bisa memberi sebagian kecil dari rezeki yang gue peroleh?

Beberapa bulan setelahnya, saat tengah menyusun skripsi, ceritanya gue menemukan jalan buntu. Gue nekad mengadaptasi disertasi lulusan S3 untuk skripsi S1 gue. Awalnya terlihat mudah, tapi lama-lama gue stres sendiri! Ditambah lagi saat itu, gue sudah memulai karier profesional pertama gue. Gue betul-betul tidak punya banyak waktu untuk mengurus skripsi gue sendiri.

Akhirnya, gue terpikir untuk mencari penulis disertasi itu. Awalnya gue ragu… Bagaimana kalau dia tidak tinggal di Jakarta? Bagaimana kalau dia tidak berhasil gue hubungi? Atau, bagaimana jika dia menolak untuk membantu gue? Ternyata oh ternyata, penulis disertasi itu tidak lain dosen pembimbing sahabat gue saat SMA dulu! Berkat pendekatan dari sahabat gue itu, akhirnya si penulis bersedia menyisihkan waktu untuk membalas e-mail dan bertemu langsung dengan gue! And did you know? Skripsi gue itu kemudian dirubah dalam bentuk jurnal akuntansi dan berhasil terpilih untuk dipresentasikan dalam konferensi tingkat internasional!

Saat itu, gue betul-betul merasa bersyukur. Gue ngerasa Tuhan sudah baik banget sama gue. Penulis itu juga sudah sangat baik dengan bersedia memberikan bimbingan cuma-cuma untuk gue. Dan tentunya, gue juga sangat berterima kasih pada sahabat gue itu! Kalau bukan karena eratnya persahabatan gue dengan dia saat itu, belum tentu gue bisa bertemu dengan dosen pembimbingnya. Dari situ gue semakin bertekad bahwa gue juga ingin bisa berbuat baik sebanyak dan sesering yang gue bisa!

Belum lama ini, ada salah satu sahabat yang bilang, kelancaran rezeki gue salah satunya karena gue tidak pernah pelit membagi rezeki gue. Semakin banyak rezeki yang gue punya, semakin banyak pula yang gue berikan untuk orang lain. Dan bisa jadi memang benar, tanpa gue sadari, semakin banyak gue memberi, semakin banyak pula gue mendapatkan imbalannya. The universe has always found its way to pay me back. Contohnya, kejadian pada saat skripsi gue itu!

Memang benar tidak semua orang tahu caranya berterima kasih. Tapi tidak masalah! Saat memberi, jangan pernah mengharapkan imbalannya! Gue percaya Tuhan itu maha adil. Mungkin bukan orang yang kita beri yang akan balas membantu kita di tengah kesulitan kelak, tapi percaya deh, pertolongan itu bisa saja datang dari orang-orang yang tidak kita duga, atau bahkan, orang yang tidak kita kenal sama sekali! The universe will always find its way to pay us back, remember?

Selain itu menurut gue, saat memberi untuk orang lain, sebetulnya kita juga sedang memberi untuk diri kita sendiri. Memberi kedamaian hati, rasa bangga terhadap diri sendiri karena telah mampu memberi manfaat kepada sesama, dan rasa bersyukur bahwa setidaknya, kita masih berada dalam posisi yang sangat mampu untuk memberi. The more I give, the more I feel like I’m a richer person inside!

Mulailah memberi, dari hal yang sekecil-kecilnya, dari orang yang paling dekat dengan hidup kita sehari-harinya. Berikan lebih banyak untuk mereka yang membutuhkan. Tidak usah banyak berteori memberi itu hanya memanjakan orang malas dan lain sebagainya. Semakin banyak kita berhitung dalam hidup ini, semakin banyak pula kehidupan (baca: orang-orang di sekitar kita) akan balas berhitung pada diri kita ini.

Start giving, and feel the joy. Feel how it will make you a changed person inside. Believe me when I say, the more you give, the more you’ll get in return. 

The Art of Forgiveness

A few years ago, there was a speaker in a motivational training told the audiences, “You can’t control what people would say or do to you, but you can definitely control how you feel about that. Hence when you get hurt, it’s actually your own decision to let them get under your skin.”

Initially I thought, it was just another quote of the day, but then that quote has eventually changed my perspective. I just realized that people will always have their ways to hurt and break my heart.

The people who keeps bragging the things that I don’t have.

The people who keeps saying bad things about the things I’m so proud of.

The people who is trying to hurt me with their jokes.

The people who can’t seem to stop trying to ruin my happiness.

Or the people who tend to take me for granted over and over again.

If I let myself get hurt evertime someone breaks my heart (intentionally or accidentally) then I would spend the rest of my life in pain!

The higher I stand, the more people will try to take me down. Then no matter how good I am, I will still be imperfect and people will still manage to find my flaws if they want to. And the deeper and the more sincere I love, the more chances I will get hurt.

I’ve come to realize that life is too short to be miserable. If I can get over it and stay happy with my life, then why should I let myself be consumed by rage, hatred, and resentment?

I know that I still yell when I’m angry. I also know that I can be very cynical when I start disliking someone I know. But that’s just that. I don’t want to spend every second of my life hating them. I don’t want to let them haunt my mind and soul. And I don’t bother wasting my time just to find a way to revenge or to hurt them back. Doing all those things won’t make me feel any better anyway.

Lebaran is always a reminder to me to forgive. To give people their second chances. To help people as much as I could even if I hate them to the core. And to forgive them even if they never ask. I don’t need them to apologize because I do it not for them, I do it for myself. For my peace of mind.

No matter how bad people hurt you or break your heart or disappoint you after everything you’ve done for them, just forgive them anyway. Forgiveness will set you free. It will help you to be bigger and wiser than you were yesterday. It’s okay to remember how hurt you’ve ever been, but that’s it! Don’t let that pain from the past stops you from being happy with your life. Once you get it right, believe me, your life will never ever be the same again. I would say my friend, that is the art of forgiveness.

Eid mubarak and please forgive all the wrongs that I (unintentionally) wrote in this blog. And of course, happy weekend and happy holiday!

We Have the Rest of Our Lives to Be Awesome!

Got bored at home and I ended up browsing the pictures my friends liked on Instagram. Then there I found a beautiful picture of a girl on the beach. I thought she was a girl, but apparently, she was a 50 something woman and a mother of three! I scrolled down her Instagram account and her pictures had really awed me! She always looks stylish, pretty, and that perfect body! It’s so perfect that I thought she might have had some jobs done, hehehehe.

Looking at her glamorous pictures made me realize that we wouldn’t need to be 20 something just to be awesome. We have the rest of our lives to be as awesome as we are! We can always dress up, wearing heels, put some make up and take a lot more stunning photographs as long as we’re still breathing! So why should we all be worried of growing old?

Honestly, getting closer to 30 has terrified me a little bit. I love being 20’s. The past ten years have been the greatest years of my life! I love seeing what a changed person I am, and I like it when people look me in the eyes, and they tell me, “And you’re still so young!” It feels good to win the things I’ve won, and it feels even better knowing that I can get there at this age! I’m honestly worried all that glorious feeling will pass as I get older. I’m also worried that someday, I won’t look attractive no more, hehehehe.

Looking back to the past 10 years, the only reason why I’m capable to live my dream is that I worked hard to earn every little thing in my life. I studied hard, worked even harder, I even had to put a lot of works just to stay happy with my life! I’ve also put a huge effort to make myself a better person than I was yesterday. If I can do it at my 20’s (when I was still young, naïve, and a little bit stupid sometimes), what makes me think that I can’t do the same thing at my 30’s?

So thanks to that stunning woman on Instagram (I forgot her name already), I’ve started to see a lot more perks of getting older. I hope, I’ll be wiser and I’ll be having more of the things I’ve always dreamed of! I also hope that later on, people will look at me in the eyes, and they tell me, “Wow, you look fabulous for your age!” 😉

Stay awesome, no matter how old you are! And happy Sunday!

Feeling Unhappy with Your Life? Here’s Why!

Pernah merasa hidup kamu seperti jauh sekali dari kebahagiaan? Jarang punya alasan untuk benar-benar tersenyum dan tertawa terbahak-bahak… Jarang merasa excited untuk bangun tidur dan memulai hari-hari kamu sendiri… Sangat sering merasa kesal dan hidup seperti tanpa ada gairah… Baca terus tulisan ini, siapa tahu kamu akan menemukan penyebab dari ketidakbahagiaan kamu itu!

Tidak punya mimpi

Orang yang tidak punya impian biasanya tidak mempunyai hal untuk dinantikan. Mereka tidak punya alasan untuk merasa excited dengan hari esok. Lama kelamaan, mereka malah jadi sangat bosan dengan hidup mereka sendiri!

Tidak mau mencoba hal-hal baru

Semakin banyak variasi hal yang kita lakukan dalam hidup, semakin besar peluang untuk kita merasa bahagia. Kita tidak akan tahu jika kita tidak pernah mencoba! Tidak ada salahnya sesekali ikut mencoba hobi orang lain yang tampak membuat mereka berbahagia. Bukan berarti kehilangan jati diri, karena menurut saya, ini justru salah satu proses mencari jati diri! Selama tidak merugikan siapa-siapa, ya kenapa tidak dicoba dulu?

Dikalahkan oleh rasa takut dan ragu-ragu

Memang betul bahwa kita harus memikirkan baik-baik segala perkataan dan tindakan dalam hidup kita, TAPI, jangan sampai kita kehilangan momentum hanya karena terlalu lama sibuk berpikir! Jangan kalah dengan rasa takut dan rasa ragu-ragu, jangan biarkan pikiran negatif itu menjauhkan kita dari kebahagiaan! Just jump off the boat and test the water yourself!

Selalu ingin gampangnya saja

Sekali-kali, coba taklukan hal-hal yang awalnya tampak sangat-sangat mustahil. Mungkin akan gagal beberapa kali di awal, tapi saat kita berhasil memenangkan mission impossible kita tersebut, maka saat itulah kita akan merasakan salah satu kebahagiaan terbesar dalam hidup kita ini.

Hidup untuk orang lain

Kedengarannya memang egois, tapi jalanilah hidup ini untuk diri kita sendiri. Jangan terus menerus fokus untuk menyenangkan keinginan orang lain. Pilih jalan hidup sesuai dengan keinginan kita sendiri. Bicarakan baik-baik, orang-orang tulus menyayangi kita pasti akan bisa mengerti!

Terus menerus dihantui oleh masa lalu

Setiap orang pastilah punya masa lalu yang tidak menyenangkan, hanya saja bedanya, orang yang bahagia tidak membiarkan masa lalu mengkonsumsi kebahagiaan mereka di hari ini! Tidak ada salahnya menjaga jarak atau bahkan betul-betul meninggalkan masa lalu yang sangat-sangat tidak menyenangkan itu. Terkadang, melepaskan masa lalu adalah awal dari kebahagiaan di masa-masa selanjutnya.

Merasa mampu hidup sendiri

Kenyataannya, manusia memang tidak diciptakan untuk hidup sendirian. Semakin lama kita merasa mampu hidup sendiri, semakin lama pula kita akan terjebak dengan efek negatif dari kesendirian kita itu. Start to share your life with others and stop pushing the ones whose only intention is taking care of you! Saat orang lain menyadari kamu hanya ingin hidup sendiri, lama kelamaan mereka akan membiarkan kamu kembali tenggelam dalam kesendirian itu. Let people in and give them a chance!

Tidak mampu menerima ketidaksempurnaan orang lain

Kenyataannya, semakin dekat dengan seseorang, memang semakin besar pula kemampuan dan kemungkinan mereka menyakiti perasaan kita. But that’s a normal thing! Justru keberadaan konflik itu pula yang kemudian akan mempererat hubungan kita dengan mereka asalkan kita bisa mengatasinya dengan baik. Being close with someone (be it families, friends, lovers…) will bring us happiness even beyond our imagination. Give it a shot!

Tidak mampu mencintai diri sendiri

Cintai diri kita dengan segala kekurangannya. Maksimalkan kelebihan yang kita punya dan jangan jadikan kekurangan dalam diri kita sebagai penghenti langkah-langkah kehidupan kita. Dan jangan lupa untuk selalu memaafkan diri kita atas segala kegagalan dan ketidaksempurnaan kita itu! Jangan terlalu keras kepada diri sendiri karena kebahagiaan yang sejati justru datangnya dari dalam diri kita sendiri. So don’t forget to also thank yourself for every happiness you have in your life!

 

How do I know all the things I mentioned in this post? It’s simply because I’ve been there and done all that! Today, I am a believer that life is too short to be unhappy. Do something and be happy starting right now!

10 Karakter Orang-orang Sukses

Iseng-iseng, gue mengumpulkan profil 10 orang sukses yang gue kenal dengan cukup baik untuk menyusun tulisan ini. Kenapa? Karena konon katanya, ada kesamaan karakteristik yang melekat dalam diri orang-orang sukses. Percaya tidak percaya, seseorang bisa sukses meskipun tidak pintar, tidak mudah bergaul, bahkan meskipun pendidikannya tidak cukup tinggi. Karena kenyataannya, bukan hal-hal itu yang menjadi faktor utama dalam kesuksesan mereka!

Kesepuluh orang ini gue jadikan samples berdasarkan 3 kriteria:

  1. Perkembangan karier mereka tergolong sangat cepat jika dibandingkan dengan orang-orang seusia mereka pada umumnya;
  2. Bukan sukses karena faktor warisan, faktor anak seseorang, atau pernah menang undian;
  3. Orang-orang yang sukses karena pintar menjilat, licik, suka bluffing, atau sukses nyaris murni karena faktor ‘hoki’ tidak masuk ke dalam hitungan.

Berikut ini 10 kesamaan karakter di antara 10 orang yang gue jadikan objek observasi:

Ambitious

Kesepuluh orang ini sama sekali bukan tipe orang yang prinsip hidupnya hanya sekedar mengikuti air mengalir. Mereka punya target untuk hidup mereka sendiri, dan saat baru saja berhasil menaklukan satu target, mereka langsung bertanya pada diri mereka sendiri, “What’s next?”

They’re all a dreamer

Ambisi yang mereka punya pada dasarnya terlahir dari keinginan untuk mampu memenuhi mimpi-mimpi dalam benak mereka. Ada yang ingin punya rumah mewah, mobil mewah, ingin bisa pergi liburan keliling dunia, ingin jadi pengusaha atau peneliti terkenal, ingin menemukan teknologi baru, dan masih banyak jenis mimpi lainnya. Mereka selalu punya mimpi dan mereka berusaha keras untuk bisa mewujudkannya!

High standards

Mereka menetapkan standar yang lebih tinggi daripada rata-rata orang lain pada umumnya. Mereka menjadikan standar-standar itu sebagai tolak ukur kesuksesan mereka sendiri plus tolak ukur keberhasilan orang-orang yang bekerja dengan mereka. Dan, mereka cenderung sangat suka membanggakan betapa mereka berhasil menaklukan standar yang setinggi langit itu!

High self-esteem

Jika kita mengenal kesepuluh orang ini dengan baik, sebetulnya selalu saja ada rasa tidak aman dalam diri mereka sendiri, TAPI, mereka semua bukan tipe orang yang membiarkan rasa tidak aman (atau bahkan rasa tidak pede) itu menghentikan langkah mereka! They respect themselves, they know what they’re worth and what they’re capable of in life!

They focus on what they’re really good at

Orang sukses itu kenyataannya bukanlah orang yang serba bisa. Kenapa? Karena orang yang serba bisa identik dengan setengah-setengah dalam setiap kemampuan yang mereka miliki. Orang yang sukses menyadari keterbatasan mereka sendiri dan mereka akan lebih memilih untuk fokus dengan kelebihan yang mereka punya itu. They can always hire other people to do the things that they can’t do themselves anyway.

Hard worker

Selalu ada saja orang yang punya prinsip, “Work smart, don’t work hard”, padahal kenyataannya, semua orang sukses yang gue kenal memang tipikal pekerja keras. Tipe pekerja yang selalu all out, selalu mencari cara untuk doing the extra miles, tidak suka bersantai di sela jam kerja, dan mempunyai jam kerja lebih tinggi daripada rekan kerja mereka pada umumnya.

They don’t give up easily

Mereka bukan tipe orang yang langsung mundur saat menghadapi suatu masalah. Mereka punya keyakinan tinggi segala sesuatu itu pasti ada jalan keluarnya. Ada kalanya mereka akhirnya tetap menyerah juga, itupun hanya mereka lakukan setelah mereka coba lakukan berbagai macam cara dan tetap gagal juga. Having said that, they hate giving up because that kind of failure most likely will haunt them for the rest of their lives.

They learn from their mistakes

Percaya deh, tidak ada orang sukses yang tidak pernah gagal. Hanya saja bedanya, orang yang sukses dengan karier-nya adalah orang yang mampu belajar dari kesalahan dan kegagalan di masa lalunya. Mereka tidak kenal kata kapok, mereka selalu melihat sisi positif dari setiap kegagalan yang pernah mereka alami.

Impatient

Shocking? I know. Tapi memang benar, kesepuluh orang dalam pengamatan gue ini semuanya tipe orang yang tidak sabaran, dalam artian, mereka selalu ingin bergerak cepat. Mereka sangat dinamis dan selalu mencari cara untuk get their things done. Mereka tipe orang yang mendorong orang lain untuk mengikuti kecepatan mereka. They just can’t wait to see the results of their own works!

Cynical

This one is shocking too, I know. Tapi entah kenapa, kesepuluh orang ini memang punya kecenderungan sifat sinis. Mereka tidak mudah mempercayai sesuatu yang tampak ganjil dalam pandangan mereka. Mereka tidak suka mendengar excusesDan mereka bisa bersikap sangat-sangat sinis kepada orang-orang malas!

It’s Never Too Late to Find Your Closure

Have you ever had a very terrifying experience back in the past? That kind of past that makes you refuse just to think about it. You’ve shut down all the things and all memories related to it. You don’t bother to have a closure because you think it will only break your heart any deeper.

I’ve been there. Once. And I don’t want to ever go back there again.

But did yo know? No matter how hard you convince yourself that you’ve moved and that you’re doing just fine, a closure is still the only thing you need for yourself. It’s the only thing that can give you the greatest lesson you can take from your past.

So there I tried to find my closure of something that I have burried many years ago. It’s scary, of course. And apparently I was right; knowing the truth can be as terrifying! It’s like me reopened my own wound. But I was also right; I needed that closure to help me to make decision with my life right at this moment.

Saying hello to the past has helped me to relook at that time to seek what actually went wrong. Helped me to realize what I had left behind. On top of all that, it has helped me to learn from my own mistakes. It has finally stopped me from repeating the same mistakes all over again.

I know it takes courages to seek for closures, but so many other things in life do! We were all born scared to the world and we all cried the first time we saw the life outside the mothers’ wombs, but then it’s our own choices to be brave or keep all the fears inside.

Have courage to find your closure. And it’s okay if it makes you need to look back to the past just to search for your answer. At the end of the day, it’s your own presumptions that gradually kill you inside. Find your closures now! And no, it’s never too late to find it for yourself.

Find your closure, and you will find you.

I Changed My Mind, and That’s Okay!

Saat tahu Alibaba akan segera mengakuisi Lazada (tempat gue bekerja saat ini), sejujurnya gue tidak terlalu excited. Bukan tipe perusahaan yang akan gue pilih untuk tempat bekerja. Gue bahkan sampai bilang ke bos gue bahwa gue jadi mulai terpikir untuk mempertimbangkan tawaran kerja dari beberapa head hunters.

Tapi nyatanya, takdir berkata lain. Sampai hari ini, gue masih di sini. Dan bisa-bisanya pula, gue justru jadi orang pertama di Lazada Indonesia yang diundang untuk langsung datang ke kantor pusat Alibaba di Hangzhou, RRC. Ceritanya gue ikut dilibatkan oleh Lazada regional team untuk terjun ke dalam Lazada-Alibaba system integration. Dan siapa sangka, ternyata hal ini benar-benar membuat gue merasa excited!

Minggu lalu gue juga sempat ikut diundang meeting dengan Jack Ma di Lazada’s regional office di Singapura. Baru kali ini gue mendapati satu ruangan (isinya lebih dari 100 orang) terbius diam memperhatikan speech yang Jack Ma berikan. Tidak ada yang sibuk dengan hp-nya, tidak ada yang sibuk bisik-bisik dengan teman di sebelahnya. Jack Ma is  really really a charismatic leader.

Saat itulah gue menyadari… Bukankah gue selalu bilang ingin terus mendalami industri e-commerce? Jika memang demikian, bukankah Alibaba merupakan perusahaan yang paling tepat buat gue? Alibaba is the biggest e-commerce company in the world! Saat itu pula gue menyadari… hidup sudah membawa gue ke tempat di mana memang seharusnya gue berada 🙂

Dua hari yang lalu, sambil tertawa, atasan gue sampai bilang begini, “Padahal dulu Riffa yang paling nggak tertarik sama Alibaba, eh sekarang malah kamu yang jadi the last man standing.”

Gue hanya ikut tertawa… Dalam hati gue menjawab, “Well, I just changed my mind. And that’s okay!”

Bagaimanapun, gue hanya manusia biasa dengan keterbatasan pengetahuan. Gue hanya manusia biasa yang bisa saja berubah pikiran. Apa yang gue anggap baik untuk gue di hari ini belum tentu baik di masa depan, begitu pula sebaliknya. Akan selalu ada serangkaian kejadian, lagi dan lagi, yang membentuk opini dan keputusan-keputusan gue. I’m just trying to get all the best things in life for myself, and there’s nothing wrong with that!

Tahu apa lagi yang gue pelajari dari kejadian ini? Bahwa kita harus selalu memberikan kesempatan untuk sesuatu apapun itu sebelum menilai dan mengambil keputusan. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan hanya berdasarkan pengetahuan yang kita miliki hari ini. Pengetahuan yang kita dapat dengan hanya melihat dari luarnya saja. Coba dulu, jalani dulu, baru putuskan nanti di kemudian hari.

I have a strong feeling that my career will only get more and more exciting after this! I’ll write more after I’m back from China next week. Ciao!

Ramadhan 2016 Resolutions

Kata siapa resolusi hanya identik dengan tahun baru saja? Ceritanya Ramadhan tahun ini, gue kepingin bikin resolusi juga! Yaah, hitung-hitung menambah pahala lah yaa, hehehe. Here we go!

Menghindari (atau setidaknya mengurangi) debat kusir

Beberapa waktu yang lalu, ada teman sekantor yang cerita mengenai rekan kerja dari regional team yang terus saja mendebat dia. Bukan suatu hal yang sangat penting, tapi si regional team itu tidak mau mengalah. Akhirnya, teman gue ini berhenti membalas, meskipun sebenarnya pada saat itu, dia punya bukti bahwa dia yang benar dalam percakapan hari itu.

Saat seseorang sudah dibutakan dengan egonya, terus menerus membantah mereka pada dasarnya hanya buang-buang waktu saja. Kita tidak akan pernah benar-benar menang dari mereka. Mengalah toh bukan berarti kalah, bukan pula berarti mengakui bahwa pendapat kita itu salah. Jadi sudahlah. Lebih baik simpan energi untuk hal-hal yang lebih bermanfaat! Lagipula toh, bukankah dalam Islam, orang yang mampu meninggalkan debat kusir meskipun dia dalam keadaan benar dijamin sebuah rumah di dasar surga?

Menahan rasa benci hanya karena orang lain melakukan dosa yang berbeda

Jujur, gue tidak merasa nyaman saat melihat perempuan yang suka melepas jilbab di saat dia masih harus mengenakannya. Padahal setelah dipikir lagi, meskipun mereka tidak disiplin dengan jilbabnya, bisa jadi mereka lebih disiplin soal shalat-nya jika dibandingkan dengan gue sendiri. Bagaimana jika gantian mereka yang membenci gue karena masalah ibadah-ibadah gue lainnya yang masih belum sempurna itu? Will I be happy with that?

Ibadah orang lain itu urusan mereka dengan Allah. Selama tidak merugikan orang lain, tidak perlu jadi sewot sendiri karenanya. Mau sesempurna apapun ibadah kita, hal itu tidak lantas memberikan kita hak untuk membenci atau memusuhi orang lain. Nabi Muhammad tidak pernah mengajari kita membenci pemeluk agama lain, apa lagi membenci saudara sesama Muslim!

Lebih memaklumi dan memaafkan kesalahan orang lain

Meskipun di sini gue bilang gue ingin menjauhi debat kusir, tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti malah gue sendiri yang memulai debat kusir itu. Tidak mustahil pula gue masih saja nge-judge orang lain atas keputusan hidup mereka yang sebetulnya bukan urusan gue sama sekali. Kenapa begitu? Karena gue hanya manusia biasa yang bisa khilaf. Belum lagi, sudut pandang tiap orang itu berbeda-beda. Misalnya, apa yang gue anggap brainstorming bisa jadi sudah masuk kategori debat kusir menurut ukuran orang lain. Jadi, kalau gue ingin dimaklumi, gue juga harus bisa memaklumi orang lain, bukan?

Kemudian saat orang lain melakukan kesalahan yang menyakiti perasaan, gue ingin bisa mengatakan terus terang dengan cara sebaik-baiknya. Katakan, maafkan, dan lupakan. Mereka mau atau tidak mau berubah itu urusan belakangan. Yang penting maafkan saja, supaya hati dan hidup kita tidak dihantui kebencian yang berlarut-larut. Saat kita membenci, yang rugi itu diri kita sendiri! Kita yang resah, terus menerus kepikiran, kita yang harus terus menerus menahan marah… Life is too short to be filled with hatred! Let’s forgive each other and move on!

 

Selamat menjalankan ibadah puasa untuk teman-teman sesama Muslim. Semoga bulan Ramadhan tahun ini bisa menjadikan kita semua pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Have a wonderful holly month ahead!

3 People I Thank in Life

Yesterday was really a good day to me. It made me look  back to my past and I felt really grateful for everything that I had been through. And it just hit me… Maybe, I would never get that far without many people who helped me to make it happen!

It’s not only about the people who helped me to succeed my career by the way. It’s also about the people who made me a better and happier person! It’s about the people who helped me to live the life I always wanted!

From all those people, I think I can narrow them down to 3 categories only. So here they are! Three people that I really want to say thank you just for being a part, even just a very small one, in my life path.

People who tell me the truth

Good thing or bad thing, it’s always important to me to hear the truth.

When people genuinely says good thing about me, it always makes me put more belief in myself. It makes me more confident for who I am and it really helps me to find me. Sometimes, all that rough things in life tend to make me incapable to see the good things in myself. It really feels good to have someone who reminds me that I’m not that bad. Not at all.

On the other side, when people says unpleasant truth about me, of course I will get hurt, I may get angry for a while, but then I will ask myself, “Is that true? And if it’s true, what can I do about it?” At the end of the day, critics (the TRUE ones) also help me to become a better person! And I really appreciate the people who tell me that because I know it’s not an easy thing to have courage just to tell me that ugly truth. So thank you for being real!

People who believe in me

I used to be very insecure about myself. I doubted if I could do what I wanted to do. But then I met many people in my life who changed that.

A puppy love who brought out the very best in me.

A friend who encouraged me to do the ‘unimaginable’.

A lecture who told me I would go far in my career.

A boss who convinced me that I could be a good manager even though I was only 25.

And many other bosses who pushed me to take chances (and also gave me all those chances) at work.

They can be very demanding. Very pushy. Very annoying sometimes. They could be so honest it hurt. But they did all that because they had a huge belief in me. They wanted all the best for my own life!  It’s very heartwarming that they believe in me a lot more than I do in myself!

But did you know? After I finally conquered it all, I realized all that I conquered was actually just me. The greatest barrier I had to deal with was my self-doubt, fears, and insecurities. I’m glad that I met the people who helped me to deal with it. So thank you, thank you, and thank you!

People who underestimate me

There was a reason why I could be so insecure when I was younger.

The people who told me that I was ugly and stupid.

The people who laughed at my dreams…

And the people who said they were sorry that I would never ever make it in life.

It’s not that they are my number one motivation or something like that, it’s just that they have made all my victories felt even merrier! Knowing that I’ve proved them wrong always make me feel good about myself. They may never know that they were wrong, but who cares? That self-satisfaction is all that I need! So for all those people, thanks for saying all that awful stuffs! At least, you have really given me a good story to tell, hehehehe.