Kenapa Harus Minder?

Belum lama ini, ada satu kenalan baru yang sedikit mengubah sudut pandang gue tentang insecurity. Tadinya gue pikir, orang yang insecured atau minder adalah orang yang belum memiliki cukup banyak hal yang bisa mereka banggakan. Tapi ternyata, belum tentu begitu juga.

Jadi ceritanya, teman gue ini terang-terangan bilang ke gue bahwa sebetulnya dia merasa insecured. Padahal dia baru saja mendapatkan a big promotion, tapi tetap saja, hal itu nggak lantas membuat dia jadi lebih bangga dengan dirinya sendiri. Hal ini benar-benar bikin gue ngerasa heran. Dia punya banyak kelebihan, tapi entah kenapa, dia masih saja sering merasa inferior dengan dirinya sendiri.

Apa saja kelebihan dia yang seharusnya bisa dia banggakan?

Yang pertama dan yang paling obvious, dia itu good looking. Tipe orang yang makin sering dilihat makin kelihatan cakepnya. Banyak cewek yang terang-terangan suka sama teman gue ini.

Yang ke dua, dia itu orangnya pintar dan wawasan dia juga luas banget. Dia ini satu dari sangat sedikit orang yang mampu mengoreksi technical knowledge gue. Dia juga tipe orang yang bisa dengan cepat menyerap hal-hal yang masih baru dia pelajari.

Yang ke tiga, dia itu sangat karismatik. Tipe orang yang kelihatan seperti natural leader. Cara dia ngomong entah kenapa sangat enak didengar. Kebetulan suaranya juga bagus, dengar dia ngomong (dan kebetulan orangnya emang sangat suka ngomong) rasanya seperti mendengarkan orang yang sedang siaran radio, hehehehe.

Yang ke empat, dia itu tipe orang yang sangat mudah disukai oleh orang lain. Dia tipe orang yang care dengan orang-orang di sekitar dia. Itu yang menurut gue bikin dia jadi punya banyak teman dalam hidupnya.

Yang terakhir, dia orangnya lucu. Ini juga kualitas yang bikin dia mudah disukai orang lain.

Let me summarize: ganteng, pintar, karismatik, baik hati dan humoris.

Can you believe a person like that can feel so insecured?

Sekarang gue jadi sadar bahwa atribut yang terlihat dari luar tidak menjamin kepercayaan diri yang dirasakan seseorang. Kenapa? Karena pada akhirnya, kepercayaan diri itu datangnya dari dalam dan bukan dari segala hal yang masih kasat mata.

Bagaimana dengan gue sendiri?

Sejak duduk di bangku SMA, gue nyaris enggak pernah ngerasa minder. Padahal saat itu nilai gue masih pas-pasan, pakai baju seadanya, saat belum ada satu hal apapun yang bisa gue banggakan, gue sudah cenderung bebas dari rasa minder. Entah kenapa, gue selalu tahu bahwa suatu saat nanti gue akan “berevolusi”. I always told myself that I was going to be much bigger than I was many years ago.

Sekarang ini pun, jika gue mau, gue masih punya banyak alasan untuk minder.

Gue terlalu tinggi, terlalu kurus, tidak punya banyak teman, terlalu judes, dan masih single di usia 32.

Gue bisa saja minder, tapi gue lebih memilih untuk mempercayai dan mencintai diri gue sendiri.

From all people, I know best who I am, what I’m capable to achieve, and the person that I’m about to become.

Gue lebih memilih untuk fokus kepada “hal-hal yang masih bisa gue lakukan” ketimbang merasa minder dan merasa buruk tentang diri gue sendiri. Gue punya kekurangan, banyak kekurangan, tapi semua orang yang gue kenal juga pasti punya kekurangan kan. Jadi kenapa harus berkecil hati?

I’m not perfect, and neither is everyone else.

Kemudian satu lagi, gue juga bukan tipe orang yang senang menjadikan orang lain sebagai benchmark. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apa yang tampak baik untuk orang lain belum tentu sama baiknya untuk diri gue ini. Gue nggak akan bisa menjelma jadi orang lain, tapi orang lain juga nggak akan bisa menjelma jadi diri gue ini 😉

Rasa minder, insecure, tidak pede, dan lain sebagainya, hanya akan menjauhkan kita dari segala hal yang terbaik dalam hidup kita ini. Kepercayaan diri adalah kunci kesuksesan, modal awal untuk kita mewujudkan hal-hal yang dulunya hanya bisa kita simpan sebagai impian.

Kita harus percaya, jika orang lain bisa melakukannya, maka kita juga akan bisa melakukan hal yang sama!

Mungkin, kita akan gagal dulu. Jatuh-bangun dulu. Tapi semua kegagalan itu juga yang akan membuat kita belajar bagaimana caranya mencapai impian kita itu. Enggak ada satupun orang yang enggak pernah gagal dalam hidupnya, jadi kenapa kita harus berkecil hati hanya karena kita pernah gagal? Atau pernah ditolak, atau pengalaman buruk apapun yang membuat kita merasa kapok atau bahkan sampai trauma. Kenapa kita harus malu mengakui sesuatu yang juga pernah terjadi pada semua orang di sekitar kita itu?

Hidup terlalu pendek untuk dibayangi dengan rasa minder. Don’t waste your time feeling bad about yourself!

Seperti yang pernah gue tulis sebelumnya, “Courage will take us places!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s