A Good Boss Always Sees The Very Best of You

Dulu, gue suka heran sendiri tiap kali bos-bos di kantor memuji gue sampai sebegitunya. Dalam diam gue berpikiran, “Am I really that good? Gue kan cuma melakukan apa yang bos gue perintahin aja.”

Malah sejujurnya, sampai sekarang pun, tetap ada kalanya gue masih berpikiran seperti itu. Hanya saja bedanya, sekarang gue sudah tahu alasan kenapa seringkali, bos-bos gue bisa memberikan pujian lebih dari yang gue bayangkan. Alasannya sederhana saja: mereka bisa melihat potensi gue melebihi gue melihat potensi dalam diri gue sendiri. Alasan yang gue pahami dengan sendirinya setelah gue juga mulai duduk di kursi manajerial.

Bagaimana caranya seorang manajer bisa melihat potensi dalam diri bawahannya?

Seorang atasan umumnya sudah bekerja dengan lebih banyak orang. Mereka bisa dengan mudah membedakan hal-hal yang mudah atau yang sulit dilakukan pekerja lain pada umumnya. Bisa jadi kita tidak menyadari, hal yang kita anggap biasa-biasa saja sebetulnya sesuatu yang jarang dikuasai oleh orang lain pada umumnya.

Selain itu, tidak ada yang lebih menyentuh hati atasan melebihi dedikasi kepada pekerjaan yang kita lakukan. Atasan yang cukup cerdas tidak akan termakan hanya dengan sweet talking belaka, mereka akan lebih menghargai upaya dan kerja keras kita untuk get things done. Dan percaya tidak percaya, tidak banyak orang yang memiliki dedikasi seperti itu (satu hal yang lagi-lagi belum tentu kita sadari sebagai karyawan). When we, as boss, find someone like that, it truly feels like we just found a buried treasure! 

Yang terakhir, atasan yang baik pandai membaca “rasa lapar” di balik sorot mata best player mereka. Mereka tahu ada orang-orang tertentu yang sangat ingin berkembang dalam karier-nya. Bagaimana cara mereka bisa tahu? Dengan cara berkaca pada diri mereka sendiri! Saat seorang atasan melihat behavior yang sama seperti mereka dalam diri bawahannya, saat itulah mereka merasa tertarik untuk mengembangkan karier orang tersebut.

Banyak yang bilang, penting untuk punya atasan yang memiliki kepercayaan pada kemampuan kita, dan menurut gue, hal itu sangat benar adanya. When they believe in you, they invest in you.

But did you know? Diberi kepercayaan itu tidak selamanya terasa menyenangkan! Tumpukan proyek baru yang tiada henti. Deadline yang seolah tidak ada habisnya. Dorongan untuk mempelajari hal-hal baru yang sepenuhnya asing buat kita. Dan kritik yang tajam saat kita belum berhasil  standar yang ditargetkan oleh atasan (baca: standar yang mereka yakini bisa kita capai).

Selama hampir 8 tahun bekerja, alhamdulillah gue dipertemukan atasan-atasan yang selalu mempercayai kemampuan gue. Diberi banyak kesempatan tanpa pernah gue minta; kesempatan yang membuat gue mempelajari begitu banyak hal baru yang tidak gue temui di bangku sekolah dulu. Capek memang, kadang sampe fisik gue rasanya ingin menyerah saja, tapi entah kenapa, gue tidak ingin mengeluh. Tidak ingin menolak hal-hal yang sebetulnya baik buat gue. Kalau sudah terlalu capek, gue tinggal tulis e-mail minta satu hari untuk istirahat di rumah. Dan hebatnya, semua bos gue selalu mengerti!

Makanya gue selalu menyarankan teman-teman gue… Saat pergi interview, jangan hanya dilihat perusahaan dan gajinya saja, lihat juga calon bosnya nanti! Bukan cuma calon atasan saja yang boleh melakukan “background check” atas calon karyawannya, tapi juga bisa sebaliknya! Hal ini mungkin tidak sebegitu pentingnya buat semua orang, tapi, jika kamu tipe orang yang ingin going far with your career, maka mencari atasan yang tepat bisa jadi langkah pertama untuk memulai.

Yang terakhir, meskipun di atas gue menekankan pentingnya punya a good boss, ujung-ujungnya akan tetap kembali pada diri kita sendiri. Bersediakah kita menerima peluang yang dia sodorkan pada kita itu? Salahkah mereka jika mereka menaruh kepercayaan yang sangat besar dalam diri kita ini? Ini pula yang nantinya pasti akan membedakan top performers dengan rekan kerja mereka pada umumnya: mereka tipe orang yang berhasil membuktikan bahwa kepercayaan atasan mereka tidak akan pernah terbuang sia-sia.

Find a good boss who believes in you and don’t fail them! If you manage to get it right, then a bright future is most likely just one step away.

2016 with Lazada

2016 at Lazada was literally a lot of things to me. The ups and downs were just unbelievable. Things changed so fast it felt like it was too much for just a year.

It was the year when I was the closest to my team, but it was also the year I had to rebuild my team (nearly) from the scratch again.

It was the year when I told myself that I had found my dream job, but it was also the year when I realized some things had changed and might never ever be the same again.

It was the year when I felt fulfilled, but it was also the year I got swamped and it felt like I hadn’t given my very best to the Company.

It was the year when I met a few incredible colleagues (including a new boss who had been one of the best mentors during my career), but it was also the year I had to deal with a few horrible persons who hurt me so badly.

And finally, it was the year when I was both of the happiest and the saddest in my entire career path. It was the year I claimed some victories, but it was also the year I lost some battles.

Given the crazy downfall, I am still unsure if 2016 at Lazada was a better year than the one I used to have back in 2014, but one thing for sure; I am so grateful that I stayed long enough with this Company. If only I decided to leave, then I might never have all these exciting roles, and I might never meet that one boss who really made me feel appreciated in his own way. And the most important thing, staying one more year at Lazada has taught me this one great lesson in life on how to be a better, bigger, and happier person.

Thanks to Lazada for this one crazy year and I’m still hoping to grow with you at least in a couple of years to come! Happy new year for all Lazadians!

 

Why Do I Want to Get Married?

Everytime I see a friend who really wants to get married, I will ask them this one question, “Why do you want to get married?” And somehow, I was rarely satisfied with their answers.

“Because at the end, we all have to get married and I’m already in that age.”

“Because almost all of my friends are married.”

“Because I’m not happy being single.”

“Because I envy the married couple.”

Or… “Because my parents told me so.”

I don’t want to judge, it’s their life anyway, it’s just that I will never use the same reason for myself. The way I see it, there is no such a thing like a proper age to get married. Some people are mature enough to get married before 25, but some others are still too selfish for a marriage in their 30’s. I’m also not that kind of person who does something just because everyone does it or just because someone else tells me to do so. I’m happy with my life as it is and I don’t envy someone else’s life.

And then today, I had a long chat with an old friend and it made me ask myself, “Why do I want to get married?”

Okay, now it is my turn to answer my own question… Here are the reasons why I want to get married.

The first reason, I want to have someone who is devoted to share this life with me. I want to have someone who always have my back, someone to share my ups and downs, someone to make life decisions together with me, and someone to be my partner for life. I’ve had enough of people walk out of my life and I really want to have someone who I can rely on for the rest of my life.

The second reason, I want to take a very good care of someone other than myself. People says, it’s a basic female instinct. If you really know me, then it might not sound like me to you, but the truth is, I would really love to play my role as a wife looking after her husband. I want to make sure he lives well, eats right, and I also want him to be happier than he used to be. I simply want to help him to have a better life to live in.

And finally, I want to get married because I know that I will eventually get bored with my life as a single. I really know myself and I know than in the years to come, I will be fed up with similar single problems over and over again. Even right now, I’m already bored with all those random dates and heartbreaks that came with it. Seeing someone new nearly every year is no longer as exciting as it used to be. Settling down with that Mr. Right (I hope he does truly exist, hehehehe) would be all that I really want from now on.

Does that sound like a good reason to get married? I think it is, at least for myself. I really hope that the right person will come along! And of course I also hope, I’m already good enough to be a right person for someone out there. Amiin! 🙂

My (Early) Year End Post

I have a very mixed feelings about 2016. So many things have happened to me and I can’t believe it all happened only in a year! I know that it may be too early to write this post, but I just can’t wait any longer!

So… what happened to me in 2016?

2016 was the year where I fell in love so deeply. I never thought that I was capable of loving somebody that much! Even if it appeared that I was wrong about it, I still had some great times to remember. Some cute moments that brought smiles to my lips, and a good story to tell even after it all passed and I left it all behind. I moved on not because I wanted to, but only because I had to.

2016 was also a year where I finally felt like I found my dream job. No, I didn’t get any new job; still same company, pretty much the same role, it’s just that I was trusted to do the works that I always wanted for myself. Not an easy one, pretty challenging I would say, bur I definitely love it! I also had a couple of chances to travel around Asia for some business trips plus some vacations over weekend!

I also had some wonderful trips with families and friends in 2016. Umraj trip with my parents (plus a short trip to Turkey afterward), Singapore plus Thailand trip with my teammates (it was definitely trip that I’ll never forget),  Hongkong-Macau with my families (I had a lovely time with my nephew!), and a solo trip to Guilin, China. Which one was the best trip of the year? The Umraj trip, of course. I would never forget how it felt when the tears came to my eyes right when I thanked God for all the blessings I had in my entire life. Somehow to me, it felt like I was coming home.

In 2016, I learned a lot on how to become a better person. A person that I always wanted. The forgiving one. Stay composed and calm even in the hard times (I’m not there yet but I’m making a good progress I think). Less cranky. More patient. And the most important, I leaned a lot more on how to stay happy even when many things in life were going rough. Life would never ever be perfect, but I don’t need to have a perfect life just to have a happy life.

Also in 2016, I managed to reunite with some old friends and it has really made my life a better place to live. Too busy at works should never be a reason for us to be  emotionally apart from each other. We’re not always side by side every single day, but we know that we’ll always be there for each other, even in the middle of the night! The way I see it, that’s the beauty of an having an old friend in life 🙂

What is the highlight of my year? It was my birthday party! It was not perfect, but it was everything I always wanted ever since I was a teenager. My big families were there, my best friends, my colleagues (from all four companies!), everyone in the same room, and what can be better than that? As usual, my little nephew has really made my party even merrier than it could be. Bravo, little kid!

The only nightmare happened to me in 2016 was my struggle to be able to genuinely let go of the things that I should let go. I lost some people that really mattered to me, that really broke my heart, but at the end I realized that it was not me, it was just the way this life worked. People come and go, and it only makes me even more appreciate the ones who choose to stay with me. They don’t have to stay with me with all my flaws, but they do. Somehow, they do.

I’m not quite sure yet if I could tell that 2016 was the best year of my life, but surely it was one of the best years I’ve ever had in life. And the life lessons I earned during the year would always be one thing that I hold onto.

2016… is that all or you still have some surprises you keep? Bring it on!

Mannequin Challenge

Setelah birthday video, kali ini gue juga kepingin share hasil mannequin challenge di acara ultah gue dua minggu yang lalu. Check this out!

Awalnya, tidak terpikir untuk bikin video ini di acara ultah gue sendiri. Pernah satu kali ikutan mannequin challenge di kantor tapi hasilnya tidak sesuai harapan gue. Barulah saat salah satu teman mengusulkan ide ini untuk pesta gue sendiri, gue langsung berpikiran, “Ini kesempatan untuk bikin mannequin challenge sesuai harapan, hehehehe.”

Seusai acara, videografer gue sempat bilang ada beberapa orang yang bergerak selama proses pengambilan gambar. Gue jadi khawatir video-nya gagal total. Tapi ternyataa, video tetap jadi dan hasilnya sangat memuaskan! Hanya saja sayangnya, ada beberapa grup yang terpaksa dipotong karena salah satu di antaranya bergerak saat pengambilan gambar 😦

Oh ya, jika kalian lihat, ada satu anak kecil (usia 4 tahun!) bisa diajak ikutan mannequin challenge. Siapa lagi kalau bukan Arfa si ponakan kesayangan! Gue tersenyum geli saat melihat Arfa dalam video ini. Benar-benar si anak pintar!

Hope you guys enjoy the video!

My Birthday Video

Setelah heboh posting video ultah di semua socmed yang gue punya, kali ini giliran gue post video yang sama di blog gue ini. 🙂 Enjoy!

Do you like the video and all of my birthday photographs? Do you need a team of photographer and videographer for your events? Well you should consider hiring the team who helped me in my birthday photography! Check out their Instagram: zerophotography87 and usa_punya

Sebagai orang yang sangat senang difoto (plus agak-agak perfeksionis, detail, dan cerewet untuk urusan angle), gue benar-benar puas deh sama hasil kerja tim fotografi gue ini. Medannya berat (tempat agak gelap dan langit agak mendung), tapi mereka tetap bisa menghasilkan foto dan video yang mind blowing! Kemudian entah bagaimana, meskipun suara yang dihasilkan mic gue saat itu sebetulnya sangat pelan ditambah suara gue juga sedang sangat serak, anehnya suara gue tetap terdengar jelas di video ini. Very well done!

Satu kualitas yang gue suka dari vendor gue yang satu ini adalah kesabaran mereka dalam memenuhi permintaan gue. Gue sempat dua (atau tiga?) kali minta revisi video yang gue share di sini dan mereka dengan sabarnya mengerjakan request gue itu. Mengutip salah satu pujian dari teman gue di EY, video pendek ini berhasil merangkum beautiful moments dalam pesta gue itu. Lalu yang paling gue suka, sentuhan akhir berupa speech gue yang dijadikan voice background dan nyanyian lagu ultah dari ponakan gue itu betul-betul final touch yang membuat video ini berhasil melebihi ekspektasi gue sendiri!

Selain gue, teman-teman dan keluarga gue juga sangat menyukai hasil kerja tim fotografi di pesta gue itu. Mereka banyak mengambil foto candid tamu undangan gue yang kemudian disimpan bahkan dijadikan profile pictures oleh beberapa di antaranya! I’m glad that everyone enjoy their hard works!

Semoga lain kali, gue punya kesempatan untuk kerja bareng mereka lagi! Many thanks (again) and wish you and your business a very bright future ahead!

Thank God for This Long Weekend!

Having said that I really enjoy my current job, I’m still so grateful for having three days off in a row. I finally got my full recovery after being sick in the past two weeks!

This long weekend also reminded me of the importance of having a me time; just me, myself, and I. Used to have a big problem (at least, it was a big one to me) a few months back and I prevented myself from being alone. Being in the middle of my families and friends have really distracted me and helped me to move on! I spent nearly all weekends going somewhere but apparently, my body was not strong enough for that (not after over 10 hours at work everyday!). So there I went down with stomachache, sore throat, and headache for almost two weeks!

Determined to completely heal from my illnesses, I decided to spend this long weekend just at home. I even canceled my plan to spend the nights at my parent’s home to visit my newly born niece! I just thought that I couldn’t get any closer to that little baby anyway. You know… she’s still very fragile (but I have bought 2 jumpers, 2 rompers, 2 hats, and 2 leggings for her yesterday, hehehehe).

On Saturday, I woke up at 10 AM. I wanted to wake up at noon, but I still had one ongoing system test to be finished very soon. I didn’t have to go to the office for that though. Just my laptop connected to wi-fi would do. Not much I should do for this test so that I could still have my time to nap, eat, and watch my favorite TV shows.

Sunday morning, I felt completely fresh! I had two reports to review, but they could wait! And then I realized I was running out of my serum, make-up remover, soaps, and so many other personal supplies! Oh my God! I was so busy I didn’t make time for groceries shopping! So I went to the nearest shopping mall just to check-out my shopping list. And then I remembered… I had one movie I wanted to watch. So there I want Fallen only to get super bored with the movie, hehehehe.

Back from the second shopping mall (yeah, I had to move to another shopping mall just because the first one didn’t sell my serum no more), I felt very tired again. My body was still not fit enough even just for a half day shopping trip. Not to mention I still had to review those two financial reports last night. Thank God I still had Monday to take some more rest! Too bad I forgot to turn off my weekday alarm so that I still woke up very early in the morning. Sigh.

Around 9 AM, I was completely awake. The first thing popped up on my mind was not about the reports I had to submit (I knew that my team almost finished with his revision already), but it was about the online revolution day! Almost all of my favorite online stores offered the best discount of the year!

So of course, first thing I did on Monday morning, even before having my breakfast, was shopping online. And yeah, I ended shopping a lot of it. Zalora discounts really drove me crazy! I bought 2 party dresses, 3 casual dresses, 1 playsuit, 1 kimono, and a pair of pants with total discounts almost IDR 3millions! Very well done, Zalora! Thanks!

After finishing the payment (I had to do it very soon because some of my selections were the last pieces available!), I went back to Skype group to discuss reporting matters. I was just in time and managed to submit the two reports on time. Yaaay! And one more thing. There was one outer at Shopatvelvet that I really wanted but it was sold out online and I couldn’t find it in the offline store either, and then out of the blue, that outer was available online again! Just one last piece, I grabbed it very fast, and I finally got it! I intentionally went back to that online store hoping that someone canceled their order and somehow I was right! This is indeed my lucky shopping day!

Done with the report (and the online shopping, hehehehe), I took a nap and woke up at 5 PM. Then I made up my room, wrote my blog, replied a few e-mails and discussed over Skype with a colleague who came to the office just to finish an urgent project. Right at this moment, I feel like I’m so fresh and ready to to go back to work!

What do I learn from this long weekend?

  1. I’m lucky to have three direct reports who are willing to meet the deadlines even if it’s weekend and national holiday; and
  2. It’s important to bond with my families and friends, but it’s also important to bond with myself. Give myself a break, a me time, and to take some rest.

We still have more than two weeks in 2016 and I really hope I can make the very best of it! Bring it on!

40 Things to Do Before 40

13 wishes yang belum terwujud di usia 20-an

  1. Pergi ke dokter ahli gizi buat naikin berat badan;
  2. Investasi reksadana atau logam mulia;
  3. Berani nyetir mobil sendiri -> gue ganti aja jadi hire supir pribadi, hehehehe;
  4. Nonton konser penyanyi luar negeri;
  5. Tinggal di apartemen pribadi;
  6. Punya 1 tas LV, beli langsung di Paris;
  7. Lihat salju;
  8. Terbitkan novel perdana -> 2 novel dalam 10 tahun ke depan, kalo bisa, hehehehe;
  9. Membawa novel gue layar lebar (amiin!);
  10. Membukukan tulisan-tulisan terbaik gue di blog ini;
  11. Tampil di cover majalah atau tabloid ibu kota -> I can’t believe I used to write such a wish like this, hehehehe;
  12. Apply beasiswa S2 ke luar negeri, coba sekali lagi; dan
  13. Meet my Mr. Right.

10 places to visit in the next 10 years

  1. Kawah Ijen (semoga gue kuat nanjaknya, hehehehe);
  2. Ora Beach;
  3. Sumba;
  4. Raja Ampat;
  5. Maldives (asyiknya buat honeymoon nih! 😉 )
  6. Back to Japan and go to the countryside;
  7. France (bukan cuma Paris-nya aja!)
  8. Italy;
  9. New Zealand (pengen ke lokasi syutingnya LOTR, meskipun gue enggak suka nonton film-nya 😀 ); dan
  10. Iceland (pengen bisa lihat aurora juga!).

3 things to buy in the next 10 years:

  1. Apartemen baru yang lebih besar;
  2. Properti untuk investasi; dan
  3. Diamond 😉

2 target karier:

  1. Kerja di luar negeri, cukup beberapa bulan atau beberapa tahun saja;
  2. CEO! Hehehehehe.

5 behaviors target:

  1. Tidak lagi gampang curhat ke banyak orang. Sedikit sahabat yang bisa dipercaya sudah lebih dari cukup;
  2. Pesan makan secukupnya, yang penting dihabiskan;
  3. Makan tepat waktu. Entah kenapa cuma makan tepat waktu aja kok ya susah banget;
  4. Olahraga, setidaknya saat akhir pekan; dan
  5. Selalu bersihin make-up dan cuci muka sebelum tidur, secapek apapun! Uups, jadi ketahuan pemalasnya deh, hehehehe.

Others:

  1. Work-life balance improvement;
  2. Tidur minimal 7 jam sehari;
  3. Watch Cirque Du Soleil, the live show!
  4. Beraniin facial, beberapa kali lagi aja buat beresin marks yang susah hilang;
  5. Lasik. Sudah bosan pakai kacamata dan soft lenses;
  6. Bikin foto pre-wedding yang tiada duanya, hehehehe; dan
  7. Intimate wedding reception surrounded by the nature.

My Birthday Party, from Morning to Afternoon

Seperti yang gue tulis di blog sebelum ini, satu minggu yang lalu gue merayakan ulang tahun gue yang ke 30. Bukan cuma mengundang seluruh keluarga besar, tapi juga beberapa teman dari SMP, SMA, kuliah, sampai 4 perusahaan tempat gue pernah bekerja. Ada juga ekstra satu sahabat yang gue kenal di IEC saat masih duduk di bangku SMP dulu! Rencananya, gue ingin teman-teman baik gue saling mengenal langsung dan bukan hanya pernah mendengar dari cerita-cerita gue saja.

Ceritanya dalam acara ultah ini, gue ingin merangkul saudara dan teman-teman gue sendiri sebagai vendor. Semuanya masih beginner, tapi gue punya kepercayaan atas talenta dan masa depan bisnis mereka masing-masing. Dekorasi gue percayakan ke adek ipar gue (Instagram: dhici_dc), fotografi plus videografi gue percayakan ke mantan teman sekantor gue di Lazada (Instagram: usa_punya dan zerophotography87), lalu untuk make-up juga gue percayakan ke teman di kantor gue sebelumnya (Instagram: ynk_makeup). Bagaimana hasilnya? Bisa dilihat di foto-fot yang gue share di sini! They did a very good work, didn’t they?

Dari semua vendor yang gue pilih untuk acara ini, hanya urusan makanan saja yang gue pilih dari top vendors. Untuk kue ulang tahun lengkap dengan kue-kue kecilnya, gue pesan dari LeNovelle. Harganya ternyata tidak semahal yang gue kira, dan tentu saja hasilnya sangat-sangat memuaskan! They taste as good as they look! Untuk appetizer, gue pesan mini quiche dari White Cream Cakes dan menu makan siang langsung dari Bistronomy; tempat gue mengadakan acara ultah gue kali ini.

Ultah gue kali ini banyak mencerminkan diri gue luar-dalam: feminim, pink, elegan (ciee), dan tema utamanya apa lagi kalau bukan traveling! Mulai dari undangan berbentuk postcardplace cards berbentuk tiket kereta, table numbers dan sign board berbentuk peta dunia, kue ultah bertema traveling, sampai hadiah games berupa 10 passport cases dan koper beroda, hehehehe.

This slideshow requires JavaScript.

Sehari sebelum hari H, gue memutuskan untuk ijin sakit. Gue benar-benar perlu istirahat supaya cukup kuat untuk acara ulang tahun gue ini. Semua sudah siap dan sudah tidak mungkin diundur ke hari lain, jadi gue harus kuat! Sabtu pagi, gue merasa sedikit lebih baik dan langsung pesan makan via GoFood untuk sarapan, tetapi MUA gue ternyata datang lebih awal daripada sarapan gue. Jadilah gue mandi dan mulai dandan dengan perut kosong. Akibatnya? Gue sempat mual dan berhenti dandan untuk tiduran lalu makan sebentar. Untung MUA gue ini sabar orangnya, hehehehe.

Setibanya di Bistronomy, sudah ada cukup banyak anggota keluarga besar yang tiba di sana. Tapi ternyataa, masih banyak yang belum siap! Place cards belum selesai digunting, balon untuk games belum ditiup, dan hanya sekedar table numbers pun belum diletakkan di meja masing-masing! Gue juga masih batuk-batuk dan masih kepengen memperbaiki eyeliner gue. Sempat minta tolong adek gue untuk beli obat batuk dan cotton bud untuk memperbaiki make-up, tapi akhirnya gue malah sibuk urus ini-itu untuk acara gue sendiri.

Teman-teman gue lalu mulai datang satu per satu. Cukup banyak yang datang terlambat, sehingga acara gue jadi ngaret sekitar setengah jam. Dua sahabat baik gue malah baru datang setelah acara utama sudah selesai! Gue sampe berpesan, kalo nanti gue married, mereka enggak boleh datang terlambat lagi, hehehehe. Saat acara dimulai, baru saat itu gue menyadari ada masalah dengan sound system-nya. Suara mic-nya terdengar sangat pelan! Tapi sudahlah… show must go on anyway.

Arya, MC yang gue dapat dari teman sekantor, mulai membuka acara gue. Sebagai bagian dari acara pembuka adalah sambutan dari bokap, sekaligus doa bersama. Ada beberapa cerita bokap gue yang berhasil mengundang tawa seisi ruangan, ada juga yang terasa menyentuh buat gue. I think my Dad’s speech was even better than my own closing speech, hehehehe.

Acara selanjutnya langsung berupa games di mana masing-masing kelompok harus menceritakan hal-hal yang paling unik, lucu, atau menarik soal gue. Ada beberapa yang mudah ditebak, tapi cukup banyak juga yang bikin gue berpikiran, “Oh iya ya, dulu gue suka kayak gitu!” Isinya lucu, bikin gue senyum-senyum dan tertawa geli, sampai akhirnya gue pilih tim Lazada sebagai pemenang karena presentasinya gue anggap paling menarik dan paling mengundang applause dari tamu undangan lainnya.

Selesai games pertama, sambutan dari keluarga malah diwakili oleh ponakan kecil gue 😀 Sayangnya saat itu Arfa malu-malu, malah nempel erat sama Daddy-nya. Sempat dituntun mengucapkan selamat ulang tahun buat gue, tapi itu tadi, Arfa-nya malu-malu banget. Baru saat disuruh nyanyi, Arfa bersedia nyanyi dengan suara lantang. Ponakan kecil gue ini udah berhasil bikin acara ultah gue jadi lebih ramai, hehehehe.

Games selanjutnya lebih panjang, dan lagi-lagi, agak terhambat dengan suara mic yang sangat pelan. Syukurlah saat babak final (pertandingan injak balon), suasana kembali riuh. Battle antara teman cewek dan sepupu cowok gue benar-benar seru! Meski cewek, teman gue ini pantang menyerah! Akhirnya tetap sepupu gue yang memenangkan hadiah utamanya, tapi benar deh, teman cewek gue ini betulan cewek tangguh, hehehehe.

Tiba acaranya tiup lilin (hanya tiup lilin, tidak ada potong kue supaya kuenya enggak rusak, hehehehe), sesuai rencana, acara nyanyi lagu ulang tahun akan dipimpin oleh Arfa. Arfa pegang mic-nya, nyanyi “Selamat Ulang Tahun” dan “Happy Birthday” diiringi tamu undangan lainnya. Tiba waktunya tiup lilin, eh lilin-lilin itu balik menyala lagi setelah gue tiup. Jadilah bokap turun tangan untuk mematikan apinya, hehehehe.

Acara utama ditutup dengan closing speech dari gue. Sebenernya, gue udah menyiapkan kepingin ngomong apa, tapi entah kenapa, gue lupa begitu saja. Gue cuma ngomong seingatnya, tapi yang penting, inti dari apa yang ingin gue sampaikan (insyaallah) sudah tersampaikan dengan baik. Gue hanya ingin bilang bahwa berkat mereka semua yang ada di ruangan itu, hidup gue jadi lebih ramai. Selalu ada orang-orang yang menemani tiap langkah kehidupan gue. Banyak yang bilang, orang sukses akan kesepian hidupnya, tapi syukur alhamdulillah, hal itu tidak terjadi pada diri gue, berkat mereka semua; para tamu undangan di pesta gue itu. Ah, well… I’m definitely a better writer than a speaker, hehehehe.

Selesai acara utama, tamu undangan dipersilahkan menyantap makan siang yang sudah disediakan. Antriannya langsung panjang banget! Di saat yang sama, gue bergantian foto bareng tamu-tamu gue. Sebetulnya perut gue mulai terasa mual dan agak lemas, tapi jadi tidak terlalu terasa dan gue bisa berfoto dengan semua tamu undangan gue. Dan tentu saja, gue juga berkeliling, meja ke meja, ngobrol dengan teman-teman gue. Sayangnya, selalu ada interupsi sehingga enggak bisa ngobrol berlama-lama. Berawal dari situ pula, tercetus ide untuk bikin reuni dengan teman kuliah dan teman dari EY dalam waktu dekat. Let’s make it happen, guys!

Menjelang jam tiga sore, satu per satu tamu gue bergantian pamit pulang. Hanya tinggal keluarga besar serta cukup banyak teammates dari Lazada dan Binus saja. Baru pada saat itulah, Puja dan Chrisnata tiba di Bistronomy! Dua sahabat langganan curhat gue bertahun-tahun lamanya 😀 Saat mereka datang, gue masih sempat mengenalkan mereka pada teman baik gue di Lazada. Gue memang tipe orang yang suka bercerita soal teman dekat gue ke teman dekat yang lainnya. Dari yang biasa hanya kenal dari cerita, mereka jadi bisa bertatap muka! Yang paling gue suka, tiga sahabat terbaik gue itu: Puja, Chris, dan Steven bisa duduk satu meja, ngobrol panjang lebar dan joking around bersama-sama! Senang rasanya bisa melihat mereka akur seperti itu, hehehehe. Rasanya, seperti mission accomplished! 

Setelah semua tamu undangan meninggalkan Bistronomy, gue kembali berfoto dengan keluarga, dan tentu saja, menyelesaikan urusan pembayaran dengan Bistronomy. Gue suka banget sama restoran ini, betul-betul kelihatan fotogenik! Tidak perlu banyak dekorasi sudah terlihat cantik dengan sendirinya. Foto-foto gue jadi terlihat bagus tentu berkat backdrop-nya juga! Makin keren berkat dekorasi karya adek ipar gue yang hasilnya benar-benar melebihi ekspektasi gue sendiri. Thank you so much for your hard work, my brother!

Pulang ke rumah, gue langsung dengan antusias buka kado dan membaca kartu ucapan satu per satu. Semua kadonya benar-benar gue banget! They really know me so well! Gue jadi punya banyak stok baju dan tas baru, yang saking banyaknya, gue harus menghibahkan beberapa baju lama hanya untuk memberi ruang buat baju baru di lemari gue itu, hehehehe. Cukup banyak juga kado yang berguna banget untuk hobi traveling gue. Sudah pasti akan gue bawa di perjalanan yang selanjutnya!

Malam hari, gue pergi tidur dengan hati senang. Sakit makin parah, tapi gue benar-benar merasa senang. Gue semakin tahu bahwa alhamdulillah, gue punya tiga puluh tahun pertama yang luar biasa dalam hidup gue ini 🙂

Thanks everyone for being a great part of my life! Gue harap, pertemanan kita tidak berhenti sampai di sini saja! Dan buat semua anggota keluarga gue, gue benar-benar berterima kasih kalian sudah selalu menerima gue apa adanya. Selalu membuka pintu maafnya untuk gue. Selalu ada, benar-benar ada, baik dalam suka maupun duka.

Oh ya, tahu apa salah satu kado terbaik gue? Ponakan ke dua gue, alias adiknya Arfa, lahir 4 hari setelah acara ulang tahun gue 🙂 Sempat khawatir adek gue malah akan melahirkan sebelum atau saat acara gue berlangsung, tapi ponakan cantik gue ini memang pengertian… Dia tunggu acara gue selesai dulu sebelum akhirnya lahir dengan selamat, hehehehe.

This party was one of my wish list before I turned thirty, and apart of the imperfections, I did really have a great time in my party. So thank God for turning one more of my dream to reality. Alhamduillah 🙂

The Woman that I’ve Become

img_1831Jadi ceritanya, hari Sabtu minggu kemarin, setelah belasan tahun lamanya sejak sweet 17, gue kembali merayakan ulang tahun yang ke 30. Kali ini, namanya fabulous 30, hehehehe. Sekitar 1 hari setelah acara, tim fotografi memberikan beberapa bocoran foto-foto terbaik gue selama acara berlangsung. Dalam satu foto itu, terlihat gue sedang tertawa terbahak-bahak. Saat itulah gue menyadari perubahan-perubahan terakhir sejak gue berusia 17 tahun.

Gue masih ingat 13 tahun yang lalu itu, gue super cranky menghadapi pesta ulang tahun gue sendiri. Teman-teman yang niatnya ikut membantu mempersiapkan acara sampe bingung sendiri lihat kelakukan gue saat itu. Salah satu dari mereka sampai mengelus punggung gue sambil bilang, “Sabar, Fa…”

Gue bebas cranky di acara ultah gue yang ke 30 itu bukan karena segala sesuatunya berjalan sempurna. Masih termasuk jauh dari sempurna malah sebetulnya.

Tamu sudah datang tapi table number dan place cards belum siap.

Balon untuk acara games belum selesai ditiup.

Ragu-ragu dengan bulu mata anti badai yang dipasang make-up artist gue.

Empat teman yang gue harapkan kedatangannya berhalangan untuk hadir.

Sound system yang ternyata tidak cukup kencang (rasanya mic ini kekurangan terbesar dalam acara gue).

Antrian makanan yang sangat panjang.

Dan yang paling buruk, gue menggelar acara dalam keadaan masih sakit.

Tapi tetap saja, gue tetap kalem. Tetap menikmati acara. Tetap tersenyum dan tertawa saat ada hal-hal lucu yang terjadi sepanjang acara. Sesekali fokus gue terpecah saking banyaknya tamu undangan, tapi selebihnya, gue benar-benar menikmati acara gue dengan segala kekurangannya itu.

Meski acara jadi ngaret, setidaknya cukup banyak tamu yang stay sampai dua jam setelah acara selesai. Gue jadi punya lebih banyak waktu untuk ngobrol dengan teman-teman gue.

Meski sound system benar-benar mengecewakan, decoration yang dibuat oleh adek ipar gue itu justru melebihi harapan gue. I really love the final result and I’m sure everyone in my party will agree!

Bulu mata anti badai yang awalnya membuat gue tidak percaya diri ternyata malah membuat gue menuai banyak pujian dari tamu-tamu gue.

Meski tidak semua tamu bisa hadir, setidaknya, semua sahabat terbaik gue (the BFFs) menyempatkan diri untuk hadir (walaupun dua dari empat orang ini dating telat sihhh).

Antrian makanan utama memang kelewat panjang, tapi tamu-tamu gue justru sangat menyukai rasa appetizer dan desserts yang gue sajikan (thanks to White Cream Cakes for the quiche and LeNovelle for the cakes!).

Dan yang paling hebat, meski dalam keadaan sakit, gue bisa bertahan (alias tidak pingsan, hehehehe) sampai dengan acaranya selesai (setelah itu, langsung ijin sakit dua hari setengah).

Setelah acara selesai, kesenangan gue masih berlanjut saat buka kado. Ada cukup banyak hadiah yang benar-benar gue banget. Gue jadi punya banyak stok baju baru! Hari ini saja, gue pake tiga barang yang semuanya dari kado ultah gue, hehehehe. Tambah senang lagi saat tim fotografi gue mulai mengirim beberapa foto terbaik gue itu. Gue benar-benar puas dengan hasil kerja mereka!

Pada akhirnya, gue menyadari… Ini bukan cuma soal cara gue menghadapi acara yang gue gelar, tapi juga cara gue menjalani hidup secara keseluruhan.

Selama belasan tahun terakhir, gue banyak belajar bahwa hidup tidak akan pernah bisa jadi sempurna. Sekeras apapun gue berusaha, tetap akan selalu ada hal-hal yang tidak sesuai harapan gue. Dan, gue juga belajar bahwa gue tidak perlu menunggu sempurna hanya untuk bisa berbahagia.

Gue juga banyak belajar (meski dengan cara yang menyakitkan hati) bahwa tidak semua orang akan selama-lamanya tinggal dalam hidup ini. Selalu ada saja orang-orang yang gue inginkan justru lebih memilih untuk tidak lagi ambil bagian dalam hidup gue. Akan tetapi, gue juga belajar gue tidak perlu memiliki segala-galanya untuk selama-lamanya hanya untuk bisa bahagia.

Hidup bukan tentang bagaimana caranya tidak turun hujan, tapi tentang bagaimana caranya menikmati hujan itu sendiri. Dan gue bersyukur bahwa setidaknya, gue bukan lagi orang yang sama dengan diri gue tiga belas tahun yang lalu itu. Gue yang sekarang, setelah melewati begitu banyak hal, telah berhasil menemukan cara bagaimana caranya tetap berbahagia di balik segala ketidaksempurnaan.

Oh ya… ngomong-ngomong soal tiga belas tahun yang lalu… Gue juga jadi sadar betapa berbedanya penampilan gue sekarang ini. Baju yang gue pilih untuk ultah ke 30 malah jauh lebih cantik daripada baju gue saat sweet 17 dulu. Baju sweet 17 gue itu sampe suka jadi bahan ledekan salah satu teman SMA dulu! So not only I have managed to live a happy life, but also I dress and look better than I used to be, hehehehe. 

Perayaan ulang tahun gue ini hanya sebentuk rasa syukur gue atas hidup yang telah Allah anugerahkan untuk gue. Atas teman dan sahabat yang menemani perjalanan hidup gue. Dan atas diri gue yang sekarang ini, lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

No, I do not have an easy nor perfect life, but I definitely do have an awesome life. I’m not always proud of the things I did in life, but I do proud of the woman that I’ve become. Alhamdulillah 🙂