Lie to Social Media is a Lie to Ourselves

Lately I realize, some people (including myself!) can fake a lot of things in social media. I don’t do it often but when I realize some others are doing this, it gets me thinking, “Why do we do this? And whom are we kidding here???”

People post a lot of romantic pictures with their spouses while actually, they fight nearly all the times with each other.

People seem to have a lot of fun with their friends in their pictures while actually, they were busy with their phones and only got together when they took that cheerful pictures.

People post this and that just to imply they’re so in love while actually, they’re only trying to make their ex jealous, angry, regret their decisions and bla bla bla.

People fake their statuses trying to say how they have moved on from their ex while actually, they only lie to themselves thinking that it will make them look any better.

The way I see it now, we’re more focus on what it seems on social media rather than seeing what actually happens in the real life.

There’s nothing wrong from posting romantic pictures, it’s even can be so cute! But do make sure that you two are happy together too. Make an effort to make that romance happen in your real life!

There’s nothing wrong from taking pictures with your friends, but put down your phones and do actual talks when you’re sitting right next to them. Always make the real memories to be remembered and to be told to your grandchildren!

Having unfinished business with your ex? Just knock their door and tell them everything you always want to say out loud! Good things, bad things, just learn how to close your book properly!

Real life is a lot larger than just a Facebook homepage, Path timeline, and all of those tweets we have posted. When we lie to our social media, we’re actually lying to ourselves. And yes, we’re kidding to ourselves too!

Have fun with your social media, but don’t let you make fun of yourself in your own social media.

Don’t Be Too Tired to Be Better

Akhir-akhir ini, ada beberapa kejadian yang membuat gue ngerasa belum jadi seseorang yang gue inginkan untuk diri gue sendiri. Tiba-tiba, gue sadar dengan sendirinya bahwa gue masih jauh dari good enough.

Apa saja contohnya?

  1. Nge-judge sifat buruk orang lain padahal gue juga memiliki sifat buruk yang tidak jauh beda dengan orang yang gue judge;
  2. Menasehati orang lain di saat sebaiknya gue menasehati diri gue sendiri;
  3. Membenci orang lain atas sesuatu yang juga pernah gue lakukan terhadap orang lainnya;
  4. Merasa jadi korban padahal sebetulnya, gue sendiri yang jadi “penjahatnya”;
  5. Menuduh orang lain sebagai si “Mr. Wrong”, padahal bisa jadi, gue juga si “Ms. Wrong” buat dia.

Saat gue menyadari lima hal di atas, gue mulai terpikir untuk instropeksi lebih dalam lagi. Rasa-rasanya, gue seperti mulai berkaca; seolah melihat sisi jelek diri gue sendiri dalam diri orang lain di depan gue.

Tidak mudah mengubah sifat jelek yang sudah kuat tertanam dalam diri kita sendiri. Tapi konon katanya, awal dari perubahan adalah mengakui bahwa masih sangat banyak hal yang harus kita rubah dalam diri kita ini. Semakin kita merasa yakin bahwa sifat kita sudah sempurna, maka sebenarnya, diri kita justru semakin jauh dari kesempurnaan itu sendiri.

Be better. And never ever be too tired for that.

Girls’ Deepest Secrets

Banyak teman cowok yang bilang ke gue, cewek itu ribet. Padahal sebetulnya, pola pikir cewek pada umumnya itu sangat mudah untuk ditebak. Kenapa? Karena pada umumnya, cewek itu pola pikirnya sederhana: kami mempercayai apa yang kita lihat serta apa yang kita dengar. Ada beberapa cewek yang lebih cuek atau sebaliknya, lebih analitis daripada cewek pada umumnya, tapi tetap saja, ujung-ujungnya cewek itu hanya menafsirkan apa yang terlihat mata serta apa yang didengar telinga.

Berikut ini contoh penafsiran di benak perempuan atas prilaku-prilaku orang yang kita sukai.  Mungkin, teori gue ini tidak 100% benar, tapi setidaknya, apa yang gue tulis ini adalah murni isi pemikiran gue sendiri yang kebetulan juga sama persis dengan cewek-cewek lain yang gue kenal.

11

Apa kesamaan dari semua hal yang gue sebutkan di atas? Kesamaannya adalah: cewek cenderung lebih menurunkan harapan dan ekspektasinya. Kita lebih memilih untuk melihat the worst scenario-nya. Kalau pun di awal kita masih sok-sok mencoba berpikiran positif, jika prilaku yang sama terus berulang beberapa kali setelahnya, maka kita akan mulai berhenti menghibur diri dan lebih memilih untuk move on saja. Kenapa demikian? Supaya kita tidak kecewa dan patah hati semakin dalam!

Gue tahu bahwa kadang-kadang, cowok punya alasannya tersendiri, tapi kalian juga harus hati-hati! Bisa-bisa malah salah strategi yang hanya akan menjauhkan kita dari kalian (kecuali jika memang itu yang kalian inginkan). Karena seberani-beraninya perempuan, kita cenderung lebih penakut untuk urusan cinta-cintaan. Tidak aneh jika cukup banyak cewek yang saat harus memilih di antara dua cowok, mereka akan memilih cowok yang terlihat lebih jelas atau lebih serius menunjukkan rasa cintanya.

Nah, masihkah kalian berpikiran kalo cewek itu ribet jalan pikirannya?