Apa Salahnya Sekolah Mengajarkan Siswi Muslimnya untuk Berjilbab?

Berawal dari statement Ahok yang satu ini, “Kan dipaksa tanda kutip dong. Kalau kamu bilang nih setiap hari Jumat sekolah harus pakai jilbab, berarti kan seragam sekolah. Jilbab itu bukan seragam sekolah, ini panggilan hati akhlak agama.” Gue jadi gemas untuk ikut berkomentar.

Yang pertama, tidak benar bahwa jilbab itu panggilan hati. Sama seperti shalat dan puasa, jilbab itu ajaran agama Islam yang wajib hukumnya bagi wanita yang sudah mendapatkan menstruasi pertamanya. Tidak perlu menunggu dapat panggilan hati dulu untuk menjadikan jilbab itu wajib bagi seorang wanita. Tidak benar pula jilbab itu bagian dari ahlak agama. Dalam Islam, ahlak itu artinya prilaku, sedangkan jilbab itu konteksnya pakaian untuk menutup aurat. Ahlak sifatnya tidak kasat mata, sedangkan jilbab sifatnya sudah tentu sangat kasat mata. Betul-betul dua hal yang berbeda.

Yang ke dua, mengingat jilbab juga bagian dari ajaran agama, apalah salahnya mengajarkan siswi muslim untuk menjalankan ajaran agamanya? Bukankah memang itu fungsi mata pelajaran agama di sekolah? Sama seperti guru agama mengajarkan praktek wudhu, shalat, mengaji, dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana jika siswi ybs melepas jilbabnya selepas jam sekolah? Nah, sekarang gue tanya… Bagaimana jika siswi ybs hanya shalat saat pelajaran agama saja? Hanya mengaji saat ujian saja? Haruskah sekolah juga berhenti memberikan materi praktek shalat dan mengaji?

Menurut gue, tidak ada salahnya, bahkan ada baiknya sekolah mewajibkan siswi muslimahnya (baca: hanya yang muslim saja) berjilbab di sekolah. Supaya mereka terbiasa dengan jilbab itu sendiri, terbiasa dengan ajaran agama mereka sendiri. Sama seperti mata pelajaran lainnya, tugas sekolah hanya mengajarkan, soal diterapkan di luar sekolah atau tidak sudah jadi tanggung jawab masing-masing pelajar.

Gue nulis begini bukan berarti gue benci banget sama Ahok. Honestly, gue belum pernah menemukan tokoh politik yang selalu gue support 100% semua pendapat dan keputusannya. Mendukung satu orang bukan berarti harus mengangguk setuju pada semua perkataannya kan? Dan kebetulan untuk hal yang satu ini, gue tidak sependapat dengan Ahok.

Buat yang mau comment, please behave yaaa. I have a right to filter your comments.

Good night!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s