A journey to remember

New Friends in the New Office

Posted on: October 28, 2011

Banyak yang bilang, bisa berteman dekat dengan teman-teman sekantor itu sifatnya mustahil. Persaingan dunia kerja, serta berbagai gesekan yang lazim terjadi dalam aktivitas kerja sehari-hari, secara otomatis akan bikin kita jadi susah akrab dengan mereka. Akan tetapi anehnya, di dua kantor gue yang pertama (Accurate dan EY), gue enggak pernah mengalami hal itu.

Gue pernah punya temen yang deket banget sama gue waktu di Accurate. Kalopun akhirnya berantem sampe bikin gue ngambek, bisa gue pastikan masalahnya itu sama sekali enggak ada hubungannya sama pekerjaan.

Tadinya gue pikir, gue bisa berteman baik sama rekan gue di Accurate itu karena gue nyaris enggak pernah ngerjain 1 proyek yang sama bareng temen gue ini. Tapi ternyata, setelah kerja di EY pun, gue juga bisa berteman baik, bahkan bersahabat dengan dua di antaranya, meskipun kita sering ketemu di kantor, kerja bareng dalam satu proyek yang sama, dan canggihnya, kita masih bisa berteman baik meskipun saat kerja bareng itu, pastilah ada aja konflik pekerjaan yang bikin kita ngerasa sama-sama bete.

Meski berhasil membuktikan bahwa berteman baik dengan rekan kerja bukan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan, entah kenapa, sejak awal mulai kerja di perusahaan ke tiga, gue sempat merasa ragu. Ada beberapa hal yang membuat posisi gue jadi agak sulit yang juga berpotensi bikin orang-orang jadi ngerasa bête dengan keberadaan gue. Makanya sejak awal, gue enggak banyak berharap. Bahkan ketika sudah lewat beberapa bulan dan keakraban gue dengan teman-teman sekantor belum banyak perkembangan, gue sempat bilang begini sama salah satu sahabat gue di Binus dulu, “Gue rasa bukan berarti gue sial dapet kerja di sini. Kayaknya emang gue-nya aja yang beruntung waktu kerja di Accurate dan EY kemaren. Karena normalnya, berteman sama rekan kerja itu emang susah.”

Karena ekspektasi gue yang kelewat rendah itulah yang bikin gue nggak ngerasa perlu hang out bareng temen-temen di sini. Kalo makan siang pun, gue lebih memilih makan sendiri di ruangan gue daripada ikut makan rame-rame di meja panjang depan ruangan. Gue juga nggak pernah tertarik buat nge-add Facebook account mereka, dan waktu gue upload foto resmi satu divisi gue ke Facebook pun, gue asal taruh aja foto itu di album “Whatever”. Gue nggak pernah kepikiran buat bikin folder foto baru khusus buat foto bareng temen-temen gue di sini karena toh, setelah itu enggak bakal ada lagi foto-foto baru bareng mereka. Satu foto itu pun kepengen banget gue upload cuma karena di foto itu, gue kelihatan keren pake blazer, hehehehehe.

Hingga akhirnya sampailah gue di hari ini, hampir 6 bulan semejak hari pertama gue datang ke sini. Ceritanya tadi siang, gue sama 3 orang teman sekantor sepakat makan siang bareng dilanjutkan ngopi-ngopi di Starbucks Emporium. Enggak ada yang istimewa dari acara ngopi-ngopi itu, tapi entah kenapa, gue ngerasa seneng aja. Tadi itu gue bisa ketawa lepas, bahkan temen gue ada yang ketawa sampe sakit perut, hanya karena lelucon antar teman waktu foto-foto bareng. Begitu sampai kantor, kita pun mulai saling nge-add Facebook account masing-masing. Dan bukan cuma itu… Gue juga upload foto-foto itu ke Facebook, plus, gue buat satu album baru bernamakan perusahaan gue saat ini: “NCSI.”

Sebetulnya kalau gue ingat-ingat lagi, pertemanan di sini enggak juga sebegitu buruknya. Two faces dan backstabbers pasti ada, tapi tidak semuanya. Selain teman-teman cewek yang tadi nge-Bucks bareng, ada lagi satu teman cowok yang sering gue jadikan tempat curhat. Ada lagi satu teman lainnya yang waktu jamannya gue belum ikutan katering, sering jadi teman makan siang bareng gue. Ada pula rekan kerja di kantor cabang yang sesekali suka chatting ngalor-ngidul bareng gue. Bahkan sebenarnya, sama bos kecil dan bos besar gue di divisi ini pun, gue termasuk akur-akur bahkan lebih akur kalo dibandingin sama hubungan gue dengan bos-bos gue di 2 perusahaan sebelumnya. Jadi sebetulnya, tiba-tiba hari ini gue ngerasa… bukan soal kali ini gue sial atau apa, tapi persoalannya adalah, gue tidak memberikan diri gue sendiri kesempatan untuk berteman baik dengan mereka semua.

Hal ini kembali ngingetin gue sama masa-masa awal gue kerja di EY dulu. Hari pertama gue terjun ke tim gue, dari sekian banyak orang yang berjabat tangan sama gue buat berkenalan, cuma satu orang aja yang kenalan sama gue sambil tersenyum ramah. Yang lainnya? Mukanya serius-serius dan cuma kenalan sambil lalu aja. Setelah itu, gue juga jarang banget kedengeran suaranya sampe sempet dijulukin autis sama salah satu senior gue di sana. Bahkan yang lebih buruk, ada pula satu cewek yang entah kenapa, kelihatan jelas kalo dia tuh sebel banget sama gue.

Tapi coba lihat sekarang… Siapa yang sangka gue bisa berteman baik dengan orang-orang yang dulu tampak asing di EY itu? Yang paling enggak disangka-sangka, si temen cewek yang dulu sebel banget sama gue itu akhirnya berubah jadi salah satu teman terbaik gue di EY! Bahkan setelah gue resign dari EY pun, gue masih menjalin komunikasi sama mereka, dan masih sesekali hang out bareng mereka. Bisa dipastikan dalam setiap bulan semenjak gue resign, pasti ada aja satu atau dua kali gue ketemuan sama satu atau beberapa teman setim gue di sana.

Gue harap apa yang gue rasakan hari ini sifatnya bukan sementara. Gue harap, sama seperti dengan teman-teman gue waktu di EY dulu, maka kali ini pun, gue ingin bisa berteman baik dengan teman-teman di kantor baru. Meskipun gue akan tetap ngoceh kalo ada yang salah dalam melakukan pekerjaannya, meskipun gue masih akan sering makan siang di ruangan gue sendiri (soalnya kan asyik, bisa makan sambil browsing), dan meskipun di luar sana gue udah punya cukup banyak teman-teman yang luar biasa, gue tetap ingin menjalin hubungan baik dengan mereka.

Seperti kata orang-orang bijak, satu musuh saja itu sudah terlalu banyak, akan tetapi, seribu orang teman tetap tidak akan pernah terasa cukup. Besides, the more the merrier right? Semoga kali ini pun, di tempat ini pun, gue ingin punya banyak hal yang bisa gue kenang di kemudian hari 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 898,428 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

The beauty of diversity. I'm glad that I met them along my career path at Lazada. Just a little help like this could mean everything to me and The Lens Story. Many thanks! ❤️
📷: @thelenstory 👚: @adidaswomen 👕: @nike 
#friends #friendshipgoals #diversity #photography #photooftheday #canon #snapseed #thelenstory Find someone who loves you properly.
The one who never intentionally let you wait for him.
The one who never makes you have to wonder how he truly feels about you.
The one who will definitely catch you and hold you tight as you fall for him.
The one who gives you all he has to be a better man, to fix what goes wrong, to fight for you and to never let you go.
You are too old for another Mr. Wrong, reward yourself with the right one.
Love yourself enough to leave your past, you deserve better.
📷: @thelenstory
💄: @yuficarolin.mua
👗: @calla.atelier
👠: @charleskeithofficial 
#love #life #quote #photography #photooftheday #thelenstory I'm not perfect. I make mistakes. I do the things I'm not proud of. I give up, sometimes. I hurt people, mostly the ones that I actually care about. I have a lot of flaws, but at least, I'm trying hard to be a better person. I'm no saint nor angel, but I'm not a pure evil either. I'm simply a human who is trying to be the very best that I can be. I'll never stop learning, until my very last breath.
📷 @thelenstory
💄 @yuficarolin.mua
👗 @calla.atelier
👠 @charleskeithofficial
#photooftheday #beauty #photography #quote #thelenstory

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

%d bloggers like this: