A journey to remember

Uang Bukan Segalanya? Think Twice!

Posted on: June 15, 2011

Kantor gue baru aja menggelar HRD training buat para pendatang baru, termasuk buat gue yang baru kerja satu bulan di perusahaan ini. Ada beberapa hal yang cukup menarik dari training ini. Salah satunya, saat trainer menanyakan kepada para peserta training, “Dari skala 1 sampai 10, seberapa setuju kamu terhadap statement bahwa uang adalah segala-galanya?”

Mayoritas peserta menyebut angka 7 sampai 9. Gue sendiri, menyebut angka 8. Enggak ada satupun di antara peserta training yang memberi nilai 10.

Jawaban teman-teman training ini cukup mengejutkan gue. Karena setahu gue, pada umumnya, orang Indonesia itu tipe orang yang sering menyatakan pendapat bahwa uang bukanlah segala-galanya. Range jawaban 7 sampai 9 menunjukkan bahwa di mata kami, uang hampir mendekati segala-galanya.

Yang lebih mengejutkan gue adalah statement trainer yang menyatakan bahwa yang benar itu, uang memang segala-galanya. Dengan kata lain, dia sendiri menyebut angka 10 untuk menjawab pertanyaannya sendiri.

Wow, matre banget nggak sih kedengarannya?

Well, coba deh, kita simak alasan dari orang-orang yang kontra dengan pendapat bahwa uang bukan segala-galanya:

  1. Percuma banyak uang kalo hidup enggak bahagia;
  2. Percuma banyak uang kalo sakit-sakitan; dan
  3. Percuma banyak uang kalo hidup kesepian.

Pembelaan dari trainer gue itu…

  1. Untuk hidup bahagia, dibutuhkan uang. Sebut deh, hal-hal apa saja yang bisa bikin kita jadi happy. Kalo buat gue: traveling, nonton film, shopping, hangout bareng temen-temen, main sama si mpus, dan ngeblog. Untuk traveling, shopping, dan hanging out, gue jelas butuh uang. Untuk bisa main si mpus pun, gue harus keluar uang. Gue harus beliin makanan, vitamin, dan obat-obatan. Kalo si mpusnya mati karena nggak terurus, gimana gue bisa main sama dia? Untuk ngeblog pun, gue harus bayar biaya tahunan, dan pastinya, ada biaya listrik buat menghidupkan laptop atau buat nge-charge batre hp supaya bisa gue pake buat ngeblog;
  2. Supaya enggak sakit, kita juga perlu uang. Harus makan sehari tiga kali, kalo perlu menerapkan 4 sehat 5 sempurna. Kalo sampe sakit pun, untuk sembuh kita pasti perlu uang buat beli obatnya. Dan bener kata si trainer, masih mending pengidap HIV yang kaya raya daripada yang hidupnya pas-pasan. Kalo si kaya bisa menikmati sisa hidupnya dengan keliling dunia misalnya. Atau nggak usah selebay itu deh… Enaknya jadi orang kaya, kalo sakit bisa cari pengobatan sampai ke ujung dunia kan?
  3. Supaya kita nggak kesepian, kita nggak bisa selamanya hidup sendirian alias harus punya pasangan hidup. Nah, jangan sebut gue matre kalo gue bilang, untuk berumah tangga, sekedar cinta saja tidak akan pernah cukup. Untuk bisa melangsungkan pernikahan pun, kita membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi kalo nanti sudah lahir anak. Kita perlu beli susu, bayar segala jenis imunisasi, trus mesti mikirin biaya pendidikan si anak juga… Dan lagi-lagi, enaknya jadi orang kaya, mereka bisa memilih pendidikan terbaik – tanpa peduli berapapun biayanya – untuk anak-anaknya.

Uang, memang tidak bisa menjadi single factor untuk membahagiakan hidup kita. Tapi masalahnya, untuk bisa hidup bahagia, segala-galanya pasti akan membutuhkan uang.

Jadi gue setuju, bahwa bagaimanapun, uang adalah segala-galanya.

Akan tetapi tetap saja… gue tidak mau meralat nilai 8 menjadi 10. Saat gue menjawab 8, gue punya pertimbangan tersendiri. 10 itu angka sempurna… dan bagaimanapun, uang – sebanyak apapun jumlahnya, tidak akan pernah bisa membuat hidup gue jadi sempurna. Kenapa?

  1. Untuk dapat banyak uang, diperlukan extra effort yang tidak mudah. Harus rela kerja lembur yang ujung-ujungnya, mengancam kesehatan gue sendiri;
  2. Semakin tinggi pohon, semakin tinggi anginnya. Yang udah gue alami, semakin tinggi jabatan, semakin banyak pula rintangan yang harus gue hadapi. Jadi kalo kamu melihat ada orang-orang yang sangat kaya raya, trust me, there must be so many prices they have to pay to be rich, and it’s not easy at all; dan
  3. Cowok dengan banyak uang jauh lebih beruntung daripada cewek dengan banyak uang. Cewek yang ingin menuai sukses dengan karier-nya sendiri harus ikhlas saat kelak, ada cowok yang ninggalin dia cuma karena gaji atau jabatan si cewek lebih tinggi, karena si cewek kerjaannya lembur melulu, atau karena si cowok enggak merestui pasangannya untuk terus bekerja.

See? Dengan tiga permasalahan di atas, gimana caranya uang bisa bikin hidup gue jadi sempurna? Jadi kalo versi gue… uang memang segala-galanya, karena segala-galanya dalam hidup gue, sudah pasti memerlukan uang. Tapi tetap saja, uang tidak memiliki segala yang gue butuhkan untuk bisa hidup bahagia.

 

Advertisements

2 Responses to "Uang Bukan Segalanya? Think Twice!"

money is not everything.. being grateful for any cents u earn.. made everything is more easily and more beautiful 😀

Eh… ada si Lily… Tetep ya… beda orang beda pendapat. Dulu juga aku mikirnya gitu, Li. Tapi makin lama makin terasa kalo ada banyaaaak banget hal yang ujung-ujungnya uang. Makanya waktu training kemaren, aku jawabnya angka 8. Tapi bukan berarti aku nggak bersyukur loh. Bersyukur, tapi belum puas sama apa yang udah aku punya, hehehehehe 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 974,558 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

Click the pictures below to visit my Instagram...

It’s very important to feel content about our own life. No matter how hard we try, the truth is, we will NEVER get EVERYTHING we want to have in life. I want to have more curves, I want to have a pair of cheekbones and a chin like a supermodel, I want to be married at 30 years old, I want to be a Math expert, I want so many things in life and some of them are just some mission impossible. It’s true that I’m a go getter, but I simply have no time nor resource to pursue everything I want in life. There are some things that I need to live with it probably for the rest of my life. But you know what? I never regret any of that. I would rather count my blessings rather than feeling sorry for my imperfections. I’ve tried to make the very best of every day in my life, and for me, that is way more than enough. I’m happy just the way I am, and I’m thankful for everything I have, everything I don’t have, and everything that I will never have.
Be a better you, for you. Dress up, wear heels, put some make-up on, for you. Live in your dream, be awesome in what you do, especially for you. Learn from your mistakes, get back up from your downfalls, for you. Be kind, be compassionate, also for you. Make yourself proud for being the very best of you, not to please anyone else but you.
Every people has their very own insecurity. They have flaws, failures, they all once did a couple of things they are not proud of. They have one soul crushing events they wish to forget. Their life is not perfect and nor is mine. I am no different with any other person I know. If there’s one thing I do differently, that one thing that many people is reluctant to do, is that I forgive my past. I accept my flaws. I make peace with my guilts and failures. It’s all simply because there’s nothing I can do to change everything that has happened back in my past. What’s gone is gone, I can only decide what I would like to do on the days to come. Rather than drowning in miseries, I moved on. I’ve seen many people turned their problems to a nightmare. They made their worst moments in life even worse than it should be. They pointed fingers, they blamed random innocent people, they pushed people away, they ran off from reality, they did nothing useful for their own life. Some of them even made their personal problems as someone else’s problems for no particular reason. They let their insecurities hurt people who has nothing to do with their downfalls. My life is no better nor easier than anyone else, but at least, I’m trying so hard to make my own life a better place. If I can do it, and so can you!

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: