A journey to remember

How to Fix a Broken Heart

Posted on: June 18, 2011

Berbekal pengalaman peribadi, kali ini gue kepingin menuliskan 5 tahap patah hati serta cara–ala-gue untuk mengatasinya. Bukannya sok tau, tapi tips inilah yang udah berhasil bikin gue jadi cepat move on.  Padahal biasanya, gue ini tipe orang yang butuh waktu lama untuk bisa benar-benar move on. Tapi kali ini, dengan cara yang akan gue sebutkan di bawah ini, gue bisa mengatasi patah hati – yang sebenernya patah hati terburuk yang pernah gue alami – dalam waktu yang lebih singkat. Jadi siapa tahu aja, kalian juga cocok sama tips ala gue ini!

Tahap pertama

Pada tahap ini, ada something di dalam dada kita yang rasanya agak-agak perih atau ngilu atau nyeri atau entah gimana cara kita mendeskripsikannya. Hidup rasanya lagi jatuh di titik terendah, mau ngapa-ngapain rasanya jadi nggak enak… Ada pula yang sampe nggak nafsu makan, susah tidur, dan lain sebagainya…

  1. Kalo mau nangis ya nangis aja… Kalo nggak bisa nangis? Cari film sedih, dan ikut nangis pas tokoh di filmnya lagi nangis juga! Kenapa harus nangis? Karena nangis bisa ngurangin beban. Istilahnya, your tears will wipe a part of your pain;
  2. Cari temen buat mencurahkan isi hati. Sekedar tips, untuk tahap ini, pilihlah teman yang nggak akan menggurui kita. Percaya deh, kalo masih tahap awal patah hati, lebih enak curhat sama temen yang bakal ngomong gini, “Iya, gue juga heran kenapa dia kayak gitu…” daripada “Ya udahlah, udah jelas dia enggak suka sama elo lagi…”
  3. Dengerin lagu-lagu patah hati. Kumpulin dalam satu playlist dan nyanyiin kenceng-kenceng! Menyuarakan isi hati juga mempercepat proses ‘keringya’ luka di dalam hati;
  4. Kalo pengen lihat fotonya, lihat Facebook-nya, atau lihat SMS-SMS dari dia di dalam inbox hp, ya lihat aja!
  5. Meski begitu, JANGAN PERNAH nulis status di Facebook atau di manapun yang bisa dibaca sama dia yang isinya tentang patah hati yang sedang kita rasakan itu. Kenapa? Nulis yang aneh-aneh hanya bikin kita jadi berspekulasi tentang apa yang kira-kira dia pikirkan setelah membaca status kita itu. Belum lagi potensi bikin malu karena curhat di tempat umum! Hal-hal kayak gitu pada akhirnya cuma bakalan nambahin beban pikiran kita aja, jadi mendingan kalo mau curhat, tulis dalam diary pribadi aja ok…
  6. Dan ya, salah satu cara gue healing a broken heart adalah dengan menuliskan perasaan gue dalam bentuk diary. Tapi ya secara udah jaman smart phone dan juga laptop, maka diary itu pun udah berubah bentuk jadi ketikan di Microsoft Word, bukan lagi buku diary warna-warni kayak jaman SMP dulu…
  7. Ada yang bilang, it’s okay to do something stupid like text him, call him, chat him at YM or BBM… Tapi kalo menurut gue, berusaha menghubungi dia cuma bakal meperlama periode patah hati yang kita rasakan. Belum lagi reaksi dia yang bisa jadi malah memperparah suasana hati kita… Jadi mendingan nggak usah lah, nggak ada gunanya! Bedanya sama cewek yang masih bisa dirubah pikirannya, kalo cowok biasanya akan sangat-sangat sulit dirubah jalan pikirannya.

Tahap ke dua

Pada tahap ini, biasanya kita udah berhenti terus-terusan meratapi nasib. Buat yang hobi nangis pas lagi patah hati pun, nangisnya udah mulai berjeda, enggak lagi tiap hari sepanjang malam. Rasa ngilu dalam dada itu pun perlahan hilang dengan sendirinya. Untuk kasus yang agak ekstrim, barangkali, pada tahap ini kita mulai bisa melihat sisi jelek dalam diri dia yang selama ini kita ingkari.

  1. Ganti temen curhat… Cari temen yang orangnya logis bahkan kalau perlu yang cenderung judes. Udah waktunya kita berhenti bersikap mellow;
  2. Kalo kita sakit hati sama kalimat lugas yang diucapkan temen kita itu, nikmati aja sakit hati itu! Berpikirlah keras-keras apakah emang benar apa yang dia bilang. Jadi tentu saja, untuk tahap ini, nggak boleh sembarangan pilih orang! Pilih teman yang objektif yang juga sekaligus memang peduli dengan keadaan kita;
  3. Mungkin pada tahap ini, mulai timbul rasa benci sama si dia. Kita mulai melihat bahwa pada akhirnya, dia tidak memperlakukan kita dengan baik. It’s okay to hate him, it’s okay to confess that we are hurt. Rasakan lah luka itu dalam-dalam, bukan supaya makin benci sama dia, melainkan supaya kita sadar bahwa emang udah sepantasnya buat kita melupakan dia;
  4. Mulai cari kesibukan untuk mengalihkan pikiran kita. Ingat ya, bukan maksain diri buat ngelupain, tapi carilah sesuatu yang emang pasti akan mengalihkan perhatian kita. Kalo buat gue, nonton film, baca buku bagus, pergi shopping, dan kerja lembur adalah tiga hal yang pasti dengan sendirinya bisa mengalihkan perhatian gue;
  5. Kalo di tengah-tengah aktivitas itu masih aja ada hal yang ngingetin kita sama si dia, biarin aja! Tetep jangan pernah marahin diri sendiri hanya karena inget begitu banyak hal tentang diri dia. Nahan-nahan perasaan cuma bikin proses penyembuhan jadi tambah lama;
  6. Beredar, beredar, dan beredar! Nggak perlu lah mogok bikin status Fb atau mogok nge-tweet cuma gara-gara patah hati! Comment lucu dari teman, lelucon teman saat hang out, obrolan dan gosip seru bisa jadi pengalih perhatian sekaligus penghapus luka yang top banget; dan
  7. Mulai ganti playlist dengan lagu-lagu upbeat favorit kita.

Tahap ke tiga

Pada tahap ini, emosi udah mulai stabil. Kita pun udah mulai melakukan hal-hal konkret untuk moving on. Pada tahap ini pula, sebaiknya kita mulai berhenti nyebut-nyebut nama dia di tengah sesi ngobrol sama temen-temen kita. Kasihanilah mereka yang udah sering banget nampung curhat kita selama berhari-hari atau berminggu-minggu sebelumnya itu…

  1. Jika belum dilakukan, ini waktu yang tepat untuk menyingkirkan foto dia dari dalam dompet, layar komputer, layar hp, dan, hapuslah folder khusus foto kamu dan dia di halaman Facebook;
  2. Karena gue bukan tipe orang yang suka memusnahkan benda-benda kenangan, gue lebih memilih mengumpulkan semuanya, lalu nyimpen benda-benda itu di dalam kotak khusus yang kemudian gue simpan di dalam lemari. Bukannya gue enggak mau move on, tapi gue percaya bahwa kelak, benda-benda dalam boks itu akan jadi kenangan manis yang bikin gue tersenyum saat mengenang masa lalu;
  3. Kalaupun ada yang sebaiknya dimusnahkan itu barangkali folder khusus yang menyimpan SMS-SMS dari dia. Kenapa sebaiknya dimusnahkan? Logikanya aja… kalo kelak kita punya pacar baru dan dia nemuin masih ada folder itu di dalam hp kita, dia pasti bakal ngira kita masih sayang sama yang lama dong? Tapi kalo belum siap menghapus SMS-SMS itu, jangan dulu. Cari waktu yang tepat dan nikmatilah detik demi detik saat kita mulai menghapus SMS-SMS itu nanti;
  4. Tetap dandan yang cantik. Kalo perlu coba deh ganti penampilan, misalnya ganti potongan rambut baru, coba model baju gaya baru, make up gaya terbaru…
  5. Pada tahap ini, tetap jangan dulu memaksakan diri buat nyari cowok baru. Nggak usah lah ngerasa harus kita duluan yang nemuin cowok baru sebelum dia duluan yang punya cewek baru. Nggak penting cepet atau lambat, yang penting adalah nemuin yang terbaik buat menemani kita, iya kan?

 Tahap ke empat

Biasanya butuh waktu yang agak lama untuk mencapai tahap yang satu ini. Tahap di mana kita udah nggak ngerasa sedih setiap kali mengingat dia. Malah bukan nggak mungkin di tahap ini, kita akan kembali tersenyum setiap kali mengingat kenangan manis antara kita dan dia. Dan pastinya, pada tahap ini kita mulai bisa berpikir luar biasa jernih. Kita bahkan mulai bisa memetik pelajaran berharga dari hubungan kita yang gagal itu…

  1. Mulai buka hati buat cowok baru;
  2. Cari lingkungan baru. Misalnya, nyobain restoran baru, ikut les, ikut kongkow sama temen-temennya temen deket kita dsb…
  3. Jangan menjadikan si masa lalu sebagai patokan kriteria cowok kita yang berikutnya… Kalo dia sebegitu hebatnya, kisah kita sama dia enggak akan pernah kandas di tengah jalan kan? Belajarlah dari pengalaman, itu kuncinya; dan
  4. Percaya bahwa sebelum nemuin orang baru, kemungkinan besar kita belum benar-benar siap untuk menjalin komunikasi lagi sama yang lama. Kita nggak mau dong, balik lagi ke masa-masa suram yang penuh penderitaan itu? Jadi tahan dulu, belum waktunya berteman lagi dengan si masa lalu itu…

Tahap ke lima

Tahap ke lima ini sebetulnya hanya penyempurnaan dari tahap ke empat. Tahap di mana kita mulai merasakan yang namanya I am happy if he is happy, even when it’s not with me. Kalo kita udah sampe tahap ini, kita enggak akan bersedih hati hanya karena dia nemuin pacar baru, atau bahkan, karena dia udah duluan married sama pacar pilihannya. Malah enggak mustahil, pada tahap ini kita mulai bisa berteman lagi sama si masa lalu tanpa bawa-bawa perasaan seperti dulu. Tapi sayangnya, enggak semua orang bisa mencapai tahap ke lima ini.

  1. Jangan pernah bernostalgia sama si masa lalu… Pokoknya jangan pernah melakukan hal-hal yang bisa memancing cinta lama bersemi kembali, terutama kalo salah satu di antara kita dan dia, apalagi kalo kedua-duanya, udah memiliki pasangan baru… Kalaupun ada niat untuk balik, pastikan dulu dia udah jauh berubah, kita udah jauh berubah, dan, baik kita dan dia udah sama-sama melupakan sakit hati yang timbul waktu patah hati dulu;
  2. Jangan terlalu sering menceritakan soal si masa lalu sama pasangan kita yang baru. Kalo pun kita lagi pengen bernostalgia, carilah temen sesama cewek, bukan sama cowok lain yang berpotensi jadi Mr. Right kita! Jangan ngerusak suasana dengan mengenang sesuatu yang udah lewat ok!
  3. Percaya bahwa pada akhirnya, enggak ada hubungan yang sia-sia. Everyone comes to our lives for a reason. Walau enggak berlangsung selamanya, pastilah ada sesuatu yang pernah dia ajarkan, yang bisa bikin hidup kita jadi lebih baik dari sebelumnya.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 962,959 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

I used to read a quote written by my former lecture saying that even a bad decision would always be much better than no decision at all. It reminded me of the decisions I put on hold and I asked myself, “What prevents me from making all those decisions?” I could instantly listed down many personal reasons that didn’t even sound good to myself. So there I made a couple of decisions; the good ones and the bad ones, and apparently it was so true: even bad decision was still better than no decision at all. First of all, it helped me to move on. I no longer waited for this and that; I made decisions and I started to make the actions. It also gave me a peace of mind knowing that I owed nothing to anyone, not even to myself. And most importantly, all those decisions made me learn, notably the bad ones. It’s not that I intentionally made a bad one, but well, how did I know my decision was bad until I gave it a try? Ever since the day I decided to stop putting my decisions on hold, my life felt a lot lighter and I have never been more proud of myself. Other people might not be happy with my decisions, but I only do what I’ve got to do and they can’t blame me for having courage to do the things they’re not willing to do. If it holds me back and nobody wants to make the call, then let me do the honor. It’s actually that simple, and again, it sets me free.
My biggest career goal is always running my own business. I have been an entrepreneur even since I was a seven years old. I was never hesitate everytime I saw an opportunity to earn some cash to buy toys and comic books. Graduating from college and starting my first corporate job has stopped me from doing my own business. I was too busy to do something else beside my main job. I tried to run a small jewelry business but then I got bored. I came to learn that if I want to start a business, I have to do something bigger. But of course, a bigger scale own business will also require a bigger effort! The comfort of corporate job made me decide to postpone starting a new business until at some point, it was no longer comforting to me. I still remember one night I went home feeling extremely upset with my boss and I just told myself, “I can’t do this forever. I can do much better than working for a jerk.” Right at that moment, I decided to start my biggest dream: starting my own business. Not so long after that, @thelenstory was born.
There is this one little secret about @thelenstory. There was one particular guy who made me fall deeper with photography. He was so talented he could make an old dirty lamp look beautifully glow in his pictures. I still remember that day on a boat, he took pictures of me and he smiled behind his lens. That kind of smile that made me feel the prettiest girl on earth. I didn’t know why but I just loved seeing this guy holding his camera. I even still loved it when he took pictures of me with his grumpy face! At the end of the day, The Lens Story is way more than just a girl who fell in love. The ups and downs, and all lifetime savings that I’ve spent have been the greatest leap of faith I’ve ever taken in my entire life. That one guy from my past was just a starting point. He was my inspiration, he made me believe that there were many hidden talents like him out there and I would be more than happy to help them start their professional career in photography. That was the very beginning story on how my start-up was born, and to me, that will always be one of my favorite stories to tell.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: