Tentang Aku, Kamu, dan Dia

Aku tahu cara mendaki gunung itu

Aku tahu cara merintangi laut nan maha luas itu

Aku juga tahu, bagaimana menyakiti ia yang tak berdosa

Aku tahu aku bisa,

Namun aku adalah aku

Aku tak kan tertawa di atas deritanya

Aku tak bahagia di atas lukanya

Tak kan kunodai harap dan percayanya,

Karena aku adalah aku

Derita pasti kan datang menghampiriku

Luka, air mata, dan kecewa akan hiasi hari esokku

Tapi tak mengapa,

Aku akan bertahan menjadi aku

Bila terus berhembus napasku ini,

Kuyakin bahagia akan kembali menghampiririku

Aku tak meminta balas budi,

Ku hanya percaya Tuhan selalu ada bersama denganku

Kuyakin Ia maha melihat,

Bahwa aku tetap menjadi aku

Siapakah aku?

Aku hanya manusia biasa

Yang ingin kita bahagia bersama

Ingin yang terbaik untuk diriku,

Untukmu,

Dan untuk dia

Lupakan aku

Aku akan tetap di sini menjadi aku,

Sahabat terbaikmu.

Statement Menyebalkan

Ini nih omongan orang yang paling terasa panas di kuping gue…

“Elo kok kurus banget sih?” Bertanya sambil menatap seolah gue ini mahluk langka yang aneh gimanaaa gitu. Fyi, porsi makan gue normal, minum susu tiap hari, lumayan suka ngemil, enggak punya penyakit kronis, DAN gue rutin minum obat cacing 1 tahun 2 kali. Jadi please ya, kurus begini bukan maunya gue!

“Jerawatlo kok jadi tambah banyak???” Biasanya yang suka ngomong begitu akhirnya ikut ditumbuhin jerawat juga, hoho, kualat tuh… Sebaliknya sekarnag justru muka gue udah mulai bersih nih, hohohohohoho…

“Di Binus itu gampang dapet nilai.” Hellllooooo, kalo di Binus segampang itu dapet nilai gue udah lulus dengan IPK 4!

“Gue sih nggak mau punya IP terlalu tinggi, takut jadi nggak gaul. Nggak mau kerja di perusahaan bonafid, gaji gede, tapi stres terus…” Sayang banget orang yang suka ngomong gitu. Ucapan itu doa lho guys…

“Cewek itu nggak usah terlalu ambisius ngejar karier. Toh ujung-ujungnya masuk dapur juga.” Ampun ya, hari gini masih ada orang berpikiran begitu? Ibu Kartini bisa nangis di dalam kuburnya kalo begitu terus…

“Jangan suka terlalu pilih-pilih cowok. Nanti keburu perawan tua.” Untuk beberapa orang tertentu yang ngomong begitu, nggak tau kenapa kedengeran di kuping gue kayak begini, “Mending pacaran sama siapa aja yang mau daripada jadi perawan tua.” Terkadang jadi perempuan itu memang menyedihkan…

“Sssst, berisik amat sih?” Teguran ini selalu sukses memporakporandakan kegembiraan gue dkk. Hidup itu enggak fun kalo cuma diem aja!

“Lho, kok adeklo cantik sih Fa?” Oh God.. jadi maksudnya gue jelek gitu???

Again… “Fa, adiklo apa kabarnya?” Gue nggak keberatan ditanyain kayak gitu, tapi gue nggak ngerti kenapa cowok-cowok yang lagi ngedeketin gue juga suka nanya kayak gitu. Jadi sebenernya dia mau deketin gue atau adek gue?

Dan statement yang paling menyebalkan adalah… “Ah, elo Fa, nasehatin gue tapi sendirinya elo juga kayak begitu!”

Haha, itu artinya gue juga suka mengeluarkan statement yang menyebalkan;) Let’s forgive each other aja lah yaa… Atau elo pada ikutin jejak gue aja… tulis hal-hal yang enggak suka elo denger supaya next time gue nggak ngucapin kalimat it di depan elo, hohoho. Thanks for reading!

Daftar Kejelekan DIA

Karena nyaris desperate gara-gara bingung gimana caranya ngelupain cowok yang gue suka, iseng-iseng gue punya ide untuk bikin daftar kejelekan dari cowok ybs. Harapan gue, menulis dan membaca berulang-ulang daftar kejelekan dia itu bisa bikin gue ilfeel sehingga gue akan ngelupain dia dengan sendirinya. Tapi belum sempat gue menuliskan kejelekan-kejelekan dia, yang ada gue malah flashback dan merenungkan segala hal yang pernah terjadi di antara gue dan dia.

Faktanya, bukan sekali dua kali gue ngelihat sendiri betapa dia sama sekali BUKAN tipe cowok yang gue idam-idamkan. Gue pernah beberapa kali ngerasa syok saat mengetahui kelakuan dan segala sifat aslinya. Setiap gue tengah syok itu pula gue berpikiran untuk segera angkat kaki dari kehidupan dia. Tapi toh faktanya, sampe sekarang gue masih-di-sini dan masih suka memikirkan kelanjutan hubungan gue dan dia ke depannya nanti.

Kenapa begitu? Karena selain segala kejelekan dia, ada juga beberapa sisi positif dari diri dia yang bikin gue males beranjak ke cowok lain. Malah pada akhirnya gue berpikiran, toh setiap cowok punya kekurangan, tapi masalahnya, belum tentu gue bisa menerima kekurangan cowok lain seperti gue bisa menerima cowok ini apa adanya…

Padahal ya, kalau mau dihitung-hitung pake angka, mempertahankan hubungan yang enggak jelas masa depannya seperti ini sebetulnya akan banyak membuang waktu dan tenaga gue. Belum lagi possibility bahwa apa yang gue pertaruhkan itu hanya akan sia-sia belaka… Sampe sini gue kembali berpikir ulang; apa iya segala kelebihan dia itu cukup layak untuk membuat gue bertaruh segila ini?

Tiba-tiba gue teringat sama kejadian beberapa tahun yang lalu. Saat itu gue juga lagi desperate gara-gara selalu aja bolak-balik naksir sama satu cowok yang enggak pernah jelas apa maunya. Gue pun memutuskan buat bikin daftar kejelekan dia yang bisa bikin gue ilfeel. Dan kalo enggak salah, begini isi daftar gue waktu itu…

  1. Dia itu aneh, udah dua kali deketin gue tapi udah dua kali pula ngejauhin gue tanpa sebab yang jelas;
  2. Dia tuh hobi flirting ke begitu banyak cewek di sekitar dia;
  3. Dia itu kalo ngerokok udah kayak cerobong asap;
  4. Dia tuh mantan pacarnya musuh bebuyutan gue. Males banget kalo gue dapet bekasnya cewek nyebelin itu!
  5. (Sampe sini gue mulai bingung apa lagi yang bisa gue tulis). Hmm, dia itu kan kurang ganteng dan kurang tinggi;
  6. (Gue makin bingung mau nulis apa lagi). Oh iya, dia itu hobi gambar pup kerbau… (Sambil nulis gue sambil membayangkan gambar pup yang bertebaran di buku dan tasnya itu… Dan, yang ada gue malah ketawa terpingkal-pingkal!);
  7. (Masih sambil senyum-senyum, gue mencoba menulis point ke tujuh). Duh duh… dia itu pernah ketangkep bawa VCD porno ke sekolah! Dia itu kan terkenal sebagai bandar blue film… (Lagi-lagi gue malah ketawa cekikikan. Yang satu ini emang sangat memalukan, tapi justru kejadian pas sidak (pemeriksaan mendadak) itulah yang bikin dia tambah ngetop di sekolahan);
  8. (Sampe sini gue enggak tau lagi mau nulis apa. Buntu).

So the point is, emang benar bahwa seringkali dalam cinta itu tidak ada logika. Rumus matematika yang paling canggih atau perhitungan akuntansi tentang untung-rugi enggak akan pernah bisa menjelaskan alasan kenapa kita bisa bertingkah gila saat sedang jatuh cinta. Orang yang benar-benar sedang jatuh cinta rela merugi demi mengejar orang yang dia cintai.

Jadi rasanya, kali ini pun ujung-ujungnya akan sama saja; menulis daftar kejelekan dia tidak akan membawa hasil! Mungkin gue perlu pukulan yang lebih telak lagi yang bisa menyeret gue pergi jauh-jauh dari hidup cowok yang satu ini. Atau hopefully, gue menemukan cowok lain yang bisa mengalihkan kegilaan ini dari si dia ke cowok baru yang entah siapa orangnya itu… Kenapa begitu? Karena segila-gilanya, gue masih cukup waras dengan berharap akan menemukan orang lain yang bisa mencintai gue setulus gue mencintai dia…

Ah, orang yang lagi jatuh cinta emang mellow abis, haha…