Great Advice For Single Ladies

Beberapa minggu yang lalu, gue menemukan tulisan menarik di majalah Chic edisi 95 – 2011 di rubrik Editor’s Note yang ditulis Emma Aliudin, Editor in Chief majalah tersebut. Tulisan yang inspiratif, yang menguatkan pendapat gue bahwa tidak ada yang salah dengan hidup gue saat ini.

Berikut isi tulisan tersebut, tanpa mengubah satu kata pun dari penulis aslinya. Kalimat yang gue anggap menarik, akan gue tulis dengan huruf tebal.

 

“Pertanyaan ‘kapan menikah’ adalah pertanyaan favorit orang (yang biasanya) menikah terhadap para perempuan lajang, terutama bila ia masih sendiri di usia rata-rata orang menikah. Seorang teman laki-laki saya punya teori. Katanya, bila pertanyaan itu dilontarkan oleh perempuan menikah, sesungguhnya bermakna, “Hey, enak banget sih hidup kamu. Aku iri!” Sedangkan kalau sang penanya laki-laki, sebenarnya itu menunjukkan ketertarikan sang pria kepada perempuan yang ditanya. Ia penasaran mengapa perempuan itu suka melajang. Pasti bukan karena enggak ada yang naksir. Tapi bisa jadi karena terlalu pemilih dan ia penasaran apakah dia masuk kriteria idaman. Hahaha!

Tentu boleh percaya boleh tidak. Tapi bagi saya, teori itu menarik. Terlepas dari benar atau tidaknya, saya menangkap esensi di balik itu. Bahwa masa lajang, sesungguhnya adalah masa paling menarik dalam kehidupan seseorang. Ini adalah sebuah masa ketika kita dilihat sebagai pribadi utuh. Bukan nyonya ini atau mama-nya itu. Ini adalah tahapan ketika kita bebas menjadi diri sendiri. Bebas membuat daftar keinginan dan mengejarnya sekuat diri. Inilah waktu paling tepat untuk mengeluarkan hal terbaik yang kita miliki.

Saya tidak bilang bahwa kehidupan berumahtangga membuat orang terpenjara. Banyak contoh pernikahan justru membuat hidup seseorang lebih bahagia dan berkualitas. Tapi tidak sedikit pula yang kehidupannya berakhir dalam sebuah ikatan pernikahan. Karena pernikahan ternyata tak seindah dan semudah yang dibayangkan.

Jangan pernah lupa bahwa lajang adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan status hubungan. Lajang bukan berarti sendirian, tidak punya teman atau pasangan. Sehingga sangat mengherankan bila orang lantas beranggapan bahwa kehidupan melajang adalah tahapan menyedihkan yang harus dilalui untuk sampai pada tahapan yang dianggap membahagiakan yaitu pernikahan. Melajang adalah sebuah tahapan istimewa. Jadi jangan pernah menyia-nyiakannya. Nikmati saja dengan segenap hati, hingga Anda yakin bahwa telah tiba saatnya memasuki tahapan berikutnya.

Have fun, Girls!”

 

17 Agustus 2009, 2010, 2011

Ada fitur baru di Facebook yang cukup menarik perhatian gue hari ini. Kalau diperhatikan, saat browsing di dalam Facebook, coba lihat ke side bar di sebelah kanan. Facebook akan menampilkan status yang pernah kita buat pada tanggal yang sama satu atau dua tahun yang lalu.

Misalnya hari ini. Berikut ini 2 status yang gue buat pada tanggal 17 Agustus 2009 dan 17 Agustus 2010.

17 Agustus 2009:

Take people for granted is the easiest way to make us feel free, BUT, this is also the easiest way to make us feel lonely.”

17 Agustus 2010:

If we are truly meant to be, then we will find our way back to each other. It’s as simple as that – Dawson’s Creek.”

Dan tau nggak sih… masing-masing dari dua status di atas itu dulunya sengaja gue bikin buat ‘menyentil’ dua cowok yang berbeda. Sebenernya gue sendiri udah lupa waktu jaman dulu itu gue pernah bikin status-status kayak gitu di Facebook. Tapi berkat si fitur baru, gue jadi berpikir… “Wow, seems like I had no year without a heart broken.”

Kemudian pikiran gue beralih sama status yang gue buat hari ini, 17 Agustus 2011…

Had so much fun today. Serasa balik lagi jadi anak SMA:D”

See the difference? Well my heart is free, no longer broken like it used to be, hehehehe. So I think, this year is a good year for me, hohohohoho.

7 Hal Yang Bisa Bikin Cewek Jadi Geer

Memberikan sesuatu yang dia sukai tanpa diminta

Contoh:

Kamu (cowok-cowok) tahu teman cewek kamu suka banget makan kripik ubi super pedas, terus waktu kamu ngelihat ada kripik itu di warung dekat rumah, kamu sekalian beliin kripik itu buat dia! Apalagi kalo ditambahin kalimat, “Elo kan suka banget sama kripik ini.” Dijamin itu cewek bakal geer setengah mati.

My point of view:

It would be nice if you put attention in what people say and remember their words very well. Ini pertanda kalo kamu adalah tipe pendengar yang baik. Biasanya, tipe pendengar seperti ini secara otomatis jadi pintar mengingat hal-hal yang disukai dan tidak disukai teman-temannya. Akan tetapi, bukan berarti kamu harus menunjukkan ‘pengetahuan’ kamu itu di depan dia! Cewek itu suka banget sama cowok yang mengerti dan mengenal kita dengan baik sehingga kita bakal jatuh hati banget kalo diperhatikan sampai hal-hala sepele seperti ini. Jadi, pastikan kamu hanya melakukan hal seperti ini hanya kepada cewek yang kamu sukai dan memang sedang kamu dekati.

Kelihatan super peduli

Contoh:

Kamu tahu dia nggak bisa makan pakai sumpit, waktu makan bareng di restoran Cina, kamu berinisiatif minta sendok ke pelayan resto.

Kamu tau dia nggak nyaman duduk dalam mobil bagian tengah, kemudian waktu pergi bareng dan ada kesempatan, kamu menawarkan dia untuk tukar tempat duduk sama dia.

Waktu dia telat dateng ke sekolah/kampus/kantor, kamu langsung nyariin dia entah dengan cara nanya ke temen-temennya, ngecek Facebook atau Twitter-nya, atau bisa juga terang-terangan nanya langsung ke dia via telepon/SMS/BBM. Udah gitu ada juga, nyariinnya sih enggak secara langsung, tapi begitu orangnya dateng, kamu terang-terangan nunjukin kalo tadi itu kamu sempet nyariin dia! Aduh, ini mah asli bikin geer banget.

My point of view:

Sebaiknya berhati-hati saat berbuat baik sama lawan jenis. Salah-salah, dia bisa geer! Jadi sebisa mungkin, hindarilah memberi pertolongan yang sifatnya tidak perlu. Toh sebenernya, untuk hal-hal sepele seperti ini, hidup dia enggak bakal jadi menderita cuma gara-gara kamu enggak nolongin dia kan? Dan perlu kamu ingat bahwa kadang-kadang, kebaikan yang kamu lakukan ke sesama teman cowok bisa diartikan berbeda kalo kamu lakukan ke lawan jenis.

Mungkin ini pula alasannya kenapa banyak yang bilang, cewek dan cowok itu enggak mungkin bisa bersahabat. Hal-hal istimewa yang biasa dilakukan antar teman bisa menimbulkan percikan-percikan asmara kalo hal itu dilakukan oleh lawan jenis. Misalnya, kalo sahabat cewek gue baik sama gue, ya paling gue seneng aja bisa punya temen sebaik dia. Tapi kalo hal yang sama dilakukan sama temen cowok gue… enggak menutup kemungkinan gue jadi tersentuh terus tiba-tiba naksir sama dia! Kalo udah begini, ujung-ujungnya pertemanan bisa bubar untuk selamanya.

Sewot saat dia cerita tentang cowok lain

Contoh:

Kamu tau banget dia agak-agak terobsesi sama cowok-cowok yang kerja jadi dokter. Trus kamu malah ngomong gini, “Ah, dokter itu kan hidupnya suram. Gue sering ketemu sama dokter, duitnya banyak tapi enggak keliatan hepi.” Kalo cuma sekali dan cuma satu cowok aja masih mending. Mungkin si cewek itu juga nggak bakal mikir macem-macem. Tapi kalo semua cowok yang pernah deket sama dia malah kamu komentarin yang jelek-jelek, siapa juga yang enggak curiga?

My point of view:

Asal tahu aja yaa, kami ini bakal curiga jangan-jangan, kamu sedang cemburu sama cowok-cowok lain itu. Jadi jangan salahin kita kalo akhirnya kita jadi kegeeran!

Gue cukup sering punya teman cowok yang sempet bikin gue salah sangka karena pernah beberapa kali, bahkan ada juga yang cukup sering, berkomentar jelek tentang cowok-cowok lain di sekitar gue. Padahal ternyata, teman-teman cowok yang berkomentar jelek itu enggak pernah ada niat buat deketin gue sama sekali lho. Makanya sampe sekarang gue masih bingung… apa sih, alasannya? Kalau bukan karena cemburu, lalu kenapa gitu? Apa mungkin kalian ngerasa sedang dibanding-bandingin sama cowok lain? Padahal kalo kita cerita hal-hal positif tentang cowok lain bukan berarti kita sedang nyindir kalo kalian itu jelek lho…

Mengirimkan dia SMS/telepon nggak penting

Contoh:

Kamu SMS atau BBM atau bahkan telepon dia cuma buat bilang kamu lagi makan di mana, abis nonton apa, atau nanyain hal-hal sepele yang sebenernya nggak ada penting-pentingnya buat kamu tanyain ke dia.

My point of view:

Salah satu cara cewek-cewek mengenali cowok yang yang sedang pdkt adalah dengan mendeteksi hal-hal seperti ini. Dan mestinya sebagai cowok, kalian juga tahu bahwa memang hal-hal sepele seperti ini adalah hal-hal yang biasa kalian lakukan di masa awal pdkt. Jadiii, kecuali kalo kamu emang berteman dekat sama dia atau sedang usaha buat deketin dia, jangan terlalu sering melakukan hal seperti ini. Kalo emang cuma iseng lagi nggak ada kerjaan ya mendingan kalian cari lah temen sesama cowok yang bisa diajak ngobrol.


Ngebiarin dia tau kalo kalian suka buka-buka Facebook dan Twitter account dia

Contoh 1:

Cowok: “Kemaren film Harry Potter-nya bagus nggak?”

Cewek: “Hah, kok elo tau kemaren gue nonton Harry Potter?”

Cowok: “Status Facebook-lo.”

Contoh 2:

Cowok: “Elo sering banget ya, main ke Sency kalo weekend.”

Cewek: “Tau dari mana?”

Cowok: “Foursquare di Facebook elo.”

Hal ini bisa dianggap mencurigakan kalo:

  1. Sebenernya kamu ini bukan tipe orang yang aktif di social media;
  2. Kamu sampe seolah-olah tau semua isi status dia padahal jumlah temen di Facebook kamu ada ratusan!
  3. Makin mencurigakan kalo kamu terang-terangan ngebuka hampir semua isi profil dia, mulai koleksi fotonya, bahkan sampe daftar teman-temannya.

My point of view:

Gue tau ada beberapa temen cewek yang emang sering banget buka profil gue. Gue sendiri juga kadang suka buka-buka album foto temen-temen gue. Tapi kalo menyangkut lawan jenis, you’d better keep it secret. Mau tau kenapa? Karena Facebook stalking itu biasa dilakukan sama cewek-cewek kalo lagi naksir cowok. Makanya, kalo sampe kita tau kalian melakukan hal yang sama kayak kita, bisa-bisa kita kegeeran dan mengira kalian itu suka sama kita! Padahal bisa aja kan, kalian buka-buka profil kita karena ngerasa status kita lucu-lucu, koleksi foto kita bagus-bagus, dsb dsb…


Terlalu sering memuji dia cantik

Contoh:

“Hari ini elo dandan ya? Cantik…”

“Bla bla bla, soalnya elo cantik sih.”

“Hati-hati becek. Sayang kan elo udah cantik-cantik kayak gitu.”

My point of view:

Menurut gue, cewek itu sama sekali enggak ribet. Kalo kalian mau bikin kita seneng, ya gampang aja… Bilang aja kalo kita ini cantik, kita pasti langsung seneng banget. Makanya, jangan terlalu sering muji kecantikan cewek langsung di depan orangnya kecuali kalo kamu emang niat mau ngedeketin dia. Bukan berarti kita pasti bakal langsung naksir sama semua cowok yang bilang kita cantik sih… Tapi kalo pada dasarnya kalian ini masuk ke kriteria kita terus tiba-tiba kalian bilang kita ini cantik, itu sama aja menekan tombol jatuh cinta di hati kita!


Terlalu sering nraktir

Contoh nraktir yang bisa bikin geer:

  1. Dalam satu ruangan ada banyak orang, tapi cuma satu cewek itu doang yang kamu ajakin ngopi-ngopi;
  2. Setiap kali ketemu sama dia di kantin sekolah/kantor, kamu selalu nawarin diri buat bayarin semua jajanan dia; dan
  3. Kamu baru aja dapat promotion atau baru dapat pekerjaan baru, dan dari sekian banyak teman yang kamu kenal, cuma dia yang kamu traktir buat merayakan kabar baik tersebut.

My point of view:

Cowok yang royal itu idaman semua cewek. Semandiri-mandirinya cewek, tetep lebih suka sama cowok yang enggak pelit dan tetep ngebayarin mereka dalam setiap kesempatan. Makanya nggak heran kalo soal traktir-traktir ini bisa bikin cewek jadi naksir sama kalian. Bukan berarti kita ini matre loh… Tapi entah kenapa, kalo cowok yang kayak gini kesannya gentle dan cowok banget. So guys… nggak usahlah keseringan nraktir kita kecuali kalo kalian emang lagi usaha buat deketin kita! Toh tanpa traktiran kalian, kita semua enggak bakal mati kelaparan…

Gue ngerti sih, sebenernya kalian itu cuma berniat baik ingin menyenangkan hati teman… Tapi kalian enggak tau kan, efek dari tindakan kalian itu? Nih ya, gue kasih bocoran…

Barang-barang yang kalian kasih ke kita dalam rangka cuma iseng-iseng itu bisa jadi barang berharga yang kita simpan layaknya menyimpan emas bertahta berlian. Dan camilan murah meriah yang kalian beliin itu… bisa jadi bukannya dimakan malah kita simpen baik-baik sampe keburu lewat masa kadaluarsanya…

Nah, kalo udah tau kayak gitu, apa kalian masih tega?

Mungkin sampai sini, kalian bertanya-tanya… kenapa kalian harus sampe sebegitu hati-hatinya supaya nggak bikin kita kegeeran? Karena seringkali terjadi, kita tiba-tiba naksir sama kalian itu cuma gara-gara ngerasa diperlakukan istimewa! Seandainya kalian enggak bikin kita salah sangka, mungkin sampai kapanpun, kita nggak akan pernah naksir sama kalian. Dan asal tau aja ya… cewek yang lagi patah hati karena bertepuk sebelah tangan itu bener-bener kasian banget deh. Kesannya tuh kayak diri kita ini enggak berharga banget gitu.

Jadi daripada bikin kita naksir sama kalian terus malah jadi patah hati, ya mendingan dari awal jangan melakukan hal-hal yang bisa bikin kita jadi salah sangka. Udah terlanjur naruh harapan setinggi langit dan tiba-tiba harus terhempas lagi jatuh ke bumi itu rasanya menyakitkan banget lho.

At the end, I know that what we feel about you is none of your responsibility, BUT, it is your responsibility to keep your words and actions on the right track. Leading a girl into a crush without any intention of dating her is cruel. So next time, please be more careful ok!

Yogyakarta, 11 Tahun Yang Lalu…

Bulan Juli selalu mengingatkan gue sama perjalanan tur ke Yogyakarta 5 hari 4 malam yang gue lewati bersama puluhan alumnus IEC lainnya. Sebenernya, tur itu bukan pertama kalinya gue mengunjungi Yogya. Waktu itu ceritanya, gue terpaksa ikut tur ke sana dalam rangka menyelesaikan program kursus di IEC. Berhubung teman-teman sekelas gue udah terlebih dulu ikut tur tersebut pada batch sebelumnya, gue terpaksa pergi sendirian bareng temen-temen seangkatan dari kelas-kelas lain. Sampe sekarang gue masih suka kagum sama keberanian gue buat pergi sendirian, yang ternyata, keputusan nekad itu enggak pernah gue sesali sampai sekarang. Kenapa bisa begitu? Karena selama perjalanan itu, ada tiga hal yang membuat liburan ini jadi berkesan banget buat gue.

Yang pertama, it was the moment when I met my first love. Jadi ceritanya, gue yang ikut tur sendirian, jadi terpaksa duduk sendirian di dalam bis. Sebelum bisnya berangkat dari Pondok Gede Bekasi, ada cewek bernama Pipit nyamperin gue. Ternyata, Pipit juga pergi sendirian. Jadilah gue duduk sebelahan sama Pipit yang udah lebih dulu kenalan sama dua cowok dari kelas lain. And yes, one of those guys was my first love.

Sepanjang tur itu, gue, Pipit, dan 2 orang cowok tadi selalu pergi bersama-sama. Menyusuri goa Jatijajar, numpang mandi subuh-subuh di terminal bis, heboh nalangin air dari AC bis yang bocor, ngobrol bisik-bisik ngebahas losmen seram yang kita tempati, sibuk interview bule-bule yang bertebaran di Borobudur, naik delman menuju Malioboro, makan malem sambil mengagumi merdunya nyanyian pengamen jalanan di sana, belanja Dagadu bareng-bareng dari satu toko ke toko lainnya… Kemudian yang paling berkesan itu waktu gue dan si mantan gebetan berjalan berdua – hanya berdua – menyusuri pantai Parang Tritis sesaat menjelang sunset. Abis itu, kita berdua duduk bersisian di atas karang sambil memandangi matahari yang mulai terbenam…

Alasan yang ke dua adalah, itu pula pertama kalinya gue berkenalan sama Lisa, tempat curhat favorit gue sepanjang masa. Gue kenal Lisa waktu acara kumpul-kumpul di malam hari. Waktu itu gue ngiri banget sama Lisa yang berani minta diramal garis tangan sama mantan gebetan a.k.a first love gue itu. Jadi ceritanya waktu itu, si cowok ini sok-sokan bisa ngeramal garis tangan… entah bener atau enggak ya gue enggak peduli juga sih, hehehe.

Dari awal, gue sama Lisa udah cocok banget ngobrolnya. Dan nggak disangka-sangka, justru Lisa yang sebenarnya berasal dari IEC cabang lain itulah yang akhirnya jadi sahabat karib gue. Dari semua sahabat gue, cuma Lisa inilah satu-satunya saksi hidup jatuh-bangunnya gue sejak pertama kalinya gue jatuh cinta sebelas tahun yang lalu, sampai terakhir kalinya gue jatuh cinta satu tahun yang lalu. Our friendship is really timeless 🙂

Alasan yang ke tiga, gara-gara tur itu, gue jadi punya fans baru. Sampe sekarang, belum ada cowok lain yang bisa mengalahkan kegilaan cowok ini. Awalnya dia ngusir Pipit temen sebangku gue di bis, ngajakin gue ngobrol sepanjang perjalanan Yogya-Jakarta, kemudian setelah tur selesai, dia rajin banget neleponin gue tiap hari siang dan malam, lalu puncaknya, dia curhat ke mantan gebetan gue kalo dia mau main pelet segala! Euw…

Meskipun jengkel setengah mati sama si fans baru, sebenernya keberadaan cowok ini pula yang bikin perjalanan gue jadi lebih berkesan. Dia nggak sungkan-sungkan nunjukin ke semua peserta tur kalo dia itu lagi ngincer gue! Dalam sekejap, gue langsung jadi populer di kalangan rombongan bis gue itu. Gimana nggak jadi ngetop kalo sesisi bis itu jadi suka banget bikin jokes super lucu tentang gue dan si fans baru?

Dulu, selama bertahun-tahun lamanya, gue masih suka mengenang perjalanan itu setiap kali bulan Juli tiba. Gue bahkan pernah hapal betul tanggal berapa persisnya gue pertama kali ketemu sama first love gue di tur ini. Dan setiap kali gue mendengar lagu-lagunya M2M di album pertama mereka… gue juga akan langsung terkenang sama suasana bis yang dulu gue tumpangi dalam perjalanan itu. Jadi dulu itu, si supir bis seneng banget muter berulang-ulang kaset lagunya M2M. Makanya boleh dibilang, M2M songs are my first love soundtracks, hehehehe.

Bulan Juli tahun ini, sudah tepat 11 tahun semenjak memorable journey ke Yogyakarta itu. Meskipun mungkin di mata orang lain, kota Yogya enggak sebegitu hebatnya buat dijadikan tujuan wisata, dan meskipun gue udah pernah pergi ke berbagai tempat yang jauh lebih bagus daripada Yogya, sampai sekarang gue tetap menganggap Yogya sebagai kota yang menyimpan banyak kenangan 🙂

Four Guys of My Life

High school idols

Cute guys whom I crushed like crazy when I was studying in junior until senior high school. They were the guys who made me do all of those unbelievable stupid things 🙂 However, I never regret their presences in my youthful life since in the same time, they were also the guys who made my life as teenager has become colorful, so much fun, and also very entertaining to remember.

Back to the past, I had two guys in this criteria. The first one was my first love, and the second one was my high school idol who had filled so many pages in my personal diary.

My role models

Smart and good guys who inspired me to be a better person. I do not mean to be arrogant, but I am a sort of person who rarely adores anyone else. But these guys… they demonstrated so many good things which amazed me and motivated me to be someone like them. It’s not that I can’t be myself… It’s just that they unintentionally had brought out the best things in me.

I had found two guys placed in this category. The first one taught me about dreaming, and how to pursue those dreams. The second one inspired me to be a good person. I learned about kindness, compassions, and patience from this one guy. I guess the girls who will end up with both of these guys would be the luckiest girls on earth.

Best friends

Different with any other guys I’ve mentioned above…  I have an endless friendship with the guys in this category. Once in our history, there was also an issue came up about our friendship. However in fact, we were just friends and we never have a real date like a couple supposed to be. I enjoy every moment I spend with them because I always can be myself, say everything I want to say, and do everything I want to do when I’m with them.

There are also two guys in this category. The first one is my high school babe. We rarely say hi after we grow up, but we’re still friends until now. The second one in my friends-but-flirt who comes and goes but never meant to be a lover.

Soul mate

I have no comment about this criteria since I haven’t met the person yet 😉

Serba Serbi Bohong

5 SISI BURUK DARI BERBOHONG

  1. Membuat korban jadi negative thinking. Saat orang lain bohong sama gue, hal pertama yang melintas di benak gue adalah, “Kenapa dia bohong? Apa alasannya? Kenapa dia ngerasa harus bohong sama gue mengenai hal ini?” Bisa jadi, alasan pelaku tidaklah sedramatis atau seburuk yang gue kira. Tapi ya wajar aja lah kalo gue jadi berpikiran yang enggak-enggak. I don’t know the truth because they never tell me the truth;
  2. Membuat korban menjadi ngerasa rendah diri. Sama seperti point 1, rasa rendah diri ini muncul sebagai akibat dari trying to guess something which was hidden behind a lie. Contoh rendah diri yang gue maksud, “Apa karena gue kurang baik buat dia?” atau “Apa karena ini bodoh dan lemot ya?” atau “Apa karena gue orangnya kurang asyik buat bergaul?”
  3. Mengikis kepercayaan korban terhadap pelaku. Orang yang sudah terlanjur gue labeli tukang bohong akan seterusnya gue curigai sebagai pembohong. Nggak menutup kemungkinan, saat mereka bicara jujur pun, gue akan tetap terlebih dahulu mengira mereka cuma sedang berbohong seperti biasa. Butuh bukti konkret yang nyata baru gue bisa percaya sama apa yang mereka bilang pada saat itu. Mungkin gue baru bisa selalu percaya lagi sama mereka kalo mereka bisa terus menerus membuktikan kejujuran mereka itu dalam jangka waktu yang relatif lama;
  4. Kebohongan adalah kesalahan yang paling sulit diakui oleh pelaku, sehingga ujung-ujungnya, seringkali kebohongan akan ditutupi oleh kebohongan lainnya. Gue nggak pernah dengar orang lain ngomong begini sama gue, “Maaf ya, gue udah bohong sama elo. Gue janji nggak bakal bohong lagi sama elo.” Yang biasa gue dengar adalah, “Sumpah, gue nggak bohong. Kemaren itu gue bla bla bla (baca: menyebutkan kebohongan lain untuk menutupi kebohongan mereka sebelumnya).”
  5. If you do believe in God, then lying is a sin. Kebohongan kecil bisa jadi hanya dosa kecil. Tapi coba kamu hitung, kalau dalam sehari kamu berbohong sebanyak satu kali, akan ada berapa banyak dosa kecil yang kamu akumulasi seumur hidup kamu?

 

7 ALASAN YANG SALAH UNTUK BERBOHONG

Alasan pertama: berbohong untuk melindungi perasaan si lawan bicara.

Kebohongan seperti ini cukup sering dilakukan cowok terhadap pasangannya. Alasannya sih, they actually think that girls will not be able to handle the truth. Padahal kenyataannya, perasaan kita, para cewek, akan jauh lebih terluka saat kelak kita tahu bahwa kalian pernah atau sedang berbohong sama kita.  Mengetahui pasangan sedang berbohong ini pada akhirnya bisa bikin kita ngerasa insecure dan mulai ngerasa tidak yakin dengan hubungan yang sedang kita jalani.

Alasan ke dua: because it’s gonna be too awkward to explain the truth.

Emang ada beberapa hal yang rasanya memang akan sangat aneh untuk disampaikan ke orang yang bersangkutan. Tapi seperti yang gue jelaskan di bagian sebelumnya: berbohong justru akan memicu korban untuk berpikiran yang jauh lebih aneh. Jadi percaya deh, seaneh apapun kenyataan itu, pada akhirnya kejujuran tetap akan lebih bisa diterima ketimbang kebohongan yang nantinya justru akan membuat korban merasa ganjil dengan penjelasan yang diberikan oleh pelaku.

Alasan ke tiga: malas menjelaskan yang sebenarnya

Ada teman gue, cowok, yang bilang bahwa alasan kenapa cowok suka berbohong karena mereka malas berpanjang lebar dengan pasangannya. Menurut dia, menjawab jujur cuma akan memancing pertanyaan-pertanyaan lain sampai si pacar ngerasa puas dengan jawaban jujurnya dia itu. Masih ada hubungannya dengan alasan ke dua di atas, kadang-kadang kejujuran itu emang sesuatu yang bisa jadi terdengar aneh di telinga pendengarnya. Tapi tetap saja, ini bukan berarti kalian jadi punya excuse untuk berbohong! Karena sisi positif dari berpanjang lebar ini adalah membantu lawan bicara untuk lebih mengenal cara berpikir kita dengan baik sehingga lain kali, saat hal yang sama terulang lagi, mereka akan dengan sendirinya mengerti alasan yang melatarbelakangi tindak-tanduk kita itu.

Alasan ke empat: berbohong untuk menghindari punishment

Punishment di sini bisa juga berarti dimarahi sama lawan bicara yang artinya, kita ngerasa terpaksa berbohong supaya enggak kena omel sama mereka. Menurut gue, kalo kita emang punya salah, ya akui saja kesalahan itu, dan terimalah omelan mereka sebagai konsekuensi dari kesalahan yang kita lakukan. Menutupi kesalahan dengan kebohongan cuma bakal menambah panjang daftar dosa kita sama mereka. Apalagi kalo sampe nanti kita ketahuan bohong sama mereka… yang ada masalahnya bakal jadi tambah runyam! Terbiasa menyelesaikan masalah dengan bohong juga bisa mengikis habis kepercayaan orang lain terhadap kita.

Alasan ke lima: berbohong untuk menghindari orang lain

Seperti yang pernah gue tulis dalam judul blog lain dalam website ini, dulu gue bisa berubah jadi tukang bohong saat sedang berusaha menghindari orang-orang tertentu. Tapi setelah gantian gue yang diperlakukan kayak gitu, gue langsung kapok! Rasanya nggak enak banget diperlakukan kayak begitu. Kesannya gue ini sebegitu jeleknya di mata dia sampe dia ngerasa harus berbohong hanya demi menghindari gue. Sejak itu, kalo emang gue lagi pengen jaga jarak sama orang-orang tertentu, daripada bilang nggak ada apa-apa (padahal jelas-jelas emang lagi ada apa-apa yang serius), ya lebih baik gue bilang aja kalo saat ini I’m not in a good shape to tell them the truth. Atau kalo dalam suatu event gue tau bakal harus ketemu sama mereka, then just come to the spot and face them right! Nggak usah lagi ngarang alasan konyol hanya supaya punya excuse untuk enggak dateng ke acara itu. It’s important to be a brave person instead of a coward who keeps on lying.

Alasan ke enam: lying will make you look great

Ada orang-orang yang terbiasa menciptakan kebanggaan palsu dengan cara mengarang cerita bohong. Sedikit membumbui cerita, atau sekali dua kali mengarang cerita bohong mungkin nggak akan ketahuan sama orang lain, tapi kalo sampe sering banget kamu lakukan… lama-lama semua orang juga bakal tahu kalo kamu itu seorang pembual. Hati-hati dengan kebohongan seperti ini. Bukannya bikin kamu kelihatan hebat, yang ada malah bikin kamu kelihatan menyedihkan. Apalagi biasanya kebohongan model begini adalah kebohongan yang paling mudah untuk terbongkar. Bisa jadi si korban itu punya banyak wawasan yang bisa membuat kebohongan pelaku jadi terlihat jelas, atau bisa juga terbongkar karena biasanya, si pelaku kelak akan lupa dengan kebohongan yang dulu pernah mereka ucapkan.

Alasan ke tujuh: because telling the truth will make you feel weak or look insecure or look stupid

Kalau ini alasan kamu berbohong, pertanyaan gue cuma satu, “Are you sure that you want to risk your relationship with them by lying just to protect yourself? Think twice! You may lose their trust, and you may even lose them as a part of your life just because of your stupid ego.

 

3 JENIS KEBOHONGAN

  1. Kebohongan yang disengaja dengan berbagai alasan sebagaimana disebut di atas;
  2. Kebohongan dengan diam, atau dengan sengaja meneymbunyikan suatu informasi, atau dengan sengaja hanya menyampaikan sedikit hal yang tidak cukup mewakili dengan tujuan untuk menyembunyikan informasi utuh yang sebenarnya; dan
  3. White lie alias bohong-bohong kecil yang dilakukan sebagai bentuk sopan-santun atau untuk menyenangkan hati orang lain.

 

ABOUT WHITE LIE

Untuk yang beragama Islam, ada hadits yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad pernah berpura-pura menyukai hadiah yang diberikan istrinya meskipun sebetulnya, Beliau tidak menyukai hadiah tersebut. Dari situ gue belajar, meskipun gue tidak suka dengan hadiah yang gue terima, gue akan tetap bilang terima kasih dengan tulus dan memakai hadiah itu setidaknya saat gue tahu akan bertemu dengan pemberinya.

Waktu gue masih SMP, bokap pernah membelikan sandal gunung untuk gue pakai bepergian. Sebenernya gue nggak suka sandal model begitu, tapi tetap sesekali gue pakai hanya untuk sekedar menyenangkan hati bokap gue. Ternyata lama kelamaan, gue malah betah pake sandal gunung dari bokap itu. Rasanya nyaman terutama kalo gue pakai untuk pergi berlibur. Akhirnya, sandal gunung itulah yang selalu setia menemani setiap kali gue pergi traveling ke berbagai tempat di Indonesia. Nggak disangka pada akhirnya, gue memakai sandal gunung itu sampai talinya sudah hampir putus dan kalaupun diperbaiki, penampilannya sudah tidak layak lagi untuk dipakai kembali.

Jadi menurut gue, white lie yang satu ini sifatnya masih bisa diterima.  Kalaupun kita tetap tidak pernah bisa menyukai hadiah itu, kita tidak perlu takut si pemberi akan mengira kita beneran suka sama hadiah itu sehingga dia akan terus-terusan memberikan hadiah yang sama. Lanjutan dari cerita gue di paragraf sebelumnya, setelah gue SMA, bokap enggak lagi membelikan gue sandal gunung karena dia lihat, setiap kali belanja alas kaki, gue udah lebih suka sama sandal atau sepatu yang modelnya feminim. Ya kalaupun seapes-apesnya si pemberi tetap saja menghadiahkan barang yang tidak kita sukai itu juga ya sudahlah… Setidaknya kita patut bersyukur dan menghargai niat baik pemberi hadiah itu.


WHAT TO DO IF YOU GET CAUGHT LYING?

Akui, jelaskan alasan kenapa kamu berbohong, minta maaf, berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, kemudian benar-benar berusaha untuk tidak pernah berbohong lagi. Kebohongan yang dilakukan berulang-ulang lama kelamaan hanya akan membuat segala permintaan maaf kamu tidak lagi ada nilainya di mata mereka.

Ingatlah bahwa bersumpah sampe bawa-bawa nama Tuhan, mengarang kebohongan baru, atau pura-pura bodoh seolah tidak pernah terjadi apa-apa tidak akan berhasil mengembalikan kepercayaan orang lain yang kamu bohongi.

Intinya jangan gengsi mengakui kesalahan dan kebohongan kamu sendiri. Jangan malah dengan konyolnya berharap mereka akan memaafkan dan melupakan kebohongan kamu itu dengan sendirinya. Dan jangan juga malah keras kepala menyalahkan orang lain yang bersikap marah atas kebohongan kamu itu! Kena omel dan terus menerus dicurigai adalah resiko yang harus kamu tanggung sebagai akibat dari kebohongan yang pernah kamu lakukan.

If you don’t wanna end up alone, then trust me… it’s important for you to be a honest person. Maybe someday in this world there could be someone who would always forgive all of the lies you’ve made. But one thing for sure, there’s nobody in this world would be happy to spend the rest of their life with a liar. Grow up and improve yourself to be a better person. Make sure that you have done your best to be a person who deserves to be loved by the people around you.  

Timing Difference in Your Love Life

Hari ini, ada dosen gue yang nulis Facebook notes tentang kisah cinta dua orang teman dekatnya. Dua orang yang sama-sama memendam perasaan cinta sampai akhirnya, si cewek keburu dilamar sama laki-laki lain. Di akhir notes, dosen gue ini berpesan, “Untuk semua sahabat saya yang single dan sedang pendekatan dengan seseorang. Jangan sampai terlambat…. Jangan sampai kisah seperti sinetron ini terjadi lagi.”

Notes ini mengingatkan gue sama pembicaraan gue dan teman-teman di EY beberapa bulan yang lalu. Waktu itu gue berteori, udah suka sama suka pun, belum tentu bisa jadian. Suka ada timing difference yang bikin dua orang yang sama-sama suka itu enggak pernah bisa sampe jadian.

Well, timing difference itu sebenernya istilah yang biasa dipakai dalam perhitungan deferred tax yah. Tapi buat urusan percintaan, gue menggunakan istilah timing difference untuk menggambarkan perbedaan timing di antara kedua belah pihak. Untuk mempermudah ilustrasinya, berikut ini 3 contoh timing difference yang pernah gue alami:

  1. Ada cowok yang belum sampe sebulan kenal sama gue tapi tiba-tiba nembak tanpa didahului pdkt yang cukup jelas. Karena ngerasa baru kenal, ya wajar aja dong, kalo gue nolak dia… Nggak disangka setelah itu, malah gantian gue yang suka sama dia. Sayangnya setelah itu, dia udah nggak lagi menunjukkan tanda-tanda pdkt sama sekali;
  2. Ada lagi cowok yang ngotot ngejar-ngejar gue sampe hampir satu tahun lamanya. Waktu itu gue ngotot nolak dia karena reputasi playboy-nya. Pada akhirnya gue pun berubah pikiran, dan mutusin buat nelepon dia ke rumahnya… Apa yang terjadi setelah telepon itu? Tidak ada karena ternyata dia baru aja pindah tempat tinggal ke kota lain…
  3. Dulu gue pernah sayang banget sama satu cowok sampe hampir 2 tahun lamanya. Terus lucunya, dia malah baru nembak gue di tahun ke tiga, di saat gue lagi patah hati habis-habisan sama cowok lain setelah dia. Tapi kalo yang satu ini gue enggak nyesel udah gue tolak. Karena ternyata, waktu dia nembak gue itu, dia udah diam-diam jadian sama cewek lain!

Dulu pernah ada teman gue yang curhat sama gue soal pacarnya. Menurut dia, pernikahan terasa masih jauh banget buat dia dan pasangannya. Waktu itu gue membatin… Kalo gue sih, jangan kan pernikahan deh. Bisa jadian sama orang yang gue suka aja rasanya kayak masih jauh banget kok. Makanya gue suka sampe bingung… Kenapa ya, kalo buat orang lain, jadian itu bisa sebegitu gampangnya? Karena kalo buat gue, bisa suka sama suka dalam waktu yang bersamaan kemudian bisa sampai jadian itu ibarat menunggu sebuah kejaiban gitu.

Ada teman gue yang lain bilang kalo udah suka sama suka tapi nggak bisa jadian itu jatuhnya jadi kayak cerita sinetron. Karena menurut dia, kalo cuma buat jadian aja semestinya enggak sampe seribet itu. Tapi masalahnya, it does happen so many times in my life. Selain 3 contoh yang gue sebutin di atas, masih ada banyak lagi kejadian-kejadian lain yang bisa dikasih tema timing difference.

Pada akhirnya, tanpa bermaksud untuk menggurui, gue cuma mau bilang… bersyukurlah kalian yang dimudahkan jalannya buat bisa jadian sama pasangan kalian itu. Jangan dikit-dikit putus-sambung, jangan memperlakukan pacar seenaknya, jangan pula seenak jidat ganti-ganti pacar apalagi punya pacar lebih dari satu! Bersyukurlah karena setidaknya, hidup kalian udah selangkah lebih maju daripada kita-kita yang masih single. Well, nobody wants to end up alone until the end of time kan?

Anyway, jangan dikira tiba-tiba gue nulis begini karena udah capek ngejomblo loh yaa. I never have a serious problem from being single. Satu-satunya saat di mana gue ngerasa butuh banget punya pacar itu biasanya kalo ada temen yang mau married dan gue enggak tau mau pergi ke sana sama siapa. Jadi sebetulnya hidup gue sih so far so good lah ya. Tapi tetep aja… Nggak munafik, gue juga kepengen memulai langkah baru dalam hidup gue. Married boleh nanti-nanti aja, but a boyfriend would be nice, hehehehehe.

Balik lagi ke konsep timing difference, sebenernya gue berpikir… If the time is never right, then make it right by your own way! Mungkin kalo lain kali gue jatuh cinta lagi, maka pola pikir itu yang akan gue coba tanamkan sama diri gue sendiri. Karena bener juga apa yang dibilang sama temen gue itu… kalo cuma untuk jadian, kenapa harus sebegitu ribetnya sih?

You Know You’re Over Somebody When…

  1. You have stopped asking his friends how he is;
  2. You don’t avoid yourself of talking about him in any chance either;
  3. However, he’s no longer your favorite topic to be talked about with your friends;
  4. You no longer remember to peek his Facebook/Twitter page every time you log in to the websites;
  5. It turns out that you smile to yourself every time you remember something stupid that you did just because you were in love with him;
  6. You have stopped hating him for breaking your heart;
  7. You have started to be fair. You are still proud of the things in him which made you fall in love with him, but you are now strong enough to confess that however, he was not good enough for you;
  8. You finally remove his pictures and messages both from your phone and PC also;
  9. Hearing his voice, even seeing his face will not affect your feeling to him anymore;
  10. You stay calm even when you see a sign that he has probably started to see someone else;
  11. You finally open your heart for someone new 😉
  12. For me, when I finally release that blog titled ‘How to Fix a Broken Heart’ means I’m completely already over him. I have postponed releasing that blog for months because I thought, what about if after this, my feeling will go back to him?

How to Fix a Broken Heart

Berbekal pengalaman peribadi, kali ini gue kepingin menuliskan 5 tahap patah hati serta cara–ala-gue untuk mengatasinya. Bukannya sok tau, tapi tips inilah yang udah berhasil bikin gue jadi cepat move on.  Padahal biasanya, gue ini tipe orang yang butuh waktu lama untuk bisa benar-benar move on. Tapi kali ini, dengan cara yang akan gue sebutkan di bawah ini, gue bisa mengatasi patah hati – yang sebenernya patah hati terburuk yang pernah gue alami – dalam waktu yang lebih singkat. Jadi siapa tahu aja, kalian juga cocok sama tips ala gue ini!

Tahap pertama

Pada tahap ini, ada something di dalam dada kita yang rasanya agak-agak perih atau ngilu atau nyeri atau entah gimana cara kita mendeskripsikannya. Hidup rasanya lagi jatuh di titik terendah, mau ngapa-ngapain rasanya jadi nggak enak… Ada pula yang sampe nggak nafsu makan, susah tidur, dan lain sebagainya…

  1. Kalo mau nangis ya nangis aja… Kalo nggak bisa nangis? Cari film sedih, dan ikut nangis pas tokoh di filmnya lagi nangis juga! Kenapa harus nangis? Karena nangis bisa ngurangin beban. Istilahnya, your tears will wipe a part of your pain;
  2. Cari temen buat mencurahkan isi hati. Sekedar tips, untuk tahap ini, pilihlah teman yang nggak akan menggurui kita. Percaya deh, kalo masih tahap awal patah hati, lebih enak curhat sama temen yang bakal ngomong gini, “Iya, gue juga heran kenapa dia kayak gitu…” daripada “Ya udahlah, udah jelas dia enggak suka sama elo lagi…”
  3. Dengerin lagu-lagu patah hati. Kumpulin dalam satu playlist dan nyanyiin kenceng-kenceng! Menyuarakan isi hati juga mempercepat proses ‘keringya’ luka di dalam hati;
  4. Kalo pengen lihat fotonya, lihat Facebook-nya, atau lihat SMS-SMS dari dia di dalam inbox hp, ya lihat aja!
  5. Meski begitu, JANGAN PERNAH nulis status di Facebook atau di manapun yang bisa dibaca sama dia yang isinya tentang patah hati yang sedang kita rasakan itu. Kenapa? Nulis yang aneh-aneh hanya bikin kita jadi berspekulasi tentang apa yang kira-kira dia pikirkan setelah membaca status kita itu. Belum lagi potensi bikin malu karena curhat di tempat umum! Hal-hal kayak gitu pada akhirnya cuma bakalan nambahin beban pikiran kita aja, jadi mendingan kalo mau curhat, tulis dalam diary pribadi aja ok…
  6. Dan ya, salah satu cara gue healing a broken heart adalah dengan menuliskan perasaan gue dalam bentuk diary. Tapi ya secara udah jaman smart phone dan juga laptop, maka diary itu pun udah berubah bentuk jadi ketikan di Microsoft Word, bukan lagi buku diary warna-warni kayak jaman SMP dulu…
  7. Ada yang bilang, it’s okay to do something stupid like text him, call him, chat him at YM or BBM… Tapi kalo menurut gue, berusaha menghubungi dia cuma bakal meperlama periode patah hati yang kita rasakan. Belum lagi reaksi dia yang bisa jadi malah memperparah suasana hati kita… Jadi mendingan nggak usah lah, nggak ada gunanya! Bedanya sama cewek yang masih bisa dirubah pikirannya, kalo cowok biasanya akan sangat-sangat sulit dirubah jalan pikirannya.

Tahap ke dua

Pada tahap ini, biasanya kita udah berhenti terus-terusan meratapi nasib. Buat yang hobi nangis pas lagi patah hati pun, nangisnya udah mulai berjeda, enggak lagi tiap hari sepanjang malam. Rasa ngilu dalam dada itu pun perlahan hilang dengan sendirinya. Untuk kasus yang agak ekstrim, barangkali, pada tahap ini kita mulai bisa melihat sisi jelek dalam diri dia yang selama ini kita ingkari.

  1. Ganti temen curhat… Cari temen yang orangnya logis bahkan kalau perlu yang cenderung judes. Udah waktunya kita berhenti bersikap mellow;
  2. Kalo kita sakit hati sama kalimat lugas yang diucapkan temen kita itu, nikmati aja sakit hati itu! Berpikirlah keras-keras apakah emang benar apa yang dia bilang. Jadi tentu saja, untuk tahap ini, nggak boleh sembarangan pilih orang! Pilih teman yang objektif yang juga sekaligus memang peduli dengan keadaan kita;
  3. Mungkin pada tahap ini, mulai timbul rasa benci sama si dia. Kita mulai melihat bahwa pada akhirnya, dia tidak memperlakukan kita dengan baik. It’s okay to hate him, it’s okay to confess that we are hurt. Rasakan lah luka itu dalam-dalam, bukan supaya makin benci sama dia, melainkan supaya kita sadar bahwa emang udah sepantasnya buat kita melupakan dia;
  4. Mulai cari kesibukan untuk mengalihkan pikiran kita. Ingat ya, bukan maksain diri buat ngelupain, tapi carilah sesuatu yang emang pasti akan mengalihkan perhatian kita. Kalo buat gue, nonton film, baca buku bagus, pergi shopping, dan kerja lembur adalah tiga hal yang pasti dengan sendirinya bisa mengalihkan perhatian gue;
  5. Kalo di tengah-tengah aktivitas itu masih aja ada hal yang ngingetin kita sama si dia, biarin aja! Tetep jangan pernah marahin diri sendiri hanya karena inget begitu banyak hal tentang diri dia. Nahan-nahan perasaan cuma bikin proses penyembuhan jadi tambah lama;
  6. Beredar, beredar, dan beredar! Nggak perlu lah mogok bikin status Fb atau mogok nge-tweet cuma gara-gara patah hati! Comment lucu dari teman, lelucon teman saat hang out, obrolan dan gosip seru bisa jadi pengalih perhatian sekaligus penghapus luka yang top banget; dan
  7. Mulai ganti playlist dengan lagu-lagu upbeat favorit kita.

Tahap ke tiga

Pada tahap ini, emosi udah mulai stabil. Kita pun udah mulai melakukan hal-hal konkret untuk moving on. Pada tahap ini pula, sebaiknya kita mulai berhenti nyebut-nyebut nama dia di tengah sesi ngobrol sama temen-temen kita. Kasihanilah mereka yang udah sering banget nampung curhat kita selama berhari-hari atau berminggu-minggu sebelumnya itu…

  1. Jika belum dilakukan, ini waktu yang tepat untuk menyingkirkan foto dia dari dalam dompet, layar komputer, layar hp, dan, hapuslah folder khusus foto kamu dan dia di halaman Facebook;
  2. Karena gue bukan tipe orang yang suka memusnahkan benda-benda kenangan, gue lebih memilih mengumpulkan semuanya, lalu nyimpen benda-benda itu di dalam kotak khusus yang kemudian gue simpan di dalam lemari. Bukannya gue enggak mau move on, tapi gue percaya bahwa kelak, benda-benda dalam boks itu akan jadi kenangan manis yang bikin gue tersenyum saat mengenang masa lalu;
  3. Kalaupun ada yang sebaiknya dimusnahkan itu barangkali folder khusus yang menyimpan SMS-SMS dari dia. Kenapa sebaiknya dimusnahkan? Logikanya aja… kalo kelak kita punya pacar baru dan dia nemuin masih ada folder itu di dalam hp kita, dia pasti bakal ngira kita masih sayang sama yang lama dong? Tapi kalo belum siap menghapus SMS-SMS itu, jangan dulu. Cari waktu yang tepat dan nikmatilah detik demi detik saat kita mulai menghapus SMS-SMS itu nanti;
  4. Tetap dandan yang cantik. Kalo perlu coba deh ganti penampilan, misalnya ganti potongan rambut baru, coba model baju gaya baru, make up gaya terbaru…
  5. Pada tahap ini, tetap jangan dulu memaksakan diri buat nyari cowok baru. Nggak usah lah ngerasa harus kita duluan yang nemuin cowok baru sebelum dia duluan yang punya cewek baru. Nggak penting cepet atau lambat, yang penting adalah nemuin yang terbaik buat menemani kita, iya kan?

 Tahap ke empat

Biasanya butuh waktu yang agak lama untuk mencapai tahap yang satu ini. Tahap di mana kita udah nggak ngerasa sedih setiap kali mengingat dia. Malah bukan nggak mungkin di tahap ini, kita akan kembali tersenyum setiap kali mengingat kenangan manis antara kita dan dia. Dan pastinya, pada tahap ini kita mulai bisa berpikir luar biasa jernih. Kita bahkan mulai bisa memetik pelajaran berharga dari hubungan kita yang gagal itu…

  1. Mulai buka hati buat cowok baru;
  2. Cari lingkungan baru. Misalnya, nyobain restoran baru, ikut les, ikut kongkow sama temen-temennya temen deket kita dsb…
  3. Jangan menjadikan si masa lalu sebagai patokan kriteria cowok kita yang berikutnya… Kalo dia sebegitu hebatnya, kisah kita sama dia enggak akan pernah kandas di tengah jalan kan? Belajarlah dari pengalaman, itu kuncinya; dan
  4. Percaya bahwa sebelum nemuin orang baru, kemungkinan besar kita belum benar-benar siap untuk menjalin komunikasi lagi sama yang lama. Kita nggak mau dong, balik lagi ke masa-masa suram yang penuh penderitaan itu? Jadi tahan dulu, belum waktunya berteman lagi dengan si masa lalu itu…

Tahap ke lima

Tahap ke lima ini sebetulnya hanya penyempurnaan dari tahap ke empat. Tahap di mana kita mulai merasakan yang namanya I am happy if he is happy, even when it’s not with me. Kalo kita udah sampe tahap ini, kita enggak akan bersedih hati hanya karena dia nemuin pacar baru, atau bahkan, karena dia udah duluan married sama pacar pilihannya. Malah enggak mustahil, pada tahap ini kita mulai bisa berteman lagi sama si masa lalu tanpa bawa-bawa perasaan seperti dulu. Tapi sayangnya, enggak semua orang bisa mencapai tahap ke lima ini.

  1. Jangan pernah bernostalgia sama si masa lalu… Pokoknya jangan pernah melakukan hal-hal yang bisa memancing cinta lama bersemi kembali, terutama kalo salah satu di antara kita dan dia, apalagi kalo kedua-duanya, udah memiliki pasangan baru… Kalaupun ada niat untuk balik, pastikan dulu dia udah jauh berubah, kita udah jauh berubah, dan, baik kita dan dia udah sama-sama melupakan sakit hati yang timbul waktu patah hati dulu;
  2. Jangan terlalu sering menceritakan soal si masa lalu sama pasangan kita yang baru. Kalo pun kita lagi pengen bernostalgia, carilah temen sesama cewek, bukan sama cowok lain yang berpotensi jadi Mr. Right kita! Jangan ngerusak suasana dengan mengenang sesuatu yang udah lewat ok!
  3. Percaya bahwa pada akhirnya, enggak ada hubungan yang sia-sia. Everyone comes to our lives for a reason. Walau enggak berlangsung selamanya, pastilah ada sesuatu yang pernah dia ajarkan, yang bisa bikin hidup kita jadi lebih baik dari sebelumnya.

7 Hal Yang Bisa Dilakukan Seseorang Saat Merasa Insecure

Menurut definisi ala gue, insecure, atau rasa tidak aman, bisa diartikan sebagai rasa takut akan sesuatu yang dipicu oleh rasa tidak puas dan tidak yakin akan kapasitas diri sendiri. Rasa insecure inilah yang pada akhirnya, memicu kita untuk menciptakan ‘topeng’ agar sisi lain yang ingin kita sembunyikan itu tidak terlihat oleh orang lain. Dengan kata lain, kita berusaha menutupi sisi lain itu dengan melakukan sesuatu yang menurut kita, bisa membuat kita tampak hebat di mata orang lain. Intinya, insecurity pushes us to find some recognition from our environment.

Dalam suatu relationship, insecurity juga bisa menyerang salah satu atau kedua belah pihak sekaligus. Rasa tidak yakin atas dalamnya perasaan pasangan bisa membuat kita merasa tidak aman, merasa tidak dibutuhkan atau tidak dijadikan prioritas, takut ditinggalkan, atau bisa juga, membuat kita merasa kurang layak untuk pasangan kita itu. Dan jangan salah, dalam hubungan kerja, keluarga, dan persahabatan pun, perasaan yang sejenis bisa saja muncul dan menjadi batu sandungan dalam hubungan tersebut.

Dalam kesempatan ini, gue ingin berbagi hasil pengamatan gue tentang hal-hal yang biasa orang-orang lakukan saat mereka merasa insecure.

Mempersenjatai diri dengan berbagai macam gadget canggih terbaru

Gue pernah baca di Cosmopolitan, kita – para cewek – jangan langsung terkesima dengan cowok yang punya mobil mengkilat (dengan berbagai modifikasi di sana-sini), hp yang selalu mengikuti keluaran terbaru, laptop canggih, nggak ketinggalan Ipad, Ipod dsb dsb… Karena menurut Cosmo, hal ini bisa saja sengaja dia lakukan untuk menutupi rasa tidak percaya diri atau bisa juga, untuk menutupi satu atau beberapa kekurangan dalam dirinya. Dan gue setuju sama Cosmopolitan… Kalau dia udah mendapat pengakuan yang cukup dari lingkungannya, maka dia tidak akan lagi merasa perlu terlihat kaya raya dengan menghabiskan begitu banyak uang untuk berbagai jenis gadget tersebut kan? Tapiii, kalo boleh gue tambahkan, hal ini enggak berlaku buat orang-orang yang emang hobi sama hal-hal seperti ini yaa. Kan emang ada tuh, orang yang hobi banget ngotak-ngatik mobilnya, atau hobi nyobain berbagai jenis teknologi yang baru eksis.

Berusaha menjadi player

Kalo mengutip isi novel Beauty Case, pasangan itu sering dijadikan ibarat trophy. Semakin banyak trophy, semakin bikin bangga! Rasa bangga dan ingin dikagumi oleh lingkungannya lah yang bisa memicu seseorang menjadi player. Mereka ingin menciptakan image kalo mereka itu diinginkan oleh semua lawan jenis tanpa peduli konsekuensi dari perbuatan mereka. Dan menurut pengamatan gue, hal ini mereka lakukan karena mereka merasa tidak punya hal lain yang bisa mereka banggakan. Atau bisa juga, mereka lakukan hal itu untuk menutupi kekurangan dalam diri mereka. Mereka ingin melakukan pembuktian seperti, “Jelek-jelek gini juga, tetap banyak yang mau sama gue!” Tapi gue enggak bisa pukul rata juga sih, kalo semua player menjadi player untuk menutupi insecurity mereka… Soalnya ada pula orang yang jadi player karena malas berkomitmen (biasanya cowok), money oriented (biasanya cewek), dan… errr, sex addicted (kebanyakan sih cowok).

Punya pacar harus cantik atau ganteng

Menurut gue, dalam hal ini, memilih pacar bisa diibaratkan dengan memilih baju. Mana yang lebih kita pilih… baju yang keren tapi enggak enak dipakai, atau baju sederhana yang nyaman untuk dipakai? Balik lagi ke teori ala novel Beauty Case: pasangan itu ibarat trophy yang bisa bikin bangga. Padahal sebenarnya, kalau kita sudah cukup puas dan merasa bangga dengan diri kita sendiri, maka buat apa lagi kira mencari kebanggaan melalui pasangan kita?

Mempersenjatai diri dengan make-up dan fashion items terkini

Supaya adil, gue juga membocorkan fakta bahwa kadang-kadang, make-up dan fashion items adalah senjata cewek untuk menutupi rasa insecure. Cewek itu sangat ingin terlihat cantik dan menarik di mata lawan jenis. Kita suka takut, kalo kita kurang cantik, nanti nggak ada cowok yang tertarik sama kita. Itulah kenapa aktivitas diet lebih banyak dilakukan oleh cewek daripada cowok. Belum lagi rasa nggak pede karena mata sipit (sehingga ke mana-mana harus pake eyeliner dan mascara), nggak pede sama bentuk kaki yang kurang jenjang (jadi terpaksa pake high heels meskipun bikin lecet dan pegel-pegel), sit-up tiap hari, rajin maskeran, pake lotion pemutih, dan masih banyak keribetan lainnya lagi. And I blame it to the boys! Mata kalian yang suka terang-terangan ngelirik cewek lain, atau omongan kalian yang suka memuja-muja cewek cantik itulah yang suka bikin kita ngerasa kurang cantik. Makanya menurut gue, every girl should learn how to dress to make her happy, not to impress anyone else.

Sering memuji diri sendiri

Ada orang yang menjadikan narsis sebagai lelucon favorit mereka, tapi ada juga, yang memang sengaja memuji dirinya sendiri untuk memancing kekaguman dari orang lain yang mendengarnya. Menurut pengamatan gue, orang yang udah biasa dipuji dalam satu hal, tidak akan lagi sesumbar soal kelebihan yang dimilikinya itu. Dia yakin tanpa perlu dibilang pun, orang lain akan tahu dengan sendirinya. Beda banget sama orang yang haus akan pujian. Karena ngerasa kurang sering dipuji makanya dia suka berusaha pamer dan memuji dirinya sendiri dengan harapan, orang lain akan terkesan dengan kehebatannya itu.

Berusaha menyamai alias copy cat

Pernah punya teman yang terlihat nggak mau kalah sama kita? Kita ganti hp baru, dia juga ganti. Kita beli ini dan itu, dia juga ikut beli. Kita pergi ke sana dan ke sini, eeeh, dia juga ikut pergi ke sana dan ke sini! Kalo terjadinya cuma sekali dua kali, itu masih wajar. Bisa aja apa yang kita punya menginspirasi dia untuk menikmati hal yang sama. Tapi kalo hal ini terus berulang dari waktu ke waktu… kita patut curiga. Meskipun kelihatannya sepele, hal ini bisa berdampak buruk juga lho. Misalnya, dia jadi dikejar tagihan kartu kredit hanya gara-gara kepengen sama kayak kita. Selain itu, hal ini juga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di pihak yang ditiru itu. Bisa muncul pikiran jelek seperti, “Dia ini nganggep gue temen atau saingannya sih?” Balik lagi ke topik insecurity… hal seperti ini bisa saja dilakukan oleh orang-orang yang terbiasa menjadikan orang lain sebagai parameter, di mana mereka takut belum cukup keren kalau belum bisa menyamai parameternya itu.

Meninggalkan, sebelum ditinggalkan…

Dalam suatu perpisahan, pihak yang ditinggalkan biasanya akan lebih sedih daripada yang meninggalkan. Meninggalkan itu by choice, tapi kalo ditinggalkan… what else can we do? Belum lagi ada rasa terluka, kecewa, merasa tidak berharga, dan sakit hati yang mungkin muncul saat ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayangi. Rasa takut ditinggalkan itulah yang kemudian bisa membuat kita bertindak panik dengan cara meninggalkan sebelum ditinggalkan terlebih dahulu… Makanya pesan gue, kalo kelak ada orang-orang terdekat kita (bisa pacar, gebetan, atau teman dan sahabat) yang tiba-tiba berusaha mengambil jarak, jangan dulu berburuk sangka. Bisa jadi, ada sesuatu di dalam diri kita yang membuat dia merasa tidak aman. Biasanya, sikap kita yang seolah nothing to lose yang bikin mereka jadi tidak yakin sama masa depannya dengan kita. Be wise, dan ketahuilah bahwa berada dalam posisi seperti ini rasanya benar-benar tidak menyenangkan.