A journey to remember

Timing Difference in Your Love Life

Posted on: June 26, 2011

Hari ini, ada dosen gue yang nulis Facebook notes tentang kisah cinta dua orang teman dekatnya. Dua orang yang sama-sama memendam perasaan cinta sampai akhirnya, si cewek keburu dilamar sama laki-laki lain. Di akhir notes, dosen gue ini berpesan, “Untuk semua sahabat saya yang single dan sedang pendekatan dengan seseorang. Jangan sampai terlambat…. Jangan sampai kisah seperti sinetron ini terjadi lagi.”

Notes ini mengingatkan gue sama pembicaraan gue dan teman-teman di EY beberapa bulan yang lalu. Waktu itu gue berteori, udah suka sama suka pun, belum tentu bisa jadian. Suka ada timing difference yang bikin dua orang yang sama-sama suka itu enggak pernah bisa sampe jadian.

Well, timing difference itu sebenernya istilah yang biasa dipakai dalam perhitungan deferred tax yah. Tapi buat urusan percintaan, gue menggunakan istilah timing difference untuk menggambarkan perbedaan timing di antara kedua belah pihak. Untuk mempermudah ilustrasinya, berikut ini 3 contoh timing difference yang pernah gue alami:

  1. Ada cowok yang belum sampe sebulan kenal sama gue tapi tiba-tiba nembak tanpa didahului pdkt yang cukup jelas. Karena ngerasa baru kenal, ya wajar aja dong, kalo gue nolak dia… Nggak disangka setelah itu, malah gantian gue yang suka sama dia. Sayangnya setelah itu, dia udah nggak lagi menunjukkan tanda-tanda pdkt sama sekali;
  2. Ada lagi cowok yang ngotot ngejar-ngejar gue sampe hampir satu tahun lamanya. Waktu itu gue ngotot nolak dia karena reputasi playboy-nya. Pada akhirnya gue pun berubah pikiran, dan mutusin buat nelepon dia ke rumahnya… Apa yang terjadi setelah telepon itu? Tidak ada karena ternyata dia baru aja pindah tempat tinggal ke kota lain…
  3. Dulu gue pernah sayang banget sama satu cowok sampe hampir 2 tahun lamanya. Terus lucunya, dia malah baru nembak gue di tahun ke tiga, di saat gue lagi patah hati habis-habisan sama cowok lain setelah dia. Tapi kalo yang satu ini gue enggak nyesel udah gue tolak. Karena ternyata, waktu dia nembak gue itu, dia udah diam-diam jadian sama cewek lain!

Dulu pernah ada teman gue yang curhat sama gue soal pacarnya. Menurut dia, pernikahan terasa masih jauh banget buat dia dan pasangannya. Waktu itu gue membatin… Kalo gue sih, jangan kan pernikahan deh. Bisa jadian sama orang yang gue suka aja rasanya kayak masih jauh banget kok. Makanya gue suka sampe bingung… Kenapa ya, kalo buat orang lain, jadian itu bisa sebegitu gampangnya? Karena kalo buat gue, bisa suka sama suka dalam waktu yang bersamaan kemudian bisa sampai jadian itu ibarat menunggu sebuah kejaiban gitu.

Ada teman gue yang lain bilang kalo udah suka sama suka tapi nggak bisa jadian itu jatuhnya jadi kayak cerita sinetron. Karena menurut dia, kalo cuma buat jadian aja semestinya enggak sampe seribet itu. Tapi masalahnya, it does happen so many times in my life. Selain 3 contoh yang gue sebutin di atas, masih ada banyak lagi kejadian-kejadian lain yang bisa dikasih tema timing difference.

Pada akhirnya, tanpa bermaksud untuk menggurui, gue cuma mau bilang… bersyukurlah kalian yang dimudahkan jalannya buat bisa jadian sama pasangan kalian itu. Jangan dikit-dikit putus-sambung, jangan memperlakukan pacar seenaknya, jangan pula seenak jidat ganti-ganti pacar apalagi punya pacar lebih dari satu! Bersyukurlah karena setidaknya, hidup kalian udah selangkah lebih maju daripada kita-kita yang masih single. Well, nobody wants to end up alone until the end of time kan?

Anyway, jangan dikira tiba-tiba gue nulis begini karena udah capek ngejomblo loh yaa. I never have a serious problem from being single. Satu-satunya saat di mana gue ngerasa butuh banget punya pacar itu biasanya kalo ada temen yang mau married dan gue enggak tau mau pergi ke sana sama siapa. Jadi sebetulnya hidup gue sih so far so good lah ya. Tapi tetep aja… Nggak munafik, gue juga kepengen memulai langkah baru dalam hidup gue. Married boleh nanti-nanti aja, but a boyfriend would be nice, hehehehehe.

Balik lagi ke konsep timing difference, sebenernya gue berpikir… If the time is never right, then make it right by your own way! Mungkin kalo lain kali gue jatuh cinta lagi, maka pola pikir itu yang akan gue coba tanamkan sama diri gue sendiri. Karena bener juga apa yang dibilang sama temen gue itu… kalo cuma untuk jadian, kenapa harus sebegitu ribetnya sih?

Advertisements

2 Responses to "Timing Difference in Your Love Life"

Hi Riffa,

Suka dengan kata2 “bersyukur untuk yang dah punya pasangan” 🙂

Kamu juga bersyukur dengan belum menikah dilancarkan jalan karirnya, karena memutuskan nikah mudah (merantau pula) dengan ambisi karir yang menggebu-gebu itu sesuatu bangetttt, lho 🙂
Tapi alhamdulillah, akhirnya aku dapet pola nyeimbanginnya *curcol*

Sukses terus, ya

Hehe… I’m good with my life sih sebenernya. I’m okay being single, but not single and broken hearted :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 1,000,279 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

  • It feels like God is trying to tell me, “Wait... and see.” 3 weeks ago

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: