I Spend So Many Times of Waiting

 

Banyak yang bilang, gue tipe orang yang nggak sabaran. Apa-apa maunya cepet terpenuhi, suka nggak sabaran kalo ada temen lama bales SMS, chatting, dsb dsb… Tapi setelah gue pikir-pikir, in fact, I even spend too many times of waiting!

Gue menghabiskan banyak waktu buat nunggu temen gue yang suka dateng ngaret pas janjian, bisa sampe sejam lebih kalo terlambat. Udah tau punya temen super ngaret, herannya gue nggak pernah kapok bikin janji sama mereka. Paling pas lagi nunggu gue ngedumel, tapi setelah orangnya dateng ya gue lupain begitu aja.

Gue menghabiskan banyak waktu buat nunggu tanggal liburan gue! Demi dapet tiket pesawat murah, gue rela beli dari jauh-jauh hari, mulai dari 5 sampe 12 bulan masa penantian!

Gue menghabiskan banyak waktu untuk menghabiskan supplies yang gue nggak suka. Misalnya sabun yang ternyata lengket di badan, maskara yang menggumpal, eye make-up remover yang kurang efektif ngebersihin sisa maskara… Pikir gue, kalo kebiasaan langsung buang barang yang gue nggak suka, yang ada gue bisa tambah boros! Jadi, gue lebih prefer tunggu sampe habis baru gue cari produk lain dengan merk yang belum pernah gue coba.

Gue selalu menunggu moment yang tepat buat melakukan sesuatu. Gue nggak mau pake tas orang dewasa waktu masih SMA (saat itu, gue selalu pake ransel atau tas selempang ke mana-mana), nggak mau pake make-up sebelum umur 17, dan masih banyak lagi. Intinya, I do things which are proper for my age.

Gue sabar banget nunggu hp inceran gue turun harga. Menurut gue, beli hp pas baru launching itu rugi! Selain masih mahal banget, hp yang baru launching belum ketauan punya kelemahan dalam hal apa aja. Sekarang selain soal hp, gue juga rajin banget nunggu baju inceran gue didiskon. Udah cukup sekali gue syok gara-gara celana kerja dan tas yang gue beli turun harga 50% hanya dalam waktu 1 bulan aja! Dan prinsip belanja gue, diskon 20% di department store itu diskon boongan alias harga rilis barangnya emang segitu. Tunggu sampe diskon 50%, baru itu namanya diskon beneran, hehehehe.

Kalo lagi low season alias musim nganggur di kantor, gue lebih prefer nunggu jam 7 malem baru pulang ke rumah. Males banget pulang tenggo terus terpaksa diri di bis, kepanasan, berdesak-desakan pula!

Gue beli apartemen yang belum selesai dibangun dengan alasan, apartemen yang udah settled itu harganya mahal! So far, gue udah nunggu apartemen itu dibangun kurang lebih tujuh bulan lamanya… Dan entah kapan apartemen itu siap buat ditempatin, hehe.

Gue nggak pernah capek nunggu cowok yang gue suka. Entah kenapa, selalu adaaaa aja yang jadi penghalang gue sama cowok-cowok itu… Biasanya sih, gue baru nyadar suka sama seseorang kalo orang itu udah enggak lagi nunjukin kalo dia suka sama gue. Efeknya, gue terpaksa nunggu mereka buat balik lagi! My waiting records are: I spent one year waiting in junior high school, three years in high school, six months in college, and two years after work. Did they ever come back to me? Absolutely no.

However, menunggu itu enggak selamanya super duper rmenyedihkan kok. I do believe that everything which is worth to have is worth to wait for. Gue rela nunggu temen-temen gue karena gue tau, gue bakalan menghabiskan waktu yang sangat menyenangkan sama mereka. Terus semua hp yang lama gue tunggu itu selalu jadi hp yang sangat gue banggakan. Dan pastinya, it’s so relaxing to sit in the bus after 8 hours working!

Lalu soal cowok-cowok itu… Well, gue percaya penantian itu meskipun semuanya sia-sia, gimanapun, emang itu yang terbaik buat hidup gue. God knows my life much better than I do, and He knows the best what is best for meso I count on Him to give me the best way out.

Besides, sometimes in this life, when we love somebody, we have to let them go. If they’re coming back, they will stay with us forever. But if they don’t, they will stay away forever. So I’m sure, the one who’s someday coming back is someone who is worth for me. And I will never know how worth he is until I’m done waiting for him.

 

Sepuluh Karakter Teman

 

Iseng-iseng, gue mengamati teman-teman yang gue punya. Lalu berdasarkan pengamatan gue itu, teman yang gue kenal di tempat kerja ternyata punya kesamaan karakter dengan teman gue di SMA dulu. Hasil akhirnya, gue mengelompokkan teman-teman gue itu ke dalam 10 karakter, lengkap dengan ciri khas dan plus-minus masing-masing karakter. Please read with no hard feeling ya guysJ

 

Mr. or Miss. No Drama Please

Tipe kayak gini bisa dipastikan tipe orang yang tertutup. Dia paling anti curhat soal kehidupan pribadinya, dan, enggak gitu hobi mendengarkan curhatan orang-orang di sekitarnya. Menurut pengalaman pribadi gue, entah kenapa, orang-orang dalam golongan ini cenderung punya wawasan yang luas, bisa nyambung dalam topik apapun. Dan biasanya, mereka punya in depth knowledge alias kalo tau sesuatu sifatnya enggak setengah-setengah.  

Plus:    

Orangnya fleksibel dan enak diajak ngobrol. Sifatnya yang nggak ribet dan nggak plin-plan bikin dia jadi orang yang enak buat diajak hang out. Biasanya, teman tipe ini termasuk orang yang bisa diandalkan untuk banyak hal.

Minus:

Enggak enak dijadiin tempat curhat atau sekedar dimintai pendapat. Reaksinya malah suka bikin kita jadi nyesel udah nanya sama dia.

 

Si tipe sangat pendiam

Tipe ini tipikal pendiam sejati. Harus orang lain duluan yang membuka topik obrolan. Jarang banget cerita kecuali ditanya. Termasuk tipe orang yang suka memendam perasaan. Biasanya, orang dalam golongan ini punya tingkat kesabaran di atas rata-rata.

Plus:

Pendengar yang baik, plus, tipe orang yang jago banget menjaga rahasia.

Minus:

Sifatnya yang suka memendam perasaan bisa bikin kita capek menebak isi hatinya. Sifatnya yang jarang ngobrol juga bikin dia jadi kurang pintar mengolah kata-kata saat memberikan saran/nasehat.

 

Everybody’s sweetheart

Tipe orang yang bisa berteman dengan siapa saja alias nggak suka pilih-pilih teman. Punya banyak teman ngobrol, teman bercanda, pokoknya tipe orang yang disukai oleh hampir semua orang. Umumnya mereka punya kepedulian tinggi dan selera humor di atas rata-rata. Dan pastinya, mereka sama sekali bukan tipe orang yang suka cari musuh. Malangnya, sifat mereka yang easygoing membuat orang lain mengira hidup mereka ini selalu baik-baik saja. Only specific person who can see pains in their eyes while anyone else sees smiles in their faces.

Plus:

It’s nice spending time with them, it’s usually fun! Sifat ramah mereka juga bisa bikin kita ngerasa nyaman. Selain itu, sifat mereka yang nggak suka pilih-pilih teman bisa bikin the outsiders lebih percaya diri karena merasa ada yang mau memperlakukan mereka sebagai teman.

Minus:

 Sifatnya yang easygoing sama siapa saja membuat teman-teman dekatnya jadi merasa tidak diistimewakan. Itulah alasannya kenapa, justru orang dalam kelompok ini hanya punya ‘sahabat-sehidup-semati’ dalam jumlah yang sedikit meskipun dia berteman baik dengan banyak orang.

 

Sang Psikolog

Tipe orang yang sering dijadikan tempat curhat oleh orang-orang di sekitarnya. Tipe ini biasanya hobi ngobrol dan emang enak diajak ngobrol, dewasa, cenderung wise, dan pastinya, mereka enggak pernah bosan mendengarkan curhatan orang lain. Biasanya, tipe ini memiliki kepedulian tinggi dan suka menolong orang-orang di sekitar mereka.

Plus:

Tempat curhat yang ok banget. Bisa jadi pendengar sekaligus penasehat andal. Objektif dan kreatif dalam memberikan saran.

Minus:

Orang dalam tipe ini biasanya bersifat easy judging. Banyaknya cerita yang masuk ke telinga mereka bikin mereka jadi punya banyak insight sehingga bisa dengan cepat menilai sesuatu. Efek negatifnya, sifat judging ini bisa bikin orang lain merasa direndahkan atau seolah kayak orang yang punya banyak banget kekurangan di mata mereka. Efek lainnya, orang tipe ini juga sering dicap sok tahu sama orang-orang di sekitar mereka.

 

Drama Prince or Princess

Tipe orang yang suka banget curhat, cenderung mellow, dan suka mendramatisir keadaan.

Plus:

Kecil kemungkinan kehabisan topik sama tipe orang ini. Selain itu biasanya, mereka pendengar yang baik, caring, dan berinisiatif tinggi.

Minus:

Ribet dan suka membesar-besarkan masalah kecil.

 

Mr. or Miss Nyablak

Super cerewet, jago bikin jokes, pokoknya selalu bikin rame di manapun dia berada.

Plus:

Suasana super fun, bisa ketawa ngakak sepuasnya kalo ada mereka.

Minus:

Kalo bercanda suka kelewatan, berpotensi bikin objek leluconnya jadi sakit hati.

 

The Nerd Ones

Sangat-sangat pintar, bisa jadi golongan orang jenius yang punya daftar prestasi yang bisa bikin ngiler. Biasanya, cenderung kaku dalam pergaulan.

Plus:

Berteman sama tipe orang ini bisa bikin kita terpacu untuk ikut maju. Enak diajak ngobrolin topik-topik berat yang bisa memperluas wawasan kita.

Minus:

Kurang pinter bikin jokes, kurang luwes, dan kurang bawel.

 

Anak Gaul Abisss

Hedonis abis… Hobinya nggak jauh-jauh dari café, diskotilk, meja billiard dsb…

Plus:

They are fun to be with. Asyik lah buat diajak bersenang-senang. Selain itu biasanya, mereka tau banget tempat makan enak atau tempat dengan suasana yang nyaman buat duduk berjam-jam.

Minus:

Hati-hati terseret pergaulan yang kelewat batas. Dan ada kalanya, orang-orang di lingkungan ini enggak bisa dipercaya. So be careful!

 

The Outsiders

Ciri utama the outsiders ini lebih senang menyendiri, atau berteman dengan satu-dua orang saja. Jarang kelihatan sedang asyik ngobrol sama orang lain. Biasanya, the outsiders ini jadi penyendiri karena alasan-alasan yang sifatnya spesifik (misalnya, ketebratasan fisik, masalah psikologis dsb…)

Plus:

Gue punya beberapa teman dari kalangan ini. Dan percaya deh, meskipun kelihatan aneh, mereka bisa jadi teman yang lebih baik daripada orang-orang pada umumnya. Mereka orangnya bisa loyal banget sama orang-orang yang mereka anggap teman.

Minus:

Tergantung orangnya…  Kalo menurut pengalaman gue, perlu kehati-hatian khusus saat berteman dengan outsiders, terutama dengan mereka yang memang memiliki masalah psikologis.

 

Si Sensitif

Mudah tersinggung. Saat orang-orang sedang asyik bercanda, dia bisa tiba-tiba marah karena merasa tersinggung. Nggak jarang kalo udah marah, mereka bisa meledak-ledak sedemikian rupa.

Plus-Minus:

Orang tipe ini penuh dengan kejutan. Kita nggak akan pernah tahu kebaikan apa yang akan mereka lakukan, atau, hal buruk apa yang akan tega mereka perbuat. Sorry to say… tipe orang inilah yang paling sulit mendapatkan sahabat.

 

 

Kenyataannya, satu orang bisa memiliki lebih dari satu jenis karakter di atas. Atau mungkin, memiliki setengah dari satu karakter dan setengah lagi dari karakter lainnya. Enggak ada karakter yang sempurna? That’s human! Apapun karakternya, yang penting adalah kita selalu berusaha untuk menjadi teman yang baik buat teman-teman kitaJ

2008 Versus 2009

As usual, setiap akhir tahun gue suka merenung pencapaian apa yang sudah berhasil gue raih selama satu tahun yang bersangkutan. Berikut summary achievement gue selama tahun 2008 dan 2009…

2008:

1. I got my first job… Walau kerja sambil kuliah, tapi kerjaan pertama gue itu bukan kerjaan main-main dengan income seadanya. Gue bersyukur banget karena ternyata, gue banyak dapet pengalaman dan pelajaran baru dari pekerjaan pertama gue itu… Karena pekerjaan itu pula gue punya teman-teman baru sekaligus mengenal banyak banget orang baru dalam waktu yang sangat singkat;

2. I got my second job… and my second job was my dream job:) Seneng dan bangga banget omongan iseng gue waktu kuliah: “Nanti gue mau kerja di EY, gedung kantornya keren, perusahaannya juga bergengsi” akhirnya jadi kenyataan…

3. Dua bulan setelah kerja di EY barulah gue diwisuda! Thank God gue berhasil mencapai IPK yang gue targetkan sejak kuliah semester satu baru dimulai…

4. Waktu skripsi, gue bikin penelitian yang agak lain dari yang lain, lalu akhirnya penelitian gue itu diterima di konferensi GCG berskala internasional!

5. Gue mendapatkan pelajaran besar soal cinta dan persahabatan. I finally found out who was my very best friend ever.

 

2009:

1. I got my first promotion at EY! Padahal harusnya gue baru promote tahun 2010. Tapi alhamdulillah gue dipercaya untuk naik level meski waktu itu gue baru enam bulan mendapatkan status karyawan permanen.

2. I finally moved on! Nemuin cowok baru dengan tipikal yang benar-benar baru. Bagi gue ini suatu prestasi secara sebelum-sebelumnya, I always fell for any bad guy. Terlepas dari gimana ending gue sama si cowok baru ini, yang penting adalah gue jadi sadar tipe cowok seperti apa yang seharusnya dimiliki sama semua cewek di dunia ini.    

Well, overall, 2008 was still my best year ever. Ada banyak kejadian di 2008 yang mendewasakan gue, yang bikin gue ngerasa jadi lebih pintar dan berwawasan, yang bikin gue lebih bisa menerima diri gue sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dan yang paling penting, ada banyak banget kenangan manis di 2008 akan enggak akan pernah gue lupakan.

Lalu 2009? Well, di awal tahun emang lumayan banyak hal-hal manis yang juga enggak akan gue lupakan. Tapi secara keseluruhan, bagi gue 2009 itu penuh dengan cobaan, mulai dari soal pekerjaan, persahabatan, sampai urusan cinta-cintaan. Tapi anehnya, justru persis tanggal 31 Desember 2009 gue malah bisa melihat segala yang terjadi sepanjang tahun 2009 dengan jauh lebih jelas. Boleh dibilang, gue mulai menemukan alasan-alasan di balik segala cobaan yang menimpa gue sepanjang tahun.

Bicara soal resolusi, jujur aja nih, enggak ada satu pun resolusi 2009 gue yang berhasil jadi kenyataan. Gue masih kurus, masih jomlbo, soal jerawat masih kadang mulus kadang nongol lagi, novel belum kelar, belum sempet les English lagi, dan masih banyak resolusi lain yang semuanya tidak berhasil terwujud di 2009. But it’s okay, as long as I’m still breathing, everything is possible right?

Beberapa hari menjelang akhir tahun 2009, gue sempet mikir satu-satunya resolusi gue untuk 2010 hanya ingin BENAR-BENAR move on from somebody. Tapi seperti yang sebutkan sebelumnya, tiba-tiba aja masalah move on itu juga beres dengan sendirinya persis menjelang pergantian tahun. Jadi katakanlah… resolusi 2010 = resolusi 2009 gue yang lalu itu aja:D

Ok then, happy new year everybody! Wish us an amazing year surrounded by love, fulfilled by achievements, and full of happiness plus prosperity;D Have a nice year!

My Best Friend is Pregnant

Sebetulnya, udah ada banyak banget temen-temen jaman sekolah yang udah married dan punya anak. Waktu reuni SMP aja ada lho yang dateng sambil gendong anak! Waktu gue dkk lagi asyik ngomongin soal skripsi, eh… dia malah ngomongin soal proses induksi waktu mau melahirkan anaknya! Tapi soal mereka udah punya anak, gue nggak terlalu excited. Mungkin karena dulu enggak gitu akrab kali ya…

TAPI, waktu tau sahabat gue dari jamannya masih ingusan lagi hamil tiga bulan, jujur gue ngerasa ada suatu perasaan yang berbeda. My partner in doing stupid things… seorang teman yang gue anggap imut, polos, masih naif dsb… sebentar lagi mau jadi ibu!

Besides… well… pregnancy comes from a long progress right? Jadi rasanya aneh aja waktu tau sahabat gue yang polos itu sudah melewati proses yang panjang itu, hehe…

Padahal sebenernya sejak dikabarin dia mau married ya gue juga udah tau setelah married abis itu hamil. Tapi tetep aja… rasanya pengen senyum-senyum sendiri kalo inget dia yang dulu nggak suka kecentilan ngegebet cowok – kayak gue di masa SMA, hehe – akhirnya malah married duluan dan udah mau punya bayi!

So… congrats buat calon Mami. Dijaga kandungannya baik-baik. Dikasih pantangan sama dokter ya sabar-sabarin aja. Dan… well… kalo anak kamu lahir aku dipanggil tante dong ya? Hihihihi… tante Riffa… gimana kedengarannya? Cocok nggak? Hehe… I wish all the best for you and your baby:)

Diary Semasa SMA

Dalam tulisan kali ini, gue akan membagi isi diary kenangan gue waktu SMA. Isinya lucu, mengharukan, dan bikin gue jadi kangen banget sama mereka semua. Dibaca yaa! Siapa tau elo juga udah pada lupa dan bakalan senyum-senyum dengan apa yang pernah elo tulis di dalam diary gue itu… Semua tulisan dalam blog ini sama persis dengan tulisan aslinya, tanpa sensor, tapi tentunya udah gue kurangin jumlahnya supaya muat buat ukuran blog. Selamat menikmati!

Gerry

Sharief (terkadang Sarip) itu…

  • Aneh banget
  • Suka sama orang yang aneh pula
  • Tiang listrik
  • Nge…jengkel…in banget
  • Kalo mau tidur lucu… di kelas maksudnya
  • Suka ngeledekin gue ‘biscuit cracker’
  • Gak qanaah

Dari Radhianty

Kalo kata gue, Riffa itu…

  • Cerewet banget kaya’ nenek gue
  • Anaknya manies (tapi sayang masih manisan gue)
  • Ketawanya aneh
  • Pinter
  • Suka banget ceramahin gue
  • Sok tua
  • Galak
  • Dan yang pasti Riffa itu baek ma’ gue.

Riffa itu anaknya asyik dan perhatian ma’ temen. Udah berkali-kali dia kasih jalan keluar setiap gue punya masalah. Misalnya masalah gue sama xxx. Dia rela nanya langsung ke xxx walau sebenernya dia nggak pernah akur sama xxx. Tapi untuk gue, dia rela nyingkirin rasa enggan sehingga akhirnya gue memperoleh suatu jawaban.

Giancana

Riffa itu orangnya:

  • Lucu
  • Jutex
  • Jarang mingkem
  • Suka tolak pinggang k’lo marah
  • Suka makan (tapi kok nggak gemuk2 yah, cacingan kali)
  • Wawasan lumayan luas
  • English was excellent for high school.

Gais

Opini buat Riffa:

  • Orangnya baik
  • Lucu kayak jerapah
  • Jarang mingkem, cerewet, jutek
  • Bendahara… yang galak kalo nagihin kas
  • Klo marah suka tolak pinggang
  • Cw pink
  • Punya panggilan ngetop: Cinta… Rangga-nya si Bom2.

Menurut gue, Riffa itu tuch termasuk salah satu org yg antique di kls Soz 5.

Yuli Supriatin

Pesen gue: Tambahin sedikit lagi berat badan biar nggak kaya orang2an sawah.

(Notes from Riffa… di bawah tulisan itu, si Yuli ngegambar-orangan sawah yang lucu banget, hehe.)

Rudi Junaidi alias Junet

Opini buat loe…

  • Riffa itu pelupha
  • Baek & nggak pelit
  • Cerewet
  • Kadang2 jutek
  • Tukang ceramah
  • Cantik

Sering-sering ajak gw ke rumah loe ya… buat nonton. Jangan lupa sediain makanan enak buat cucu raja yang satu ini. Oh ya, kalo minjem something dari person don’t lupa dibalikin, kasian orang yang minjemin. Terus jangan lupa sama gw dan jangan berubah, tetep jadi diri loe yg sekarang.

The end of note… Rudi J. Jr. & Theresia – sekretaris

(Notes from Riffa: Ini betulan lho, si Junet ngisi diary gue pake sekretaris segala. Soalnya tulisan Junet itu lebih JELEK daripada tulisan gue. Bayangkan betapa jeleknya, haha!).

Devi

Riffa itu banyak ngemil tapi tak gendut ya!!

Bahri

Opini gue…

  • Elo keseringan ngaca! Padahal pd aja kali!
  • Sedikit nggak percaya sama temen sendiri
  • Sering ikut-ikutan ngeledekin gue.

Leoni

Opini about Riffa

Things I like about you:

  • Smart
  • Independent woman
  • Baik banget sama gw
  • Generous
  • Sweet girl
  • Feeling-nya kuat, plus bisa baca karakter orang
  • Gape banget B. Inggrisnya
  • Good lisetener ‘bout my sad story, good advisor juga dari jamannya si ‘T’ sampe si ‘R’
  • Suka bgt baca

Negative things about you:

  • Fussy
  • Kadang jutek
  • Kalo lg marah, nyebelin! (Tp untungnya lo ga pernah marah ma gw)
  • Rada boros x yee…
  • Kayaknya suka lupa sama gw

Btw, elo blm nyobain pudding bikinan gw, tar gw bikinin deh pas ultah loe! Dijamin loe pasti pengen lg! Hehehe…

(Notes from Riffa: dan emang bener, waktu pesta ultah gue yang ke 17,Leon bikinin gue one round of pudding!).

Intan

Menurut gw, Uler itu baix, cerewet, so’ sibuk hehe… paling tinggi di dlm gank, suka member advice, sama orang suka jutek tp sama gw nggak, rada genit, paling suka dengerin curhat temen, sangat berpegang teguh pada prinsip.

Uler, gw harap agar q-ta selalu menjaga & mengingat our gank “WeBe” untuk selamanya oc.

Nitya

My Opinion About U:

  • Cerewet kayak nenek2
  • Pelupa kayak nenek2
  • Ketawa lu aneh (kayak nenek2) lebih tepatnya kayak nenek sihir
  • Sometimes u look sweet too, but just sometimes… he… he…
  • Can speak English very2 well
  • Shalatnya masih bolong2 ya!
  • Klo lagi bete, jadi jutek! Hii… sereeem…
  • Pengambil keputusan yang cepat, tapi kadang terlalu cepat
  • Mandiri
  • Baik n gak pelit
  • Suka member advice, tapi kadang terlalu banyak ngasih advice
  • Bagus dalam hal menganalisa orang
  • Dandan melulu
  • Asik lah pokoknya

Ridwan

Sarip itu manis kayak gula jawa

Sarip itu pinter kayak computer Pentium IV

Sarip itu orangnya cantik… pasti banyak cowok yang love pada loe.

Perasiska alias Vera

Hi Miss Pink! Opini gw about “u”

  • Sok dewasa (dewasa alias tua gitu)
  • Cereweeet… banget
  • Suka dandan
  • Very100x bawel in the gank
  • Care sama temen
  • Romantis banget (buatin gw puisi lagi donk!)
  • Cepet panik
  • Boros banget
  • Kalo lagi jutek nyebelin
  • Kalo nolongin temen nggak tanggung-tanggung
  • Rada2 genit
  • Nggak pelit dst…

Riani Kuntala alias Ririn

Memory…

Waktu 1st time ke Riffa’s home… uh seru! Gua bisa lihat kucing, monyet, ayam, anjing, tukang bakso dll… Soalnya waktu gua tinggal di Istana di Holland gua nggak pernah liat yang seperti itu.

Terus Riffa itu…

  • Baik banget, care and smart
  • Always give me solution about agama
  • Suka minjemin majalah dan komik (sayangnya harus pake syarat: NGGAK boleh lecek, dilipet, basah, dsb…)
  • Manis, putih dan berwibawa (ceu ileh…)

Sayadi

Riiffa itu orangnya tinggi, lucu, sering nagih duit. Pinter banget Bahasa Inggris (kalau lagi UAN gw nyontek ya!).

Dedi Maulana

Riffa itu:

  • Tampangnya judes des pedes
  • Bahasa Inggrisnya sip deh
  • Klo ngomong kadang pernah nyakitin
  • Puisinya bagus juga, walaupun gw nggak ngerti
  • Posturnya “cukup” tinggi
  • Pink-nya nggak pernah ketinggalan
  • Suka nolong gw
  • Boros kali ya
  • Nulis melulu

Muh. Yani

Riffa, When life gives you a thousand reason to cry, show that you have a million and one reason to smile. Keep smiling and enjoy your life no matter how hard it may seem.

Krista… yang menyebut dirinya sebagai Miss Chuby Sos 5

Positive and Negative:

  • Pinter, apa lagi English-nya okeh banget
  • Tinggi banget kayak pohon bamboo
  • Cakep sich!
  • Kayak peramal, semuanya serba tahu!
  • Kalo ketawa… mukanya lucu banget!
  • Cepet panik
  • Cepet marah
  • Bentar2 ngaca melulu

Triana

Riffa is… cool, confident, good in English, sweety, noisy, smart, pretty.

Dan pastinya, cerewet banget kalo nagihin uang kas! Money, money, money!

Heni

Riffa itu orangnya…

  • Baek
  • Smart
  • Kaya’ tiang listrik
  • Cas-cis-cusnya jago
  • Punya ide2 yg ok banget!
  • Cocok jadi penceramah
  • Ga jelas kalo lagi suka ma cowo;’
  • Maniez
  • Anaknya asyik dan seru
  • Panikan, darah tinggian…
  • Rada centil.

Eki

Memory tentang Chiriffa

  • Waktu ke rumah Riffa di Anyer asyik banget, seru, gokil. Waktu itu gw sempet mecahin gelas (sorry tante) terus malemnya kita nyanyi dipandu Saldi yang suaranya serek-serek becek buat bokapnya Riffa yang lagi ultah (happy birthday om!). Setiap pagi kita ke pantai, bermain ombak, ngumpulin kerang, main PS sama adek2 lo, main bola sampe sandal gw putus terus bikin acara nominasi “Yang Ter…” Pokoknya gila-gilaan! Rumahnya emang kecil, tapi gw justru ngerasa luas (bener lho) karena kebersamaa kita semua.
  • Gw seneng main ke rumahnya Riffa soalnya banyak makanan, hehe…
  • Waktu elo ultah 17, gw nyanyiin lagunya SID. Btw, adeklo yang cantik itu liat gw nyanyi nggak ya? Hehe…

Lalu beberapa hari menjelang kelulusan, diary itu gue akhiri dengan tulisan berikut ini:

Ternyata hidup itu memang complicated. Kadang2, apa yg gue lihat ‘baik’, justru jadi bumerang buat gue. Sebaliknya, sesuatu yg tampak ‘buruk’ malah membawa kebaikan dan kekuatan u/ gue. So… gue jadi sadar, gue masih harus banyak belajar. Mungkin, gue harus menghapus & mengoreksi cara pandang gue bahwa gue udah cukup peka dan dewasa. Intinya, gue harus terus memperbaiki diri.

Gue tahu itu nggak gampang. Tapi berkat tulisan2 luar biasa dalam buku ini, gue jadi tahu dari mana gue harus mulai melangkah. Karena kini, mata gue jadi terbuka lebih lebar plus lebih mengenali diri gue sendiri. Seenggaknya, gue jadi bisa memilah mana yg harus gue pertahankan & mana yg harus gue rubah.

Semua ini enggak lepas dari kejujuran teman2 semua ttg diri gue yg sebenar2nya. Nggak ada istilah sakit hati kalau itu memang suatu fakta.Jadi, gue ucapkan thanks sebesar-besarnya. Thanks juga udah mengingat semua memori tenntang kita semasa SMA.

Mungkin, elo semua enggak akan pernah membaca tulisan ini. Tetapi, doa gue akan selalu menyertai teman-teman semua yang sangat gue banggakan dan akan selalu gue kenang. Harapan gue, kalau suatu saat kita bertemu lagi, kita sudah mempunyai sesuatu yang bisa kita banggakan nanti.

Ok, ini aja dari gue… Terakhir tapi bukan yg paling akhir, “KITA ADALAH SAHABAT.”

Love – Riffa Syarifah Sancati.

India Versus Jawa

Hari ini, ada satu lagi kejadian dodol yang gue alami.

Ceritanya hari ini gue, Mbak Del, Kak Monyk, dan Alex balik lagi ke klien kita yang di Cibitung. Lalu tadi, sementara gue, Del, dan Monyk lagi bikin working paper di lantai satu, si Alex ditugasin buat nagih data ke ruangan manajer dan asisten manajer di lantai dua.

Belasan menit sudah berlalu tapi Alex belum juga balik dari lantai dua. Tiba-tiba, dia malah nelepon Mbak Del pake hp-nya. Tapi entah kenapa, Mbak Del kelihatan bingung sama omongannya Alex. Akhirnya, karena dia enggak ngerti si Alex ngomong apaan, Mbak Del minta gue buat gantian ngomong sama si Alex.

“Hallo, Lex, ada apa?”

“Bla bla bla… rampung iki?”

Lho, si Alex kenapa ngomong pake bahasa Jawa. “Lex… ini Riffa, kenapa lo ngomong pake bahasa Jawa?”

“Iya, tau… bla bla bla…” dia ngomong Jawa lagi.

“Hei, I don’t understand you. What’s wrong?”

Bukannya jawab, Alex malah ngomong entah apa dan akhirnya telepon itu dia tutup begitu aja.

Lalu kata Monyk, mungkin si Djong pengen nyampein sesuatu yang rahasia sehingga terpaksa ngomong bahasa Jawa. Soalnya, kalo ngomong pake bahasa Inggris atau bahasa Indonesia takutnya kedengeran sama dua klien kita yang dua-duanya orang India asli itu. Akhirnya, gue pun diminta naik ke lantai 2 buat menemui Alex.

Pas sampe di atas…

“Lex, elo tadi kenapa sih?” tanya gue begitu Alex keluar dari ruangan si orang India.

Si Alex malah ketawa-tawa. “Tadi tuh gue sengaja ngomong Jawa. Abisnya gue sebel, dari tadi mereka berdua ngomong pake bahasa India melulu! Jadi ya gue bales aja ngomong sama elo pake bahasa Jawa biar gantian mereka yang bingung, hahahaha…”

Fuh… beginilah akibatnya kalo punya temen sekantor yang super aneh, hehe…

Les English Ala Gue, Enam Tahun Yang Lalu…

Tiba-tiba aja, gue kepingin nulis sesuatu tentang masa SMA gue. Bukan soal cowok, gue udah bosen ngebahas soal cowok-cowok itu… Toh kenangan masa remaja itu enggak melulu soal cowok kan?

Memori ini muncul kembali gara-gara ada temen sekelas 2-1 yang kirim comment begini ke Facebook gue, “Riffa… kita les Bahasa Inggris lagi yuk!”

Jadi sekitar enam tahun yang lalu, gue pernah bikin belajar Bahasa Inggris bareng seminggu sekali di rumah gue. Nah, dari acara belajar bareng itu, setidaknya ada 3 hal yang masih gue ingat sampai sekarang…

Kenangan Pertama

Sore itu gue lagi ngoreksi hasil pekerjaan teman-teman gue. Jadi ceritanya, gue bacakan sebuah kalimat dalam Bahasa Indonesia, kemudian mereka harus langsung menulis terjemahannya di dalam buku masing-masing. Awalnya, beberapa orang dari mereka masih menjawab benar. Begini kira-kira jawaban mereka waktu itu…

This is my house.

I have three sisters.

There is one student.

Lalu ada jawaban yang bikin gue bingung, tulisannya begini…

There are four tails chickens.

Nah, gue jadi bingung… Emang sejak kapan ayam punya buntut? Perasaan gue nggak ada bikin pertanyaan tentang buntut deh… Lalu pas gue cek lagi, ya ampun… ternyata dia bermaksud untuk nerjemahin: ada empat EKOR ayam!

Seisi ruangan pun jadi ketawa gara-gara kejadian itu.

Kenangan Ke Dua

Setelah acara belajar selesai, salah satu teman dengan inisial WR langsung duduk di atas bangku teras rumah gue buat pake sepatu. Lalu pas dia bangun, anak-anak yang lain pada heboh, “WR… itu rok belakang elo kena apaan?”

Awalnya gue pikir, paling juga dia dapet M terus tembus… Tapi nggak taunya… “Ya ampun WR… elo ngedudukin tai kotok!”

Oh my God… sumpah gue malu banget bisa-bisanya ada pup ayam di bangku teras rumah gue! Sejak itu gue ngotot bilang sama nyokap buat motong atau jual semua ayam yang dipelihara di pekarangan rumah. Awalnya nyokap menolak, tapi waktu flu burung mulai ngetren akhirnya nyokap gue menyingkirkan ayam-ayam itu tanpa perlu diminta lagi. Fiuh… lega…

Kenangan Ke Tiga

Waktu itu kita lagi belajar perbendaharaan kata sifat. Gue pun meminta mereka untuk menulis sifat dari teman-teman di ruangan itu. Dan tau nggak sih… hampir dari mereka semua menggambarkan gue dengan sifat VAIN alias doyan ngaca! Haha… nggak sangka ada banyak orang yang merhatiin kalo gue suka ngaca di dalam kelas, hehe.

See? Kenangan indah yang bisa bikin senyum-senyum sendiri itu enggak melulu soal gebetan lho. Hmm, jadi kepengen nulis lebih banyak tentang temen-temen SMA gue! Nanti ah gue mau buka diary jaman SMA sama diary kenangan yang ditulis temen-temen gue (tau kan… buku diary yang diedarkan untuk diisi-isi sama orang lain?). Nanti bakalan gue sharing di blog ini tulisan apa aja yang gue temukan dalam buku-buku itu!

Ok, nantikan tulisan gue selanjutnya 🙂

My Best Friend’s Wedding

Satu minggu yang lalu, entah untuk yang ke berapa kalinya, gue nonton film My Best Friend’s Wedding yang dibintangi Julia Robert. Film ini bercerita tentang seorang cewek yang ditinggal married sama sahabat cowok yang diam-diam dicintainya. Meski nggak ada statement secara eksplisit, tapi gue yakin kalo cowok ini juga pernah dan masih menyimpan perasaan khusus sama sahabat ceweknya itu. Malah, satu hari sebelum pernikahannya dengan perempuan lain, si cowok bilang begini sama sahabatnya itu, “You are the woman of my life.”

Enggak tau kenapa, gue selalu menyimpan minat khusus terhadap film tentang persahabatan antara cewek dan cowok. Mulai dari Kuch-Kuch Hota Hei, My Best Friend’s Wedding sampai yang paling baru Maid of Honor. Kenapa begitu? Mungkin karena gue termasuk orang yang gampang bertemen deket sama cowok kali ya… Lalu gimana akhir hubungan gue sama temen-temen cowok itu?

  1. Dia ngejauhin gue karena ngerasa bertepuk sebelah tangan;
  2. Dia ngejauhin gue karena dia tau gue cuma bertepuk sebelah tangan;
  3. Gue ngejauhin dia karena ngerasa bertepuk sebelah tangan; atau
  4. Gue ngejauhin dia karena tau dia cuma bertepuk sebelah tangan.

See? Nggak pernah ada yang happy ending dalam friendship gue dengan para kaum cowok…

Untuk alasan nomor 3 dan 4, gue punya argumentasi tersendiri. Untuk yang nomor 3, rasanya wajar kalo gue lebih milih menghindar dari orang yang bikin gue bertepuk sebelah tangan. Gue pengen bisa move on, dan pastinya hal itu akan sulit dilakukan kalo gue masih aja denger suara dia atau ngeliat muka dia setiap harinya. Untuk alasan yang nomor 4, gue cuma nggak mau ngasih harapan palsu sama temen cowok gue itu. Gue ini tipikal cewek yang sejak pertama kenal seorang cowok, gue bakalan langsung tahu apakah dia termasuk cowok yang mungkin atau enggak akan mungkin gue sukai. Jadi daripada dia buang-buang waktu, mendingan gue menghindar dari dia kan?

Herannya, biar udah sering terjadi berulang-ulang, gue masih aja enggak kapok temenan deket sama cowok-cowok. Bagi gue, berteman sama mereka itu semacam variasi hidup. Selalu ada kebahagiaan tersendiri saat menghabiskan waktu dengan sahabat cowok. Hanya saja sayangnya, saat pertemanan itu udah bawa-bawa urusan hati, pilihannya cuma dua: take it OR leave it.

Jadi boleh dibilang, gue nggak percaya bahwa cewek dan cowok bisa bersahabat tanpa melibatkan perasaan sama sekali. Jangan lupa bahwa kebersamaan dan rasa nyaman bisa menimbulkan rasa cinta. Jadi daripada terombang-ambing antara cinta atau persahabatan, lebih baik cepat diputuskan saja; mau dibawa ke mana hubungan pertemanan itu? Karena kalau tidak begitu, jangan aja nasib kita jadi kayak Julia Roberts yang memohon-mohon sama sang sahabat untuk membatalkan pernikahannya… Atau sebaliknya, bukan mustahil di masa yang akan datang gue membatalkan pernikahan gue dan merelakan uang puluhan juta rupiah melayang begitu saja hanya gara-gara sang best friend yang datang untuk mengagalkan pernikahan itu… (sama kayak cerita film Maid of Honor itu lho…).

Memang benar bahwa mengubah status dari sahabat menjadi pacar akan memorakporandakan segalanya begitu hubungan asmara itu putus di tengah jalan. Tapi menurut gue, yang namanya cewek dan cowok itu emang nggak akan bisa bersahabat erat untuk selama-lamanya. Karena saat kita sudah berumah tangga nanti, kita pasti dituntut untuk membatasi interaksi dengan lawan jenis selain suami dan keluarga kita kan? Jadi kalau toh ujung-ujungnya bakalan sama, apa salahnya untuk dicoba berpacaran dengan sahabat sendiri?

Tapi pasti akan lain ceritanya kalau cinta dalam persahabatan itu adalah cinta yang tidak terbalas. Ada beberapa situasi yang membuat hubungan percintaan menjadi sulit untuk diwujudkan. Misalnya, salah satu pihak ada yang sudah berpasangan dengan orang lain. Kalau sudah begitu, menurut pengalaman gue, sebaiknya kita pergi meninggalkan sahabat kita itu.

Apabila kasusnya kita bersahabat dengan pacar orang lain, saran gue jangan sampai keberadaan kita menjadi duri dalam daging bagi hubungan sahabat dengan pasangannya. Selain itu menurut gue, mempertahankan hubungan seperti ini hanya akan buang-buang waktu. Ok sekarang mereka statusnya masih pacaran sehingga kita bisa menyimpan harapan suatu hari mereka bisa saja putus. Tapi gimana kalo hubungan mereka lanjut terus sampai jenjang pernikahan? Masa’ iya kita masih mau ngarep suatu saat mereka akan bercerai? Lagipula akan sulit buat kita mencari gebetan baru apabila kita masih menyimpan rasa suka sama seseorang yang masih berada sangat dekat dari jangkauan kita. Nah, kalau sudah begitu, ujung-ujungnya kita yang rugi terus menjomblo sementara dia udah berbahagia dengan pasangannya sendiri.

Atau gimana kalo sebaliknya; justru kita berada dalam posisi yang sudah punya status in a relationship? Ini juga sama saja… Kasihan sahabat kita kalau terus menerus menyaksikan kebahagiaan kita sama orang lain. Kalau kita memang tidak berniat menjadikan dia pasangan sedangkan kita tahu betul seberapa besarnya cinta dia sama kita, maka lebih baik relakan dia pergi jauh dari hidup kita. Jangan egois dengan tetap ingin memilikinya sebagai teman curhat. Dia berhak hidup bahagia dengan orang yang mencintai dia lebih dari sekedar teman biasa. Jangan juga nekat berteman terlalu intim dengan lawan jenis saat kita sudah berpasangan dengan orang lain. Jangan sampe sahabat yang kita sayangi itu justru dihina-dina sebagai tukang rebut pacar orang lain.

Gue ngerti banget gimana enggak enaknya harus ninggalin sahabat yang udah deket banget sama kita. Mungkin reaksi seperti itu kesannya lebay, terlalu didramatisir dsb, tapi percaya deh, mengorbankan hati dengan melihat si sahabat berbahagia dengan orang lain itu jauh lebih menyakitkan daripada berusaha melupakan dan melepas dia pergi.  Jadi nggak usah takut mengakhiri persahabatan yang sudah ternoda oleh cinta yang bertepuk sebelah tangan. Lagipula gue percaya bahwa pada prinsipnya, bila memang jodoh pasti ujung-ujungnya akan kembali kepada kita lagi. Lalu sampai saat itu tiba, cobalah nikmati hidup kita tanpa dia, hingga nanti kita menemukan jawaban apakah dia yang akan menggandeng tangan kita untuk menjalani hidup ini bersama-sama…

Yippie… Bakalan Ada Reuni SMA Nih!

Waktu lagi enak-enaknya tidur siang, GSM gue berdering singkat; ada SMS masuk. SMS dari deretan nomor yang enggak gue kenal. Oh… ternyata dari Yudha, temen SMA gue. Bakalan ada reuni SMA rupanya… And as always, gue diminta ikut bantu-bantu menyebarkan informasi soal reuni itu.

Ya secara gue itu Miss-hobi-bikin-reuni ya gue sih ok-ok aja ngurusin reuni lagi. Gue pun balas SMS itu yang intinya ok, apa aja yang bisa gue bantu? Baru setelah benar-benar sadar dari tidur gue kaget sendiri dengan janji untuk membantu itu. Emang sih… tugas gue cuma ngasih tau anak-anak Sos 5 doang. Tapi masalahnya gue kan nggak punya nomor hp mereka SEMUA?

Dulu gue emang pernah bikin daftar nama lengkap sama alamat, nomor telepon, dan nomor hp anak-anak Simponi (nama lain untuk Sos 5 angkatan 2004). Bahkan saking lengkapnya, ada juga nomor hp beberapa orang tua murid, hehe. Tapi hello… four years has passed us by dan gue udah lupa gue simpen di mana daftar biodata temen-temen gue itu… Lebih gawatnya lagi, semenjak ganti hp dan ganti nomor hp di saat yang bersamaan, banyak nomor temen-temen gue yang ketinggalan di hp atau di nomor hp yang lama itu! Fs dan Fb juga nggak banyak membantu karena nggak banyak pula anak Simponi yang punya account di sana…

Ya sudah, berarti akhir minggu depan gue harus usahain pulang ke rumah dan mencari daftar biodata tersebut… Terus abis itu, gue kebut SMS/teleponin semua temen-temen di akhir pekan supaya gue nggak mesti ngurusin reuni di jam kerja (baca: jam kerja gue belakangan ini mulai dari jam 9 sampe jam 11 atau 12 malam, hehe). Jadi buat teman-teman yang baca blog ini, nanti bantu sebarin informasi yaa! Atau kalo ada yang punya info terbaru soal reuni itu, jangan lupa kabarin gue ok!

Serangan Virus Dodol

  

Kemaren sore sekitar jam 5, temen cowok gue (sebut aja BN) tiba-tiba nelepon ke XL gue. Hmm… ada apa gerangan? Udah sekitar tiga mingguan si BN nggak nelepon gue dengan alasan bokek nggak punya pulsa. Dan yang mengherankan, kenapa dia nelepon dari XL ke XL? Biasanya kita teleponan dari Esia ke Esia, supaya lebih murah… Ah, pasti ada urusan urgent nih.

Tapi ternyata, pas gue tanya ngepain nelepon, dia cuma bilang gara-gara kangen… Katanya nomor Esia dia angus makanya telepon pake XL. Hmm, kalo sampe nelepon pake GSM tandanya emang dia lagi beneran kangen. Maklumlah, gue kan orangnya emang ngangenin, hehe.

Kurang lebih begini isi obrolan kita kemaren sore…

”Oh iya, gue mau cerita,” kata BN. ”Semalem gue mimpiin elo.”

”Oh ya?” Dalam hati gue mulai bertanya-tanya. Mimpi cowok itu kan biasanya suka nggak beres! Apalagi si BN kan orangnya ganjen…

”Iya… gue ngimpi dateng ke kosan lo. Terus gue masuk ke kamarlo…”

Tuh kan… Gue diam aja, nunggu kelanjutan ceritanya…

”Nah, di dalem kamar itu gue ngeliat elo nggak pake jilbab.”

”Hah?”

”Di mimpi gue liat rambutlo pendek banget. Terus di sebelah elo ada adek ceweklo, tapi kalo adeklo itu tetep pake jilbab.”

Hmm, kayaknya gue salah menduga. Gaya bicara dia sama sekali nggak mengarah ke hal-hal yang nggak beres… Udah gitu pake acara nongol adek gue segala!

“Nah, pas masuk kamarlo itu, gue langsung nanya sama elo, ‘Apa gue perlu keluar dulu ya?’ Terus malah adeklo yang jawab; dia bilang iya, keluar aja dulu… Kira-kira itu mimpi artinya apa ya, Fa?”

Haha, ternyata mimpinya gitu doang! Kayaknya otak gue udah terserang virus dodol nih! ”Hehe… mana gue tau… Eh, tapi hati-hati kalo mimpiin cewek.”

”Emang kenapa?”

”Soalnya bisa-bisa pas bangun elo jadi kangen sama orangnya!”

Si BN malah ketawa. ”Iya… makanya orangnya langsung gue telepon, hehe.”

Dasar gombaaallll!!!

Well… terkadang gue ngerasa bercandaan ala gue dan BN itu agak-agak ’berbahaya’. Makanya gue suka sewot kalo si BN udah kelewat gombal. Bisa turun hujan-badai tujuh hari tujuh malam kalo kita berdua melanggar garis-garis persahabatan… Tapi kalo dipikir-pikir lagi, seringkali justru kegombalan itu yang bikin pertemanan kita jadi makin seru! Jadi ya sudahlah, dinikmati saja… Kalo bukan sama si BN, sama siapa lagi? Nggak mungkin dong gue bercanda gombal begitu sama temen-temen cewek gue???

Makanya bener juga kata si BN, ”Flirting itu nggak dosa, yang penting enggak ada sentuhan fisik. Kalopun ada pastikan atas ijin, hehe…”

Huahhh… otak gue emang udah terkontaminasi virus dodol!