Disadari atau Tidak, Online Media Bisa Membuat Kita Menjadi (Lebih) Nyinyir

Akhir-akhir ini, sedang ngetren istilah “julid”. Menurut staf gue yang masih baru lulus kuliah, julid itu artinya nyinyir (satu lagi istilah yang juga sedang naik daun akhir-akhir ini). Kemudian tadi pagi, gue menemukan video yang mengatakan, “Online media dapat membuat kita mengatakan hal-hal yang tidak akan kita ucapkan langsung kepada orang yang duduk semeja dengan kita.”

And I find it so true!

Awalnya gue pikir, budaya nyinyir di online media (mulai dari social media hingga news portal) itu hanya sering terjadi di Indonesia saja. Tapi ternyata, di negara-negara maju juga keadaannya enggak jauh berbeda! Bule-bule di LinkedIn gue juga seringkali meninggalkan comments yang isinya bikin geleng-geleng kepala.

Nah, balik lagi pertanyaannya… akankah kita mengucapkan hal yang sama tajamnya langsung kepada orang di depan kita?

Gue pribadi fortunately bukan tipe orang yang cuma berani di dunia maya saja. Apapun yang gue tulis di dunia maya juga bisa gue utarakan langsung di dunia nyata. Meski begitu, gue tetap sependapat bahwa kenyataannya, ada begitu banyak orang di sekitar kita yang bisa berubah menjadi lebih lancang di online media.

Kenapa bisa demikian?

Seperti yang pernah gue tulis sebelumnya, seringkali kita lupa bahwa orang yang kita sakiti di dunia maya adalah orang yang juga punya perasaan di dunia nyata. Itu kemungkinan pertama.

Kemungkinan ke dua, online media telah “berhasil” memunculkan sifat asli yang kita sembunyikan di kehidupan nyata sehari-harinya. Jika benar begitu, maka kita sepatutnya khawatir. Jelas bukan pertanda baik jika sifat asli kita betulan kental dengan kebencian yang membabi buta.

Kemungkinan ke tiga, yang ini sederhana saja: kita cuma pengecut yang hanya berani berkomentar di dunia maya saja 😉

Tidak ada yang salah dari menyuarakan pendapat, terutama jika niat dan muatannya positif. Akan tetapi, hal yang paling baik sekalipun akan tetap bisa menjadi suatu hal yang sangat salah jika dilakukan dengan cara yang juga salah. Jangan sampai kita kehilangan teman, keluarga, atau bisa juga, kehilangan kesempatan kerja, hanya karena sesuatu yang kita tulis di dunia maya.

Ingat selalu bahwa sekali kita menaruh sesuatu di online media, maka hal itu akan selalu ada di dunia maya, selama-lamanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s