Ciri-ciri Netijen Zaman Now

Akhir-akhir ini, konotasi kata “netizen” jadi semakin dan semakin negatif. Yang terlintas di benak gue saat mendengar kata “netizen”:

  1. Orang yang isi tulisannya di media online sangat sinis, nyinyir tingkat berat, emosional, berapi-api, dan provokatif;
  2. Orang yang asal berkomentar sebelum membaca isi tulisan yang dia komentari dengan baik dan sampai habis. Kadang, langsung komentar setelah baca satu baris judul saja, hehehehe;
  3. Asal komentar tanpa ada proper research. Merasa tahu segalanya sehingga mudah sekali langsung menghakimi tanpa mau repot-repot mengecek kebenaran dari isi tulisan yang dia komentari;
  4. Komentarnya tajam tapi tidak berbobot, tidak bermanfaat, atau dalam konteks tertentu, tidak menjawab pertanyaan yang diajukan. Gue sampai berpikiran; jangan pernah mengajukan pertanyaan di media online jika tidak siap menerima jawaban negatif (yang tentunya sangat tidak membantu) dari para netijen;
  5. Menulis tanpa menggunakan logika. Terlalu terbawa perasaan sampai tanpa mereka sadari, mereka hanya sedang mempermalukan diri mereka sendiri;
  6. Senang posting sesuatu di social media hanya untuk menyindir atau merusak kebahagiaan orang lain;
  7. Senang menyebar hoax asalkan isi hoax itu matching dengan isi pikirannya. Ada yang memang sengaja menyebar hoax, ada juga yang tidak sengaja… mereka asal sharing tanpa mengecek kebenarannya;
  8. Senang mem-bully secara massal. Satu pem-bully akan cepat disusul dengan pem-bully lainnya. Hanya karena satu orang kebetulan berkomentar sama dengan isi pikirannya, langsung bablas ikutan menimpali. Sekali lagi, tanpa mengecek dulu kebenarannya;
  9. Sibuk menuduh pihak lawan “tidak punya etika” dengan cara yang juga sama tidak etisnya (gue sampe suka heran… apa mereka nggak malu kalau sampai dibaca oleh kenalan mereka di social media ybs?); dan
  10. Mudah terpancing fake accounts yang sengaja dibuat oleh provokator atau bahkan terpancing emosi saat membaca komentar dari anak kecil yang bisa jadi belum lulus SMP, hehehehe.

10 Makanan Kesukaan

Kemarin siang, teman sekantor gue tanya, “Elo kalo makan nggak pernah habis ya, Fa?”

Gue jawab, “Habis cuma kalo enak buat gue aja. Cuma ada sedikit makanan yang pasti gue makan sampe habis.”

Berikut ini daftar makanannya!

Gudeng Kandjeng, Blok M

Menurut gue, ini gudeg paling enak di Jakarta. Gudegnya lembut, rasa pedas di kreceknya pas, dan kuah opornya enak banget! Mesti cobain buat pencinta nasi gudeg.

Soto Ayam Santan Pak Ace, Blok M Square

Ini menu soto paling enak yang pernah gue coba. Kuah santannya itu lho… gurih banget! Potongan ayamnya juga halus sehingga kuah santannya meresap sampai ke dalam daging ayamnya. Bikin ketagihan!

Mie Ayam Pangsit Dondon, Blok M Square

Gue ini pencinta mie ayam kampung yang kuah mie-nya berminyak banget itu, hehehehe. Gue malah enggak suka mie ayam modern yang banyak dijual di shopping malls jaman sekarang. Makanya mie ayam Dondon ini cocok banget buat selera gue! Pangsit mereka juga cocok buat dimakan bareng sama mie ayamnya. Definitely the best noodle in town!

Salted Egg Chicken Rice, Eatlah & Sec Bowl

Gue jadi mulai senang makan segala sesuatu yang berbau salted eggs itu sejak pertama kali cobain Eatlah. Kalau sedang bosan dengan Eatlah, gue pesan menu yang sama ke Sec Bowl (sama-sama ada telur mata sapinya juga). Dua-duanya punya rasa khasnya masing-masing dan susah untuk dibandingkan mana yang rasanya lebih enak buat gue. I like them both equally!

Tori Kurozu, Ootoya

Nah, kalau yang satu ini harganya agak premium nih. Gue biasanya pesan menu yang satu set dengan salad dan miso soup. Rasa ayamnya agak asam sebenarnya, tapi gue malah suka banget! Saking sukanya sama menu ini, gue sampe suka sekalian makan potongan sayur yang dimasak bareng sama ayamnya itu (padahal gue ini paling anti makan sayur!).

Gulai Tunjang, Marco Padang

Ini juga harganya termasuk agak mahal, terutama buat ukuran masakan Padang. Porsinya juga kecil tapi kebetulan porsi makan gue juga toh relatif kecil. Gue suka pesan menu yang sepaket dengan sayur dan telur dadar (ini juga potongan telurnya bener-bener kecil banget). Kelebihan tunjangnya Marco itu empuk banget, sudah diiris kecil-kecil, dan bumbunya meresap sampai ke dalam. Rasanya tidak terlalu pedas sehingga malah cocok banget buat selera gue.

Restoran Padang Sederhana SA

Tiap kali makan di Sederhana, gue pasti makan sampai habis. Gue suka kikilnya, telur dadarnya, ayam gorengnya! Sekedar kerupuk kulit dikasih kuah gulai juga rasanya sudah enak! Oh ya, gue sukanya cuma restoran Sederhana yang belakangnya “SA” ya. It’s the best of the best!

Beef Yakiniku, Yoshinoya

Kalau pesan menu ini di Yoshinoya, gue pasti pesan sekalian extra bayam dan egg mayo. Rasa daging sapi, bayam, dan egg mayo ini saling melengkapi kalo menurut gue. Kalau lagi lapar banget, gue bisa sekalian pesan ukuran large! The best fast food ever deh pokoknya!

Chinese Food, Ta Wan

Ada banyak banget menu kesukaan gue di Ta Wan. Kepitingnya, ikan dorinya, macam-macam menu tahunya! Semua yang pernah gue pesan di Ta Wan enggak pernah mengecewakan deh pokoknya. Tiap kali ke mall dan bingung mau makan apa, Ta Wan solusinya!

Dim Sum, Dim Sum Inc & Pao Pao

Pertama kali datang ke Pao Pao, gue kaget banget. Katanya restoran dim sum tapi kok kalo malam berubah jadi tempat dugem? Hehehe. Tapi dim sum-nya enak banget! Sejak itu gue lebih pilih pesan via Go-Food aja. Ada juga Dim Sum Inc yang enak banget mayonnaise-nya! Jadi banyak makan dim sum-nya cuma karena suka makan mayonya aja, hehehehe.