A journey to remember

My Kind of Make-up of the Day!

Posted on: May 1, 2017

img_4598Gue bukan tipe orang yang senang pakai make-up tebal. Gue enggak mau sampai terlihat asing hanya karena make-up yang gue pakai di wajah gue ini. Dan sesekali, gue ingin menulis make-up of the day ala gue! Semoga bermanfaat!

Liquid Foundation: Lancome Mat Miracle no. 03

Wajah berminyak seperti gue jelas tidak cocok dengan dewy look make-up ala artis Korea. Itu sebabnya gue lebih memilih matte make-up untuk wajah dan bibir gue ini! Pori-pori wajah tertutup dengan baik dan bebas kilap juga!

Oh ya, untuk hasil make-up yang lebih sempurna, jangan lupa pakai Beauty Blender yang sudah dibasahkan. Pemakaian Beauty Blender emang boros foundation banget sih, tapi hasilnya worth it kok. Bedak jadi terlihat merata, lebih halus, dan tidak cakey.

Untuk hasil foto di blog gue ini, gue pakai foundation sampai 4 kali pump untuk satu putaran (sampai ke wajah hanya setengahnya karena terserap ke dalam Beauty Blender). Gue pakai foundation 2 putaran untuk hasil yang lebih sempurna.

Cara pakainya, taruh langsung 4 pump di punggung tangan, lalu ambil foundation menggunakan Beauty Blender yang sudah dibasahkan dan diperas sampai habis airnya, baru kemudian tepuk-tepuk Beauty Blender di wajah dan ratakan sampai ke sudut-sudut wajah. Gunakan ujung runcing Beauty Blender untuk daerah yang menyempit seperti ujung mata dan lekuk bibir. Ulangi satu kali lagi sampai habis semua foundation di tangan kita itu.

Concealer: Too Faced Perfect Nude

Setelah foundation, gue pakai sedikit concealer untuk menutupi dua noda bekas jerawat di pipi kiri gue. Ambil sedikit dengan ujung jari telunjuk lalu tepuk-tepuk di atas kulit yang bernoda. Jika masih tampak kurang, ambil bedak padat menggunakan ujung cotton bud dan baurkan bedak padat itu hanya ke noda yang membandel. Jika masih kurang juga, ulangi aplikasi concealer, ulangi aplikasi bedak padat, terus diulangi sampai mendapatkan coverage yang diinginkan.

Setelah selesai, ambil cotton bud yang masih bersih untuk meratakan warna kulit di sekitar noda yang baru saja jika tutupi. Jangan sampai terlihat jelas ada bedak yang menumpuk di satu area wajah tersebut.

Pressed powder: MAC Lightful

Pastikan kita sudah memberi jeda waktu minimal 5 menit setelah aplikasi foundation sebelum melanjutkan dengan bedak padat. Ambil bedak padat secukupnya saja, tepuk-tepuk ke wajah, atau boleh juga diusap menggunakan spons asalkan jangan ditarik terlalu jauh (misalnya, jangan mengusap spons dari hidung langsung ke ujung wajah dekat telinga). Perhatikan daerah sekitar mulut dan hidung untuk memastikan tidak ada bedak yang tampak cakey. Baurkan sedikit bedak dengan lembut untuk memperbaiki area yang tampak cakey itu (jika ada).

Eyeshadow: MAC dark brown

Gue paling suka pakai eyeshadow warna cokelat tua. Tipe warna yang membuat mata gue tampak lebih bersinar tapi tetap tampak natural. Biasanya, gue pakai eyeshadow sekitar 5-10 kali ambil. Semakin tebal bedak yang gue pakai, semakin tebal juga eyeshadow-nya. Biasanya, gue pakai eyeshadow dua putaran. Pertama untuk mengisi bagian dalam kelopak mata, ke dua untuk meratakan dan merapikan baurannya. Pastikan eyeshadow kita ini perlahan menipis ke bagian luar kelopak mata. Gunakan bantuan cotton bud untuk merapikan bagian pinggir agar tampak membingkai mata secara sempurna.

Oh ya, setelah selesai pakai eyeshadow, coba melangkah ke bawah sinar matahari dan pastikan tidak ada bubur eyeshadow yang berceceran di wajah kita. Jika ada, bersihkan pakai cotton buds, caranya cukup diambil secara perlahan saja. Setelah bersih, tepuk-tepuk wajah kita dengan bedak padat supaya wajah kita tidak terlihat belang.

Eyeliner: L’oreal Super Liner black

Eyeliner berbentuk spidol ini bukan hanya mudah digunakan, tapi juga memberikan hasil akhir yang memuaskan! Ketebalannya bisa disesuaikan dengan keinginan, bisa tipis, bisa juga sangat tebal tanpa terlihat menumpuk dan menggumpal.

Tips menggunakan eyeliner supaya tidak berantakan? Belajar menahan kedip! Eyeliner paling baik jika digunakan dalam satu tarikan dari ujung ke ujung (dan bukan tarikan pendek yang putus-putus secara berulang). Bentuk dulu garis bagian luar, supaya jika garisnya berantakan, jumlah eyeliner yang harus dibersihkan (pakai cotton bud yang sudah dicelup ke dalam eye make-up remover) masih tidak terlalu banyak. Setelah garis luar sudah beres, mengisi bagian dalam bisa selesai dengan jauh lebih cepat dan mudah (pastikan tidak ada satu titik pun yang tertinggal ya!). Pastikan juga ketebalan dan bentuk garis antara mata kanan dan mata kiri sudah sama tebal dan sama simetrisnya!

Satu tips lagi, spidol bekas eyeliner lama yang sudah mengering bisa digunakan sebagai alat bantu untuk merapihkan eyeliner yang baru saja jika poleskan. Gunakan spidol bekas ini untuk merapihkan garis luar eyeliner yang masih basah secara perlahan.

Mascara: Lancome Doll Eyes black

Jangan lupa gunakan penjepit bulu mata sebelum mengaplikasikan maskara. Tahan penjepit selama kurang lebih 10 detik kemudian langsung aplikasikan maskara secara perlahan. Pastikan sikat maskara kita sudah terbebas dari gumpalan (bisa coba dibersihkan dengan menepuk-nepuk gumpalan tissue ke permukaan sikat maskara). Gunakan maskara dari ujung ke ujung dengan ketebalan yang sama rata. Pisahkan bulu mata yang menempel (jika ada) dengan sisir khusus bulu mata.

Eyebrow definer: NYX black

Gue bukan tipe orang yang senang mewarnai alis sampai sangat tebal. Lagi-lagi, gue lebih suka yang natural saja. Cara pakainya mudah; tarik satu garis dari ujung ke ujung lalu ratakan dengan sikat khusus alis. Makin ke ujung, bentuknya harus makin meruncing. Rapihkan menggunakan cotton bud yang ditaburi bedak badat untuk merapihkan garis yang meleset atau untuk menghapus riasan alis yang dianggap terlalu tebal.

Lipstick: Clinique Chubby Stick Baby Tint no. 02 & YSL Rouge Pur Couture

Gue pakai Chubby Stick sebagai pelembab bibir, pilih warna yang nyaris transparan supaya tidak merusak warna lipstik yang akan gue gunakan setelahnya. Tips memakai lipstik; pastikan baurannya merata sampai ke bagian sudut bibir dan juga bibir bagian dalam. Pastikan pinggiran putih bibir tidak lagi tampak, dan coba bercermin sambil tersenyum lebar (senyum yang menampakkan gigi), lalu pastikan bahwa semua area bibir yang tampak di cermin dalam keadaan tersenyum lebar itu sudah tertutup lipstik dengan baik. Yang terakhir, jangan lupa untuk juga memastikan tidak ada lipstik yang menempel di gigi, hehehehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 962,959 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

I used to read a quote written by my former lecture saying that even a bad decision would always be much better than no decision at all. It reminded me of the decisions I put on hold and I asked myself, “What prevents me from making all those decisions?” I could instantly listed down many personal reasons that didn’t even sound good to myself. So there I made a couple of decisions; the good ones and the bad ones, and apparently it was so true: even bad decision was still better than no decision at all. First of all, it helped me to move on. I no longer waited for this and that; I made decisions and I started to make the actions. It also gave me a peace of mind knowing that I owed nothing to anyone, not even to myself. And most importantly, all those decisions made me learn, notably the bad ones. It’s not that I intentionally made a bad one, but well, how did I know my decision was bad until I gave it a try? Ever since the day I decided to stop putting my decisions on hold, my life felt a lot lighter and I have never been more proud of myself. Other people might not be happy with my decisions, but I only do what I’ve got to do and they can’t blame me for having courage to do the things they’re not willing to do. If it holds me back and nobody wants to make the call, then let me do the honor. It’s actually that simple, and again, it sets me free.
My biggest career goal is always running my own business. I have been an entrepreneur even since I was a seven years old. I was never hesitate everytime I saw an opportunity to earn some cash to buy toys and comic books. Graduating from college and starting my first corporate job has stopped me from doing my own business. I was too busy to do something else beside my main job. I tried to run a small jewelry business but then I got bored. I came to learn that if I want to start a business, I have to do something bigger. But of course, a bigger scale own business will also require a bigger effort! The comfort of corporate job made me decide to postpone starting a new business until at some point, it was no longer comforting to me. I still remember one night I went home feeling extremely upset with my boss and I just told myself, “I can’t do this forever. I can do much better than working for a jerk.” Right at that moment, I decided to start my biggest dream: starting my own business. Not so long after that, @thelenstory was born.
There is this one little secret about @thelenstory. There was one particular guy who made me fall deeper with photography. He was so talented he could make an old dirty lamp look beautifully glow in his pictures. I still remember that day on a boat, he took pictures of me and he smiled behind his lens. That kind of smile that made me feel the prettiest girl on earth. I didn’t know why but I just loved seeing this guy holding his camera. I even still loved it when he took pictures of me with his grumpy face! At the end of the day, The Lens Story is way more than just a girl who fell in love. The ups and downs, and all lifetime savings that I’ve spent have been the greatest leap of faith I’ve ever taken in my entire life. That one guy from my past was just a starting point. He was my inspiration, he made me believe that there were many hidden talents like him out there and I would be more than happy to help them start their professional career in photography. That was the very beginning story on how my start-up was born, and to me, that will always be one of my favorite stories to tell.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: