One Night in My Dream

 

Tiba-tiba gue teringat sama tulisan yang pernah gue buat beberapa bulan yang lalu, yang bercerita tentang isi mimpi gue satu malam sebelum itu. Boleh dibilang, mimpi itu pernah sangat mempengaruhi kehidupan gue berbulan-bulan yang lalu. Karena mimpi itu, gue membulatkan tekad untuk mengambil keputusan besar yang sebetulnya, mengambil keputusan itu sama dengan menelan sebuah pil pahit. Berikut isi dari mimpi yang istimewa itu …

 

Malam itu gue bermimpi lagi nonton film Korea yang bercerita tentang kehidupan gue. Tokoh gue diperanin sama artis Korea yang imut dan cantik banget. Terus kita sebut aja SCD si tokoh utama cowok yang dalam kehidupan nyata, dia itu temen cowok yang saat itu sedang dekat sama gue. Si SCD ini juga diperanin sama aktor Korea yang ganteng banget.

 

Jadi ceritanya gue dan SCD udah cukup lama berteman dekat. We are happy for being together. Akan tetapi, ada sesuatu yang bikin gue sama SCD mustahil buat bisa jadian. Awalnya gue coba nikmati apa adanya, tapi lama-lama gue mulai ngerasa capek sehingga mulai mempertanyakan masa depan hubungan gue dengan SCD. Dan yang bikin gue tambah kesel, kenapa keliatannya cuma gue yang pusing sendirian? Malah bisa-bisanya si SCD nyengir kuda di kala gue lagi cemberut memikirkan nasib.

 

Sampai suatu hari (mulai dari sini asli fiktif belaka) muncul seorang cowok ganteng, seorang eksekutif yang sukses di usia muda, yang tiba-tiba datang menghampiri gue. Nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba dia minta gue jadi pacarnya! Dia bilang pura-pura dulu juga enggak papa. Karena kaget, yang ada gue malah bengong dan nggak bisa ngomong apa-apa. Lalu… untuk membuktikan kalo kita berdua udah jadian, si cowok itu ceritanya nyium gue gitu… *Sumpah lho, ini cuma mimpi, gue cuma menceritakan ulang kejadian dalam mimpi gue itu, hehe…*

 

Gue tambah kaget dan dalam keadaan syok gue bertanya, kenapa bisa dia minta gue jadi pacarnya padahal dia kan baru aja kenal sama gue?

 

Terus eksmud ganteng itu bilang, sebenernya dulu gue udah pernah ketemu muka sama dia. Cuma masalahnya, waktu pertama ketemu itu gue lagi berduaan sama SCD, dan waktu itu si eksmud ganteng malah asyik ngobrol sama SCD sambil sesekali ngelirik ke arah gue. Jadi ceritanya, semenjak pertemuan pertama itulah si eksmud ganteng jadi suka memantau kehidupan gue sehari-hari… Sweet banget kan, hehe…

 

Lalu tiba-tiba, SCD panik ngelihat gue yang mulai terpesona sama eksmud yang ganteng itu. Setting film berubah jadi sebuah bandara yang keren banget (yang jelas bukan Bandara Soekarno-Hatta yang biasa banget itu:). Ceritanya si eksmud ganteng memberikan gue pilihan untuk ikut atau enggak ikut dia masuk ke dalam Gate. Waktu gue baru masuk beberapa langkah, SCD datang mengejar dan meminta gue untuk jangan pergi. Dia berdiri di luar Gate dengan tatapan yang penuh dengan penyesalan.

 

Gue pun semakin bingung… Tapi setelah gue pikir-pikir, gue tersentuh banget sama cara si eksmud ganteng yang selalu memperlakukan gue seperti seorang puteri. Dia juga keliatannya sayaaanng… banget sama gue. Jauh beda sama SCD yang suka enggak peka sama perasaan gue. Akhirnya gue membuat pilihan untuk ikut sama si eksmud ganteng masuk ke dalam Gate.

 

Layar berubah menjadi gelap, dan film itu diakhiri dengan sebuah kalimat, “Seringkali, kita harus belajar mencintai orang yang tidak kita duga.”

 

The end.

2 thoughts on “One Night in My Dream

  1. PNG says:

    Kebanyakan ntn BBF se. dibohongin oleh produser men. gak ada idup seindah itu. tp klo ada se boleh juga. heuheuheueheueh

    PS: Mari kita sambut Miyabi di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s