Bijaksanakah Menyebarluaskan Berita Orang yang Baru Pindah Agama?

Apa yang kita rasakan saat melihat orang dari agama lain berpindah memeluk agama yang juga kita yakini? Bangga, haru, tersentuh… Tapi bagaimana rasanya jika kita melihat kejadian yang sebaliknya? Seseorang dari agama kita berganti meyakini agama lainnya? Marah, kesal, kecewa?

Jika kita tidak suka melihat orang lain keluar dari agama kita, maka menurut gue, sebaiknya tidak perlu ikut menyebarluaskan berita, gambar, atau video orang lain yang baru saja memeluk agama kita. Jangan merusak tali persaudaraan antar agama dengan sesuatu yang tidak begitu jelas apa manfaatnya.

Berpindah agama, kenyataannya, tidak semudah yang terlihat di video 30 detik. Ada orang tua dan anggota keluarga lainnya yang merasa kecewa. Ada teman-teman dan tetangga yang memandangnya sebelah mata. Ada konflik batin yang luar biasa sebelum akhirnya seseorang memutuskan untuk mengganti sesuatu yang dia yakini bertahun-tahun lamanya. Dan umumnya, mereka tidak menyukai publikasi yang berlebihan. Kenapa? Karena mereka tidak mau menyakiti perasaan orang-orang dengan agama yang mereka tinggalkan… Jika mereka saja enggan untuk menyebarluaskan, kenapa malah kita yang lebih semangat untuk sharing sana-sini?

Jangan pernah berpikir bahwa siapa tahu, berita yang kita sebarkan itu akan “mengilhami” orang lain untuk ikut memeluk agama yang kita yakini kebenarannya. Berpindah keyakinan sama sekai tidak sesederhana itu! Keyakinan tidak datang dari sekadar berita pendek, keyakinan datang dari dalam diri sendiri. Dari pembelajaran yang bisa jadi sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya. Jadi sekali lagi, sebelum berbagi berita yang kontroversial seperti itu, tanya kembali pada diri kita sendiri… apa manfaatnya? Jika efek negatifnya lebih banyak dari manfaatnya, maka sebaiknya, jangan dilakukan.

Selain masalah publikasi, menurut gue, akan lebih baik lagi jika kita tidak meributkan keputusan seseorang terkait agama yang dipeluknya. Agama adalah urusan masing-masing orang, dan kita harus bisa menghargai keputusan mereka, sama seperti kita ingin dihargai sebagai orang yang tetap meyakini agama kita sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s