Seperti Apa Rasanya Bahagia?

Kebahagiaan, setidaknya dalam hidup gue sendiri, datang dalam berbagai bentuk.

Bisa jadi, gue hanya sedang berjalan di tengah keramaian sendirian, atau duduk melamun sendirian, lalu tiba-tiba gue tersenyum dan berujar dalam hati, “Thank God for the life that You give to me!”

Bisa juga jelas terasa saat gue sedang tertawa lebar. Tertawa sampai sakit perut, sampai rahang dan kedua pipi terasa pegal.

Bahagia juga jelas terasa saat gue menceritakan hal-hal baik yang terjadi dalam hidup gue. Kejutan manis dari sahabat dan keluarga, prestasi yang gue dapatkan di dunia kerja, atau, cerita suka-duka saat traveling yang dulu pernah gue lewati.

Bahagia juga terasa meluap tiap kali terlintas di benak gue ide-ide brilian untuk gue jadikan ‘percobaan selanjutnya’. Semangat yang membuncah, rasa tidak sabar untuk segera mulai menjalankan rencana-rencana.

Lalu pada akhirnya, kebahagiaan jelas paling terasa saat mendengar kerja keras gue telah mendatangkan hasil yang nyata. Atau setidaknya, bisa terasa saat gue baru saja melakukan hal-hal yang gue anggap luar biasa. Rasa lega, bangga, puas, dan semua perasaan positif bercampur baur dalam waktu yang bersamaan.

Saat bahagia, gue bisa bercerita tanpa putus. Gue bisa tersenyum sendiri meski sedang tidak ada hal lucu di sekitar gue. Ada pula rasa bahagia yang membuat bulu kuduk gue jadi merinding, hati terasa hangat, dan pikiran terasa damai.

Gue palling menyukai diri gue di saat gue sedang bahagia-bahagianya. Gue jadi lebih lepas. Lebih bisa menerima kekurangan dan kegagalan gue. Jadi lebih ikhlas menerima kenyataan yang sebelumnya gue ingkari. Singkatnya bisa dibilang, rasa bahagia bisa membuat hal-hal sulit jadi terasa lebih mudah untuk gue jalani.

Hidup cuma sekali dan gue ingin berbahagia sebanyak yang gue bisa. Makanya saat gue ulang tahun nanti, daripada mendoakan panjang umurnya, lebih baik doakan selalu bahagia sepanjang hidupnya. Karena buat gue, hidup pendek tapi bermakna dan bahagia akan terasa lebih berharga dari hidup panjang yang sia-sia.

Be happy, and that’s only because you owe that happiness to yourself, after everything that you’ve been through.

Selamat berhari Minggu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s