Stop Taking People for Granted!

Seringkali, gue merasa sedih saat melihat realita di depan mata. Kita – termasuk diri gue sendiri – seringkali taking others for granted. Memperlakukan mereka secara semena-mena, tidak menghargai mereka sebagaimana mestinya, dan ironisnya, seringkali kita melakukan hal tersebut justru kepada orang-orang terdekat kita. Kepada orang-orang yang tulus menyayangi dan selalu ada buat kita.

Contohnya anggota keluarga. Kita paling sering berkata seenaknya kepada mereka. Meluapkan apa saja yang ada di dalam perasaan. Kita bisa bersikap lebih sopan kepada orang asing ketimbang anggota keluarga kita sendiri. Kenapa demikian? Karena kita tahu, keluarga akan tetap jadi keluarga. Mereka akan selalu menerima kita dengan segala keburukan dalam diri kita ini. Kita malah dengan enteng berpikiran, “Toh mereka sudah terbiasa dengan kelakuan gue!”

Tanpa kita sadari, hal yang sama juga kita lakukan dalam lingkungan pergaulan. Kita lebih mementingkan teman-teman yang kelihatan lebih keren. Lebih asyik. Lebih kaya raya. Dan lain sebagainya. Teman-teman yang selalu ada dalam suka dan duka justru jadi prioritas selanjutnya. Teman-teman yang menyediakan bahunya untuk tangisan kita justru teman-teman yang kita lupakan saat kita tertawa bahagia.

Hal yang sama juga bisa terjadi dalam dunia kerja. Menggaji karyawan seenaknya. Memperlakukan mereka bukan berdasarkan kontribusi, tapi malah berdasarkan rasa suka tidak suka yang sifatnya sangat subjektif. Mengkambinghitamkan tim yang tidak bersalah hanya demi keuntungan pribadi. Dan masih banyak lagi hal-hal buruk lainnya.

Kemudian yang terakhir, dalam hal percintaan. Terkadang, kita merasa bisa memperlakukan mereka sesuka suasana hati karena kita tahu mereka tidak akan ke mana-mana. Kita merasa boleh datang dan pergi sesuka hati karena toh mereka akan selalu bersedia menerima kita kembali. Kita seolah lupa bahwa jika kita tidak bisa balas mencintai, maka dilepaskan saja. Biarkan mereka mendapatkan orang lain yang bisa mencintai mereka sama besarnya.

Cintailah orang lain sebagaimana mestinya.

Jangan biarkan anggota keluarga kita menyayangi kita hanya karena terpaksa; hanya karena mereka tidak punya pilihan lain selain menerima kita sebagai bagian dari keluarga.

Jangan pula biarkan teman-teman terbaik kita perlahan pergi dari hidup kita ini. Memangnya kita pikir kita ini siapa? Lama-lama mereka juga akan gerah jika kita hanya datang saat ada maunya.

Kita juga harus belajar berlaku adil kepada rekan kerja. Semakin tinggi jabatan, semakin besar pula tanggung jawabnya. Jangan hanya mau terima gajinya saja!

Yang terakhir, hargailah orang lain yang mencintai kita dengan setulus hatinya. Jika ingin menolak, lakukan dengan penuh perasaan. Jangan malah jadi congkak! Dan bagaimanapun, menolak tetap jauh lebih baik daripada menggantung tanpa ada keputusan.

Kenapa di awal gue bilang gue merasa sedih melihat realita ini? Karena sebetulnya, memperlakukan orang lain secara semena-mena justru menjauhkan diri kita sendiri dari kebahagiaan. Kita menjauhkan diri dari orang yang paling mampu menerima kita apa adanya. Kita menjauhkan diri dari orang-orang yang kemungkinan besar, paling mampu membuat kita bahagia.

Stop taking people for granted, let’s start from the closest ones. Let’s start from saying sorry for all the pain that we put them through. Let’s start to treat them right! And always remember, what comes around goes around.

Have a lovely week ahead!

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s