Life is Too Short to…

Lately I realized that I’ve been using this phrase in this blog way too much. But well, I just think it’s so true that I can’t help myself from using it 😉 So here I am rewriting everything using this phrase!

  1. Life is too short to be a hater. Hatred will consume YOU, not your enemy. Just get rid of it!
  2. Life is too short to be spent with all the things you hate. Do more of the things that you really love! Be very good at it and feel the joy! What if you don’t even know what you would love to do? Try to do the new things in your life! You will never know until you try!
  3. Life is also too short to be spent with the job that you hate. Fight yourself to leave your comfort zone and find your dream job! Believe that your dream job is out there waiting for you to get there;
  4. Life is too short if you only want to be like someone else in your very own life. Everyone has their own forte, hence if it looks good on them, it doesn’t mean that it would look good on you too. Just learn how to bring out the very best in yourself and start shining on your own way;
  5. Life is too short to be cynical. It won’t make you any happier than you were yesterday, so why should you do it in the first place?
  6. Life is too short to be spent alone. We should be able to be happy with BOTH of being alone and being with the beloved ones. At the end of the day, spending the whole years just by yourself will eventually kill you inside;
  7. Life is too short to be spent with the wrong ones. You will always be too little or too much for the ones who don’t really want you in their lives, and you will never ever be happy to spend your life with them. Move on and spend your life with the ones who embrace you for who you really are!
  8. Life is too short to be wasted in useless wars. Pick your battle and save your energy! Not all arguments are worth fighting for;
  9. Life is too short to be spent in regrets. It’s okay if you want to look back once in awhile and learn from your past mistakes, but that’s it! Do not miss your future just because your can’t seem to move on from your past. Give yourself a chance for a happy ending;
  10. Life is too short to be lazy, and being lazy is boring! Push yourself to do the extra miles. All the best things in life doesn’t come easy! Put more efforts and make your dreams come true!
  11. Life is too short to be a coward. Courages will take you to the places you’ve never seen before. Try to do the unimaginable! If someone else can do it, and so can you!
  12. Life is too short to always surrender. Sometimes, the universe only wants you to fight harder! In anything in life, tell yourself to always give your very best fight before you give it up;
  13. Finally, this is the most important one: life is too short to be unhappy. Life can be so tough, but be happy anyway. Happiness is a work, so work on it! It’s totally your choice to be consumed by the agony or to learn how to dance in the stormy rain.

Life is Too Short to Be Too Cynical

Cukup sering gue menemukan, orang-orang di social media berubah menjadi lebih sinis saat berbagi cerita di dunia maya. Ada saja sindiran yang disampaikan lewat status, gambar, atau meme yang kelihatan seperti melucu padahal sebetulnya hanya sedang menyindir dengan pedasnya. Hal-hal sepele, perbedaan yang tidak perlu diributkan, tapi sangat berpotensi untuk membuat pembacanya jadi sakit hati. Mungkin yang ingin disentil hanya satu atau dua orang tertentu, tapi akibatnya, semua pembaca yang memiliki kemiripan latar belakang dengan objek yang disndir akhirnya malah jadi ikut merasa sakit hati.

Mau contoh?

Misalnya, status-status yang ribut membandingkan ibu yang bekerja versus ibu yang menetap di rumah. Padahal kenyataannya, belum tentu kategori yang satu pasti lebih baik dari kategori yang lainnya. Belum tentu anak dari wanita karier akan lebih menderita dan lebih tidak terurus daripada anak dari ibu yang penuh waktu tinggal di rumah, begitu pula sebaliknya. Padahal, perbedaan pilihan itu tidak merugikan orang lain di keluarga lain, jadi kenapa mesti repot-repot disindir?

Begitu pula soal kerja kantoran versus bisnis sendiri. Sebagai si pekerja kantoran, gue tetap sangat senang saat browsing di online shop yang dimiliki teman-teman dan keluarga gue. Rasanya terharu melihat mereka bisa mewujudkan impiannya itu. Gue tidak pernah menilai bisnis kecil-kecilan orang lain itu lebih rendah daripada karier gue sendiri, tapi gue juga tidak merasa pilihan karier gue ini lebih rendah hanya karena gue masih bekerja untuk orang lain. Pekerjaan gue halal dan sudah sangat membahagiakan gue, dan buat gue, itu saja sudah lebih dari sekedar cukup.

Selanjutnya soal barang-barang bermerk. Memang benar, lebih baik tas seharga 5 dolar dengan isi 500 dolar daripada tas seharga 500 dolar dengan isi hanya 5 dolar, tapi kalau buat gue, lebih baik lagi tas seharga 500 dolar dengan isi lebih dari 500 dolar, hehehehe. Orang lain mau beli tas seharga milyaran rupiah pun bukan urusan gue, begitu pula sebaliknya; barang-barang yang gue beli pakai uang gue sendiri itu sama sekali bukan urusan orang lain. Gue tidak akan berhenti membeli barang yang gue suka hanya karena terus disindir oleh orang lain yang melihatnya 😉

Kemudian soal hobi traveling. Katanya, lebih baik Umrah dulu. Lalu naik Haji dulu. Memang ada benarnya, tapiii, setiap orang kan punya pertimbangan masing-masing. Punya keinginan naik haji dengan suami atau istri misalnya. Apapun itu, sebetulnya gue tidak punya kewajiban untuk repot-repot menjelaskan kepada orang lain, hanya saja sayangnya, orang lain masih banyak yang merasa punya hak untuk mendapatkan jawaban.

Sinisme yang sama sering pula terjadi untuk hal-hal yang sifatnya luar biasa sepele. Misalnya, game Pokemon Go. Gue tidak ikutan main, tapi gue senang-senang saja melihat koleksi Pokemon teman-teman gue, atau menyimak cerita petualangan mereka saat mencari Pokemon. Anak-anak di kantor mau main game ini pun tidak masalah, asal tidak mereka mainkan di jam kerja serta tidak mengurangi kualitas pekerjaan mereka.

Kalau mau diteruskan, daftar gue ini tidak akan pernah ada habisnya! Padahal kalau menurut gue, biarkan saja orang lain berbahagia dengan pilihannya sendiri. Ikut-ikutan trend bukan berarti tidak punya pendirian. Jika kebetulan mereka memang benar menyukai hal-hal yang tengah digandrungi oleh banyak orang lainnya, ya mengapa tidak? Selama tidak merugikan siapa-siapa, maka kegemaran mereka bukan pula urusan siapa-siapa.

Jangan bersikap sinis hanya karena orang lain memiliki caranya tersendiri untuk membahagiakan dirinya sendiri. Dan tahu tidak? Sebetulnya, orang yang sudah bahagia dengan hidupnya tidak akan mau repot-repot berusaha mengurangi kebahagiaan orang lainnya.

I’m a believer that life is too short to be too cynical. It’s okay to be critical, but give yourself some limit! When you’re wasting too much energy on hating what people are doing, then it’s actually your very own loss, not theirs! Just move on and be happy with your own choices. 

Have a blast and happy Monday!