A journey to remember

Serba Serbi Pelit

Posted on: September 4, 2011

Kali ini gue mau mengupas tuntas soal sifat pelit. Mulai dari ciri-ciri orang pelit berdasarkan tingkat kepelitannya, sampe tingkah laku cowok yang dianggap pelit oleh cewek-cewek pada umumnya. Oh ya, sebelumnya perlu kita samakan persepsi dulu yah. Menurut gue, definisi pelit adalah punya banyak duit tapi tetep suka melakukan seribu satu cara buat berhemat tanpa mempedulikan pendapat atau perasaan orang lain. Orang-orang tidak mampu yang terpaksa berhemat tidak masuk hitungan pelit. Karena untuk orang-orang tertentu, berhemat adalah salah satu cara untuk tetap hidup.

 

3 GOLONGAN BERDASARKAN SIFAT

Enggak pelit alias dermawan, ciri-cirinya:

  1. Kalo makan beramai-ramai, dia enggak keberatan membagi rata jumlah tagihan tanpa peduli apakah dia makan lebih banyak atau lebih sedikit;
  2. Suka menyodorkan satu bungkus makanan yang belum dibuka kepada teman yang terlihat lapar;
  3. Setiap kali habis berpergian jauh, dia rajin banget bawain oleh-oleh, for free;
  4. Hobi nraktir teman-teman saat ada moment tertentu;
  5. Jarang terlihat menagih utang ke teman-temannya, kecuali kalo jumlahnya sangat-sangat material buat dia.

Agak-agak pelit, ciri-cirinya:

  1. Suka menagih hutang dalam nominal receh. Misalnya, lima ratus perak atau seribu-dua ribu;
  2. Saat akan transfer uang untuk melunasi hutang sebesar Rp. 399.999 benar-benar akan dia transfer 399.999 instead of 400.000;
  3. Setiap kali ada orang yang berniat meminjam barangnya, dia sudah pasti akan bertanya dulu, “Buat apa?” Kalau jawaban si calon peminjam kurang memuaskan, dia akan menawarkan solusi lain yang enggak mesti pake minjem-minjem barang dia;
  4. Ekspresi mukanya akan berubah menjadi serius, seperti sedang berpikir keras, saat orang lain berniat meminjam sesuatu dari dia;
  5. Cuma loyal sama orang-orang tertentu aja. Sisanya? Kalo perlu jangan sampai keluar banyak-banyak uang.

Si manusia pelit, ciri-cirinya:

  1. Paling anti minjemin duit ke orang lain. Mungkin karena kalo dipinjem sama orang lain, duitnya enggak bakal berbunga kali yah, makanya daripada minjemin ke temen lebih baik dia taruh di bank aja, hehehehehe;
  2. Nggak mau repot-repot nolongin orang lain. Nyaris enggak pernah menawarkan pertolongan untuk orang lain. Time is money gitu lho. Apalagi kalo buat nolongin itu mesti pake modal pulsa atau bensin misalnya. You wish!
  3. Kalo patungan buat bayar sesuatu, sumbangan dari dia selalu dalam jumlah seminimal mungkin;
  4. Suka ngurang-ngurangin ongkos transportasi umum. Harusnya bayar Rp. 3.000, dia sodorin 2.500. Kalo nanti diomelin sama si supir atau kenek, baru deh, dibayar sisa ongkosnya;
  5. Nebeng taksi temen = tetep temen yang bayar, dia gratisan. Kan namanya juga NEBENG;
  6. Nebeng temen buy 1 get 1 free = tetep temen yang bayar, dia dapet 1 free-nya aja. Mungkin dipikirnya, kan emang kalo si teman berniat beli, memang tetap segitu jumlah yang harus dia bayar? Dan daripada satu gratisannya itu terbuang sia-sia, mendingan buat dia aja dong?
  7. Kalo beli makanan, dia nggak pernah basa-basi nawarin makanan itu ke orang lain. Kalaupun nawarin, dia hanya nawarin setengah hati sehingga orang lain pun bisa tahu dengan sendirinya kalo sebenernya, dia enggak rela membagi makanannya.

 

YANG PALING MENYEBALKAN: PELIT DAN CELAMITAN!

  1. Hobi banget minjemin barang orang lain, dan… tidak dikembalikan. Padahal dia sendiri getol banget nagihin barang-barang yang dipinjem sama orang lain!
  2. Kalo makan rame-rame, selalu pesen menu semurah mungkin. Buat nyicipin menu mahalnya, tinggal comot kanan-kiri;
  3. Nawarin makanan dia dengan setengah hati, tapi kalo minta makanan orang… bisa berkali-kali. Bukan nggak mungkin kalau orang yang punya lagi nggak ada, makanan itu bakalan dia habisin sampe lebih dari setengah bungkus!
  4. Kalo nraktir, maunya nraktir keroyokan alias patungan sama orang lain buat nraktir teman-teman, TAPI, dia tetep maunya dikasih kado super mahal. It’s ok patungan nraktir, tapi jangan nuntut kado kelewat mahal lah. Kan tamu-tamu itu mesti provide 2 kado hanya dengan satu kali traktiran…
  5. Kalo habis belanja rame-rame, dia ikut nyicipin belanjaan orang lain. Tapiii, belanjaan dia sendiri enggak akan pernah dibuka untuk umum.

 

SIFAT COWOK YANG DIANGGAP PELIT SAMA CEWEK:

  1. Cuma nraktir makan enak kalo lagi dapet bonus tahunan aja. Padahal dia sendiri kerjaannya beli-beli gadget mahal melulu;
  2. Beli ini-itu buat mobilnya harus yang paling mutakhir… tapi kalo kado buat pasangannya, tas mahal atau murah itu sama aja kan? Toh yang penting fungsinya…
  3. Jarang nganter-nganter si pacar… hemat bensin, bos! Kalopun dianterin, biasa karena lagi ada maunya atau karena lagi ngerasa bersalah;
  4. Setelah agak lama pacaran, lebih sering kencan di rumah daripada di restoran atau bioskop. Alesannya berhemat demi nabung buat biaya married. Giliran nongkrong sama temen-temennya nggak pernah jauh-jauh dari Starbucks!
  5. Cowok pelit enggak menganut prinsip cowok gentle itu pantang dibayarin sama ceweknya.


KENAPA LEBIH BAIK KITA MENGHINDARI SIFAT PELIT? KARENA…

  1. Menurut pengamatan gue, 4 dari 5 orang pelit yang gue kenal, hidupnya cenderung unhappy. Bisa jadi uang di rekening mereka jumlahnya sangat-sangat banyak, tapi hidup mereka tetap saja tidak bahagia;
  2. Tidak ada orang yang menyukai orang pelit. Bahkan, orang pelit pun paling sebel kalo dipelitin sama orang lain. Lucunya lagi, mereka juga maunya punya pasangan yang enggak pelit sama mereka;
  3. Kepelitan seseorang adalah lelucon favorit semua orang;
  4. Kalo mau jadi pasangan impian, jangan pelit-pelit, hehehehehe;
  5. Dalam agama Islam, orang yang suka memberi kemudahan (alias suka menolong orang lain) hidupnya akan dimudahkan oleh Allah. Secara logika, apa yang kita tanam adalah apa yang kita tuai.

 

Gue akui gue sengaja membuat tulisan ini untuk ‘menyentil’ beberapa orang yang gue kenal. Bukan untuk memancing perselisihan, tapi lebih untuk mengingatkan mereka secara halus (secara kalo gue ngomong lisan, yang ada malah bakalan adu mulut besar-besaran deh).

Yang sering gue lihat selama ini, setiap kali ada orang pelit, orang-orang di sekitarnya (termasuk gue sendiri) lebih suka memperbincangkan kepelitan itu di belakang orang ybs sehingga bisa saja, orang tersebut tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya itu dipandang sebagai sifat pelit oleh orang lain.

Akan tetapi pada akhirnya, kalau orang-orang yang gue maksud di sini tetap menganggap bahwa tindakan yang mereka lakukan itu memang harus mereka lakukan supaya bisa hidup hemat, ya terserah aja…  As I always say, it’s your life, your risk, your choice… Tapi kalo someday kalian bertanya-tanya apa yang membuat hidup kalian menjadi tidak bahagia, coba ingat kembali isi blog gue ini. That unhappiness could be in you; in your unwillingness to give to another.

Advertisements

3 Responses to "Serba Serbi Pelit"

bagus artikelnya, thats a real think in live,bnyk kata2 di atas yang mengena.salah satunya sya punya banyak harta tapi saya kurang bahagia karena saya sadari saya cendrung tergolong org yg pelit. memotivasi kehidupan semoga allah bls kebaikan anda

Hi Nandi

Hope you’ll find a way to be happier yaa.

hahahhahaaa…,

Kalo gue udah ili – feel duluan ama cowok single (yang belum ada tanggung jawab finansial untuk orang lain yak) yang selalu bawa bekal dari rumah, yang pastinya bukan karena alasan higinenis dan kesehatan (terlihat dari menunya). Tapi giliran ditraktir, wuih yang paling heboh.
Gak menarik samsek. Ama diri sendiri aja pelit, apalagi ama cewek.

hahahhaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 962,959 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

I used to read a quote written by my former lecture saying that even a bad decision would always be much better than no decision at all. It reminded me of the decisions I put on hold and I asked myself, “What prevents me from making all those decisions?” I could instantly listed down many personal reasons that didn’t even sound good to myself. So there I made a couple of decisions; the good ones and the bad ones, and apparently it was so true: even bad decision was still better than no decision at all. First of all, it helped me to move on. I no longer waited for this and that; I made decisions and I started to make the actions. It also gave me a peace of mind knowing that I owed nothing to anyone, not even to myself. And most importantly, all those decisions made me learn, notably the bad ones. It’s not that I intentionally made a bad one, but well, how did I know my decision was bad until I gave it a try? Ever since the day I decided to stop putting my decisions on hold, my life felt a lot lighter and I have never been more proud of myself. Other people might not be happy with my decisions, but I only do what I’ve got to do and they can’t blame me for having courage to do the things they’re not willing to do. If it holds me back and nobody wants to make the call, then let me do the honor. It’s actually that simple, and again, it sets me free.
My biggest career goal is always running my own business. I have been an entrepreneur even since I was a seven years old. I was never hesitate everytime I saw an opportunity to earn some cash to buy toys and comic books. Graduating from college and starting my first corporate job has stopped me from doing my own business. I was too busy to do something else beside my main job. I tried to run a small jewelry business but then I got bored. I came to learn that if I want to start a business, I have to do something bigger. But of course, a bigger scale own business will also require a bigger effort! The comfort of corporate job made me decide to postpone starting a new business until at some point, it was no longer comforting to me. I still remember one night I went home feeling extremely upset with my boss and I just told myself, “I can’t do this forever. I can do much better than working for a jerk.” Right at that moment, I decided to start my biggest dream: starting my own business. Not so long after that, @thelenstory was born.
There is this one little secret about @thelenstory. There was one particular guy who made me fall deeper with photography. He was so talented he could make an old dirty lamp look beautifully glow in his pictures. I still remember that day on a boat, he took pictures of me and he smiled behind his lens. That kind of smile that made me feel the prettiest girl on earth. I didn’t know why but I just loved seeing this guy holding his camera. I even still loved it when he took pictures of me with his grumpy face! At the end of the day, The Lens Story is way more than just a girl who fell in love. The ups and downs, and all lifetime savings that I’ve spent have been the greatest leap of faith I’ve ever taken in my entire life. That one guy from my past was just a starting point. He was my inspiration, he made me believe that there were many hidden talents like him out there and I would be more than happy to help them start their professional career in photography. That was the very beginning story on how my start-up was born, and to me, that will always be one of my favorite stories to tell.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: