Kadang, Melakukan Hal Baik itu Harus Dipaksa

Dulu, bokap seringkali menasehati…

“Zakat itu mesti dipaksa. Nggak apa-apa merasa terpaksa. Nggak usah nunggu ikhlas. Rajin shalat juga mesti dipaksa. Nggak usah nunggu dapat hidayah.”

Dan dalam begitu banyak hal lainnya, nasehat bokap itu ada benarnya!

Rajin belajar itu mesti dipaksa. Entah dipaksa orang tua, atau dipaksa oleh diri sendiri. Gue sering merasa terpaksa harus belajar saat kuliah dulu, tapi hasilnya sekarang betul-betul bikin bangga!

Rajin olahraga juga mesti dipaksa. Paksa diri bangun pagi, paksa diri melakukan aktivitas fisik yang hanya bikin diri kita merasa capek dan penuh keringat. Jika tidak dipaksa, bisa jadi kita tidak akan pernah memulai!

Menyisihkan waktu luang untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita juga lama kelamaan harus dipaksa. Harus disempatkan. Nggak usah nunggu ada waktu luang karena bisa jadi, akan selalu ada alasan untuk selalu sibuk kerja.

Memaafkan orang lain, memaklumi kekurangan mereka, dan berdamai dengan mereka juga seringkali harus dipaksa. Enggak ada manusia yang sempurna membuat enggak ada hubungan antara 2 manusia yang akan pernah bisa sempurna. Suka nggak suka, paksa diri untuk bisa menerima orang lain apa adanya.

Memperbaiki diri sendiri juga harus dipaksa. Memang enggak enak, capek, dan menjengkelkan. Tapi tetap harus diusahakan! Paksa siri sendiri untuk berubah, untuk keluar dari zona nyaman yang sebetulnya tidak terasa betulan bikin nyaman itu!

Orang yang tidak pernah memaksa dirinya untuk melakukan hal-hal baik dalam hidupnya hanyalah orang-orang malas! Orang-orang yang malas berubah dan sangat senang mencari excuse.

Gue bersyukur sepanjang hidup gue, selalu ada hal-hal yang mengingatkan gue untuk memaksa diri agar berusaha lebih keras dari sebelumnya. Hal-hal yang seringkali pahit, yang mengingatkan gue untuk melakukan hal-hal yang sudah seharusnya gue lakukan.

Great things in life require great efforts… and sometimes, we only need to push ourselves more, and harder than we already did.

Merasa terpaksa? Biarkan saja! Lama-lama, kita akan mulai merasa terbiasa.

Start pushing yourself, start from now!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s