A journey to remember

Patah Hati Itu Cuma Soal Waktu

Posted on: February 25, 2011

Pernah ngalamin patah hati sampe ngerasa takut nggak akan pernah bisa nemuin cowok lain yang seperti dia? Yang sampe bikin kita pesimis kelak bakal bisa ngelupain dia, hidup nggak akan sama kalo nggak ada dia, dsb dsb…

Sebelumnya, gue nggak pernah ngerasa benar-benar tertekan cuma gara-gara patah hati. Nggak pernah ada tuh cerita gue netesin air mata buat cowok manapun… Sampai akhirnya tahun kemaren, nggak disangka-sangka gue ngerasain juga yang namanya patah hati dalam artian yang sebenarnya.

Awalnya gue masih ragu-ragu… apa mungkin gue sama dia punya peluang buat jadian? Dan apa iya dia bener suka sama gue seperti yang gue kira? Bisa aja kan, itu semua cuma gue-nya aja yang kegeeran… Sampe akhirnya, tiba-tiba aja gue harus say goodbye sama dia dalam waktu dekat. Dari situlah gue tau, semuanya akan segera berakhir begitu aja.

Hari itu gue sedih banget… Untuk pertama kalinya gue mikirin sesuatu sampe nggak bisa tidur. Dan waktu gue telepon adek gue buat curhat, untuk pertama kalinya pula gue netesin air mata buat cowok yang gue suka.

Biasanya saat patah hati, gue selalu yakin bahwa nanti juga gue bakal lupa dengan sendirinya. Gue bener-bener yakin masih ada banyak cowok lain di luar sana. Gue kan masih muda, dan masih akan ketemu banyak orang baru… Jadi kenapa harus khawatir?

Tapi lagi-lagi, untuk pertama kalinya pula gue ngerasa takut nggak bakal bisa nemuin cowok lain yang kayak dia. Yang sama kerennya, sama baiknya, sama pinternya, yang sangat helpful, thoughtful, yang selalu bisa jadi pendengar yang baik buat gue… Dan gue takut, gue nggak akan bisa lagi suka sama cowok lain sebesar rasa suka gue sama cowok ini.

Hal paling berat dari patah hati yang satu itu adalah gue harus pretending that I’m fine. Gue nggak ngebiarin semua orang tahu betapa sedihnya gue waktu itu. Di depan orang lain gue bisa aja cengengesan seperti biasa, tapi kalo lagi sendiri, jangan ditanya segimana murungnya muka gue selama masa-masa suram itu. Bahkan di Facebook pun gue bisa kelihatan baik-baik aja, tapi coba tengok isi Twitter gue yang penuh dengan curhatan itu… (Kenapa Twitter? Karena follower gue di sana boleh dibilang hampir enggak ada, dan account-nya pun gue fully protect, hehehehe).

Setelah agak lama, rasa suka dan kangen gue ke dia sifatnya udah mulai come and go. Tapi tetep aja, pada titik itu gue masih ngerasa takut kalo harus berhadapan sama dia. Gue takut dari yang tadinya udah mulai lupa jadi bakal kepikiran lagi cuma karena baru aja ketemu sama orangnya. Ditambah gue males banget harus bersikap seolah nggak pernah ada apa-apa di depan dia. Makanya, kalo misalkan gue tau bakal ketemu sama dia, bukannya seneng yang ada gue malah jadi takut sendiri… Karena pada dasarnya gue tahu, gue sama dia itu will never be. Meski kadang-kadang gue masih sedikit nyimpen harapan, tapi pada dasarnya gue tetep yakin bahwa mustahil banget kelak dia bisa berubah pikiran… not even in a thousand year I think.

Intinya sih gue bener-bener sempet having no clue tentang apa yang harus gue lakukan supaya bisa bener-bener ngelupain dia. Karena faktanya, berusaha ngehindarin dia juga nggak bikin gue jadi cepet lupa sama dia kok.

Sampai beberapa menit yang lalu, gue masih menatap layar laptop dengan muka berkerut… Udah hampir jam 12 malem tapi kerjaan gue masih jauh dari kata selesai. Lalu tiba-tiba aja, gue teringat sama dia… Lalu… hei, gue baru sadar… Udah beberapa hari belakangan ini gue enggak mikirin dia sama sekali!

Menurut gue bulan Februari ini udah kayak keajaiban. Ada beberapa kejadian yang secara berturut-turut mengikis rasa suka gue ke dia sedikit demi sedikit. Sempat ada pula kejadian nggak terduga yang berhasil mengalihkan pikiran gue dari cowok ini. Ditambah lagi, kerjaan yang sedang menggila bikin gue tetep aja mikirin kerjaan meskipun lagi enggak duduk di depan laptop. Rasanya semua kejadian itu timing-nya pas banget buat gue ngelupain dia.

Gue tahu bisa jadi masih terlalu dini buat gue menyimpulkan udah nggak suka lagi sama cowok ini. Tapi intinya, yang ingin gue sampaikan lewat blog kali ini, patah hati itu cuma soal waktu. Entah kapan dan gimana caranya, kita pasti bisa ngelupain mereka. Jadi daripada parno nggak bakal bisa nemuin cowok lain selain dia, lebih baik kita bilang sama diri kita sendiri bahwa semua badai pasti akan berlalu… pasti.

At the end… gue bertanya-tanya sama diri gue sendiri… Seberapa buruk sih, hidup gue tanpa ada dia? Well, emang terasa ada yang kurang dan ngelupain dia pun enggak pernah jadi hal yang mudah buat gue. Tapi bukan berarti gue nggak bisa hidup tanpa dia, dan, bukan berarti gue nggak bisa hidup hepi kalo nggak ada dia! I might be pretending that I was fine, but I never fake my happiness at all. Karena justru dari patah hati ini gue banyak belajar gimana caranya tetap hidup bahagia meskipun gue tidak berhasil mendapatkan apa yang gue inginkan.

And you know what… apa yang gue rasain saat ini enggak lain hanya rasa bangga bahwa pada akhirnya, gue bisa melewati semua itu dengan baik. Dan rasanya sekarang ini, gue udah nggak takut lagi kalo kelak masih harus berhadapan sama dia. We were not meant to be doesn’t mean I have to treat him like an enemy right? Again, gue jadi bangga sama diri gue sendiri karena udah punya niat untuk berdamai sama masa lalu gue sendiri, hehehehe.

Advertisements

5 Responses to "Patah Hati Itu Cuma Soal Waktu"

Kereeeen gue ska bngt kbtln gue gy ptah hti bngt, mang pncerahan, mngkin bener soal wktu like this dah pkokny

Add fb gue ya

Hehe, thank you^^ Good luck yah, Satura. Semoga berhasil ngelupain si masa lalu… Anyway gimana kalo follow Twitter gue aja? Kalo Fb, suka susah cari orangnya…

Ya teryata sulit juga ye, lw punya solusi ga, ya gw pengen cerita banyak tapi bingung mulainy ya mklum pkran turus”an buyar saiyasatoera@yahoo.com, add fb gw ya

love ur post sist.. it’s all about the time…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 988,491 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

Click the pictures below to visit my Instagram...

From classmates to travelmates! Been friends since we were only 15 years old! Met them up today and we’ve made a lot of plans for our coming trips. Let’s make it happen!
I don’t know why but I couldn’t seem to get any new outfit for Lebaran this year. I went to three shopping malls but then I went home with empty hands. So here I am... wearing one old dress I bought a couple years ago. Today before Eid prayer was begun, I saw something that made me smile. I instantly knew that I’ve had something way more important than a new dress for myself. I’d be happy if I had a new dress, but I’m still perfectly happy even without any of it. God has been incredibly kind to me and Ramadhan this year couldn’t be more miraculous to me. I am full of flaws, but I’ve had way more than enough, and I couldn’t ask for more. Eid mubarak and please do forgive me for all the wrong said and done. Let’s celebrate this holly day as the new beginning for each and everyone of us. Love - Riffa.
Arfa, my very first nephew, is turning six today! Just two days ago, he told me, “Aunty, when I grow up, I want to be vey rich so that I can buy for you anything you want!” He’s lovable, isn’t he? It never ceases to amaze me to see all the new things he learned, said, and did in the past 6 years. He’s growing up so fast and I can’t be prouder of him! Happy birthday, Arfa! Wish you’ll always be a loving kid and may Allah always bless you in every step of the way. So much love - your proud Aunty ❤️

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: