Pencapaian Kecil Sepanjang Tahun 2010

This is my first blog in 2011! Masih dalam suasana tahun baru, kali ini gue ingin sharing pencapaian-pencapaian kecil gue sepanjang tahun 2010, yang belum sempat gue tuliskan di blog sebelumnya. Happy reading and happy new year again!

 

Berat badan naik 6 kg!

Awalnya kenaikan berat badan gue masih nggak stabil, bisa naik-turun dalam kisaran 3-5 kg. Tapi menjelang akhir tahun, kenaikan berat badan gue mulai stabil dan tetap naik sedikit demi sedikit. Per 31 Desember 2010, berat badan gue total naik 6 kg selama tahun 2010! Semua ini berkat makan malam dua kali (satu kali menjelang Maghrib, satu kali lagi setelah pulang kerja) ditambah minimal satu jenis cemilan dalam satu hari. Kalo kata temen gue, porsi makan sebanyak itu bisa bikin dia jadi babon, hehehehe. Thanks to my damn difficult job which makes me get hungry easily!

 

Rajin minum air putih.

Udah sejak jaman kuliah gue sering dinasehatin buat lebih banyak minum air putih. Soalnya gue ini tadinya cuma minum air putih kalo haus doang. Sebagai gambaran, satu botol Aqua ukuran sedang bisa awet nangkring di meja kerja gue selama dua-tiga hari! Tapi gara-gara belakangan ini gue sering sakit tenggorokan, akhirnya gue ikutin saran temen-temen buat lebih banyak minum air putih. Dan bener aja lho… Akhir tahun kemaren gue batal sakit tenggorokan setelah gue lawan dengan minum berbotol-botol air putih! Sekarang gue bisa refill botol minum gue berkali-kali dalam sehari.

 

Punya beberapa temen ngobrol baru.

Gue kenal banyak orang baru sepanjang tahun 2010. Beberapa di antaranya, nggak disangka-sangka langsung cocok bertemen sama gue. Misalnya Luzy, senior di EY yang tiba-tiba ditugasin buat kerja satu tim sama gue. Awalnya gue bingung… bukannya bakal lebih efektif kalo gue kerja bareng orang yang udah kenal sama gue? Tapi nggak disangka-sangka, akhirnya gue sama Luzy bukan cuma cocok jadi partner kerja, tapi juga cocok buat jadi temen ngobrol. Ada pula pendatang-pendatang baru di EY yang langsung cocok jadi partner gosip gue, hehehe. Yang paling aneh, ada satu cewek yang sebelumnya gue enggak pernah nyangka bakalan bisa asyik chatting berjam-jam sama dia! Ternyata berteman dengan lebih banyak otang itu rasanya menyenangkanJ

 

Semakin menghargai persahabatan yang udah lama gue miliki.

Selama 2010, entah kenapa ada lebih banyak orang yang suka nge-judge gue seenaknya. Terkadang, emang suka ada situasi yang bisa bikin gue kelihatan jahat. Dan sebenarnya hal yang sama juga pernah terjadi antara gue dengan sahabat-sahabat gue. Tapi bedanya dengan orang lain, mereka selalu berusaha memahami alasan di balik tindakan atau ucapan gue. Kalaupun pada akhirnya mereka enggak ngerti-ngerti kenapa gue sampe bertindak seperti itu, mereka tetap berusaha buat percaya bahwa pada dasarnya, gue bukan tipe orang yang suka dengan sengaja menyakiti perasaan orang lain. Beda banget sama orang-orang yang langsung ngasih gue cap hitam tanpa berusaha untuk klarifikasi terlebih dahulu! Intinya gue jadi sadar… orang yang bisa menerima gue apa adanya itu sangat hard to find.

 

Lagi, semakin menghargai persahabatan yang udah lama gue miliki.

Ada satu hal lagi yang bikin gue seolah baru menyadari betapa istimewanya sahabat-sahabat gue di tahun 2010 kemarin. Gue baru sadar kalo selama ini, apapun yang terjadi, dan meskipun mereka enggak selalu sependapat sama gue, pada akhirnya mereka akan tetap mendukung gue. Mereka selalu berusaha untuk percaya bahwa apapun yang gue lakukan sama hidup gue, itu semua udah melewati pertimbangan yang panjang. Kalaupun ternyata nasehat mereka yang gue abaikan itu terbukti benar, mereka enggak bakalan menertawakan atau berpuas diri. Mereka tau banget… my life, my risk, and all I need from them is  only a friendly support. Sayangnya, enggak semua orang bisa bersikap supportif seperti itu.  

 

 

Akhirnya gue tahu apa yang gue cari dari seorang cowok.

Ini bukan sesuatu yang gue banggakan, tapi faktanya, entah udah berapa kali gue tiba-tiba menghindari cowok yang lagi dekat sama gue. Awalnya gue juga bingung, kenapa seperti apapun tipe cowoknya, ujung-ujungnya gue selalu aja punya alasan buat ‘kabur’. Sampai akhirnya di tahun 2010, gue berhasil menemukan benang merahnya: gue selalu ‘kabur’ karena ada hal-hal yang bikin gue jadi ragu sama cowok-cowok itu. Gue ngerasa, daripada nanti gue yang ditinggalin, mendingan gue duluan yang ninggalin mereka. Kesimpulannya, sekarang gue jadi tahu bahwa yang gue cari bukan cuma sekedar cowok yang bisa bikin gue jatuh hati, tapi juga cowok yang bisa bikin gue yakin bahwa apapun yang terjadi, dia akan tetap berada di samping gue. Dan itu harga mati.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s