A journey to remember

Raditya Dika dan Manusia Setengah Salmon

Posted on: January 7, 2012

Waktu gue baru aja beli buku ke enamnya Raditya Dika ini, adek gue bertanya, “Ini buku apa sih? Novel?”

Pertanyaan yang sulit… Kalo ada orang yang nanya hal serupa untuk buku ke limanya Raditya Dika yang berjudul Marmut Merah Jambu itu, gue bisa jawab, “Kumpulan kisah cintanya si Raditya Dika.” Tapi kalo buat buku Manusia Setengah Salmon iniii, gue juga bingung mau kasih jawaban apa.

Hal ini ngingetin gue sama percakapan antara dua orang teman sekantor gue yang dulu. Salah satunya bertanya, “Blog-nya si Ipeh isinya apa?”

Temen gue yang satunya lagi, yang gue tau emang lumayan sering baca isi blog gue ini menjawab, “Hmmm… macem-macem.”

Jadi… itu pula jawaban yang gue berikan untuk adek gue soal buku terbarunya Raditya Dika, “Ya macem-macem. Mirip-mirip isi blog gitu lah.”

Nah, sekarang gue mau nge-review isi buku yang baru aja selesai gue baca ini. Dari segi coversorry to say, agak-agak kurang komersil. Semua cover bukunya Raditya Dika emang identik dengan aneh, tapi baru yang satu ini yang kalo menurut gue penampilannya terlihat ‘murah’. Tapi mestinya hal ini bukan masalah besar secara si pengarang ini udah punya nama yang cukup terkenal di Indonesia. Ditambah lagi promosi ala Raditya Dika yang gencar dia lakukan via Twitter-nya yang notabene, punya sangat banyak followers buat ukuran seorang penulis.

Kemudian dari segi isi buku… Masih ada beberapa jokes khas Raditya Dika yang to be honest, it’s not my personal taste. Gue bukan tipe orang yang akan tertawa saat membaca atau menonton komedi yang menjadikan kentut dan hal-hal jijik yang berbau aneh lainnya sebagai lelucon. Di buku ini, di bab pertamanya aja udah menampilkan kentut sebagai topik utama. Tapi karena sejak awal gue udah berniat mau bikin review, mau nggak mau harus gue baca semuanya sampai tuntas. I think it’s not fair if I judge a book without completely reading the whole of the pages.

Tapi, yaah, bukan Raditya Dika namanya kalo enggak berhasil bikin orang jadi ketawa. Gue enggak bisa berhenti nyengir waktu baca tulisan yang berjudul “Hal-hal yang Seharusnya Tidak Dipikirkan tapi Entah Kenapa Kepikiran”. Sempet pula ketawa ngakak waktu baca tulisan yang judulnya “Kasih Ibu Sepanjang Belanda”. Sisanya cukup menghibur, dan menyenangkan untuk dibaca sehingga tanpa disadari, satu buku itu sudah gue baca dalam sekejap saja.

Selain tulisan-tulisan lucu, ada pula beberapa tulisan yang menurut gue, sama sekali enggak lucu. Misalnya tulisan yang berjudul “Akibat Bertanya ke Orang Yang Salah Tentang Ujian” atau “Hal-hal Untuk Diingat Ketika Kencan Pertama.” Dua topik ini asli bikin gue bosen banget. Gue bukan tipe orang yang mempraktekkan tehnik membaca cepat, tapi buat dua tulisan tersebut itu, gue terpaksa membaca dengan cepat supaya bisa segera lanjut ke tulisan berikutnya.

Di buku ini ada pula tulisan yang sebenarnya pernah dimuat di Twitter-nya Raditya Dika. Gue inget banget, gue pernah ngerasa agak tersinggung sama tweet yang bertema penggalauan itu. Gue sempet mikir, “Nih orang ngerasa sebegitu oke-nya ya, sampe bisa nulis seperti itu?” However it was not a big deal karena faktanya, gue tetep aja beli buku ini persis di hari pertama sang buku beredar di pasaran. Dan meski ada kalanya Raditya Dika ini ‘kumat’ bikin tweet yang isinya menyebalkan, toh itu nggak berhasil bikin gue unfollow si penulis Kambing Jantan itu… Jadi sudahlah. Toh kayaknya, topik penggalauan itu justru salah satu tweet-nya dia yang paling terkenal.

Overall, gue menyimpulkan buku Manusia Setengah Salmon ini cukup menghibur lah yaa. Not the best of Raditya Dika siih. My favorite still goes to Marmut Merah Jambu. Tapiii, yaah, itu kan menurut pendapat pribadi gue. Beda orang kan beda selera. Ada orang yang bisa ketawa ngakak lihat adegan orang muntah di layar lebar, tapi ada pula yang merasa jijik seperi gue. Atau misalnya, gue yang hobi traveling pasti lebih menaruh minat sama tulisan di buku Manusia Setengah Salmon yang bercerita tentang pengalaman si penulis saat berada di luar negeri. Buat orang lain yang wawasan globalnya tidak seberapa, bisa jadi lelucon yang gue anggap lucu malah terlihat seperti kalimat biasa yang tidak ada lucu-lucunya. Tapi sekali lagi… bukan Raditya Dika namanya kalo ada orang yang sama sekali tidak tertawa saat membaca semua isi dalam satu buku yang dia tulis. It’s definitely a book for everyone. So just read and prove it guys.

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 988,491 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

Click the pictures below to visit my Instagram...

From classmates to travelmates! Been friends since we were only 15 years old! Met them up today and we’ve made a lot of plans for our coming trips. Let’s make it happen!
I don’t know why but I couldn’t seem to get any new outfit for Lebaran this year. I went to three shopping malls but then I went home with empty hands. So here I am... wearing one old dress I bought a couple years ago. Today before Eid prayer was begun, I saw something that made me smile. I instantly knew that I’ve had something way more important than a new dress for myself. I’d be happy if I had a new dress, but I’m still perfectly happy even without any of it. God has been incredibly kind to me and Ramadhan this year couldn’t be more miraculous to me. I am full of flaws, but I’ve had way more than enough, and I couldn’t ask for more. Eid mubarak and please do forgive me for all the wrong said and done. Let’s celebrate this holly day as the new beginning for each and everyone of us. Love - Riffa.
Arfa, my very first nephew, is turning six today! Just two days ago, he told me, “Aunty, when I grow up, I want to be vey rich so that I can buy for you anything you want!” He’s lovable, isn’t he? It never ceases to amaze me to see all the new things he learned, said, and did in the past 6 years. He’s growing up so fast and I can’t be prouder of him! Happy birthday, Arfa! Wish you’ll always be a loving kid and may Allah always bless you in every step of the way. So much love - your proud Aunty ❤️

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: