A journey to remember

Petite France & Nami Island

Posted on: September 21, 2012

Beda sama Nami Island yang sudah sejak awal nangkring di itinerary, Petite France baru mulai masuk jadi agenda perjalanan gara-gara idenya Luzy. Dia bilang, dia kepengen dateng ke tempat yang merupakan lokasi syuting Secret Graden, serial Korea yang sedang sangat dia gemari waktu itu. Setelah gue Google, ternyata tempatnya emang lucu. Kita pun agree datang ke sana, yang ternyata, berada tidak jauh dari Nami Island. Semakin mantap lah niat gue buat datang ke sana. Bahkan untuk lebih menghayati kunjungan ke Petite France, gue sampe sengaja beli DVD Secret Garden segala lho, hehehehe.

Hari ke dua di Seoul (yang mana hari pertama cuma habis di perjalanan Jakarta-Malasyia-Korsel), gue dan teman-teman langsung berangkat menuju Nami Island. Tadinya kita berencana pergi ke sana naik MRT, tapi kemudian sempat berubah rencana jadi naik shuttle bus menuju Nami. Ternyata oh ternyataa, lokasi pemberhentian shuttle bus to Nami Island itu susah banget dicarinya! Ujung-ujungnya, gue dan teman-teman kembali lagi ke rencana awal: pergi ke Nami dan Petite France naik MRT disambung taksi.

Berhubung hari sudah beranjak siang dan kita takut malah baru dateng ke Petite France setelah tempatnya tutup, kita sepakat buat menukar agenda: Petite France dulu baru Nami Island. Kita pun menempuh perjalanan panjang menuju Petite France… Rasa-rasanya dari semua tempat yang kita datangi selama di Seoul dan sekitarnya, perjalanan ke Petite France dan Nami Island inilah yang jarak tempuhnya paling jauh.

Untuk sampai ke Petitte France, setelah keluar dari stasiun Cheongpyeong, kita langsung naik taksi selama sekitar 15 menit melewati jalan menikung dan naik-turun khas daerah pegunungan. Pokoknya si Petite France itu bener-bener jauh ke mana-mana deh. Gue nggak yakin tempat ini bisa populer di kalangan turis kalo bukan karena drama Korea yang mengambil gambar di pusat kebudayaan Prancis itu. Soalnya bisa dibilang, nyaris tidak ada aktivitas apapun yang bisa kita lakukan di Petitte France kecuali foto-foto. Meski begitu, gue tidak menyesal datang ke sana. Gue belum tentu bisa berfoto di tempat lain dengan background yang sama uniknya. Arsitekturnya tampak cantik, dengan permainan warna bangunan yang eye catching.

Di Petitte France gue juga menemukan kandang besar berisi beberapa ekor kucing yang lucu-lucu. Tapi anehnya, nggak lama kemudian datang bapak-bapak yang sangat ditakuti oleh kucing-kucing itu. Ternyata… si bapak datang untuk masukin kucing-kucing itu ke dalama karung! Si kucing jelas meronta sambil mengeong dengan kencangnya. Gue pun jadi kepikiran… itu kucing mau diapain? Mau dibawa ke mana???

Di depan kandang kucing, terdapat sebuah bangunan bertingkat yang berisi banyak sekali lukisan dinding. Di lantai paling atas, gue menemukan dinding yang dipenuhi oleh coretan. Jika dilihat dari dekat, dinding itu bertuliskan pesan-pesan cinta yang ditinggalkan oleh para pengunjung. Sepertinya orang-orang Korea emang percaya banget ya, sama mitos-mitos romantis seperti itu…

Setelah makan siang di dalam area Petite France, gue dan teman-teman minta tolong dipesankan taksi oleh si ibu penjual tiket, dan kita pun harus menunggu taksi itu datang sekitar setengah jam lamanya. Sebetulnya saat hendak minta dipesankan taksi, gue sempat lihat selembar kertas yang mencantumkan jadwal bis yang bisa mengangkut pengunjung Petite France menuju Nami Island. Hanya saja sayangnya, jadwalnya tidak pas dengan kunjungan kita saat itu. Jadi sudahlah… kita tetap lebih memilih naik taksi untuk tiba di Nami Island, 30 menit kemudian.

Sesuai namanya, Nami ini memang sebuah pulau yang terpisah, letaknya di tengah-tengah danau. Itulah sebabnya tiket masuk Nami Island sudah otomatis satu paket dengan tiket ferry round trip. Kita tidak perlu mengantri terlalu lama untuk naik ferry, dan tidak pula perlu menunggu lama untuk sampai di pulau tujuan. Oh ya, saat tiba di depan pintu masuk menuju port, jangan kaget saat melihat tulisan “Immigration Office.” Immigration Office itu maksudnya ticketing office, jadi sama sekali bukan kantor imigrasi betulan. Karena ceritanya, si Nami Island ini merupakan ‘negara pura-pura’ yang bernama Naminara Republic.

Lalu apa yang bisa kita lakukan di Nami Island? Apalagi kalau bukan bersepeda mengelilingi pulau! Bersepeda jadi sangat populer di pulau ini karena hal yang sama juga dilakukan oleh tokoh utama di serial Winter Sonata. Kemudian di tengah-tengah pulau, kita akan menemukan patung first kiss Winter Sonata yang selalu menjadi photo spot favorit turis-turis yang datang ke sana.

Sebetulnya gue sama sekali enggak pernah nonton Winter Sonata, dan menurut gue pun, pemandangan di Nami Island juga enggak bagus-bagus amat. Tapi tetap saja… gue suka banget bersepeda di pulau itu! Hembusan anginnya terasa menyenangkan, pantulan air danau dari kejauhan, pohon-pohon besar yang menjulang di sepanjang jalan, dan jalan berdebu yang sesekali naik dan turun, udah berhasil bikin gue ngerasa gembira hanya dengan mengayuh sepeda di pulau itu. Oh ya, meskipun bukan tempat paling indah yang pernah gue datangi, Nami Island ini tetap terlihat sangat fotogenik. Take a look at the pictures below!

Overall, gue menikmati acara jalan-jalan pertama gue di Korea Selatan itu. Tempatnya memang jauh dari pusat kota, but both of Petite France and Nami Island are worth to visit. Oh ya, buat kamu yang nggak bisa mengendarai sepeda… nggak usah khawatir! Selain menyewakan sepeda, pengelola pulau itu juga menyewakan mobil mini dan juga otoped elektrik. Jangan ragu untuk menyewa salah satu kendaraan itu, and enjoy the rides 🙂

P.s.: Untuk pulang dari Nami Island ke Seoul, jalan kaki sedikit menuju taxi stopper di dekat Seven Eleven, antri untuk dapat taksi, dan bilang sama supirnya kamu kepengen pergi ke stasiun Gapyeong. Dari situ, kamu bisa ambil kereta menuju Seoul.

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

My Blog Counter

  • 935,905 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

Click the pictures below to visit my Instagram...

We can’t control whatever life throws at us, but we definitely can control our reaction toward anything that can possibly happen to us.
It’s our decision whether or not we set ourselves free from miseries.
It’s our action that makes our life either colorful or plain boring.
It’s our behavior that leads us to feel merry or lonely.
And it’s certainly our own choices that bring us happiness in life.
Life is too short to be lonely, unhappy, and to be less proud of who we are.
Make the most of every day in your life, be happy with the little and the big things, make your life not only worth living, but also worth to celebrate!
You tell this to yourself, “Happiness starts now!” I’ve been working as a pre-wedding conceptor in past couple of months and I really enjoy seeing how two people so much in love with each other.
With that being said, instead of rushing myself to my own wedding, I’d rather tell myself to take my time. I want my wedding to be a lifetime event, I want this to be something worth fighting for, and for that, I need the right man who also shares the same wishes as mine.
I still have to find someone who clearly tells me what he wants, the one who never makes me have to wonder where he stands, the one who will certainly catch me when I fall. And maybe, it takes times until I find him. But that’s okay! Good things take times, do they? Either you are my friend, enemy, or just somebody I know. The choice is yours.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

%d bloggers like this: