Mannequin Challenge

Setelah birthday video, kali ini gue juga kepingin share hasil mannequin challenge di acara ultah gue dua minggu yang lalu. Check this out!

Awalnya, tidak terpikir untuk bikin video ini di acara ultah gue sendiri. Pernah satu kali ikutan mannequin challenge di kantor tapi hasilnya tidak sesuai harapan gue. Barulah saat salah satu teman mengusulkan ide ini untuk pesta gue sendiri, gue langsung berpikiran, “Ini kesempatan untuk bikin mannequin challenge sesuai harapan, hehehehe.”

Seusai acara, videografer gue sempat bilang ada beberapa orang yang bergerak selama proses pengambilan gambar. Gue jadi khawatir video-nya gagal total. Tapi ternyataa, video tetap jadi dan hasilnya sangat memuaskan! Hanya saja sayangnya, ada beberapa grup yang terpaksa dipotong karena salah satu di antaranya bergerak saat pengambilan gambar 😦

Oh ya, jika kalian lihat, ada satu anak kecil (usia 4 tahun!) bisa diajak ikutan mannequin challenge. Siapa lagi kalau bukan Arfa si ponakan kesayangan! Gue tersenyum geli saat melihat Arfa dalam video ini. Benar-benar si anak pintar!

Hope you guys enjoy the video!

My Birthday Video

Setelah heboh posting video ultah di semua socmed yang gue punya, kali ini giliran gue post video yang sama di blog gue ini. 🙂 Enjoy!

Do you like the video and all of my birthday photographs? Do you need a team of photographer and videographer for your events? Well you should consider hiring the team who helped me in my birthday photography! Check out their Instagram: zerophotography87 and usa_punya

Sebagai orang yang sangat senang difoto (plus agak-agak perfeksionis, detail, dan cerewet untuk urusan angle), gue benar-benar puas deh sama hasil kerja tim fotografi gue ini. Medannya berat (tempat agak gelap dan langit agak mendung), tapi mereka tetap bisa menghasilkan foto dan video yang mind blowing! Kemudian entah bagaimana, meskipun suara yang dihasilkan mic gue saat itu sebetulnya sangat pelan ditambah suara gue juga sedang sangat serak, anehnya suara gue tetap terdengar jelas di video ini. Very well done!

Satu kualitas yang gue suka dari vendor gue yang satu ini adalah kesabaran mereka dalam memenuhi permintaan gue. Gue sempat dua (atau tiga?) kali minta revisi video yang gue share di sini dan mereka dengan sabarnya mengerjakan request gue itu. Mengutip salah satu pujian dari teman gue di EY, video pendek ini berhasil merangkum beautiful moments dalam pesta gue itu. Lalu yang paling gue suka, sentuhan akhir berupa speech gue yang dijadikan voice background dan nyanyian lagu ultah dari ponakan gue itu betul-betul final touch yang membuat video ini berhasil melebihi ekspektasi gue sendiri!

Selain gue, teman-teman dan keluarga gue juga sangat menyukai hasil kerja tim fotografi di pesta gue itu. Mereka banyak mengambil foto candid tamu undangan gue yang kemudian disimpan bahkan dijadikan profile pictures oleh beberapa di antaranya! I’m glad that everyone enjoy their hard works!

Semoga lain kali, gue punya kesempatan untuk kerja bareng mereka lagi! Many thanks (again) and wish you and your business a very bright future ahead!

Thank God for This Long Weekend!

Having said that I really enjoy my current job, I’m still so grateful for having three days off in a row. I finally got my full recovery after being sick in the past two weeks!

This long weekend also reminded me of the importance of having a me time; just me, myself, and I. Used to have a big problem (at least, it was a big one to me) a few months back and I prevented myself from being alone. Being in the middle of my families and friends have really distracted me and helped me to move on! I spent nearly all weekends going somewhere but apparently, my body was not strong enough for that (not after over 10 hours at work everyday!). So there I went down with stomachache, sore throat, and headache for almost two weeks!

Determined to completely heal from my illnesses, I decided to spend this long weekend just at home. I even canceled my plan to spend the nights at my parent’s home to visit my newly born niece! I just thought that I couldn’t get any closer to that little baby anyway. You know… she’s still very fragile (but I have bought 2 jumpers, 2 rompers, 2 hats, and 2 leggings for her yesterday, hehehehe).

On Saturday, I woke up at 10 AM. I wanted to wake up at noon, but I still had one ongoing system test to be finished very soon. I didn’t have to go to the office for that though. Just my laptop connected to wi-fi would do. Not much I should do for this test so that I could still have my time to nap, eat, and watch my favorite TV shows.

Sunday morning, I felt completely fresh! I had two reports to review, but they could wait! And then I realized I was running out of my serum, make-up remover, soaps, and so many other personal supplies! Oh my God! I was so busy I didn’t make time for groceries shopping! So I went to the nearest shopping mall just to check-out my shopping list. And then I remembered… I had one movie I wanted to watch. So there I want Fallen only to get super bored with the movie, hehehehe.

Back from the second shopping mall (yeah, I had to move to another shopping mall just because the first one didn’t sell my serum no more), I felt very tired again. My body was still not fit enough even just for a half day shopping trip. Not to mention I still had to review those two financial reports last night. Thank God I still had Monday to take some more rest! Too bad I forgot to turn off my weekday alarm so that I still woke up very early in the morning. Sigh.

Around 9 AM, I was completely awake. The first thing popped up on my mind was not about the reports I had to submit (I knew that my team almost finished with his revision already), but it was about the online revolution day! Almost all of my favorite online stores offered the best discount of the year!

So of course, first thing I did on Monday morning, even before having my breakfast, was shopping online. And yeah, I ended shopping a lot of it. Zalora discounts really drove me crazy! I bought 2 party dresses, 3 casual dresses, 1 playsuit, 1 kimono, and a pair of pants with total discounts almost IDR 3millions! Very well done, Zalora! Thanks!

After finishing the payment (I had to do it very soon because some of my selections were the last pieces available!), I went back to Skype group to discuss reporting matters. I was just in time and managed to submit the two reports on time. Yaaay! And one more thing. There was one outer at Shopatvelvet that I really wanted but it was sold out online and I couldn’t find it in the offline store either, and then out of the blue, that outer was available online again! Just one last piece, I grabbed it very fast, and I finally got it! I intentionally went back to that online store hoping that someone canceled their order and somehow I was right! This is indeed my lucky shopping day!

Done with the report (and the online shopping, hehehehe), I took a nap and woke up at 5 PM. Then I made up my room, wrote my blog, replied a few e-mails and discussed over Skype with a colleague who came to the office just to finish an urgent project. Right at this moment, I feel like I’m so fresh and ready to to go back to work!

What do I learn from this long weekend?

  1. I’m lucky to have three direct reports who are willing to meet the deadlines even if it’s weekend and national holiday; and
  2. It’s important to bond with my families and friends, but it’s also important to bond with myself. Give myself a break, a me time, and to take some rest.

We still have more than two weeks in 2016 and I really hope I can make the very best of it! Bring it on!

40 Things to Do Before 40

13 wishes yang belum terwujud di usia 20-an

  1. Pergi ke dokter ahli gizi buat naikin berat badan;
  2. Investasi reksadana atau logam mulia;
  3. Berani nyetir mobil sendiri -> gue ganti aja jadi hire supir pribadi, hehehehe;
  4. Nonton konser penyanyi luar negeri;
  5. Tinggal di apartemen pribadi;
  6. Punya 1 tas LV, beli langsung di Paris;
  7. Lihat salju;
  8. Terbitkan novel perdana -> 2 novel dalam 10 tahun ke depan, kalo bisa, hehehehe;
  9. Membawa novel gue layar lebar (amiin!);
  10. Membukukan tulisan-tulisan terbaik gue di blog ini;
  11. Tampil di cover majalah atau tabloid ibu kota -> I can’t believe I used to write such a wish like this, hehehehe;
  12. Apply beasiswa S2 ke luar negeri, coba sekali lagi; dan
  13. Meet my Mr. Right.

10 places to visit in the next 10 years

  1. Kawah Ijen (semoga gue kuat nanjaknya, hehehehe);
  2. Ora Beach;
  3. Sumba;
  4. Raja Ampat;
  5. Maldives (asyiknya buat honeymoon nih! 😉 )
  6. Back to Japan and go to the countryside;
  7. France (bukan cuma Paris-nya aja!)
  8. Italy;
  9. New Zealand (pengen ke lokasi syutingnya LOTR, meskipun gue enggak suka nonton film-nya 😀 ); dan
  10. Iceland (pengen bisa lihat aurora juga!).

3 things to buy in the next 10 years:

  1. Apartemen baru yang lebih besar;
  2. Properti untuk investasi; dan
  3. Diamond 😉

2 target karier:

  1. Kerja di luar negeri, cukup beberapa bulan atau beberapa tahun saja;
  2. CEO! Hehehehehe.

5 behaviors target:

  1. Tidak lagi gampang curhat ke banyak orang. Sedikit sahabat yang bisa dipercaya sudah lebih dari cukup;
  2. Pesan makan secukupnya, yang penting dihabiskan;
  3. Makan tepat waktu. Entah kenapa cuma makan tepat waktu aja kok ya susah banget;
  4. Olahraga, setidaknya saat akhir pekan; dan
  5. Selalu bersihin make-up dan cuci muka sebelum tidur, secapek apapun! Uups, jadi ketahuan pemalasnya deh, hehehehe.

Others:

  1. Work-life balance improvement;
  2. Tidur minimal 7 jam sehari;
  3. Watch Cirque Du Soleil, the live show!
  4. Beraniin facial, beberapa kali lagi aja buat beresin marks yang susah hilang;
  5. Lasik. Sudah bosan pakai kacamata dan soft lenses;
  6. Bikin foto pre-wedding yang tiada duanya, hehehehe; dan
  7. Intimate wedding reception surrounded by the nature.

My Birthday Party, from Morning to Afternoon

Seperti yang gue tulis di blog sebelum ini, satu minggu yang lalu gue merayakan ulang tahun gue yang ke 30. Bukan cuma mengundang seluruh keluarga besar, tapi juga beberapa teman dari SMP, SMA, kuliah, sampai 4 perusahaan tempat gue pernah bekerja. Ada juga ekstra satu sahabat yang gue kenal di IEC saat masih duduk di bangku SMP dulu! Rencananya, gue ingin teman-teman baik gue saling mengenal langsung dan bukan hanya pernah mendengar dari cerita-cerita gue saja.

Ceritanya dalam acara ultah ini, gue ingin merangkul saudara dan teman-teman gue sendiri sebagai vendor. Semuanya masih beginner, tapi gue punya kepercayaan atas talenta dan masa depan bisnis mereka masing-masing. Dekorasi gue percayakan ke adek ipar gue (Instagram: dhici_dc), fotografi plus videografi gue percayakan ke mantan teman sekantor gue di Lazada (Instagram: usa_punya dan zerophotography87), lalu untuk make-up juga gue percayakan ke teman di kantor gue sebelumnya (Instagram: ynk_makeup). Bagaimana hasilnya? Bisa dilihat di foto-fot yang gue share di sini! They did a very good work, didn’t they?

Dari semua vendor yang gue pilih untuk acara ini, hanya urusan makanan saja yang gue pilih dari top vendors. Untuk kue ulang tahun lengkap dengan kue-kue kecilnya, gue pesan dari LeNovelle. Harganya ternyata tidak semahal yang gue kira, dan tentu saja hasilnya sangat-sangat memuaskan! They taste as good as they look! Untuk appetizer, gue pesan mini quiche dari White Cream Cakes dan menu makan siang langsung dari Bistronomy; tempat gue mengadakan acara ultah gue kali ini.

Ultah gue kali ini banyak mencerminkan diri gue luar-dalam: feminim, pink, elegan (ciee), dan tema utamanya apa lagi kalau bukan traveling! Mulai dari undangan berbentuk postcardplace cards berbentuk tiket kereta, table numbers dan sign board berbentuk peta dunia, kue ultah bertema traveling, sampai hadiah games berupa 10 passport cases dan koper beroda, hehehehe.

This slideshow requires JavaScript.

Sehari sebelum hari H, gue memutuskan untuk ijin sakit. Gue benar-benar perlu istirahat supaya cukup kuat untuk acara ulang tahun gue ini. Semua sudah siap dan sudah tidak mungkin diundur ke hari lain, jadi gue harus kuat! Sabtu pagi, gue merasa sedikit lebih baik dan langsung pesan makan via GoFood untuk sarapan, tetapi MUA gue ternyata datang lebih awal daripada sarapan gue. Jadilah gue mandi dan mulai dandan dengan perut kosong. Akibatnya? Gue sempat mual dan berhenti dandan untuk tiduran lalu makan sebentar. Untung MUA gue ini sabar orangnya, hehehehe.

Setibanya di Bistronomy, sudah ada cukup banyak anggota keluarga besar yang tiba di sana. Tapi ternyataa, masih banyak yang belum siap! Place cards belum selesai digunting, balon untuk games belum ditiup, dan hanya sekedar table numbers pun belum diletakkan di meja masing-masing! Gue juga masih batuk-batuk dan masih kepengen memperbaiki eyeliner gue. Sempat minta tolong adek gue untuk beli obat batuk dan cotton bud untuk memperbaiki make-up, tapi akhirnya gue malah sibuk urus ini-itu untuk acara gue sendiri.

Teman-teman gue lalu mulai datang satu per satu. Cukup banyak yang datang terlambat, sehingga acara gue jadi ngaret sekitar setengah jam. Dua sahabat baik gue malah baru datang setelah acara utama sudah selesai! Gue sampe berpesan, kalo nanti gue married, mereka enggak boleh datang terlambat lagi, hehehehe. Saat acara dimulai, baru saat itu gue menyadari ada masalah dengan sound system-nya. Suara mic-nya terdengar sangat pelan! Tapi sudahlah… show must go on anyway.

Arya, MC yang gue dapat dari teman sekantor, mulai membuka acara gue. Sebagai bagian dari acara pembuka adalah sambutan dari bokap, sekaligus doa bersama. Ada beberapa cerita bokap gue yang berhasil mengundang tawa seisi ruangan, ada juga yang terasa menyentuh buat gue. I think my Dad’s speech was even better than my own closing speech, hehehehe.

Acara selanjutnya langsung berupa games di mana masing-masing kelompok harus menceritakan hal-hal yang paling unik, lucu, atau menarik soal gue. Ada beberapa yang mudah ditebak, tapi cukup banyak juga yang bikin gue berpikiran, “Oh iya ya, dulu gue suka kayak gitu!” Isinya lucu, bikin gue senyum-senyum dan tertawa geli, sampai akhirnya gue pilih tim Lazada sebagai pemenang karena presentasinya gue anggap paling menarik dan paling mengundang applause dari tamu undangan lainnya.

Selesai games pertama, sambutan dari keluarga malah diwakili oleh ponakan kecil gue 😀 Sayangnya saat itu Arfa malu-malu, malah nempel erat sama Daddy-nya. Sempat dituntun mengucapkan selamat ulang tahun buat gue, tapi itu tadi, Arfa-nya malu-malu banget. Baru saat disuruh nyanyi, Arfa bersedia nyanyi dengan suara lantang. Ponakan kecil gue ini udah berhasil bikin acara ultah gue jadi lebih ramai, hehehehe.

Games selanjutnya lebih panjang, dan lagi-lagi, agak terhambat dengan suara mic yang sangat pelan. Syukurlah saat babak final (pertandingan injak balon), suasana kembali riuh. Battle antara teman cewek dan sepupu cowok gue benar-benar seru! Meski cewek, teman gue ini pantang menyerah! Akhirnya tetap sepupu gue yang memenangkan hadiah utamanya, tapi benar deh, teman cewek gue ini betulan cewek tangguh, hehehehe.

Tiba acaranya tiup lilin (hanya tiup lilin, tidak ada potong kue supaya kuenya enggak rusak, hehehehe), sesuai rencana, acara nyanyi lagu ulang tahun akan dipimpin oleh Arfa. Arfa pegang mic-nya, nyanyi “Selamat Ulang Tahun” dan “Happy Birthday” diiringi tamu undangan lainnya. Tiba waktunya tiup lilin, eh lilin-lilin itu balik menyala lagi setelah gue tiup. Jadilah bokap turun tangan untuk mematikan apinya, hehehehe.

Acara utama ditutup dengan closing speech dari gue. Sebenernya, gue udah menyiapkan kepingin ngomong apa, tapi entah kenapa, gue lupa begitu saja. Gue cuma ngomong seingatnya, tapi yang penting, inti dari apa yang ingin gue sampaikan (insyaallah) sudah tersampaikan dengan baik. Gue hanya ingin bilang bahwa berkat mereka semua yang ada di ruangan itu, hidup gue jadi lebih ramai. Selalu ada orang-orang yang menemani tiap langkah kehidupan gue. Banyak yang bilang, orang sukses akan kesepian hidupnya, tapi syukur alhamdulillah, hal itu tidak terjadi pada diri gue, berkat mereka semua; para tamu undangan di pesta gue itu. Ah, well… I’m definitely a better writer than a speaker, hehehehe.

Selesai acara utama, tamu undangan dipersilahkan menyantap makan siang yang sudah disediakan. Antriannya langsung panjang banget! Di saat yang sama, gue bergantian foto bareng tamu-tamu gue. Sebetulnya perut gue mulai terasa mual dan agak lemas, tapi jadi tidak terlalu terasa dan gue bisa berfoto dengan semua tamu undangan gue. Dan tentu saja, gue juga berkeliling, meja ke meja, ngobrol dengan teman-teman gue. Sayangnya, selalu ada interupsi sehingga enggak bisa ngobrol berlama-lama. Berawal dari situ pula, tercetus ide untuk bikin reuni dengan teman kuliah dan teman dari EY dalam waktu dekat. Let’s make it happen, guys!

Menjelang jam tiga sore, satu per satu tamu gue bergantian pamit pulang. Hanya tinggal keluarga besar serta cukup banyak teammates dari Lazada dan Binus saja. Baru pada saat itulah, Puja dan Chrisnata tiba di Bistronomy! Dua sahabat langganan curhat gue bertahun-tahun lamanya 😀 Saat mereka datang, gue masih sempat mengenalkan mereka pada teman baik gue di Lazada. Gue memang tipe orang yang suka bercerita soal teman dekat gue ke teman dekat yang lainnya. Dari yang biasa hanya kenal dari cerita, mereka jadi bisa bertatap muka! Yang paling gue suka, tiga sahabat terbaik gue itu: Puja, Chris, dan Steven bisa duduk satu meja, ngobrol panjang lebar dan joking around bersama-sama! Senang rasanya bisa melihat mereka akur seperti itu, hehehehe. Rasanya, seperti mission accomplished! 

Setelah semua tamu undangan meninggalkan Bistronomy, gue kembali berfoto dengan keluarga, dan tentu saja, menyelesaikan urusan pembayaran dengan Bistronomy. Gue suka banget sama restoran ini, betul-betul kelihatan fotogenik! Tidak perlu banyak dekorasi sudah terlihat cantik dengan sendirinya. Foto-foto gue jadi terlihat bagus tentu berkat backdrop-nya juga! Makin keren berkat dekorasi karya adek ipar gue yang hasilnya benar-benar melebihi ekspektasi gue sendiri. Thank you so much for your hard work, my brother!

Pulang ke rumah, gue langsung dengan antusias buka kado dan membaca kartu ucapan satu per satu. Semua kadonya benar-benar gue banget! They really know me so well! Gue jadi punya banyak stok baju dan tas baru, yang saking banyaknya, gue harus menghibahkan beberapa baju lama hanya untuk memberi ruang buat baju baru di lemari gue itu, hehehehe. Cukup banyak juga kado yang berguna banget untuk hobi traveling gue. Sudah pasti akan gue bawa di perjalanan yang selanjutnya!

Malam hari, gue pergi tidur dengan hati senang. Sakit makin parah, tapi gue benar-benar merasa senang. Gue semakin tahu bahwa alhamdulillah, gue punya tiga puluh tahun pertama yang luar biasa dalam hidup gue ini 🙂

Thanks everyone for being a great part of my life! Gue harap, pertemanan kita tidak berhenti sampai di sini saja! Dan buat semua anggota keluarga gue, gue benar-benar berterima kasih kalian sudah selalu menerima gue apa adanya. Selalu membuka pintu maafnya untuk gue. Selalu ada, benar-benar ada, baik dalam suka maupun duka.

Oh ya, tahu apa salah satu kado terbaik gue? Ponakan ke dua gue, alias adiknya Arfa, lahir 4 hari setelah acara ulang tahun gue 🙂 Sempat khawatir adek gue malah akan melahirkan sebelum atau saat acara gue berlangsung, tapi ponakan cantik gue ini memang pengertian… Dia tunggu acara gue selesai dulu sebelum akhirnya lahir dengan selamat, hehehehe.

This party was one of my wish list before I turned thirty, and apart of the imperfections, I did really have a great time in my party. So thank God for turning one more of my dream to reality. Alhamduillah 🙂

The Woman that I’ve Become

img_1831Jadi ceritanya, hari Sabtu minggu kemarin, setelah belasan tahun lamanya sejak sweet 17, gue kembali merayakan ulang tahun yang ke 30. Kali ini, namanya fabulous 30, hehehehe. Sekitar 1 hari setelah acara, tim fotografi memberikan beberapa bocoran foto-foto terbaik gue selama acara berlangsung. Dalam satu foto itu, terlihat gue sedang tertawa terbahak-bahak. Saat itulah gue menyadari perubahan-perubahan terakhir sejak gue berusia 17 tahun.

Gue masih ingat 13 tahun yang lalu itu, gue super cranky menghadapi pesta ulang tahun gue sendiri. Teman-teman yang niatnya ikut membantu mempersiapkan acara sampe bingung sendiri lihat kelakukan gue saat itu. Salah satu dari mereka sampai mengelus punggung gue sambil bilang, “Sabar, Fa…”

Gue bebas cranky di acara ultah gue yang ke 30 itu bukan karena segala sesuatunya berjalan sempurna. Masih termasuk jauh dari sempurna malah sebetulnya.

Tamu sudah datang tapi table number dan place cards belum siap.

Balon untuk acara games belum selesai ditiup.

Ragu-ragu dengan bulu mata anti badai yang dipasang make-up artist gue.

Empat teman yang gue harapkan kedatangannya berhalangan untuk hadir.

Sound system yang ternyata tidak cukup kencang (rasanya mic ini kekurangan terbesar dalam acara gue).

Antrian makanan yang sangat panjang.

Dan yang paling buruk, gue menggelar acara dalam keadaan masih sakit.

Tapi tetap saja, gue tetap kalem. Tetap menikmati acara. Tetap tersenyum dan tertawa saat ada hal-hal lucu yang terjadi sepanjang acara. Sesekali fokus gue terpecah saking banyaknya tamu undangan, tapi selebihnya, gue benar-benar menikmati acara gue dengan segala kekurangannya itu.

Meski acara jadi ngaret, setidaknya cukup banyak tamu yang stay sampai dua jam setelah acara selesai. Gue jadi punya lebih banyak waktu untuk ngobrol dengan teman-teman gue.

Meski sound system benar-benar mengecewakan, decoration yang dibuat oleh adek ipar gue itu justru melebihi harapan gue. I really love the final result and I’m sure everyone in my party will agree!

Bulu mata anti badai yang awalnya membuat gue tidak percaya diri ternyata malah membuat gue menuai banyak pujian dari tamu-tamu gue.

Meski tidak semua tamu bisa hadir, setidaknya, semua sahabat terbaik gue (the BFFs) menyempatkan diri untuk hadir (walaupun dua dari empat orang ini dating telat sihhh).

Antrian makanan utama memang kelewat panjang, tapi tamu-tamu gue justru sangat menyukai rasa appetizer dan desserts yang gue sajikan (thanks to White Cream Cakes for the quiche and LeNovelle for the cakes!).

Dan yang paling hebat, meski dalam keadaan sakit, gue bisa bertahan (alias tidak pingsan, hehehehe) sampai dengan acaranya selesai (setelah itu, langsung ijin sakit dua hari setengah).

Setelah acara selesai, kesenangan gue masih berlanjut saat buka kado. Ada cukup banyak hadiah yang benar-benar gue banget. Gue jadi punya banyak stok baju baru! Hari ini saja, gue pake tiga barang yang semuanya dari kado ultah gue, hehehehe. Tambah senang lagi saat tim fotografi gue mulai mengirim beberapa foto terbaik gue itu. Gue benar-benar puas dengan hasil kerja mereka!

Pada akhirnya, gue menyadari… Ini bukan cuma soal cara gue menghadapi acara yang gue gelar, tapi juga cara gue menjalani hidup secara keseluruhan.

Selama belasan tahun terakhir, gue banyak belajar bahwa hidup tidak akan pernah bisa jadi sempurna. Sekeras apapun gue berusaha, tetap akan selalu ada hal-hal yang tidak sesuai harapan gue. Dan, gue juga belajar bahwa gue tidak perlu menunggu sempurna hanya untuk bisa berbahagia.

Gue juga banyak belajar (meski dengan cara yang menyakitkan hati) bahwa tidak semua orang akan selama-lamanya tinggal dalam hidup ini. Selalu ada saja orang-orang yang gue inginkan justru lebih memilih untuk tidak lagi ambil bagian dalam hidup gue. Akan tetapi, gue juga belajar gue tidak perlu memiliki segala-galanya untuk selama-lamanya hanya untuk bisa bahagia.

Hidup bukan tentang bagaimana caranya tidak turun hujan, tapi tentang bagaimana caranya menikmati hujan itu sendiri. Dan gue bersyukur bahwa setidaknya, gue bukan lagi orang yang sama dengan diri gue tiga belas tahun yang lalu itu. Gue yang sekarang, setelah melewati begitu banyak hal, telah berhasil menemukan cara bagaimana caranya tetap berbahagia di balik segala ketidaksempurnaan.

Oh ya… ngomong-ngomong soal tiga belas tahun yang lalu… Gue juga jadi sadar betapa berbedanya penampilan gue sekarang ini. Baju yang gue pilih untuk ultah ke 30 malah jauh lebih cantik daripada baju gue saat sweet 17 dulu. Baju sweet 17 gue itu sampe suka jadi bahan ledekan salah satu teman SMA dulu! So not only I have managed to live a happy life, but also I dress and look better than I used to be, hehehehe. 

Perayaan ulang tahun gue ini hanya sebentuk rasa syukur gue atas hidup yang telah Allah anugerahkan untuk gue. Atas teman dan sahabat yang menemani perjalanan hidup gue. Dan atas diri gue yang sekarang ini, lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

No, I do not have an easy nor perfect life, but I definitely do have an awesome life. I’m not always proud of the things I did in life, but I do proud of the woman that I’ve become. Alhamdulillah 🙂

My Birthday, from Morning to Evening

This morning, my phone woke me up. It buzzed nearly every second all mornings. Notifications from Whatsapp, LINE, Skype, Facebook, Path, even Linkedin kept coming to my phone. And yes, it was because today is my birthday. 🙂

It surprised me how many birthday wishes I had all day today. It’s a lot more than I used to get last years. Not only close friends and families, but also colleagues across the countries, old friends that I haven’t met for quite some times, and some other people that I never thought would care about my birthday. And did you know what’s even better? All people that I expected to text me did actually text or call me just right in time. None of the people those matter to me forget my birthday today, hehehehe.

When I just arrived in the office, an ex-colleague called me for a few minutes and we had a good laugh, as we always do. I’m so excited that I will meet her very soon in my birthday bash this weekend! And then exactly at 11 AM today, my Dad texted his birthday wishes along with some pictures of me when I was still a little baby. My parents looked so young in those pictures, and I looked so tiny in their arms! These pictures were heartwarming to me, somehow. Looking at those picture made me feel (more) blessed and grateful for the life that I live in. My life has never been easy even since I was a little kid, but it’s always always worth living.

And then after I was back from lunch with the MC who’s going to host my party, I found a wrapped box with a post-it on top of it right on my desk. My party is still three days away and I already received this early gift! And actually, I already received three other early birthday presents from my friends even since one month ago! Ahh, how can’t I love my own birthday? Hehehehe.

My phone kept ringing once in a while all day today, so there I decided to go to the coffee shop downstairs just to reply my texts (oops, I’m sorry for this, Boss! In case you read this, hehehehe). I spent 10 minutes replying all those texts until my phone rang. Sarah from my team called asking me to go upstairs for an urgent matter related with the MC. Oh well, somehow I knew she had prepared a birthday cake for me and she was waiting in the canteen with all other team members, hehehehe.

And of course I was right! When I entered the canteen, everyone was singing and Sarah gave me my birthday cake. I blew the candles, made the first cut, and gave the first cake to Rian (and it was only because he was craving for the cake so badly, hehehehe). Then as usual, we took some pictures and exchanged jokes with each other. Thanks for making time to prepare this, guys! I know you were all super busy today! You know… it’s closing time for the finance team everywhere!

purq24931

Today, someone in my team asked me, “How does it feel to be 30?”

I didn’t deliver any good answer back then, but now, I have prepared the real good answer (at least I hope it’s a good one!). How does it feel to be 30? It feels like I have won the first round of my life. People says that 20’s will determine a lot of things in the future to come, and I do think that I have made the most of my 20’s. The ups and downs, the rights and wrongs, the tears and laughter, all of it have made me the one whom I always dreamed of. I’m grateful for every moment of my life, I’m even grateful for the mistakes that I ever did. Thanks to all those wrong turns I took, they have finally led me to where I am right now; to the place that I belong.

Yes, being 30 is scary in a way it makes me realize that I should really start a new phase in my life. I can’t be forever alone, but am I ready to share my life with someone for the rest of my life? Being 30 also pushes me to do something a lot better that I already did when I was younger. Given that I have achieved a pretty high bar in my 20’s, the next targets would be a lot more challenging to achieve. Just yesterday I told myself, “I know what’s next, but I’m not yet sure if I’m ready for it.”

But… hey… What’s the rush here? This is just my first day being thirty! Relax! If God gives me a chance to live longer, then I will still have plenty of times to make my wishes come true! If I could do it back in my 20’s, then insyallah, I can try to find a way to make my dreams happen in my 30’s too.

And finally… I want to share with you the biggest achievement I’ve made just a moment before I turned thirty: I learned how to sincerely forgive and let go of the things that are not meant to be. I’m also so proud that I’m never too tired to push myself to be a better one, I never lose my faith in humanity, and I’m really proud that I could remain as a happy person after every loss and failure I had over the first thirty years of my life.

Thank you everyone for the prayers, for being a part of my life (be it for years or just a little while), and for my blog readers, thanks for reading and motivating me to keep writing for you!

I’m gonna stop writing this long post and back to work! Hehehehe.

Wish you all a wonderful night!

30 Things I Learned Before 30

 

Believe it or not, I’ve started writing this post over the past one year just to be posted exactly tonight; a few hours before my 30th birthday. It’s all the life lessons I learned (the hard way for many of them) in the first thirty years of my life.

Here we go… Thirty things I learned before thirty.

  1. Dream, believe, and make it happen! I should always try to find a way to make my life worth living;
  2. When my very best effort doesn’t seem to be good enough, perhaps, it’s only because God has prepared something better for my future. Don’t run after the things that are not meant to be;
  3. Gain some, lose some. There’s always a price I’ve got to pay in everything I earn in life;
  4. Courage will take me to places I’ve never seen. Be bold enough to speak up my mind and to stand tall for myself;
  5. There’s nobody can tell me what I can and what I can’t do until I give it a try. Nobody can, not even myself!
  6. I’ve got to know when I should listen to someone else and when I should close my ears tight;
  7. The more I give, the more I get in return. The universe will always have its ways to repay it all;
  8. My battle is not about learning how to be patient, it’s to learn how to be wiser. How to be angry in a right way, in a right time;
  9. Be very good at something will always be my strength everytime something else in my life is falling apart. Hold on to it!
  10. There’s always an insecurity behind everything that is exaggerated. Don’t be fooled by that!
  11. Fairness is NOT always about equality. People might despise me for doing justice, but it’s their problems, not mine;
  12. I’m always too little or too much to someone who doesn’t really want me in their lives;
  13. Life is not only about finding the people who accept me with all my flaws, but also about finding the ones who can celebrate my victories;
  14. The more I have in life, the more people will try to make me feel less than who I really am;
  15. Friendship is not about the quantity, it’s the quality;
  16. No matter how hard I try, I will never be able to make everyone like me. And it’s okay;
  17. I’m not perfect. Nobody is perfect. And it’s okay too;
  18. True love doesn’t always make a perfect sense. I just look at him and I know that I love him. And that’s that;
  19. If I really love somebody, no matter how hard it is, I’d rather give my very best fight to make it happen. Otherwise, the “what if” questions will only haunt me for the years to come;
  20. True love is crystal clear. If it’s not a yes, it’s a no. If he really loved me, he would not do the things that would risk him of losing me. And if the feelings are mutual, the efforts are equal;
  21. When I forgive others, I forgive myself;
  22. Love myself first. The rest will follow;
  23. Find something I’d love to do and do a lot more of it;
  24. I don’t need to wait until I have all the things I want just to be happy. Happiness starts now!
  25. Happiness is a work. A HARD work!
  26. Life is too short to be a hater. If something looks great on someone else’s life, it doesn’t mean it will certainly look good on me too;
  27. I can’t be perfect, but I can always be awesome!
  28. Be good to myself. I owe this after every sweat, tear, and pain that I’ve been through;
  29. Don’t lose faith in humanity, in love, in friendship, in believing that this world still can be a better place;
  30. The rest of the world may give up on me, but I should never give up on myself.

Future Is Not Going to Be That Scary, Is It?

Ceritanya, hari ini gue nemenin adek gue berburu stroller ke baby fair di JCC. Gue pergi berempat sama adek gue, suaminya, dan anak pertamanya. Begitu sampai di sana, bisa ditebak, JCC penuh dengan keluarga muda yang juga banyak membawa anak-anak kecil mereka.

Entah kenapa, yang terlintas di benak gue malah masa depan gue setelah berkeluarga nanti.

Bisa kah gue membagi waktu untuk karier dan keluarga gue?

Bisa kah gue bersabar menghadapi rewelnya anak-anak gue nanti?

Bisa kah gue tetap akur, awet, dan hidup bahagia dengan suami gue hingga nanti ajal memisahkan?

Bagaimana kalau anak atau suami gue sakit?

Bagaimana kalau anak gue sulit diatur dan selalu jelek nilainya di sekolah?

Bagaimana kalau nanti suami gue malah naksir perempuan lain?

Entah kenapa, melihat sekumpulan keluarga muda di JCC tadi malah membuat gue berpikir yang jelek-jelek seperti itu. Dan ini bukan soal gue berpikiran buruk soal hidup orang lain, tapi lebih kepada mempertanyakan kesiapan gue untuk menempuh jalan hidup yang sepenuhnya berbeda dengan hidup gue saat ini.

Selesai beli stroller dan beberapa keutuhan bayi lainnya, di perjalanan pulang menuju kosan, kita mampir makan malam di daerah Tebet. Seperti biasa, acara makan malam diramaikan oleh celotehan ponakan kecil gue. Umur Arfa baru empat tahun, tapi dia sudah pintar berceloteh ini-itu!

Setelah makan beberapa potong sushi dan tiba waktunya untuk makan dessert, Arfa berkeras ingin menyuapi gue makan es krim. Dan jadilah gue makan disuapi anak umur empat tahun! Namanya juga anak balita, suapinnya asal-asalan. Pisang dipotong super besar dan suapan es krimnya malah meleleh ke mana-mana. Meski akhirnya malah mengotori syal dan baju gue, entah kenapa, gue benar-benar merasa senang makan bareng ponakan gue itu.

Saat itulah gue menyadari… gue yang sekarang sudah jauh berbeda dengan gue bertahun-tahun yang lalu. Salah satu contohnya soal interaksi gue dengan anak kecil. Sebelum ada Arfa, gue paling malas basa-basi sama anak kecil. Gue bingung mesti gimana dan gue benar-benar enggak tertarik main sama mereka. Tapi kalo sekarang, jangankan Arfa, hanya sekedar anak kecil tidak dikenal yang tiba-tiba nempel sama gue di restoran pun udah mulai bisa bikin gue ngerasa terhibur.

Dan sebetulnya, yang berubah dari gue bukan hanya soal keluwesan menghadapi anak kecil saja. Gue udah melewati begitu banyak hal selama belasan tahun belakangan ini, melewati begitu banyak naik-turun kehidupan, melewati begitu banyak hal yang kemudian mendewasakan dan mengubah beberapa hal penting dalam diri gue ini. Pada akhirnya gue berkesimpulan… jika gue sudah berhasil melewati 30 tahun pertama hidup gue dengan baik, kenapa gue harus takut melewati tahun-tahun berikutnya dalam hidup gue nanti?

Dulu, gue tipe orang yang anti sosial. Tapi sekarang, bukan hanya berhasil mempererat hubungan gue dengan keluarga gue, tapi gue juga mulai berhasil mempertahankan persahabatan hingga bertahun-tahun lamanya.

Dulu, gue juga tipe orang yang luar biasa malasnya. Hidup cukup ikut air mengalir saja. Tapi sekarang, alhamdulillah, gue mulai sedikit demi sedikit berhasil mewujudkan hal-hal yang dulu hanya bisa gue simpan dalam impian.

Kemudian beberapa tahun belakangan ini, gue banyak dikejutkan dengan hal-hal yang sangat-sangat menyakiti perasaan gue. Tapi hebatnya, semua kejadian buruk itu tidak menghilangkan kepercayaan gue kepada sesama manusia. Salah mempercayai satu orang bukan berarti semua orang juga pasti akan melakukan hal yang sama.

Soal karier juga jatuh bangunnya tidak jauh berbeda. Gue pernah gagal, pernah merasa sangat dikecewakan, pernah merasa tidak yakin dan ragu-ragu, tapi alhamdulillah, semua pengalaman buruk itu justru mengajarkan gue hal-hal berharga yang tidak pernah ada di buku kuliah dulu. Dan yang paling membuat gue merasa bangga, gue berhasil mendapatkan rezeki gue dengan cara yang halal, serta tetap bisa melangkah maju tanpa perlu repot-repot menjatuhkan orang lain yang gue anggap sebagai pesaing.

Yang terakhir, dan ini yang paling penting, terlepas dari segala kesalahan yang pernah gue lakukan, perbuatan yang kemudian gue sesali, dan pilihan-pilihan yang ternyata hanya merugikan diri gue sendiri, pada akhirnya, gue tetap bisa bertahan untuk mencintai diri gue sendiri. Gue tidak pernah terlalu letih untuk bangkit kembali. Gue tidak pernah kehilangan keyakinan bahwa gue pasti bisa terus berubah menjadi lebih baik daripada diri gue yang sekarang ini.

Pulang ke rumah, gue sudah merasa lebih baik. Ulang tahun gue ke tiga puluh tahun hanya tinggal hitungan hari, dan insyaallah, gue udah siap memasuki babak baru dalam hidup gue ini. Semoga di tahun-tahun berikutnya, entah apapun yang terjadi nanti, gue tetap bisa mempertahankan hal-hal positif yang gue tulis dalam blog ini. Hidup tidak akan semakin mudah, tapi semoga, gue tidak akan pernah berhenti belajar untuk berbahagia.

To my future… let’s bring it on!

Belajar Berbahagia Untuk Orang Lain

Satu hal yang sulit gue mengerti dari orang yang sering merasa iri adalah, “Apa sih, susahnya berbahagia atas kebahagiaan orang lain?”

Karena beneran deh, kalo buat gue, berbahagia untuk orang lain itu sama sekali enggak ada susahnya!

Contohnya…

Gue selalu happy tiap kali ada teman gue yang akan segera menikah. Gue paling suka lihat-lihat koleksi foro pre-wedding milik orang-orang yang gue kenal. Selain itu, semakin gue dilibatkan dalam persiapan pernikahan mereka, semakin gue senang!

Gue juga pernah beberapa kali merasa lega ketika teman-teman gue (termasuk yang enggak akrab-akrab banget) akhirnya berhasil melahirkan anak pertama entah itu setelah beberapa kali keguguran atau setelah menunggu bertahun-tahun lamanya. Dan tiap kali ada saudara atau sahabat gue yang baru saja punya bayi, gue paling senang pergi ke toko bayi untuk pilih-pilih hadiahnya.

Gue juga ikut merasa excited saat mendengar teman gue baru saja mendapatkan promosi, atau baru diterima di perusahaan impian mereka. Gue bahkan ikut merasa bangga saat salah satu mantan teman sekantor diliput media sebagai CFO salah satu listed company (padahal, gue cuma kenal selintas saja sama orang itu).

Sama halnya saat ada teman yang mengabari baru saja memulai bisnisnya sendiri. Gue selalu menikmati browsing di online shop milik teman-teman gue. Ada rasa haru yang agak sulit gue jelaskan. Senang rasanya melihat teman gue sudah bisa berbisnis sampai sejauh itu.

Kemudian soal traveling. Hanya sekedar melihat foto-foto perjalanan orang lain di socmed bisa bikin gue tidak sabaran untuk segera klik “like”. Bisa jadi inspirasi untuk tujuan perjalanan gue selanjutnya.

Don’t you see what I meant?

Kebahagiaan orang lain tidak lantas berarti mengurangi kebahagiaan milik kita sendiri… Malah sebetulnya, mampu berbahagia untuk orang lain itu hanya akan melipatgandakan kebahagiaan dalam hidup kita ini. Kita jadi semakin sering punya alasan untuk bisa merasa bahagia. Kesempatan kita untuk merasa bahagia hanya akan menjadi tidak terbatas!

Penting untuk kita belajar berbahagia atas kebahagiaan orang lain… Jika kita bisa berbahagia untuk orang lain, apa lagi untuk diri kita senidiri?

Wish you have a merry Sunday! We have a lot of happiness to celebrate!