Kenapa Gue Pengen Pergi Umrah?

Seem’s like January first week has been a productive week for me to write. It’s only the third day and I have posted 4 new titles already! I should really keep it up! 😀

Kali ini gue mau cerita pengalaman gue manasik Umrah hari ini. Jujur awalnya, gue agak males-malesan pergi manasik. Emang penting banget ya? Toh udah ada buku panduan doa dan gue juga nanti akan pergi sama ortu yang sebelumnya udah pernah naik haji.  Masalahnya, hari ini gue ngantuk berat! Secara cuma sempat tidur 2 jam saja…

Di awal-awal, gue sempet nyaris ketiduran, sampai akhirnya ada satu judul presentasi di depan layar yang menarik perhatian gue; “Meluruskan niat untuk Umrah.” Inti dari presentasi yang satu itu adalah; kenapa kita memutuskan untuk pergi Umrah?

It’s interesting. It’s indeed a good question to myself. Why do I want to do it? Why now? 

Ada beberapa orang yang mengira gue pergi Umrah tahun ini hanya karena ingin berdoa minta diberikan jodoh. Setiap kali mendengar statement seperti itu, gue cuma senyum-senyum kecil saja. Soalnya kalau mau diladeni, bisa tidak ada habisnya!

Jadi bukan, jodoh bukan alasan gue kepingin pergi Umrah. Percaya nggak percaya, hingga hari ini, gue belum pernah sekalipun minta diberikan jodoh dalam doa-doa yang gue panjatkan.

Kenapa enggak pernah?

Karena bagaimana jika ternyata gue belum siap untuk settle down? Bagaimana jika ini bukan waktu yang tepat untuk gue menemukan pasangan hidup gue? Bagaimana jika ternyata menurut Allah, sebaiknya gue mengejar sederet cita-cita gue yang masih belum tercapai itu?

Terlepas dari kelakuan gue yang agak-agak moderat, sebetulnya gue ini tipe orang yang menyerahkan masa depan gue hanya di tangan Allah. Gue tahu apa yang gue mau, dan gue berusaha keras untuk mewujudkan semua itu, tapi, jika menurut Allah itu bukan yang terbaik untuk gue, maka gue akan coba untuk ikhlaskan. Ibaratnya, gue yang pegang pensil, gue yang menulis, tapi gue serahkan penghapusnya ke tangan Allah.

Jadi memang hanya itu saja isi doa gue pada umumnya; minta diberikan jalan keluar dan masa depan yang terbaik menurut-Nya, dan diberikan kekuatan untuk menerima kenyataan jika apa yang akhirnya Allah berikan tidak sesuai dengan harapan gue. Itulah sebabnya, di saat hubungan-hubungan gue yang terdahulu tidak berlangsung selamanya, gue ikhlas.

Dan sejujurnya, gue tidak melihat isi doa gue di Mekah dan Madinah nanti akan berubah dari biasanya. Gue tetap tidak akan meminta cepat-cepat dipertemukan dengan jodoh gue. Gue tetap hanya akan meminta diberikan hidup yang baik, masa depan yang baik, dan kekuatan yang cukup untuk bisa menjalaninya dengan baik.

Jika demikian, lantas apa alasan gue kepingin pergi Umrah?

Jawaban gue sederhana saja, gue hanya ingin mengucapkan lebih banyak syukur kepada Allah atas semua yang sudah Ia berikan untuk hidup gue. Atas segala kemudahan di tengah kesulitan, atas kekuatan di tengah segala ujian, dan atas kesuksesan setelah segala perjuangan dan kerja keras gue.

Gue menyadari, orang yang kerjanya luar biasa keras bukan hanya gue saja, tapi tidak semuanya mendapatkan apa yang telah gue dapatkan. Dan sejujurnya, gue ngerasa belum cukup banyak berterima kasih atas segala anugerah-Nya itu 😦

Satu harapan gue, semoga Umrah ini bisa mendatangkan Rahmat untuk hidup gue sehingga apapun pilihan hidup yang nantinya gue jalani, semua itu senantiasa diberkahi oleh Allah SWT.

Amiin. 🙂

 

Maybe, You Only Need to Let It Out

Have you ever felt so depressed that you want to run away from your own life? Feeling so down, sad, angry, confused, upset, all in the same time.

I do. And so does everyone of us.

Nobody says that this life is an easy stuff, especially when things are getting rough. Or when something you least expected turn into a reality. Or maybe, when you find yourself got trapped between difficult choices.

I hate to say this but in fact, no matter how hard you try to have a peaceful life, difficult times will always happen anyway. There’s always that one time where you can’t help but wondering, “How could this happen to me?”

It’s simply inevitable, but it doesn’t necessarily mean you have to be drown in your agony. If it’s not easy to make things get better, at least, you can definitely do something to make yourself feel better. And what do I do to make myself feel better? It’s simple; I only need to find someone to talk.

I need to hear me saying that thought out of my mind.

I need to tell someone what I really feel about it. No sugar coating, no lie, no denial.

I need to speak it up, I simply need to let it out.

Will it solve my problems? Perhaps no, BUT, it will definitely help me to find a way to solve my problems.

It always helps me to reduce my pain. And when my emotion is on a good state, my mind will also work on its very best state to figure out the next steps I should take to make things right.

I know that every people is different. If it works for me, it doesn’t mean it will also work for everyone else. But think again… Why do you think people pays a lot of money just to go talking with a shrink? It’s not about finding someone who is trained to solve your problems, it’s merely about finding someone whom you can trust to hear your problems.

Last week, the Christmas long weekend has been literally a long weekend to me. I lost my appetite, I couldn’t sleep well at night, and I sighed so many times during the days and nights. The situation remained along the weekdays until I decided to take my phone and reached out an old friend of mine. It was actually not a super big problem, but if I didn’t do anything, that problem would only get bigger and kill me inside.

And you know what… I was so right to get him for help! Around 4 hours chat and I felt so relieved. I finally slept well and ate a lot after waking up. I still had no clue what to do next, but at least, I simply knew that everything would be just fine.

Human was not created to live alone. I know that talking with someone can be risky. What if they can’t be trusted? Or what if they are not interested to listen to our problems? But still… we need someone to just sit and listen to us. It’s not about looking for their approvals or advice, it’s solely about us needing to let it out.

I used to be a very closed book person when I was teenager. And what was the result? I felt so lonely and so alone even when I was actually sitting in a crowded place. I am happier when I have someone to share my stories with. Believe me when I say, you are wiser when you are happier.

Find someone you can trust, a good listener who knows you well or willing to get to know you better, talk to them, and you will see how I am right about this matter.

My 2016 Resolutions

Sebetulnya, isi wishlist gue masih belum banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya, secara masih banyak wishes yang belum terpenuhi hingga saat ini. Tapi kemudian, gue teringat tekad gue pada saat malam tahun baru kemarin; tahun 2016 ini harus menjadi “the year of changes“. Bukan tahun yang “membawa” perubahan, tapi lebih tahun di mana gue “melakukan” perubahan-perubahan dalam diri gue sendiri.

Perubahan dalam hal apa saja? Berikut ini daftar resolusi gue!

.

Friendship

Semakin ke sini, semakin gue menyadari mempertahankan persahabatan itu tidak semudah kelihatannya. I’ve made a lot of new friends, but not so much of new best friends. Kemudian salah satu teman baik gue di kantor sebelumnya bilang begini, “Ya udah, resolusi 2016 gue, kita harus ketemuan minimal setahun 3 kali.”

And I agreed with him. Not only this one particular guy, but I will also do it to all other best friends of mine. We’ve put a lot of efforts to make these friendships happen, and we still need to put a lot more efforts to keep it last. 

.

Career

Si bos bule sering banget kasih gue julukan “grumpy“. Terakhir dia bilang, gue harus lebih bersemangat kalo ditanya “apa kabar”. Setelah gue pikir-pikir, ada benarnya juga. There’s one girl in my team who has such a positive vibe and I like her for that. So maybe, it’s a good thing to try, isn’t it?

Lalu satu hal lagi: gue pengen banget ganti strategi gue saat menghadapi difficult people. Negur mereka dengan emosi hanya akan jadi seperti creating a drama.  Gue belum tau harus berubah seperti apa persisnya, yang jelas, gue pengen kelihatan lebih cool aja gitu. If they act like a kid, then I’m the one who should act like a grown up. 

.

Love Life

Gue sering banget bilang begini di blog gue ini, “If he wants you, he will make it clear. He will make an effort to make it happen.” Tapi kenyataannya, praktek memang tidak semudah teorinya. Sulit untuk enggak jadi galau sendiri hanya karena sibuk menebak-nebak dan mempertanyakan isi hati si gebetan.

TAPI, tahun ini gue harus mengubah hal tersebut dari diri gue sendiri. Selama masih belum pasti, enggak usah dibawa serius! Boleh iseng-iseng godain dia kalo suasana sedang mendukung, tapi jangan sampai dibawa perasaan! Mau stay cool karena enggak jago flirting juga sebetulnya sah-sah aja kalo buat perempuan, secara flirting is not supposed to be our job, hehehe. Lalu kalau orangnya sedang tidak ada, jangan terus menerus dipikirkan! Keep yourself busy, keep having fun, AND the most important thing, keep your cab lights ON!

.

 2016… let’s rock!

2015 in a Glance

Before I start with my first post about my life in 2016, I would want to write a farewell note to 2015. And of course, I want to write a little bit more about my life journey in 2015. It’s my 2015, in a glance.

Initially I thought, I would only write about how 2015 had been one rough year to me. My multiple failures, huge disappointments, and not to mention I had my heart broken (even twice!) during that year. After my glorious 2014, it felt like I was going nowhere in 2015. But then this morning, I woke up, looked back, and I simply thought, “Well, it was horrible, but it was not that bad.”

I meant, those horrible events was indeed devastating to me, but somehow, I managed to move on so fast instead of spending months to mourn it all. It’s just like, “Well… s*** happens, but that’s okay, I can try again anyway, or, I can find someone else anyway 😉 “

And you know what… apart from those heartbreaking moments, I still remember that 2015 was also the same year where I felt most grateful for all I have. I had a lot of prayers in 2015 where I only said, “Thank God for blessing me this much! I couldn’t ask for more.”

The whole point is that in 2015, I had come to learn that one bad event did not make my life entirely a bad one. And even those multiple failures did not necessarily mean my entire life was a failure either. I had really applied that kind of wise thought, “This is just a bad day, not a bad life. And this too, will pass.”

Anyhow on the other side, I also had quite a lot of good things happened to me in 2015. I met a few more new friends, I had the best and the most unforgettable trip to Greece, and if I’m promoted at work in January this year, it’s all because of my hard work during 2015, isn’t it? I’ll write more about my promotion later in this blog 😉

And one last thing, 2015 had been a year where I finally embraced the fact that I am not getting any younger, and I am proud of it! I love being a success 20 something girl, but I will also love being a mature and gracefully aged 30 something woman! And you know what… my 30th birthday in November this year will be HUGE! It’s a milestone to celebrate, isn’t it?

So finally, good bye 2015, thank you for the lessons, for the memories, I simply thank you for another awesome year of my life!

Happy new year for my blog readers and please don’t get bored visiting my blog 😀

Have a nice holiday!

Bidakara; Gedung dengan Sejuta Cerita

Hari ini ceritanya, gue pergi makan siang bareng teman-teman sekantor ke gedung Bidakara; gedung yang pernah jadi lokasi kantornya Lazada sampai dengan pertengahan tahun ini. Dan sebetulnya sebelum itu, dulu gue pernah punya klien yang berlokasi di gedung yang sama. Jaman-jamannya gue masih kerja di EY, jaman-jaman gue baru saja memulai perjalanan karier gue.

Gue masih ingat betapa gugupnya gue di hari pertama kerja di EY. Baru hari pertama, langsung ditugaskan menyusul tim gue yang sudah ‘bermarkas’ di kantor klien di Bidakara. Tim yang masih sama sekali asing buat gue saat itu. Ketemu muka saja belum pernah, langsung disuruh datang ke sana sendirian!

Begitu sampai di ruang meeting yang khusus disediakan klien untuk tim auditor EY, gue langsung keliling ruangan kecil itu untuk berkenalan dengan teman-teman setim audit gue. Semuanya pasang muka cemberut, kecuali satu senior yang semangat ngajak kenalan sampe-sampe nyamperin gue hanya dengan slipper sebelah saja, hehehehe.

Mulai dari situ, ada banyak kenangan yang tidak terlupakan buat gue.

Salah satu yang paling berkesan, dulu gue pernah kepergok habis teleponan di sudut-sudut kantor klien. Begitu gue kembali masuk ke dalam ruangan, ada satu teman yang nyeletuk, “Si Ipeh abis ini mau pergi kencan!” Dan benar saja, seisi ruangan langsung berubah jadi heboh! Disuruh dandan lah, dikasih tips dan trik supaya  jangan nervous di kencan pertama pula! The date was apparently not so special, but their support was still unforgettable to me 🙂

Banyak pula hal-hal lucu yang terjadi di gedung itu. Mulai dari ditegur satpam gedung saat sedang asyik main kartu remi beramai-ramai di food court gedung, sampai habis dikeroyok teman-teman setim soal konsep pernikahan impian gue yang mereka anggap ‘very unusual‘. Waktu itu ada yang berkomentar, “We’ll see… Who is gonna be that lucky guy, hahahahaha.” Dan pastinya, pengalaman gempa bumi di hari pengumuman promosi pertama gue juga udah jadi kenangan unik tersendiri, hehehehe.

Bidakara udah jadi saksi bisu masa-masa awal perjuangan karier profesional gue. Rasa takut yang harus gue lawan saat ‘dipaksa’ langsung berhadapan dengan klien-klien senior, lembur tiap hari dengan begitu banyak hal baru yang harus gue pelajari, dan masa-masa awal gue membentuk jati diri sebagai pekerja kantoran.

Beberapa tahun kemudian, setelah sempat bekerja selama 3 tahun di perusahaan lainnya, gue kembali lagi ke gedung Bidakara selama satu tahun lamanya. Meski hanya 1 tahun, tetap cukup banyak kenangan yang gue dapatkan selama rentang waktu itu.

Gedung itu kembali jadi tempat pertemuan gue dengan rekan kerja satu tim, atau bahkan rekan kerja dari lain tim, yang kemudian menjadi teman-teman terbaik gue  di Lazada ini. Tim yang tadinya hanya berisi 2 orang sudah bertumbuh jadi belasan orang hanya dalam waktu satu tahun saja. Dan tentunya, di gedung ini pula gue sempet naksir-naksir sama bule lucu yang kemudian malah pulang kampung itu, hehehehe.

Bidakara is however just Bidakara, just a very old building on Pancoran area. Hence it’s not about the building, it’s the people I met and the struggles I’ve had that has made all of those memories still remain. It’s one of the places where I learned how to become who I am today. It’s only a building, but it has become a symbol, and a reminder, to the awesome journey I’ve been having since 7 years ago 🙂

I’ve made a lot of good memories in Bidakara, hoping that I will get a lot more of it in Lazada’s new office and anywhere else I am in the coming years.

Good night and have a nice dream!

25 Most Unforgettable Events in 2015

Emang sih, ini masih belum berganti tahun sehingga bisa jadi, masih terlalu awal untuk bikin tulisan ini. Tapi berhubung hari ini gue sedang produktif banget nge-blog, jadi sudahlah, gue tulis saja… Toh rasa-rasanya, kecil kemungkinan akan ada kejadian menarik lainnya hanya dalam waktu 4 hari ke depan.

So here we go… my top 25 events in 2015!

  1. Finally implementing SAP. Di awal tahun ini, gue sampe mesti kerja Sabtu dan Minggu hanya karena year end closing berbarengan dengan SAP migration. It was one of the toughest moments I’ve had at work;
  2. Pertama kali nyobain Glam Glow, and I’m addicted to it! Bener-bener quick fix untuk keadaan ‘emergency‘ 😉
  3. Pas banget di hari Valentine, gue sadar kalo gue akhirnya berhasil move on dari bule yang udah pulang kampung itu dan naksir cowok baru yang tidak pernah gue duga sebelumnya. Tetep enggak happy ending juga sih, tapi cowok yang satu itu bener-bener bikin gue belajar soal kualitas yang gue cari dari Mr. Right;
  4. Pertama kalinya nginep di hotel di Jakarta hanya dalam rangka weekend getaway. Besoknya, langsung mampir ke Doraemon Expo. Masih bagusan museum Doraemon yang di Jepang tentunya, tapi gue tetap suka foto-foto di situ. Terutama di laci ajaibnya Doraemon!
  5. Masih gara-gara SAP, gue sampe kerja 30 jam non-stop, pas banget tahun baru Cina waktu itu. Nginep di kantor sendirian lalu lanjut kerja di hari berikutnya tanpa mandi pagi terlebih dulu, hehehehe;
  6. Get my pretty pink Kate Spade handbag. Banyak orang iri ngelihat gue punya tas ini 😉 Bener-bener bag of the year pokoknya 😉
  7. Main ke Dusun Bambu bareng keluarga gue dan berhasil dapat beberapa foto yang masih jadi favorit gue hingga hari ini;
  8. Gaya-gayaan nginep di hotel seberang kantor hanya demi bisa mulai kerja pagi-pagi buta. Dan ya, lagi-lagi karena ngurusin SAP!
  9. Si bos bule mendadak bilang ingin pulang kampung sampai jangka waktu yang belum ditentukan. Agak-agak sedih waktu itu. Tapi akhirnya dia balik lagi sih;
  10. Retake IELTS and put my hopes up… Tadinya gue pikir, kerja 1 tahun di English speaking environment akan bisa mendongkrak skor gue itu… Tapi ternyata… tetap sama saja 😦 Ini salah satu momen yang paling sedih di 2015 buat gue 😦 Sampe batal apply beasiswa hanya gara-gara skor IELTS gue masih kurang 😦
  11. Main ke Lembang floating market. That place was surprisingly nice! Bagus buat foto-foto dan ada banyak makanan enak!
  12. Revenge dan Grey’s Anatomy akhirnya tamat juga, dalam waktu yang hampir bersamaan. Perfect ending, both of them!
  13. Diundang jadi speaker di STAN, topiknya enggak jauh-jauh dari e-commerce. Dari situ gue sadar… public speaking gue masih kurang oke untuk ukuran larger audiences. More practices, please!
  14. Pertama kalinya nonton Broadway show: Beauty & the Beast. Gue cukup terpukau dengan nyanyian para pemainnya!
  15. Lazada pindah ke gedung kantor baru, akhirnya! I like it much better than the old one, of course;
  16. Got a very exciting opportunity but then it just vanished with no reason. Ini juga salah satu momen paling bikin sedih di tahun 2015 buat gue;
  17. Liburan ke Yunani! It was definitely the best event of the year! Pemandangan indah, makanan enak, sempat ada holiday fling segala! It was simply the best trip I’ve ever had!
  18. Kecelakaan sepeda di Mykonos. Kuku ibu jari kaki kanan gue masih menghitam sampe sekarang gara-gara kecelakaan itu 😦
  19. Tim gue berhasil memenangkan lomba dekorasi Halloween Lazada tahun ini! Hadiah uangnya kita pake buat main ke Dufan rame-rame. Sempet kirim perwakilan yang udah all out banget untuk lomba kostumnya juga, tapi entah kenapa, jagoan kita itu enggak dapat gelar juara! It was odd, just odd;
  20. Ikut nyokap pergi reuni ke Belitung. And I loved that place! Lebih indah daripada Bali kalo menurut gue. Oh ya, gue juga suka sama Museum Kata-nya Andrea Hirata. It was simply awesome!
  21. Dibeliin parfum Candy Crush sama bokap gue, hitung-hitung hadiah ulang tahun yang dipercepat. Parfum ini unik banget lho. Saat kita buka bagian atas kardusnya, kita akan dengar suara, “Sweet” dari dalam kardusnya! Sama persis seperti suara yang biasa kita dengar saat main game-nya. Thank you, Dad!
  22. My 29th birthday. Makan-makan enak di Sana-Sini Pullman dan percaya deh, ini restoran buffet yang paling enak dan lengkap di Jakarta! Makan-makan juga di Mango Tree yang nggak kalah enaknya. Trus tahun ini gue dapet kado voucher belanja Informa dari teman-teman setim gue. Ceritanya kan, gue akan segera isi apartemen mulai awal tahun depan! They know me so well!
  23. Balik lagi jadi anak kos, dan gue jadi bertanya-tanya… kenapa gue enggak ngekos sejak awal aja ya? Bebas macet dan dekat ke mana-mana! Bener-bener bikin kualitas hidup jadi lebih baik aja gitu;
  24. Akhirnya benar-benar lepas dari kawat gigi dan retainer-nya! Setelah tujuh tahun lamanya!
  25. Another broken heart episodeI have to end this even before it’s started between us. It’s sad, I know 😦

So… 2016… what do you have for me? Bring it!

Cool Stuffs You Can Say When You’re Older

Seriously, getting old is not always scary at all. There are many cool stuffs that you only can say out loud after you have enough experiences to say so (read: after you’re getting older!).

You need me to give you some examples? Here we go!

  1. When you’re in an important meeting and you’ve got to introduce yourself, “Hi, I’m Riffa. I have more than 7 years working experiences at bla bla bla.” The longer you’ve worked, the more awesome it sounds 😉
  2. When you’re discussing about difficult stuffs at work, “Well, based on my past experience, it should be bla bla bla”
  3. When your staffs at work are amazed by your capability to read their mind, “I’m not a mind reader, it’s just that I’ve been doing this for years. I’ve learned a lot on how to read people’s expression and tones.”
  4. When you meet up with your old friends from high school, flashing back to your past, you’ll laugh out loud and say, “Oh my God! I can’t believe I was so stupid!” You probably will laugh at your own outfit back then and be grateful that you dress much better these days 😉
  5. When you’re sitting in the crowds and overhearing youngsters in school uniforms talking about ‘difficult stuffs in life’ or ‘a serious problem with boys’, you will roll your eyes and whisper, “Kids nowadays! What do they know about real life problems?”
  6. When your younger sister is brokenhearted, “I’ve been there before, this too will pass! Someday you’ll be grateful that you ditched him!”
  7. When you fall in love with the wrong person again, “No, not again. I’m just too old for the same old drama. If he wants me, he will make an effort, period.”
  8. When you talk about many random topics with others, some of it will remind you to your past trips. “I wish we had the same train like Shinkansen. It was awesome, you barely feel that the train was moving so fast!” Or, “That movie was taken in Oia Village, Santorini. The caldera and the deep blue sea was mind blowing!” The older you are, the more places you can tell about!
  9. When you’re discussing something important with your parents, your opinion finally matters! Your Mom will really listen when you say, “Mom, please, listen…”
  10. When you show your pictures when you were still a teenager to a colleague, “See? I have aged gracefully, hehehehe.”
  11. Finally, when you look at your picture when you were just born, you’ll look at that old photograph and say to yourself, “You will have a wonderful life ahead, you will have a cool job, visit beautiful places, and meet a lot of amazing people in your life. It’s not gonna be easy, but it’s awesome!”

Don’t let your age stresses you out. Every age of our life is exciting! See it from the bright side and be happy with it!

Happy weekend and have a blast!

Blog Keren Ini!

Sedang asyik-asyiknya browsing di Facebook homepage, gue menemukan link ke blog keren ini… Setelah baca begitu banyak tulisan yang menyudutkan ibu rumah tangga yang tetap bekerja, begitu baca tulisan yang satu itu, gue langsung berseru di dalam hati, “Nah! Yang ini baru benar!”

Jadi perempuan itu punya kesulitan tersendiri. Banyak orang merasa punya andil untuk ikut mengambil keputusan untuk hidup kita ini. Jika keputusan yang kita ambil dianggap tidak sesuai dengan standar masyarakat pada umumnya, siap-siap saja untuk dikomentari macam-macam!

Kali ini, gue enggak berencana menulis banyak kata dalam blog gue sendiri. Link yang gue bagi dalam tulisan ini sudah mengatakan segalanya. Gue juga cuma mau bilang, semua perempuan itu istimewa, terlepas dari pilihan hidup yang dia buat untuk dirinya, keluarganya, dan masa depannya.

As long as she has lived her life respectfully, she deserves our respect – regardless the choices she’s made. That’s it.

Curhatan si Tiang Listrik

Ceritanya malam ini, ada acara kantor selepas jam kerja di Kuningan City. Sekitar hampir jam 7 malam, gue baru turun ke lobby menyusul teman-teman setim gue. Sesampainya di bawah, gue baru ingat harus naik lagi ke kantor buat jemput bos gue secara ceritanya kita mau nebeng mobil si bos untuk sampai ke Kuningan City.

Tidak lama setelah menunggu lift sendirian untuk kembali ke kantor gue di lantai 8, sekumpulan bapak-bapak lewat dari arah berlawanan dan salah satunya berkomentar sambil memandangi gue dari ujung kaki sampai ujung kepala, “Eh, ada tiang listrik!”

Saking kagetnya, gue hampir saja ingin balas menegur orang itu. Sebelum sempat membalas, pintu lift di depan gue terbuka dan salah satu teman sekantor keluar dari dalam lift yang satu itu. Sempat ngobrol sekitar 30 detik dengan teman gue itu, dan bapak tadi masih saja mengomentari tinggi badan gue meski jaraknya sudah mulai menjauh. Kira-kira dia bilang begini, “Mbak kok tinggi banget? Kayak tiang listrik, hahahaha.”

Entah teman gue dan orang-orang sekantor gue lainnya dengar atau tidak, yang jelas karena sudah lumayan banyak orang di sekitar gue, jadilah gue putuskan untuk pura-pura tidak mendengar. Gue langsung masuk ke dalam lift dan menekan lantai 8.

Pernah terpikir alasan kenapa banyak orang yang merasa minder dengan penampilan fisiknya? Orang-orang seperti bapak itu salah satu alasannya!

Waktu SMP dulu, gue pernah sangat minder dengan fisik gue ini, salah satunya karena tinggi badan gue juga. Bayangkan saja, baru kelas 3 SMP, tinggi badan gue sudah hampir mencapai 170 CM! Bagaimana tidak minder? Gue sering banget dipanggil tiang listrik! Masih mending jika hanya tiang listrik, julukan yang lebih menyakitkan hati pun juga pernah gue dengar 😦 Ditambah lagi orang-orang iseng yang suka membuat lelucon dengan sok-sok berjinjit sambil cengengesan di belakang gue, atau orang-orang yang terang-terangan menolak berfoto di samping gue hanya karena gue dianggap terlalu tingi. Sering dibilang akan susah cari pacar pula! Karena itulah, bahkan sampai gue kuliah pun, gue tidak pernah mau coba memakai sepatu berhak tinggi.

Hanya saja entah sejak kapan persisnya, pola pikir gue mulai berubah. I’m tall, I’m too thin, and I know it, but so what? Gue terlahir tinggi, dan gue terlahir dengan kelenjar tiroid yang terlalu aktif sehingga akan sangat sulit untuk menaikkan berat badan, tapi ya sudahlah… Semua itu bukan salah gue, dan semua itu juga toh tidak merugikan siapa-siapa!

Akhirnya, sedikit demi sedikit, gue mulai suka memakai high heels. 1 CM, 2 CM, dan sekarang berakhir di 7-8 CM. I love high heels, and apparently, it makes me a lot more confident! Wearing heels is not a sin anyway.

Gue kenal banyak mantan ‘ugly duckling‘ yang memperoleh kepercayaan dirinya setelah berhasil mengubah drastis penampilan fisiknya. Dari gemuk menjadi kurus, atau sebaliknya. Prestasi yang patut dibanggakan kalau menurut gue, tapi sayangnya, perubahan fisik yang sama belum pernah terjadi pada diri gue sampai saat ini. Gue masih Riffa yang tinggi kurus itu, sama seperti gue di bangku SMP dulu. Hanya saja bedanya, gue mulai bisa melihat dari sisi positifnya. Benar-benar tidak ada perubahan fisik, hanya perubahan mental dan sudut pandang, ditambah cinta yang luar biasa besar untuk diri gue sendiri 😉

Jujur bagaimanapun, kejadian hari ini tetap membuat gue sempat merasa sedih. Setelah bertahun-tahun tidak lagi mendengar ejekan si tiang listrik, bisa-bisanya malam ini gue kembali berhadapan dengan orang norak seperti itu! Gue jadi kembali diingatkan dengan rasa minder yang sudah susah payah gue kalahkan bertahun-tahun yang lalu.

Orang-orang di sekitar gue pastilah jarang sekali mendengar gue mengomentari kekurangan fisik orang lain. Kenapa? Karena gue tahu bagaimana tidak enaknya disoroti sampai mendetail seperti itu. Dan seringkali, gue bergumam di dalam hati saat melihat orang-orang megomentari fisik orang lain, “Kalau gantian orang lain mengomentari fisik kalian, memangnya kalian tidak akan tersinggung?”

Ya, banyak orang yang senang mengomentari fisik orang lain (mungkin niatnya bisik-bisik, tapi kadang tetap terdengar lho), tapi giliran sebaliknya mereka yang dikomentari fisiknya, wah, galaknya setengah mati! If you won’t be happy hearing people’s honest opinion on your body, then keep your thought just for yourself!

Pada akhirnya, kembali lagi gue bilang di sini: people will always talk anyway. Mau secantik dan seseksi apapun kita, tetap akan ada saja komentar baru yang kita dapatkan. Pendapat orang lain tidak akan pernah ada habisnya! Itulah sebabnya menurut gue, perubahan pola pikir jauh lebih penting daripada perubahan fisik itu sendiri.

Sudah tinggi dan mau pakai high heels? If it makes you happy, then why not?

High heels bakal bikin tambah susah cari pacar? Yang namanya Mr. Right tidak akan sebegitu bodohnya! Toh dia juga tahu bahwa kita masih bisa sesekali melepas high heels itu kalo lagi jalan bareng sama dia…

Meski kedengarannya klise, tapi memang benar bahwa tubuh kita ini pemberian dari Tuhan. Syukuri, nikmati, dan lihat saja dari sisi positifnya!

Badan gue seperti tiang listrik? Oh, well… Kalian harus dengar cerita yang satu ini… Baru-baru ini,  salah satu rekan kerja di Vietnam yang hanya gue kenal via e-mail dan Skype, pernah bilang begini, “I heard you have really long legs, like supermodel, hehehe.”

Dan tahukah kamu alasan kenapa supermodel umumnya berpostur tinggi kurus? Karena postur tubuh seperti ini bisa membuat nyaris semua jenis pakaian terlihat bagus 😉

See? Selalu ada sisi positifnya! Hehehe.

Cheers!

I’m Glad and I’m Proud of Getting Older

For most people, getting old is terrifying. But to me, getting closer to 30 is awesome! I will be 29 by Monday next week and I would never ever wish to be younger than I am.

I’m proud of what I’ve achieved in the 29 years of my life. The older I am, the more battles I’ve won. The more struggles I’ve survived. The more and more dreams that have come true!

I’m proud of the things I’ve learned in life. I know best how hard I’ve tried to make myself keep getting better and better. I really hope, the older I am, the wiser I’ve become.

I’m proud of finding myself. I know what I want in life, I know what I deserve, I know what kind of life that I want to live in. I’m relieved that I’m no longer one of those ‘lost girls’ searching for identity.

I’m happy and I’m thankful for the wonderful people I’ve met my entire life. The ones who believe in me even more than I believe in myself, the ones who get my back even when I never ask for protection, and the ones who stay with me in better and worse. The longer I live, the more I know how precious they are.

Every stage in life is worth living.

When you were a kid and bruised your knees.

When you were a teenager and skipped your class.

When you were a newbie employee and so naive.

And then now, when you’re about thirty with those fine lines around your eyes.

I’m glad that I live long enough to go to the places I always dreamed of. Long enough to be the very best of me that I always wanted to be. And long enough to see how I’ve put a lot of smiles on my parents’ faces. And I hope, I will still live long enough to make the most of my own life.