A journey to remember

Curhatan si Tiang Listrik

Posted on: December 17, 2015

Ceritanya malam ini, ada acara kantor selepas jam kerja di Kuningan City. Sekitar hampir jam 7 malam, gue baru turun ke lobby menyusul teman-teman setim gue. Sesampainya di bawah, gue baru ingat harus naik lagi ke kantor buat jemput bos gue secara ceritanya kita mau nebeng mobil si bos untuk sampai ke Kuningan City.

Tidak lama setelah menunggu lift sendirian untuk kembali ke kantor gue di lantai 8, sekumpulan bapak-bapak lewat dari arah berlawanan dan salah satunya berkomentar sambil memandangi gue dari ujung kaki sampai ujung kepala, “Eh, ada tiang listrik!”

Saking kagetnya, gue hampir saja ingin balas menegur orang itu. Sebelum sempat membalas, pintu lift di depan gue terbuka dan salah satu teman sekantor keluar dari dalam lift yang satu itu. Sempat ngobrol sekitar 30 detik dengan teman gue itu, dan bapak tadi masih saja mengomentari tinggi badan gue meski jaraknya sudah mulai menjauh. Kira-kira dia bilang begini, “Mbak kok tinggi banget? Kayak tiang listrik, hahahaha.”

Entah teman gue dan orang-orang sekantor gue lainnya dengar atau tidak, yang jelas karena sudah lumayan banyak orang di sekitar gue, jadilah gue putuskan untuk pura-pura tidak mendengar. Gue langsung masuk ke dalam lift dan menekan lantai 8.

Pernah terpikir alasan kenapa banyak orang yang merasa minder dengan penampilan fisiknya? Orang-orang seperti bapak itu salah satu alasannya!

Waktu SMP dulu, gue pernah sangat minder dengan fisik gue ini, salah satunya karena tinggi badan gue juga. Bayangkan saja, baru kelas 3 SMP, tinggi badan gue sudah hampir mencapai 170 CM! Bagaimana tidak minder? Gue sering banget dipanggil tiang listrik! Masih mending jika hanya tiang listrik, julukan yang lebih menyakitkan hati pun juga pernah gue dengar 😦 Ditambah lagi orang-orang iseng yang suka membuat lelucon dengan sok-sok berjinjit sambil cengengesan di belakang gue, atau orang-orang yang terang-terangan menolak berfoto di samping gue hanya karena gue dianggap terlalu tingi. Sering dibilang akan susah cari pacar pula! Karena itulah, bahkan sampai gue kuliah pun, gue tidak pernah mau coba memakai sepatu berhak tinggi.

Hanya saja entah sejak kapan persisnya, pola pikir gue mulai berubah. I’m tall, I’m too thin, and I know it, but so what? Gue terlahir tinggi, dan gue terlahir dengan kelenjar tiroid yang terlalu aktif sehingga akan sangat sulit untuk menaikkan berat badan, tapi ya sudahlah… Semua itu bukan salah gue, dan semua itu juga toh tidak merugikan siapa-siapa!

Akhirnya, sedikit demi sedikit, gue mulai suka memakai high heels. 1 CM, 2 CM, dan sekarang berakhir di 7-8 CM. I love high heels, and apparently, it makes me a lot more confident! Wearing heels is not a sin anyway.

Gue kenal banyak mantan ‘ugly duckling‘ yang memperoleh kepercayaan dirinya setelah berhasil mengubah drastis penampilan fisiknya. Dari gemuk menjadi kurus, atau sebaliknya. Prestasi yang patut dibanggakan kalau menurut gue, tapi sayangnya, perubahan fisik yang sama belum pernah terjadi pada diri gue sampai saat ini. Gue masih Riffa yang tinggi kurus itu, sama seperti gue di bangku SMP dulu. Hanya saja bedanya, gue mulai bisa melihat dari sisi positifnya. Benar-benar tidak ada perubahan fisik, hanya perubahan mental dan sudut pandang, ditambah cinta yang luar biasa besar untuk diri gue sendiri 😉

Jujur bagaimanapun, kejadian hari ini tetap membuat gue sempat merasa sedih. Setelah bertahun-tahun tidak lagi mendengar ejekan si tiang listrik, bisa-bisanya malam ini gue kembali berhadapan dengan orang norak seperti itu! Gue jadi kembali diingatkan dengan rasa minder yang sudah susah payah gue kalahkan bertahun-tahun yang lalu.

Orang-orang di sekitar gue pastilah jarang sekali mendengar gue mengomentari kekurangan fisik orang lain. Kenapa? Karena gue tahu bagaimana tidak enaknya disoroti sampai mendetail seperti itu. Dan seringkali, gue bergumam di dalam hati saat melihat orang-orang megomentari fisik orang lain, “Kalau gantian orang lain mengomentari fisik kalian, memangnya kalian tidak akan tersinggung?”

Ya, banyak orang yang senang mengomentari fisik orang lain (mungkin niatnya bisik-bisik, tapi kadang tetap terdengar lho), tapi giliran sebaliknya mereka yang dikomentari fisiknya, wah, galaknya setengah mati! If you won’t be happy hearing people’s honest opinion on your body, then keep your thought just for yourself!

Pada akhirnya, kembali lagi gue bilang di sini: people will always talk anyway. Mau secantik dan seseksi apapun kita, tetap akan ada saja komentar baru yang kita dapatkan. Pendapat orang lain tidak akan pernah ada habisnya! Itulah sebabnya menurut gue, perubahan pola pikir jauh lebih penting daripada perubahan fisik itu sendiri.

Sudah tinggi dan mau pakai high heels? If it makes you happy, then why not?

High heels bakal bikin tambah susah cari pacar? Yang namanya Mr. Right tidak akan sebegitu bodohnya! Toh dia juga tahu bahwa kita masih bisa sesekali melepas high heels itu kalo lagi jalan bareng sama dia…

Meski kedengarannya klise, tapi memang benar bahwa tubuh kita ini pemberian dari Tuhan. Syukuri, nikmati, dan lihat saja dari sisi positifnya!

Badan gue seperti tiang listrik? Oh, well… Kalian harus dengar cerita yang satu ini… Baru-baru ini,  salah satu rekan kerja di Vietnam yang hanya gue kenal via e-mail dan Skype, pernah bilang begini, “I heard you have really long legs, like supermodel, hehehe.”

Dan tahukah kamu alasan kenapa supermodel umumnya berpostur tinggi kurus? Karena postur tubuh seperti ini bisa membuat nyaris semua jenis pakaian terlihat bagus 😉

See? Selalu ada sisi positifnya! Hehehe.

Cheers!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 908,110 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

The beauty of diversity. I'm glad that I met them along my career path at Lazada. Just a little help like this could mean everything to me and The Lens Story. Many thanks! ❤️
📷: @thelenstory 👚: @adidaswomen 👕: @nike 
#friends #friendshipgoals #diversity #photography #photooftheday #canon #snapseed #thelenstory Find someone who loves you properly.
The one who never intentionally let you wait for him.
The one who never makes you have to wonder how he truly feels about you.
The one who will definitely catch you and hold you tight as you fall for him.
The one who gives you all he has to be a better man, to fix what goes wrong, to fight for you and to never let you go.
You are too old for another Mr. Wrong, reward yourself with the right one.
Love yourself enough to leave your past, you deserve better.
📷: @thelenstory
💄: @yuficarolin.mua
👗: @calla.atelier
👠: @charleskeithofficial 
#love #life #quote #photography #photooftheday #thelenstory I'm not perfect. I make mistakes. I do the things I'm not proud of. I give up, sometimes. I hurt people, mostly the ones that I actually care about. I have a lot of flaws, but at least, I'm trying hard to be a better person. I'm no saint nor angel, but I'm not a pure evil either. I'm simply a human who is trying to be the very best that I can be. I'll never stop learning, until my very last breath.
📷 @thelenstory
💄 @yuficarolin.mua
👗 @calla.atelier
👠 @charleskeithofficial
#photooftheday #beauty #photography #quote #thelenstory

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

%d bloggers like this: