I’m Glad and I’m Proud of Getting Older

For most people, getting old is terrifying. But to me, getting closer to 30 is awesome! I will be 29 by Monday next week and I would never ever wish to be younger than I am.

I’m proud of what I’ve achieved in the 29 years of my life. The older I am, the more battles I’ve won. The more struggles I’ve survived. The more and more dreams that have come true!

I’m proud of the things I’ve learned in life. I know best how hard I’ve tried to make myself keep getting better and better. I really hope, the older I am, the wiser I’ve become.

I’m proud of finding myself. I know what I want in life, I know what I deserve, I know what kind of life that I want to live in. I’m relieved that I’m no longer one of those ‘lost girls’ searching for identity.

I’m happy and I’m thankful for the wonderful people I’ve met my entire life. The ones who believe in me even more than I believe in myself, the ones who get my back even when I never ask for protection, and the ones who stay with me in better and worse. The longer I live, the more I know how precious they are.

Every stage in life is worth living.

When you were a kid and bruised your knees.

When you were a teenager and skipped your class.

When you were a newbie employee and so naive.

And then now, when you’re about thirty with those fine lines around your eyes.

I’m glad that I live long enough to go to the places I always dreamed of. Long enough to be the very best of me that I always wanted to be. And long enough to see how I’ve put a lot of smiles on my parents’ faces. And I hope, I will still live long enough to make the most of my own life.

Surround Yourself with the People Who Want You

Berawal dari nonton Crazy Ex Girlfriend, gue jadi bertanya-tanya sama diri gue sendiri, “Kenapa ya, masih ada orang yang mau sampai sebegitunya ngejar-ngejar orang lain yang sebetulnya tidak menginginkan dia?” Bukan cuma dalam konteks cinta-cintaan, tapi juga konteks pergaulan. Ada satu episode di serial TV itu yang bercerita si tokoh utama juga lebih ngotot berteman dengan orang yang awalnya nggak berminat untuk berteman dengan dia sampai akhirnya malah melupakan teman baiknya sendiri.

Gue lupa sejak kapan persisnya, gue punya prinsip; “Surround myself with the people who want me too.”

Kenyataannya, berteman atau pacaran setelah dewasa (di saat kepribadian seharusnya sudah matang-matangnya), justru lebih complicated daripada jaman remaja dulu.

Di sekolah atau di kampus dulu, bisa jadi orang lain tidak mau berteman dengan kita karena dianggap “kurang keren”, tapi sekarang bisa jadi sebaliknya juga; orang lain enggan berteman dengan kita hanya karena menganggap kita ini “terlalu keren” buat ukuran mereka.

Atau soal pacaran, waktu SMA bahkan sampai kuliah dulu, pacaran enggak mesti terlalu banyak kriteria. Punya pacar cewek yang lebih pintar di kelas? It’s cool! Tapi kalo punya pacar cewek yang lebih sukses karier-nya di kantor? Pikir lagi dulu! Begitu pula sebaliknya, perempuan-perempuan dewasa umumnya punya syarat-syarat baru soal Mr. Right yang tidak pernah ada saat masih remaja dulu.

Sehingga kembali lagi, buat apa ngotot mempertahankan orang lain yang bahkan tidak mau repot-repot memperjuangkan kita hanya karena kita tidak masuk ke dalam kriteria mereka?

Contohnya, orang yang susah banget diajak ketemuan saking sibuknya dia. Padahal kenyataannya, terlalu sibuk itu hanya mitos! Semua orang PASTI akan menyisihkan waktu untuk hal-hal yang menjadi prioritas mereka. Dan jangan lupa, perbuatan mencerminkan prioritas! Jika mereka mengaku super sibuk tetapi di socmed malah foto-foto dinner bareng orang lain, berarti ya sudah, kita memang bukan prioritas mereka.

Kemudian tidak perlu juga bersikap seperti maniak yang terus menerus mengirimkan puluhan text kepada orang yang hanya balas sekenanya, atau, kepada orang yang tidak pernah ingat untuk menanyakan kabar kita terlebih dulu. Jika mereka ingin ada kita dalam hidup mereka, maka mereka PASTI akan berusaha untuk selalu keep in touch.

Yang paling amit-amit, jangan mau ‘disembunyikan’ oleh teman atau pacar kita sendiri! Pacaran backstreet hanya berlaku jaman ABG dulu, dan, hal yang sama TIDAK seharusnya pernah berlaku dalam urusan persahabatan. Kalau sampai mereka malu terlihat orang lain sedang bareng sama kita, ya buat apa kita bangga terus bareng sama mereka? Apapun alasannya, jangan biarkan orang lain menyembunyikan kita di dalam lemarinya!

Yang terakhir, jangan pernah menjadikan orang lain yang hanya menjadikan kita sebagai “option” mereka menjadi “priority” untuk diri kita sendiri. Misalnya, orang-orang yang hanya mencari kita di saat sedang kesepian, atau orang-orang yang datang dan pergi sesuka hati mereka saja. Bukan berarti harus dimusuhi, tapi jauh lebih baik jika tidak perlu sampai memberi tempat khusus untuk mereka dalam hidup kita. Jangan sampai merusak hubungan dengan orang-orang terdekat hanya karena mementingkan mereka yang tidak seberapa dekat.

Hidup terlalu pendek untuk merasa selalu ditolak. Jalani hidup dengan orang-orang yang juga ingin menjalani hidupnya bersama dengan kita. Perjuangkan hanya orang-orang yang memang pantas untuk diperjuangkan. Tidak perlu mendramatisir hidup kita sendiri dengan terus mengejar-ngejar orang yang tidak ingin untuk dikejar. Kenyataannya, hidup bahagia itu lebih sederhana daripada yang kita kira.

Surround yourself with the people who want you, by then you will know that I am right.